Category: Lintas SKPD

  • Plt. Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP.,M.Si membuka kegiatan Sosialisasi Aplikasi E-Monev

    Plt. Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP.,M.Si membuka kegiatan Sosialisasi Aplikasi E-Monev

    Wamena – Plt. Sekda Jayawijaya Petrus Mahuse, AP.,M.Si membuka kegiatan Sosialisasi Aplikasi  E-Monev Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2025.

    Sosialisasi Aplikasi E-Monev Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Tahun Anggaran 2025

    Foto : Agris Wistrijaya

    Petrus Mahuse, AP.,M.Si selaku Plt. Sekda Jayawijaya berharap dengan adanya Sosialisasi Aplikasi E-Monev dapat segera diaplikasikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah atau program/Kegiatan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Ia juga menjelaskan bahwa sosialiasi yang dilakukan berpedoman pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, dimana pada pasal 292 ayat (1) disebutkan bahwa “Kepala Perangkat Daerah melaksanakan pengendali dan evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota”, serta pada ayat (3) “kepala perangkat daerah menyampaikan laporan triwulan hasil pemantauan dan supervisi, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Bappeda Kabupaten/Kota’, maka Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bappeda menggunakan Aplikasi E-Monev sebagai salah satu alat bantu penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan daerah yang efektif dan efisien.

    Menurutnya digitalisasi dalam sistem pelaporan dan pengawasan anggaran, merupakan bagian integral dari reformasi birokrasi yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, sehingga sangat perlu menguasai Aplikasi E-Monev sebagai instrumen strategis dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi kinerja Pemerintah Daerah secara berkelanjutan.

    “Saya harap agar OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dapat menggunakan aplikasi ini untuk menghimpun data realisasi pelaksanaan perencanaan pembangunan, serta sebagai bahan untuk melakukan pengendalian, dan evaluasi pembangunan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” ucapnya.

    Selain itu, ia juga mengajak kepada para peserta sosialisasi dapat memahami teknis pengisian aplikasi, serta hal-hal apa saja yang harus dilaporkan dan diisi dalam aplikasi monev untuk selanjutnya dapat memanfaatkan informasi yang tersaji pada aplikasi ini, sebagai bahan evaluasi dan pelaporan kepada pimpinan di lingkungan kerja masing-masing.

    “Saya harap agar selesai sosialisasi ini, tim dari Bappeda dapat tetap melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkesinambungan, khususnya kepada OPD yang memanfaatkan aplikasi monev, sehingga penggunaannya dapat tepat sasaran, serta benar-benar dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola, memantau, dan mengevaluasi kinerja proyek pembangunan secara transparan dan terintegrasi” tutupnya. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya menerima Aspirasi 328 Kepala Kampung

    Bupati Jayawijaya menerima Aspirasi 328 Kepala Kampung

    Wamena – Bupati Kabupaten Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H didampingi Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,.KP menerima aspirasi dari 328 Kepala Kampung di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.

    Demonstrasi berlangsung damai dan perwakilan demontrasi dari kepala kampung menyampaikan aspirasi mereka satu persatu di-hadapan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya saat menerima Aspirasi dari sejumlah kepala kampung

    Foto: Istimewa

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa demontrasi kepala kampung tersebut telah diterima dengan baik dan aspirasi mereka terkait pencairan dana kampung tahap pertama tahun 2025.

    “Kami sampaikan bahwa Surat Keputusan (SK) kepala kampung bagi mereka yang tadi demonstrasi telah berakhir di tahun 2024 dan belum ada kelanjutan,” Kata Bupati.

    Menurutnya, terkait dengan SK kepala kampung yang telah berakhir, pihaknya masih melakukan penggodokan oleh OPD terkait dalam hal ini DPMK Kabupaten Jayawijaya.

    “Ada kepala kampung yang meninggal belum dilaporkan, selain itu ada jabatan sementara kepala kampung pun telah habis masanya, serta yang defenitif pun telah berakhir 2024, Sehingga perlu ada pembaharuan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang ada,” Tuturnya. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya memberikan 25 orang SK Plt. Kepala Distrik

    Bupati Jayawijaya memberikan 25 orang SK Plt. Kepala Distrik

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H, M.H memberikan SK (Surat Keputusan) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik sebanyak 25 Kepala untuk 35 Distrik di Kabupaten Jayawijaya.

    Pemberian SK tersebut Bupati Jayawijaya didampingi Wakil Bupati, Ronny Elopere, S.IP, M.KP dan Plt. Sekda, Petrus Mahuse, A.P, M.Si serta Plt. Kepala BKD, Pius Wetipo, S.T, M.AP dan Kepala Tapem, Patris Wikibal, S.Sos dan 25 Plt Kepala Distrik yang baru.

    Pemberian SK Plt. kepada 25 orang Kepala Distrik di Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Dari 40 distrik yang telah menerima SK Plt. sebanyak 25 Kepala Distrik untuk beberapa bulan ke depan membantu roda Pemerintahan di Distrik masing-masing.

    Bupati Atenius Murip mengatakan bahwa Kepala Distrik yang lama bukan karena tidak mampu atau gagal, melainkan perlu adanya rotasi jabatan, karena menurutnya organisasi itu harus berputar untuk menganti orang, estafet kepemimpinan harus berubah untuk menciptakan iklim kerja yang baru mulai dari tingkat kabupaten, distrik sampai kampung.

    “Saya harap agar Bapak dan Ibu setelah menerima SK ini dapat berkoordinasi dengan pejabat yang lama, Roda pemerintahan itu harus berputar atau berganti, “ucapnya.

    ” Pesan saya tugas apapun yang dikeluarkan dari Honai kita, honai besar ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat kita di distrik masing-masing”, katanya.

    Bupati berharap agar kepala Distrik baru juga dapat Mengayomi masyarakatnya dari segala macam ancaman, gangguan, mengajak para kepala kampung sebagai sahabat, teman, serta memberikan pemahaman kepada rakyat.

    “jabatan itu bukan abadi, Pemerintah bisa melakukan perubahan dan perbaikan kapan saja sesuai kebutuhan, maka ASN itu siap menganti dan siap diganti,” ujarnya.

    Sementara itu, Atenius Murip juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan umumkan Plt. Kepala Kampung.

    “saya tidak mau mendengar bahwa kepala kampung mengakui dana kampung adalah uang mereka. Dana Desa itu masuk dalam hitungan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), sumber dana kabupaten bukan dari Kementerian atau lainnya. Fungsinya satu yaitu pemerintah daerah sebagai pengontrol penggunaan dana itu, ” Tegasnya.

    “Jadi untuk Kepala Distrik awasi, jangan kepala kampung kawin dua, kawin tiga, beli strada, bangun kosan di kota. Kita tegakkan aturan bahwa di kabupaten itu atasan Bupati, distrik itu atasan kepala distrik dan kampung itu atasannya kepala Kampung. Jadi kepala kampung atasannya kepala distrik, maka harus koordinasi program kerja dan singkronisasi dengan atasannya” ucapnya.

    Atenius Murip juga berharap kepada Kepala diatrik untuk memiliki semangat dan jiwa yang besar dan murni untuk membangun Kabupaten Jayawijaya yang lebih baik lagi.

    Bupati Jayawijaya juga mengkonfirmasi bahwa ada empat distrik yang SK-nya sebentara dipending, yaitu Wamena, Asotipo, Popugoba dan Silokarno Doga dan ada beberapa distrik yang kepala distriknya masih tetap dan jumlahnya kurang dari 5 distrik.

    “ada beberapa yang terjadi kesalahan teknis jadi walaupun sudah datang tapi belum sempat diberikan. Selisih dari yang diberikan pada hari ini, sekitar 25 orang, akan diberikan tahap kedua yang jumlahnya kurang dari 15 distrik” Tuturnya. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya memberikan SK. Plt. Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya memberikan SK. Plt. Kepala OPD Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya melalui Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H memberikan SK. Plt. kepada 13 OPD di Kabupaten Jayawijaya, Jumat malam 2 Mei 2025 di ruang rapat Bupati Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya berharap dengan adanya pemberian SK ini dapat membantu memperlancar kinerja 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

    Salah satu pimpinan OPD baru yang diberikan SK oleh Bupati Jayawijaya.

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada hari ini dan walaupun masih dalam tanggap darurat penanganan banjir, kami memandang perlu untuk mengajak rekan-rekan ASN sesuai dengan bidang kemampuannya masing-masing bergabung bersama saya untuk membantu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya” Ucapnya.

    Dengan adanya pemberian SK ini, Bupati Jayawijaya katakan bahwa tujuannya adalah mempercepat proses penyelesaian program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya sesuai dengan bidangnya masing-masing seperti Kesehatan dan Pendidikan serta dalam pelayanan publik dan juga Pembangunan Daerah.

    Adapun Nama-nama Kepala OPD dan Kabag yang di Pltkan antara lain  Pius Wetipo sebagai Plt. Kepala BKDPSDM, Patris Wikibal sebagai Plt. Kabag Tapem, Lesman Tabuni sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kaleb Asso sebagai Plt. Kepala Dinas pendidikan, dr. Charles sebagai Plt. Direktur RSUD, Liberius Mabel sebagai Plt. Kepala Bappeda, Markus Kenelak, S.Pd.,M.Si sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR, Isak Huby sebagai  Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan, Amsal Wamu, Sebagai Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Yaiper Gombo, S.Pd sebagai Plt. Kepala Disorda, Simon Kalolik, S.Pd sebagai Plt. Kepala Dinas Sosial, Estepanus Lolo Kassa, SE sebagai Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Yusup Wetipo, SH sebagai Plt. Kepala Dinas Perikanan, Demianus Matuan, S.Pd Sebagai Plt. Kepala DPMK & PTSP, untuk Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian Dan Keuangan : Ibu Ludya Eruleka Logo, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Dan Sdm Pada Sekretariat : Tenus Gombo, S.Pd.,M.Pd, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik : Hironimus E. Huby, S.Sos, Kepala Bagian Pemerintahan :  Patris Wikibai, S.Sos, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa :  Tinus Wuka, ST dan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah : Marnikson Akwilah Murib, S.STP. (AgW/AR)

  • Aksi Demo ASN Kabupaten Jayawijaya Terkait TPP yang turun hingga 30%

    Aksi Demo ASN Kabupaten Jayawijaya Terkait TPP yang turun hingga 30%

    Wamena – Usai Apel Pagi Pemda Jayawijya, seluruh ASN Kabupaten Jayawijaya melakukan aksi demo protes penurunan TPP sebesar 30%, Senin (28 April 2025).

    Seluruh ASN yang mengikuti Apel melakukan aksi protes dan meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk tidak melakukan pemangkasan TPP.

    ASN Kabupaten Jayawijaya melakukan aksi demo karena penurunan tpp 30%

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengungkapkan bahwa pemangkasan ini terjadi karena adanya pengurangan Dana Transfer dari pusat ke Daerah.

    Salah satu ASN mengungkapan bahwa selama ini Kabupaten Jayawijaya TPP atau insentifnya tidak pernah naik malah saat ini diturunkan sebesar 30%.

    “Penurunan TPP ini sangat mempengaruhi kita sebagai ASN, kenapa pemangkasan tidak melalui dana lain, seperti dana DAU fisik yang seharusnya dikurangi bukan TPP yang dikurangi. Karena kami sudah tinggal di Daerah yang tingkat kemahalannya paling tinggi dan tertinggal serta diseluruh daerah Kabupaten Jayawijaya ini yang TPPnya paling rendah” ucap salah satu ASN.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama Sekda Jayawijaya, Kepala BPKAD Jayawijaya dan pimpinan OPD lainnya saat menerima Aspirasi ASN Kabupaten Jayawijaya terkait Penurunan TPP

    Foto : Agris Wistrijaya

    Kaban Keuangan Estefanus Lolokasa mengatakan bahwa untuk membayarkan TPP ini harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Daerah, maka jumlah transfer dari pusat saat ini menurun, untuk itu posisi belanja pegawai yang diperkenankan sesuai aturan maksimal 30% dari pendapatan daerah.

    Menurut Kaban, setelah dihitung-hitung jumlah belanja pegawai Kabupaten Jayawijaya sudah mencapai 29,61 % yang artinya tidak boleh dinaikan lagi dan jika dinaikan maka Kabupaten Jayawijaya akan dikena Pinalti.

    Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor mengatakan bahwa memang hal ini merupakan kebijakan dari Pusat sehingga kita yang di Daerah juga mengalami dampak dari efesiensi ini.

    “Efesien ini diarahkan untuk pelayanan publik untuk itu beberapa kegiatan seperti belanja ATK, Perjalanan dinas juga diturunkan” ucapnya. (AgW/AW)

  • Pemda Jayawijaya Beberkan Capaian Indikator Pembangunan Tahun 2019-2024

    Pemda Jayawijaya Beberkan Capaian Indikator Pembangunan Tahun 2019-2024

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya membeberkan capaian Indikator Makro Pembangunan Jayawijaya per Tahun 2019-2024, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Laju Pertumbuhan Ekonomi, Presentase Pendudukan Miskin, Tingkat Pengangguran, Inflasi, dan beberapa indicator lainnya. Capaian indikator ini nantinya akan menjadi tolak ukur bagi penyusunan dokumen RPJMD 2025-2029 kemudian akan di lebur lagi ke dalam dokumen Renstra OPD.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Jayawijaya, Ludya Logo, dalam paparannya pada pembukaan pelaksanaan Musrenbang RKPD dan Otsus Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026, yang berlangsung di gedung Wio Kantor Bupati, Kamis (24/02/25).

    Kepala Bappeda Jayawijaya, Ludya Logo, saat memaparkan capaian pembangunan Jayawijaya lima tahun terakhir.

    Foto : Istimewa

    “IPM trendnya positif dari tahun 2019 sampai 2024 kita ada di angka 65,38 persen, Artinya melalui kebijakan yang dilaksanakan selama lima tahun terakhir berdampak pada tingkat pendidikan, angka harapan hidup, dan pendapatan perkapita karena tiga komponen ini menjadi pembentuk indikator pembangunan manusia,” ungkapnya.

    Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Jayawijaya terlihat cukup fluktuatif di tahun 2020 yakni ada diangka minus akibat Covid-19, namun di tahun 2021 naik diangka 3,46 persen dan tahun 2024 ada di angka 5,82 persen.

    “Persentase penduduk miskin kita trendnya positif, mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari angka 38,33 persen, tahun 2024 turun menjdi 32,28 persen,” bebernya.

    Menurutnya, penurunan presentase penduduk miskin berkaitan dengan beberapa kebijakan pemerintah, baik kabupaten maupun pemerintah pusat, diantaranya melalui bantuan keluarga miskin, pembukaan lahan pertanian, dan meningkatkan jumlah UMKM lokal melalui dana bantuan dari sumber dana otsus.

    Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga dinilai fluktuatif, ditahun 2019 ada di angka 2,39 persen dan di tahun 2024 ada di angka 2,74 persen. Rata-rata lama sekolah trendnya juga positif yakni dari angka 5,3 persen,  di tahun 2024 sudah ada di angka 5,99 persen.

    “Secara keseluruhan trend indikator makro Kabupaten Jayawijaya, menunjukan trend positif, artinya kinerja  ini dapat tercapai atas upaya dan kolaborasi semua stakeholder pembangunan di Kabupaten Jayawijaya,” jelasnya.

    Hal ini kata Ludya, diluar dari angka inflasi Jayawijaya yang terus meningkat, yang mana data terakhir di bulan Maret Jayawijaya provinsi Papua Pegunungan ada di angka 8,05 tertinggi se-Indonesia. Menurutnya, Jayawijaya baru menjadi kota inflasi setelah adanya DOB Papua Pegunungan.

    “Sebelum pemekaran provinsi Papua, tadinya hanya 3, Jayapura, Merauke dan Timika, setelah pemekaran tambah 2 kota inflasi yaitu Nabire dan Wamena,” tuturnya.

    Ia menilai, hal ini perlu adanya sinergitas dan upaya bersama untuk menurunkan angka inflasi. Pemerintah Jayawijaya dalam hal ini bupati selaku ketua TPID Kabupaten Jayawijaya sejauh ini sudah melakukan koordinasi secara masif dengan semua stakeholder.

    “Rencananya juga akan mengundang pihat aviasi dan tim TPID provinsi untuk sama-sama kita berkolaborasi dalam mengendalikan angka inflasi,” (VIN/AW).

  • Konsultasi Publik dan Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya

    Konsultasi Publik dan Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya mengadakan kegiatan Konsultasi Publik dan Forum Gabungan Perangkat Daerah yang merupakan tahapan penting dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Kegiatan ini berlangsung di Sasana Wio Kantor Bupati Jayawijaya dan dihadiri oleh seluruh perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya, Selasa 15 April 2025.

    Konsultasi Publik ini di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP dan didalam saambutan yang dibacakannya memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang hadir dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2026.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama Ketua DPRD Jayawijaya dan Kepala Bappeda saat mengikuti forum Konsultasi Publik dalam rangka peyempurnaan RKPD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wabup menjelaskan bahwa Forum Perangkat Daerah ini merupakan penajaman target kinerja sasaran, program/kegiatan/sub kegiatan, lokasi dan kelompok sasaran dalam rangka penyusunan awal RKPD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026.

    “kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan sebagai sarana berdiskusi untuk mendapatkan kesepakatan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Jayawijaya” ucap Wabup.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP harap dengan diskusi di forum ini dapat memperkaya dan memberikan bobot dalam perencanaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.

    Dengan tema RKPD tahun 2026 yakni “Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jayawijaya” maka menurut Wabup prioritas arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026 antara lain: Meningkatkan kualitas dan aksebilitas pendidikan, Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi rakyat, peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, Meningkatkan Pemerataan Pembangunan yang berkelanjutan dan yang keenam meningkatkan ketertiban dan keamanan Masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang berkeadaban.

    “diharapkan dari keenam proioritas dan arah kebijkan ini, pembangunan Jayawijaya kedepan dapat memberikan suatu dampak yang positif kepada masyarakat Jayawijaya sesuai motto hari esok harus lebih baik dari hari ini” tuturnya.

    Lanjut kata Wabup dengan forum diskusi ini diharapkan seluruh perangkat daerah dapat memberikan sumbangsih saran dan pemikiran dari stakeholder pembangunan serta dapat melaksanakan program dan kegiatan prioritas Bupati Kabupaten Jayawijaya tahun 2016 yang menyentuh langsung kepada masyarakat dan selaras dengan pokok-pokok pikiran dari DPRD  yang akan dituangkan dalam APBD 2026. (AgW/AR)

  • Apel Perdana Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya tekankan disiplin waktu dan tanggungjawab

    Apel Perdana Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya tekankan disiplin waktu dan tanggungjawab

    Wamena – Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan Ronny Elopere,S.IP.,M.KP mengikuti Apel Perdana Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya di depan Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (06/03/2025).

    Apel Pagi yang dimulai pukul 08.00 WIT ini di pimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan diikuti oleh seluruh ASN dan tenaga Kontrak Kabupaten Jayawijaya.

    Untuk di ketahui peserta apel yang hadir terdiri dari  Para Kepala OPD, 40 Kepala Distrik, Eselon III & IV,  staf dan tenaga kontrak, serta staf dari distrik wamena kota dan kelurahan dilingkup Kota Wamena.

    Seluruh ASN Pemda Jayawijaya saat mengikuti Apel pagi perdana bersama Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Dalam amanatnya Bupati Jayawijaya, Atenius Murip,S.H.,M.H memperkenalkan diri dan menceritakan pekerjaan sebelum menjadi Bupati Jayawijaya. Sebelum menjadi Bupati Jayawijaya diketahui bahwa bapak Atenius Murip,S.H.,M.H bekerja sebagai Pilot TNI, Kopasus hingga Dandim 1702 Jayawijaya.

    “Untuk mewujudkan program 100 hari kerja ataupun 5 tahun kedepan, saya pasti akan berlari, tidak berjalan” Ucap Bupati Jayawijaya.

    “Semalam kami bekerja hingga jam 11 malam, bukan berarti kami senang berada di gedung baru, tetapi karena memang banyak hal yang harus dikerjakan”ungkapnya.

     Bupati Jayawijaya menginginkan kehadiran seluruh ASN untuk aktif di bidang kerjanya masing-masing.

    “Saya pasti akan sidak di seluruh OPD sepanjang saya bekerja,  sampai di dapati ASN yang tidak hadir berbulan-bulan tanpa keterangan dan berada ditempat lain, maka saya anggap ASN tersebut berdosa, karena makan gaji buta” Ucapnya.

    “Karena saudara dan saya sudah diberikan kepercayaan dari Tuhan untuk bekerja di Kabupaten Jayawijaya ini, tetapi jika saudara berbulan-bulan tidak hadir maka itu di sebut pencuri uang negara” Tegas Bupati.

    Dengan tegas Bupati Jayawijaya, Atenius Murip,S.H.,M.H mengatakan kepada seluruh ASN akan menindak tegas jika ada ASN Kabupaten Jayawijaya yang tidak disiplin.

    “Dalam Visi saya, yang paling pertama adalah bidang pendidikan, saya ingin tenaga pendidik SD tetap ada di tempat, minimal 6-7 orang mengajar setiap jam kerja” Tekan Bupati.

    Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya saat bertemu langsung dengan seluruh ASN yang mengikuti apel pagi

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurut Bupati Jayawijaya untuk bidang kesehatan, Pemerintah di tiap Distrik sudah berupaya untuk membangun Rumah sakit yang memadai serta pelayanan, SDM, dan sarananya.

    “Kita akan bersama sama untuk mewujudkannya sehingga ada sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan itu” Ungkapnya.

    Sekali lagi yang ditekankan oleh Bupati Jayawijaya adalah disiplin terhadap waktu dan bertanggungjawab dalam tugas, jabatan, dan pekerjaan yang Tuhan kasih melalui Pemerintah Jayawijaya.

    “bekerja secara profesional bersama-sama untuk mewujudkan Kabupaten Jayawijaya sesuai dengan motto “Yogotak Hano Hubuluk Motok Hanorogo yang mana hari esok lebih baik dari hari ini” Ungkapnya.

    Setelah amanat, Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP beserta Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM menghampiri satu persatu OPD yang mengikuti Apel dengan bersalaman dan bertemu secara langsung bersama seluruh ASN Pemda Jayawijaya. (AgW/AW)

  • Antusias masyarakat Kota Wamena menjemput Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan Ronny Elopere,S.IP.,M.KP

    Antusias masyarakat Kota Wamena menjemput Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan Ronny Elopere,S.IP.,M.KP

    Wamena – Masyarakat Kota Wamena sangat antusias menyambut Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H dan Ronny Elopere,S.IP.,M.KP yang mendarat di bandara Wamena pukul 11.45 WIT,  Selasa (04/03/25).

    Bupati dan Wakil Bupati disambut dengan tari-tarian dan pemberian kare-kare serta disambut oleh Sekda Jayawijaya beserta seluruh Pimpinan OPD Kabupaten Jayawijaya dan Forkopimda Kabupaten Jayawijaya.

    Bupati dan wakil bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dan Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat diarak menuju Kantor DPRD kabupaten Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Atenius Murip,S.H.,M.H dan Ronny Elopere,S.IP.,M.KP di arak-arak oleh masyarakat dari bandara Wamena menuju kantor DPRD Jayawijaya untuk serah terima  jabatan.

    Sesampainya di kantor DPRD Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H sempat memberikan pernyataan kepada masyarakat yang telah mengantarnya ke DPRD Jayawijaya.

    “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat yg sudah menyambut kami, dimana lembah baliem yang sering hujan tetapi hari ini cuaca sangat cerah, menandakan tanda baik yang berarti masyarakat tidak membedakan agama, suku, parpol, tetapi bersatu sesuai dengan visi kami yaitu bangkit bersatu bersama membangun Jayawijaya lebih baik lagi dari hari ini”.

    “Saat ini kami berdiri untuk semuanya, membangun kota Wamena menjadi kota  DANI damai, aman, nyaman dan indah yang dicita-citakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya” Ucap Beliau. (AgW/MM)

  • Pidato Perdana Bupati Jayawijaya periode kepepimpinan 2025-2030 mengungkapkan Visi Misi Pembangunan Daerah dan program 100 hari kerja

    Pidato Perdana Bupati Jayawijaya periode kepepimpinan 2025-2030 mengungkapkan Visi Misi Pembangunan Daerah dan program 100 hari kerja

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dalam Sidang Paripurna serah terima jabatan, melakukan Pidato Perdananya sebagai Bupati Jayawijaya Periode kepemimpinan 2025-2030 di ruang sidang Paripurna, Selasa (04/03/25).

    Pidato perdana Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H periode kepemimpinan 2025-2030 dan di dampingi oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S. IP, M. KP

    Foto : Agris Wistrijaya

    Serah terima jabatan dilakukan oleh Pj. Bupati Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM kepada Bupati Defenitif Atenius Murip,S.H.,M.H dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP dan disaksikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jayawijaya, seluruh anggota dewan, pimpinan OPD beserta Forkopimda Kabupaten Jayawijaya.

    Dalam pidatonya Bupati Jayawijaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat karena tidak dapat hadir secara langsung di acara pelantikan Bupati dan wakil Bupati yang di laksanakan di istana Negara oleh Presiden Prabowo, tetapi masyarakat dapat menontonnya secara langsung di TV Nasional dan channel Youtube sekertaris Negara.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H juga berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya periode Kepemimpan 2025-2030.

    Tidak lupa juga, Bupati memberikan ucapan terimakasih kepada penyelenggara pilkada, pihak TNI/Polri dan juga kepada paslon nomor urut 1, 2 dan 4 serta mengajak seluruh elemen untuk bersatu membangun Kabupaten  Jayawijaya.

    Atenius Murip,S.H.,M.H dalam pidatonya menyampaikan adanya kebijakan Presiden dalam instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran dalam pelaksanaan Pendapatan belanja Negara dan anggaran pendapatan Daerah Tahun anggaran 2025, namun Bupati Jayawijaya bertekad untuk bersama-sama dengan seluruh  unsur untuk tetap mewujudkan Jayawijaya menjadi kota damai aman nyaman dan indah.

    Dalam pidato tersebut Bupati menyaampaikan visi Misi serta strategis pembangunan daerah Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya periode 2025-2030 antara lain sebagai berikut:

    1. Menciptakan tata kelola Pemerintahan yang baik dengan strategi pengelolan sistem Pemerintahan Daerah yang bersih, transparan dan akuntabel.
    2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif mulai dari pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar untuk mendukung Jayawijaya sebagai kabupaten cerdas dengan strategi meningkatkan  kualitas sumber daya manusia seperti tenaga pendidik, membangun sekolah berpola asrama, membangun sarana pendidikan luar sekolah.
    3. Meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas  dan optimal untuk mengurangi kematian dengan strategi meningkatkan pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi masyarakat Jayawijaya.
    4. Mengatur sumber-sumber penerimaan  dan belanja daerah dengan baik, adil dan bijaksana dengan strategi mengatur regulasi peraturan daerah pengelolaan sumber-sumber  penerimaan  dan belanja daerah dengan baik, serta melindungi dan melestarikan sumber-sumber penerimaan daerah.
    5. Membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan  kesejahteraan  dengan mendorong peningkatkan UMKM dan pihak usaha serta kegiatan bidang bisnis.
    6. Peningkatan  ketahanan masyarakat  dalam menghadapi berbagai macam ancaman  dan  bencana.
    7. Pemanfaatan sumber daya alam  yang baik dan teratur bagi kemakmuran rakyat.
    8. Mewujudkan terciptanya Kabupaten Jayawijaya menjadi suatu Daerah aman dan tentram bagi terselenggaranya pemerintahan  dan setiap aktivitas masyarakat.

    “Dengan adanya visi misi dan strategis tersebut di harapkan dapat di terjemahkan dalam arah kebijakan  dalm dokumen yang sudah kami siapakan untuk selanjutkan akan diterjemahkan kepada rancangan awal rencana jangka menengah daerah (RPJMD) sehingga kepada OPD untuk dapat menindaklanjuti dan diselaraskan dengan RPJMD  Provinsi Papua Pegunungan” ungkap Atenius Murip,S.H.,M.H.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H.,M.H bersama istri dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP bersama istri foto bersama Ketua dan Wakil DPRK Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu Atenius Murip,S.H.,M.H menyebutkan beberapa program 100 hari kerja yang menjadi komitmen untuk menjawab persoalan dan mempercepat pembangunan daerah, antara lain :

    Rekonsiliasi kondisi daerah; Reformasi birokrasi; Audit investigasi aset dan keuangan daerah; Digitalisasi pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah; Pembentukan polisi baliem (polisi adat); Penanganan anak korban aibon; Pendataan/pemetaan masalah program utama (pendidikan, Kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dasar); Pemulihan jaringan telekomunikasi; Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan; Peningkatan layanan kesehatan masyarakat; Pembangunan sekolah unggulan untuk jenjang SD dan SMP dan Peningkatan layanan sosial bagi masyarakat. (AgW/MM)