Category: Warga

  • Pemda Jayawijaya dan beberapa komunitas relawan melakukan pembersihan Kota Wamena

    Pemda Jayawijaya dan beberapa komunitas relawan melakukan pembersihan Kota Wamena

    Wamena – Dalam mendukung Program 100 hari kerja Pemerintah Jayawijaya terus melakukan pembersihan Kota Wamena, dimana dalam mensukseskan program tersebut Ibu Bupati Jayawijaya dr. Idawati Waromi Murip, Sp. KJ bersama tim relawan atau komunitas kebersihan melakukan pembersihan diberbagai sudut Kota Wamena mulai dari Pinggiran Tugu salib, Jalan Yos Sudarso, Jalan Bhayangkara, Jalan Sudirman, Jalan SD Percobaan, Jalan Thamrin dan masih akan berlanjut di jalan lainnya, Sabtu, 5 April 2025.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H bersama istri dr. Idawati Waromi Murip, Sp. KJ saat menjelaskan tentang pembersihan Kota Wamena

    Foto : Agris Wistrijaya

    Hal ini diungkapkan oleh Ibu dr. Idawati Waromi Murip Sp. KJ bahwa awal mula rencana bersih-bersih dikarenakan pada saat Bupati Jayawijaya hendak pergi beribadah melewati jalan yang penuh dengan sampah, maka dengan inisiatif kami membentuk tim relawan untuk membersihkan Jalan dan got-got yang penuh dengan sampah.

    “Pertama kami mulai dengan membersihkan pinggiran kantor Bupati dan pinggiran kantor otonom dan setelah itu kami bertemu dengan komunitas Photografer di depan tugu salib dan di respon cepat oleh komunitas  tersebut, kemudian teman-teman dari Ilekma, Komunitas Bambu Kuning dan komunitas Gereja dan ibu-ibu dari berbagai Kabupaten ikut bergabung membersihkan Kota Wamena” ucapnya.

    “Jadi ini sukarela, swadaya murni dari masyarakat, mulai dari anak-anak gereja dan anak-anak sekolah yang libur juga ikut membantu. Kami bentuk tim ini dengan nama “Komunitas Sapu Bersih Kota Dani” ucap dr. Idawati Waromi Murip Sp. KJ.

    Disaat yang sama, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H harap kepada seluruh masyarakat Kota Wamena dapat memperhatikan sampah di pekarangan rumah masing-masing.

    “Jika masyarakat punya kesadaran dalam menjaga kebersihan, diyakini kota ini akan bersih, nyaman dan indah” Ucap Atenius Murip, S.H.,M.H.

    Ibu Bupati Jayawijaya dr. Idawati Waromi Murip Sp. KJ bersama komunitas membersihkan Jalan Thamrin

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu, Bupati Jayawijaya juga memberikan Himbaun untuk Kios-kios untuk menjaga halaman depan ruko, setelah menutup ruko diharapkan untuk membersihkan Sampah-sampah.

    “Pembersihan Kota Wamena ini dilakukan juga secara sukarela dari beberapa sektor, mulai dari sektor yang menangani jalan tertentu seperti dari Mamteng, Walaik dan Kabupaten lain yang juga membantu, masing-masing sektor tersebut ada koordinator yang mengaturnya” Ucapnya. (AgW/AR)

  • Pj. Bupati Jayawijaya Buka Pasar Pangan Murah bagi Masyarakat di Wamena

    Pj. Bupati Jayawijaya Buka Pasar Pangan Murah bagi Masyarakat di Wamena

     WAMENA – Penjabat Bupati Jayawijaya Dr. Sulume Tumbo,S.E.,M.M  membuka secara resmi Gerakan Pangan Murah di  bagi Masyarakat di wamena, Sabtu (16 Maret 2024).

    Penjabat Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo,S.E.,M.M Bersama Forkopimda dalam kegiatan pasar pangan murah

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pemda Jayawijaya menggelar Pasar Pangan Murah dalam rangka stabilisasi  pasokan dan harga pangan murah pengendalian Inflasi serta hari besar keagamaan nasional tahun 2024, yang dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Jayawijaya Dr.Sumule Tumbo,S.E.,M.M  di halaman kantor Otonom Wamena.

    Dalam wawancara Pj. Bupati menjelaskan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk menangani inflasi,angka stanting, juga dalam rangka membantu masyarakat dalam memasuki  hari-hari keagamaan, selain itu Penjabat Bupati Juga mengatakan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara menurunkan harga jual di pasar murah ini sehingga harga bahan pokok ini dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.

    Lanjut Pj Bupati, Pemerintah berharap pasar murah ini dapat berdampak manfaat kepada Masyarakat Jayawijaya, selain itu Penjabat Bupati juga berharap kegiatan ini dapat berjalan tertip karena melihat antusiasme masyarakat yang sangat baik.

    “Nanti kita lihat kalau minat Masyarakat banyak, nanti akan kita lakukan di tingkat Distrik, nanti kita lakukan Kolaborasi dengan Provinsi” sambung Pj. Bupati.

    Penjabat Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo,S.E.,M.M bersama Ketua PKK,dan Pimpinan Bulog Wamena  saat mengunjungi stand bulog

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu Pj. Bupati juga menjelaskan Kegiatan Pasar Murah tersebut melibatkan Pengusaha Orang Asli Papua dari program Jembatan Udara dan Tol Laut sebagi Distributor yang telah dipercayakan oleh Pemerintah Daerah, serta Bulog sebagai penyedia beras murah bagi masyarakat. (IS/AR)

  • Pj. Bupati Jayawijaya Ajak Warganya Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya

    Pj. Bupati Jayawijaya Ajak Warganya Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya

    WAMENA – Pj. Bupati Jayawijaya, Dr. Sumule Tumbo, S.E., M.M, mengajak warganya untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 nanti.

    Menurutnya, warga harus menentukan pilihannya dengan sebaik-baiknya mulai dari memilih Presiden dan Wakil Presiden, Caleg DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, karena dengan pilihan ini akan berkonsekuensi pada Pembangunan Negara Lima Tahun Kedepan.

    Pj. Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, S.E., M.M

    Foto : Vina Rumbewas

    “Saya ajak seluruh masyarakat Jayawijaya gunakan haknya untuk menentukan pilihan pada 14 Februari 2024 nanti. Penentuan pilihan ini berkonsekuensi lima tahun kedepan, oleh sebab itu mari kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilih. Mari mencoblos pada tanggal 14 Februari 2024,” ungkap Pj. Bupati disela-sela momen Doa Bersama Pemilu Damai baru-baru ini di Wamena.

    Lanjut Dr. Sumule Tumbo, S.E., M.M, momen ini sangat penting sehingga menjadi kewajiban seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, dan mewujudkan pemilu yang damai, aman dan sukses.

    “Siapapun yang terpilih adalah yang diamanatkan oleh Tuhan yang dapat menyediakan waktu dan memberikan diri untuk melayani masyarakat,” Kata Beliau.

    Atas nama Pemerintah Daerah dirinya berharap, semua calon yang terpilih nantinya akan optimal dalam melayani masyarakat.

    “Kita yakini pemilu yang damai, dan jujur, orang-orang yang terpilih adalah yang dikehendaki Tuhan, mohon di doakan semua dapat berlangsung dengan baik, sehingga dapat bersama membangun Jayawijaya”. (VIN/AR)

  • SYUKURAN JUBELIUM 50 TAHUN PEMEKARAN KLASIS BALIEM TENGAH

    SYUKURAN JUBELIUM 50 TAHUN PEMEKARAN KLASIS BALIEM TENGAH

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si menghadiri Ibadah Syukuran Jubelium 50 tahun Pemekaran Klasis Baliem Tengah Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Selasa (19/9/23).

    Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si memberikan apresiasi dan terima kasih kepada warga kingmi klasis baliem tengah yang selalu mendukung memberi dukungan pada pemerintah dalam berbagai bidang untuk mensukseskan pembangunan daerah.

    Sambutan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya diwakili oleh Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si

    Foto : Erdy (Protokoler)

    “Saya ingin menyampaikan terima kasih secara khusus kepada panitia pelaksana kegiatan, yang telah berjuang dan bekerja keras, mengerahkan segala tenaga dan waktu bahkan materi, agar ibadah syukur dihari ini dapat berlangsung dengan baik, lancar dan penuh sukacita” Kata Lekius Jikwa.

    “Kiranya Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberkati pelayanan bapak/ibu sekalian, serta pelayanan Gereja Kingmi di daerah ini” sambutnya.

    Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si selaku Asisten II Sekda berharap agar Gereja Kingmi di daerah Kabupaten Jayawijaya dapat menjadi contoh bagi Gereja lainnya untuk dapat berdiri dan bersatu dalam melayani pekerjaan Tuhan, sehingga Gereja dapat Bertumbuh, Berakar dan buahnya nampak bagi orang lain.

    Selain itu, Gereja Kingmi diharapkan mampu melakukan pekerjaan pelayanan dengan selalu mengandalkan kekuatan dan kebesaran Tuhan saja, sehingga dapat mewujudkan cita-cita sebagai gereja yang kuat dan mandiri.

    “Banyak masyarakat kita yang masih menjalani hidup diluar injil, dan sebagai Gereja yang misioner, saya berharap agar Kingmi Klasis Baliem tengah dapat menjalankan amanat agung Yesus Kristus dengan serius, sungguh-sungguh dan penuh rasa tangung jawab” Ungkap Lekius Jikwa.

    Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si bersama Forkompimda Jayawijaya

    Foto : Erdy (Protokoler)

    Pesan terakhir dari Asisten II Sekda Lekius Jikwa S.Pd, M.Si untuk Gereja Kingmi adalah tidak bekerja dan melayani sendiri, tetapi dapat menjalin kerjasama, bergandengan tangan, dan bersatu dengan denominasi Gereja lainnya di daerah ini, agar misi Allah untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Tuhan dapat tercapai.

    “liturgi boleh berbeda, aturan dan tata Gereja boleh berbeda, serta Sinode boleh berbeda, tetapi tujuan pelayanan serta Tuhan yang disembah hanya satu, sehingga tidak ada alasan apapun untuk tidak dapat bekerja sama dalam melayani pekerjaan Tuhan” ungkap Asisten II Sekda. (Agw/AR)

  • Rapat Koordinasi menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas di Kota Wamena

    Rapat Koordinasi menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas di Kota Wamena

    WAMENA –  Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengadakan rapat koordinasi dalam menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas di Kota Wamena, Sabtu (16/9/23).

    Dalam Rapat Koodinasi tersebut hadir Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, S.H, M.Hum  bersama dengan Aparat Keamanan, anggota Forkopimda, Tokoh Masyarakat, anggota PGGJ dan beberapa tokoh lainnya di Hotel Baliem Pilamo.

    Rapat koordinasi dalam menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas di Kota Wamena

    Foto : Rio (Protokoler)

    Dalam Kesempatan itu turut hadir Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, S.H, M.Hum yang menyatakan bahwa Gereja memiliki peran penting dalam menyikapi situasi di kota wamena, hal ini dikatakan karena Gereja merupakan tempat merubah kebiaasan buruk menjadi lebih baik.

    “Tidak hanya Pemerintah Kabupaten jayawijaya yang memberikan rekomendasi , melainkan Provinsi Papua Pegunungan juga memberikan rekomendasi dalam menyikapi situasi di kota wamena, karena kemungkinan pelaku kejahatan juga merupakan orang beriman yang berasal dari salah satu denominasi Gereja, untuk itu Gereja harus berperan” Ungkap Wakil Bupati.

    Marthin Yogobi, S.H, M.Hum  mengatakan dalam diskusi bahwa Kata DANI harus selalu dingat, karena merupakan slogan kota wamena yang artinya Damai, Aman, Nyaman dan Indah.

    Memberikan apresiasi kepada  semua pihak yang hadir dalam Diskusi bersama untuk mencari solusi untuk memberantas Miras, Judi, dan Narkotika.

    Dalam menyikapi situasi  Kamtibmas di kota wamena bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atau aparat keamanan  melainkan juga juga seluruh masyarakat kota Wamena dan elemen-elemen masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat.

    Rapat koordinasi dalam menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas di Kota Wamena dihadiri oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, S.H, M.Hum  bersama dengan Aparat Keamanan, anggota Forkopimda, Tokoh Masyarakat, anggota PGGJ dan beberapa tokoh lainnya

    Foto : Rio (Protokoler)

    Wakil Bupati juga berharap agar semua pihak bersama-sama memberikan rekomendasi yang kongkrit dan memberikan solusi tentang sumber masalah yang sudah terjadi agar kedepan tidak ada lagi masalah-masalah baru yang muncul. (AgW/AR)

  • KELURAHAN WAMENA KOTA AKAN MULAI LAKUKAN PENDATAAN WARGA DAN PENGECEKAN BATAS WILAYAH

    KELURAHAN WAMENA KOTA AKAN MULAI LAKUKAN PENDATAAN WARGA DAN PENGECEKAN BATAS WILAYAH

    WAMENA – Pemerintah daerah Jayawijaya pada tingkat Kelurahan Wamena Kota dalam waktu dekat akan melakukan pendataan warga di masing-masing RT/RW di wilayah tersebut.

    Hal ini disampaikan Lurah Wamena Kota Rein J Saday. S.Ip, dLurah Wamena Kota Rein J Saday. S.Ip, disela-sela pertemuan bersama seluruh perangkat RT/RW di wilayahnya yang berlangsung di Kantor Kelurahan Wamena Kota, Kamis (27/1/2022).

    “Pertemuan kami hari ini membahas  pendataan warga yang belum memiliki kejelasan, untuk adanya dilakukan pendataan bagi yang belum terdata di kelurah Wamena Kota,” ungkapnya.

    Selain itu dalam pertemuan tersebut juga dilakukan diskusi dengan RT/RW terkait batas wilayah RT/RW serta batas wilayah masing-masing kelurahan yang sebagiannya belum memiliki legalitas hukum sehingga kadang menimbulkan masalah di lapangan.

    “Dalam pertemuan ini kami juga berdiskusi terkait batas wilayah Kelurahan Wamena Kota, Kelurahan Sinapuk, dan Kelurahan  Sinakma,” katanya.

    Dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait upaya menjalin komunikasi baik dengan setiap perwakilan paguyuban warga yang ada di wilayah kelurahan Wamena Kota.

    Dan setiap warga dihimbau melalui RT/RW untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. (vin/Agw)

  • Pentingnya Mengedukasi Petani Lokal Untuk Tingkatkan Beragam Tanaman Pangan

    Pentingnya Mengedukasi Petani Lokal Untuk Tingkatkan Beragam Tanaman Pangan

    WAMENA – Miliki lahan tidur yang luas, Bupati Jayawijaya minta dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Perkebunan dan Tanaman Pangan untuk maksimalkan dukungan melalui edukasi bagi warga Jayawijaya yang selama ini membuka lahan perkebunan dengan cara-cara tradisional.

    “Kita harus memberikan semangat dan motovasi tidak hanya kepada mama-mama janda disini tapi semua kelompok-kelompok tani yang mau membuka kebun, kita berikan dukungan melalui edukasi kepada para petani,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si usai memanen ubi jalar milik kelompok tani mama-mama janda di Kampung Kilubaga Distrik Libarek baru-baru ini.

    Menurutnya, dengan memberikan edukasi tentang pertanian tentu akan menambah pengetahuan para petani tradisional, dengan begitu lahan pertanian yang ada dapat lebih dimaksimalkan dengan beragam tanaman pangan.

    Dalam kunjungannya di setiap distrik, Bupati Jayawijaya juga mengajak pimpinan OPD di lingkungan pemda Jayawijaya serta perwakilan anggota legislative Jayawijaya, dengan tujuan agar dapat mendengar langsung masukan dan keluhan warga, sehingga dapat ditindaklanjuti.

    “Terimakasih untuk mama-mama janda yang sudah mengundang kita untuk memanen ubi, terimakasih juga karena mama-mama sudah berupaya membuka lahan kebun yang luas, tentu sangat bermanfaat apalagi dimasa pandemi ini,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Simon Marian, mengatakan kebun ubi jalar seluas satu setengah hektar itu merupakan hasil kerja keras mama-mama janda di kampungnya selama beberapa bulan terakhir.

    “Kami juga punya ubi yang banyak tapi kami tidak punya babi untuk diberi makan, tapi terimaksih kepada pemda yang telah memberikan kami peralatan kebun, hewan ternak, bibit sayuran, dan bantuan dana. Namun uang bukan patokan, itu hanya penyemangat kerja untuk mama-mama,” katanya. (Vin)

  • Maksimalkan Dana Kampung, Warga Yumusimo Bangun Gereja Katolik

    Maksimalkan Dana Kampung, Warga Yumusimo Bangun Gereja Katolik

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si meminta para kepala kampung yang ada di 328 kampung di Jayawijaya untuk memaksimalkan penggunaan dana kampung yang dikucurkan Pemerintah pusat.

    Menurutnya, selain digunakan untuk membangun kampung atau membangun usaha mikro kecil milik warga di kampung-kampung, dana kampung juga dapat dialokasikan untuk pembangunan tempat-tempat ibadah, salah satunya gereja.

    Hal ini disampaikannya usai meresmikan gedung baru Gereja Katolik Kampung Yumusimo Distrik Wadangku, Sabtu (23/01/21), yang mana Gereja Katolik ini dibangun dengan menggunakan dana kampung.

    “Jadi selain kegiatan pemberdayaan, dana kampung di Kampung Yumusimo juga digunakan untuk membangun gedung gereja. Ini sudah sesuai dengan Instruksi Bupati karena dana kampung juga bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan, salah satunya membangun gereja,” ungkap Banua.

    Dirinya berharap, hal ini dicontoh oleh kampung-kampung lain yang ada di distrik-distrik, dimana dapat memaksimalkan dana kampung dengan membantu setiap umat yang membutuhkan pembangunan, dengan melakukan sharing dana kampung dengan APBK sesuai Instruksi Bupati.

    “Dengan diresmikannya gedung gereja ini, saya harap tidak hanya gedung gerja yang diperbaharui tetapi juga dapat memperbaharui iman umat dalam melayani,” katanya.

    Sementara kitu, Kepala Kampung Yumusimo Darius Dabi yang juga merupakan Ketua Pembangunan mengatakan pembangunan gedung gereja ini dilakukan kurang lebih selama enam bulan, dan dibangun menggunakan dana kampung.

    “Ukurannya 7,5 kali 15 meter, bangun gereja ini dari dana kampung dan sebagian dari usaha pribadi saya, dank arena saya kepala kampung jadi saya harus bertanggungjawab,” ujarnya.

    Total dana kampung yang digunakan untuk membangun gedung gereja menurut Darius Dabi kurang lebih 1,5 milyard rupiah, dengan alokasi dana kampung sejak tahun 2019. (Vin)

  • Dimasa Pandemi, Bupati Jayawijaya Terus Mengajak Warga Membuka Kebun

    Dimasa Pandemi, Bupati Jayawijaya Terus Mengajak Warga Membuka Kebun

    WAMENA – Ditengah wabah pandemi Covid-19 yang seakan tidak ada ujungnya ini,  Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si  kembali mengajak warga Jayawijaya untuk giat membuka kebun.

    Hal ini disampaikan disela-sela kegiatan panen Ubi Jalar bersama masyarakat di Kampung Goa Wisata, Distrik Usilimo, Jayawijaya, Selasa (13/10/20)

    “Saya sebagai bupati memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ada di Kampung Goa Wisata, karena dengan semangat yang luar biasa, masyarakat telah membuka lahan perkebunan yang cukup luas dan itu tersebar di beberapa titik,” ungkap Bupati Jayawijaya, Selasa (13/10/20).

    Bupati meminta masyarakat Jayawijaya yang ada di kampung-kampung kurangi perjalanan  ke kota di tengah masa pandemi Covid-19 karena akan sangat beresiko.

    Untuk itu masyarakat diminta tetap berada di kampung untuk membuka kebun seluas-luasnya.

    “Disetiap kunjungannya ke kampung-kampung saya selalu menyemati masyarakat kita untuk ayo kembali ke kampung untuk membuka lahan perkebunan yang tentunya akan membantu perekonomian masyarakat itu sendiri,” paparnya.

    Pada kesempatan itu Bupati menyerahkan alat kerja berupa skop dan parang, serta dana motivasi kepada kelompok tani di kampung tersebut. Bupati juga menyerahkan sepasang hewan ternak berupa Babi.

    “Jadi kita turun ke lapangan kasih Motivasi buat masyarakat, habid penen kita kasih alat kerja dan beli hasil kebunnya, serta ternak anak babi, supaya masyarakat bisa kembangkan lagi,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Menurut Bupati, kegiatan berkebun yang dilakukan masyarakat sangat baik dan bermanfaat, sehingga selaku Pimpinan Daerah, Bupati Jayawijaya berharap masyarakat tetap bekerja membuka lahan-lahan baru di Distrik dan kampung. (Vin)

  • Panitia Gereja Diingatkan Untuk Tidak Salah gunakan Dana Pembangunan Gereja

    Panitia Gereja Diingatkan Untuk Tidak Salah gunakan Dana Pembangunan Gereja

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si mengingatkan kepada para panitian pembangunan gereja agar tidak menyalahgunakan dana pembangunan gereja, apalagi sampai digunakan untuk simpan pinjam.

    Hal ini disampaikannya disela-sela sambutannya dalam acara peletakan batu pertama Gedung Kapela Yesus Silo di Kampung Jagara, Distrik Kurulu, Jumat (09/10/20).

    “Saya harap kita sama-sama membangun tempat ibadah ini. Kalau kami pemerintah berikan bantuan, harus benar-benar digunakan untuk bangun gereja dan dana sumbangan umat jangan dipakai untuk simpan pinjam,” ungkapnya.

    Menurutnya hal ini (meminjam uang gereja) pernah terjadi dengan iming-iming akan dikembalikan dengan bunga yang besar, namun malah sebaliknya dan pembangunan Gedung gereja terbengkalai.

    Dikatakannya, dana keagamaan baik yang bersumber dari dana kampung maupun dari bantuan pemerintah jangan dialihkan untuk kegiatan lain.

    “Hal ini tentu akan menghambat pembangunan gereja jika tidak dikembalikan. Ini pengalaman dari yang disampaikan sehingga saya tekankan kepada panitia untuk tidak menjadikan bantuan ini sebagai simpan pinjam, karena bisa saja anggaran itu tak dikembalikan,” ujarnya.

    Sementara terkait pembanguna Gedung Kapela Yesus Silo Jagara Bupati meminta 7 kepala kampung yang ada di distrik Welesi untuk ikut menyumbangkan dana keagamaan yang ada dalam dana kampung untuk pembangunan gedung gereja, masing-masing sebesar Rp 50 juta.

    “Kampung Yagara sendiri sumbang Rp 150 juta. Sedangkan untuk kampung lainnya saja minta Rp 50 juta,” bebernya.

    Dirinya meminta partisipasi masyarakat agar bergotong tong membangun gedung gereja ini, sehingga sebelum lima tahun pembangunan telah rampung.

    Sementara ditempat yang sama, Pastor Paroki Santo Paulus Welesi Allosius Daby Pr mengatakan pembangunan gedung baru ini dikarenakan gedung lama tidak lagi mampu menampung umat, dan beberapa bagian bangunan mulai rusak.

    “Kami tidak mampu sehingga kami membutuhkan bantuan dari pemerintah. Target kami limat tahun, tetapi harapan sebenarnya tidak sampai lebih lima tahun,” tutupnya. (Vin)