Category: Warga

  • Bupati Jayawijaya Resmikan Pondok Potong Generasi, Wadah Pembinaan Kerohanian Generasi Muda

    Bupati Jayawijaya Resmikan Pondok Potong Generasi, Wadah Pembinaan Kerohanian Generasi Muda

    WAMENA – Sebagai wadah untuk membina kerohanian anak-anak muda Kristen dari berbagai denominasi gereja yang ada di Jayawijaya, telah dibentuk Pondok Generasi Emas Potong Generasi, yang didirikan Yason Kenelak bersama warga jemaat GIDI, di Kampung Kumima Distrik Kurulu.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang meresmikan pondok tersebut menyampaikan terimakasih kepada para pendiri Pondok Generasi Emas ini.

    “Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Bapak Yason Kenelak dan warga jemaat GIDI, yang bergerak mandiri untuk meningkatkan bidang pendidikan khususnya bagi anak-anak muda yang ada di Jayawijaya melalui pembinaan di lingkungan Gereja,” ungkapnya, Kamis (08/10/20).

    Bupati Jayawijaya menyebutkan, kegiatan pembinaan dalam wadah Generasi Emas Potong Generasi yang diprakarsai oleh Bapak Yason Kenelak sudah ada sejak tahun 2016, dan keberadaanya sangat membantu pemerintah dalam upaya pembinaan mental dan pendidikan anak-anak yang putus sekolah.

    Kegiatan yang dilakukan Kelompok Potong Generasi tidak hanya di tingkat Kabupaten, namun sampai ke tingkat Distrik yang ada di  Jayawijaya, yang mana kelompok potong generasi telah dibentuk di tujuh titik di Jayawijaya.

    “Disini anak-anak semua dibina tanpa melihat asal gereja. Semua akan dibina dalam wadah Generasi Emas Potong Generasi,” kata Bupati Jayawijaya yang didampingi Isteri Nyonya Yustina Yeni Banua yang juga turut hadir dalam peresmian tersebut.

    Menurut Bupati Jayawijaya, dari pegamatannya selama ini, kegiatan yang dilakukan tidak hanya merangkul anak-anak yang putus sekolah, namun anak-anak jalanan yang ada di Kota Wamena menjadi perhatian dari wadah Generasi Emas Potong Generasi.

    Sementara itu, Pencetus Generasi Emas Potong Generasi, Yason Kenelak menyebutkan, pembangunan Pos Generasi Emas Potong Generasi tidak hanya didirikan begitu saja, namun semuanya melalui kajian.

    Ia juga menilai hingga saat ini masih banyak anak usia sekolah yang berkeliaran di jalanan dan tidak mendapat kesempatan belajar.

    “Mereka ada dimana-mana dan mereka dapat gampang mendapat isu dan pengaruh yang jelak misalnya mencuri dan kejahatan lainnya, itu karena mereka tidak mendapatkan nasehat yang baik,” katanya.

    Sehingga dengan melihat hal tersebut, dirinya terpanggil untuk bergerak melalui gereja untuk membina dan mendidik anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan yang layak.

    “Kalau otaknya kosong namun mentalnya bagus maka orang akan menjadi bagus, dan akan menjadi masyarakat yang berwibawa dan memiliki harga diri,” kata Yason Kenelak.

    Menurut Yason, tidak hanya mental dan pendidikan karakter yang diberikan, namun perbaikan gizi pada anak didik menjadi tugas dan tanggungjawab Wadah Generasi Emas Potong Generasi.

    “Pendanaan semua bersumber dari kolekte jemaat GIDI yang ada di jemaat Yerusalem  Wamena,” bebernya.

    Tambahnya sejauh ini kelompok generasi emas telah membina kurang lebih 800 orang anak usai sekolah yang tersebar di tujuh titik lokasi pembinaan. Dengan rata-rata usia 9 sampai 16 tahun.

    Ia juga mengatakan anak-anak tersebut tidak hanya dari Jayawijaya namun berasal dari hampir semua kabupaten di pegunungan tengah Papua. (Vin)

  • Warga Kampung Ninabua Minta Bupati Ganti Kepala Kampung yang Dinilai Banyak Menyalahgunakan Dana Bantuan

    Warga Kampung Ninabua Minta Bupati Ganti Kepala Kampung yang Dinilai Banyak Menyalahgunakan Dana Bantuan

    WAMENA – Puluhan warga Kampung Ninabua Distrik Asolokobal datangi gedung otonom Wenehule Huby, Selasa (06/10/20)

    Kedatangan puluhan warga ini untuk melakukan protes dan meminta agar kepala daerah dalam hal ini Bupati Jayawijaya segera mengganti kepala kampung Ninabua yang dinilai telah menyalahgunakan bantuan-bantuan yang selama ini diberikan pemerintah.

    Koordinator Aksi, Yali Wuka mengatakan bahwa kepala kampung tersebut selama ini tidak transparan dan penyalahgunaan dana bantuan ini telah terjadi beberapa kali.

    “Selama mejadi PJS (pejabat sementara) Kepala Kampung Ninabua, dia tidak pernah trasparan dalam penggunaan dan penyaluran dana kampung kepada masyarakat, termasuk penyaluran dana bantuan Covid-19 dan BLT,” beber Yali Wuka.

    Menurutnya Yali, kepala kampung tersebut  juga sempat menggelapkan dana bantuan senilai 65 juta, dan juga dana desa Kampung Ninabua.

    “Berdasarkan data kami, sejak dia menjadi PJS kepala kampung Ninabua, dia sudah menggelapkan dana kampung dan dana bantuan lainnya yang jika ditotal senilai 536 juta,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Keuangan dan Aset Kampung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayawijaya, Lepinus Gombo yang menerima aspirasi warga Kampung  Ninabua, mengungkapkan bahwa permasalahan ini beberapa kali telah diupayakan untuk diselesaikan di kampung namun karena kepala kampung tersebut tidak hadir sehingga warga mendatangi kantor pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi.

    “Aspirasi masyarakat terkait pergantian kepala kampung telah kami tampung begitu juga dengan beberapa masukan dan usulan,” jelasnya.

    Namun lanjut Lepinus, hal ini tentu akan dilaporkan kepada pimpinan dalam hal ini Bupati Jayawijaya, dan hal tersebut akan diputuskan oleh Bupati.(Vin)

  • Setiap Distrik di Jayawijaya Diharapkan Miliki Kampung Adat

    Setiap Distrik di Jayawijaya Diharapkan Miliki Kampung Adat

    WAMENA – Bupati  Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si berharap  semua Distrik dan Kampung yang ada di   Jayawijaya dapat membangun dan memiliki kampung adat.

    Menurutnya, kampung adat dapat dibangun  secara swadaya maupun menggunakan sebagian dana desa, seperti yang dilakukan warga di Kampung Hom-hom Distrik Hubikiak, Jayawijaya.

    Yang mana pembangunan dikerjakan langsung oleh warga kampung dengan didampingi Kepala Distrik dan Kepala Kampung.

    “Sebagai bupati saya mengapresiasi kerja sama dari warga kampung, kepala kampung, dan kepala Distrik Hubikiak yang telah berupaya membina dan membangun kampung adat,” ungkap Bupati Banua, usai meresmikan Kampung Adat Hom-hom, di Distrik Hubikiak, Rabu (30/09/20).

    Kampung ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi setiap kepala distrik dan  kampung yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    “Ada kampung adat yang dalamnya ada Honai dan dapur itu bisa digunakan untuk menyelesaikan dan membicarakan persoalan yang ada di kampung,” kata Bupati Jayawijaya.

    Disela-sela peresmian kampung adat, bupati juga memberikan bantuan hewan ternak berupa Babi bagi Kampung Adat untuk dikembangbiakan warga yang ada di Kampung Adat Hom-hom.(Vin)

  • Bupati Jayawijaya Canangkan Dimulainya Pembangunan Gereja Paroki Kristus Jaya Wamena

    Bupati Jayawijaya Canangkan Dimulainya Pembangunan Gereja Paroki Kristus Jaya Wamena

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua SE,M.Si secara resmi mencanangkan dimulainya pembangunan gedung baru Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, Minggu (06/09/20).

    Dalam sambutanya, Bupati mengatakan pembangunan gedung gereja yang baru ini, merupakan kerinduan dari semua umat untuk memiliki gedung yang lebih besar agar nantinya dapat menampung umat Tuhan.

    Untuk itu, Bupati meminta kepada panitia bersama umat bahu membahu bekerja keras memulai pembangunan.

    “Saya mencoba dengan panitia agar tidak melihat aturan dari keuskupan bahwa harus 75 persen dana yang terkumpul baru kita membangun. Kalau ini yang kita lakukan sampai satu tahun kedepan belum tentu pembangunan ini jalan,” tegas Bupati.

    Oleh karena itu, menurut Bupati dengan dana Rp 9 miliar yang ada panitia sudah harus bergerak memulai pembangunan dan pencanangan ini merupakan awal yang baik.

    “Mari kita mulai. Kalau kita sudah bekerja, umat akan melihat bila ada yang kurang pasti umat akan tergerak hati untuk membangun,” tuturnya.

    Namun, lanjut Bupati Jayawijaya, bila pekerjaan masih nol maka umat akan bertanya-tanya, sehingga dia berharap pembangunan gedung gereja baru ini harus dimulai.

    “Kami pemerintah punya kewajiban untuk membantu semua gereja yang lagi dibangun. Saya sebagai Bupati juga tidak mungkin diam, saya tidak bisa menjanjikan sesuatu tapi itu jadi tanggungjawab saya sebagai bupati membantu kepada semua pihak yang sedang membangun gereja,” ujarnya.

    Menurut Bupati, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua yang mana sempat mengeluarkan memo Rp 1 miliar untuk membantu pembanguna gedung gereja.

    “Tapi saya meminta kepada beliau untuk merubah memo menjadi 1,5 miliar untuk membantu panitia pembangunan,” ungkapnya.

    Bupati juga berharap, sumbangan terus mengalir agar proses pembangunan gereja ini terus dijalankan.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Marthen Jogobi melalui Wakil Ketua III Petrus Mahuse menuturkan, kekuatan untuk membangun sebuah gereja ada pada umat sehingga semua umat diharapkan bekerja keras membangun gereja.

    “Kalau kita hitung-hitung sejak kepanitiaaan ini dibentuk sudah 3 tahun 1 bulan. Hitung dari peletkan batu pertama sudaj 2 tahun, artinya dalam pembangunan ini banyak kendala tapi puji Tuhan hari ini kami sudah mulai membangun,” kata Mahuze.

    Dia menginformasikan, total anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan gedung baru Rp 34 miliar. Dan untuk mencapai target ini sebagian besar merupakan kekuatan dari umat.

    “Dana yang terkumpul sampai saat ini Rp 9 miliar lebih. Kita berharap dukungan dari para umat melalui kombas dan wilayah dan pemerintah,” harapnya.

    Pastor Paroki Gereja Katolik Kristus Jaya Wamena Bartholomeus D.Oyan Pr menambahkan, pembangunan gedung baru ini merupakan kerinduan dari umat Katolik Paroki Kristus Jaya Wamen karena gedung lama tidak mencukupi.

    “Artinya umat tiap tahun bertambah sehingga tokoh-tokoh berpikir untuk membangun gedung baru karena kapasitasnya,” jelas Pastor.(Vin)

  • Bupati Jayawijaya Resmi Buka Konfrensi Ke-III GKII Wilayah Balim Tengah

    Bupati Jayawijaya Resmi Buka Konfrensi Ke-III GKII Wilayah Balim Tengah

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E, M.Si resmi membuka kegiatan Konfrensi Ke-III GKII Wilayah Baliem Tengah, yang digelar di Gereja GKII Maranatha Kampung Kuluakma Distrik Walelagama, Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, S.E, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terlaksananya Kegiatan Konferensi Ke-III Gereja GKII Wilayah Balim Tengah.

    “Melalui konferensi ke-III GKII ini kiranya dapat merumuskan dan menjalankan program-perogram pelayanan yang lebih fokus pada pengembangan Gereja dan Jemaaat GKII yang ada di Wilayah Balim Tengah,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Selain ia juga berharap, melalui konfrensi ke-III ini melahirkan ketua GKII yang baru sehingga keharmonisan dan koordinasi GKII dengan pemerintah tetap berjalan dengan baik.

    Karena dalam kepemimpinan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E, M.Si bersama wakilnya, pemerintah tidak membeda-bedakan gereja, karena apa yang dilakukan pemerintah semua untuk masyarakat Jayawijaya.

    Dirinya berharap  seluruh peserta yang hadir untuk dapat memberikan saran dan ide yang tepat dalam pelaksanaan konferensi ke-III GKII, demi mendukung pertumbuhan Gereja dan kemaat GKI

    Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan Konferensi Ke-III Gereja GKII Wilayah Balim Tengah, Marten Medlama menjelaskan, pelaksanaan Konferensi akan dilakukan selama dua hari mulai tanggal 20 hingga 21 Agustus 2020.

    “Kegiatan konferensi Ke-III ini, dihadiri oleh peserta dari 12 Jemaat GKII yang ada di wilayah Balim Tengah, perwakilan Misi CMA, sehingga dalam konferensi tersebut dihadiri sebanyak 264 orang peserta,” pungkasnya.

    Dalam pelaksanaan Konferensi Ke-III GKII ini turut hadir Kepala Bapeda Provinsi Papua Yohanes Walilo, Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, dan para tokoh agama bersama beberapa para hamba Tuhan di Jayawijaya. (Vin)

  • Dukungan Jemaat Kunci Utama Keberhasilan Pembangunan Gedung Gereja

    Dukungan Jemaat Kunci Utama Keberhasilan Pembangunan Gedung Gereja

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menilai keberhasilan pembangunan gedung gereja ada pada dukungan dan partisipasi seluruh jemaat.

    Hal ini disampaikannya disela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKI Maranatha Jemaat Muabaga Distrik Pelebaga, Kamis (6/8/2020).

    Menurutnya, gereja merupakan sarana yang digunakan umat Tuhan untuk bersekutu dan berdoa serta memuji dan memuliakan nama Tuhan, sehingga kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat menjadi penting, karena gereja adalah wahana pemersatu umat Tuhan.

    “Perlu adanya kekompakan seluruh jemaat GKI yang ada di Muabaga, untuk dapat bersama-sama mewujudkan pembangunan Gedung Gereja yang baru akan dibangun ini,” ungkap Bupati.

    Kata Bupati, jalannya proses pembangunan, tentunya akan dihadapkan oleh masalah dan hambatan, namun hal itu jangan menjadikan jemaat Muabaga untuk patah semangat, tetapi harus tetap kuat dan Percaya bahwa Tuhan akan selalu menyiapkan sumber-sumber berkat untuk membantu jemaat membangun Gedung Gereja GKI di Distrik Pelebaga.

    “Saya atas nama pemerintah menyampaikan terimakasih banyak kepada masyarakat atas kepeduliannya, karena mereka berupaya swadaya membangun gereja ini, dan saya harap di kampung-kampung mereka memiliki gereja yang layak untuk digunakan beribadah, seperti yang di kota,” kata Bupati Banua.

    Pada prinsipnya lanjut Banua, pemerintah, akan tetap mendukung kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya pembangunan Gedung Gereja.

    Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada Klasis Balim Yalimo yang sudah memberikan dukungan dengan membentuk panitian pembangunan gereja dengan melibatkan kepala distrik dan kepala kampung.

    Ketua Klasis Balim Yalimo, Pdt. Abraham Ungirwalu atas nama masyarakat dan Jemaat Gereja GKI menyampaikan terimakasih atas upaya dan bantuan Pemerintah Jayawijaya dalam mendukung setiap kegiatan keagamaan.

    “Kepada jemaat GKI Pelebaga agar harus percaya dengan Iman Akan Yesus Kristus dan terus berusaha dengan tetap bersama-sama mewujudkan pembangunan Gedung Gereja baru GKI Jemaat Muabaga ini,” (Vin)

  • Tiga Kampung Di Distrik Pelebaga-Jayawijaya Kini Nikmati Listrik

    Tiga Kampung Di Distrik Pelebaga-Jayawijaya Kini Nikmati Listrik

    WAMENA – Sebagai upaya untuk menerangi seluruh perkampungan di Papua, khususnya Jayawijaya, PT.PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Wamena melaunching 3 Desa  Baru Berlistrik di Distrik Pelebaga, yakni Kampung Aleak,Landia, dan Inanekelok.

    Utrek Korwa, Manager Bidang Jaringan mengatakan pihaknya telah mengoperasikan jaringan dari Sinakma hingga ke Distrik Pelebaga dan lima trafo dikhususkan untuk melayani perkampungan di distrik ini.

    “Pada hari ini kami mewakili PT PLN persero Papua dan Papua Barat Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Wamena kami meresmikan listrik di tiga kampung ini bertanda bahwa listrik saat ini sudah bisa disambung dari teman-teman Gerai Listrik (Gerlis) untuk melayani masyarakat kita yang ada di tiga kampung di Distrik Pelebaga,” ungkapnya, Kamis (06/08/20).

    Pembangunan kelistrikan PLN di Jayawijaya menurut Utrek ada dua kategori, yakni kategori pemerintah daerah dan kategori PLN.

    “Untuk kategori PLN kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk operasikan jaringan-jaringan yang belum beroperasi dengan berkoordinasi dengan PLN kantor wilayah,” katanya.

    Saat ini ada beberapa kampung yang sementara sudah terbangun jaringan listrik namun belum beroperasi, sehingga lanjut Utrek pihaknya akan berupaya agar dalam bulan Agustus hingga Desember nanti dapat beroperasi.

    “Untuk perdana di tiga kampung ini sudah ada 16 pelanggan dan tentu jumlah ini akan bertambah. Untuk Jayawijaya kurang lebih sudah 300 kampung yang terjangkau,” jelasnya.

    Meteran yang baru dipasang di enam belas pelanggan perdana di tiga kampung tersebut merupakan meteran prabayar, sehingga PLN berencana akan melakukan penjualan pulsa listrik via Gerlis PLN atau via kepala kampung dan distrik.

    “Pulsa mungkin pembeliannya akan tetap lewat masyarakat kita cuman proses belinya yang kami akan cari solusinya,” ujarnya.

    Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, selain tiga kampung di Distrik Pelebaga yang telah dilaunching listriknya, pemda Jayawijaya juga sementara tengah berupaya agar PLN dapat kembali melaunching listrik di beberapa distrik yang jaringan listriknya sudah terpasang seperti Distrik Bpiri.

    “Selain itu sampai perbatasan juga saya sudah minta ke PLN untuk dari tagime menuju Tagineri, saya minta kalau bisa terakses agar distrik kita yang terpinggir pun bisa menikmati listrik.

    Menurut Banua, di Jayawijaya hampir semua distrik pinggiran sudah menikmati listrik, bahkan kampung terjauh di Distrik Pelebaga yakni kampung Landia pun sudah terpasang listrik.

    “Jadi sebagian besar akses listrik sudah masuk, dimana kampung yang jalannya sudah masuk maka tentu sudah terakses listrik,” pungkasnya. (Vin)

  • Panen Ubi, Pemda Ajak Warga Berkebun

    Panen Ubi, Pemda Ajak Warga Berkebun

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus memberikan perhatian dan motivasi kepada seluruh masyarakat Jayawijaya yang ada di 40 Distrik.

    Bentuk perhatian dan motivasi yang diberikan pemerintah ialah dengan membeli hasil kebun dari lahan pertanian masyarakat dan juga menyalurkan bantuan hewan ternak anak babi kepada setiap kelompok tani yang benar-benar rajin bekerja.

    Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Ricahard Banua, SE.M.Si, Selasa (28/7/2020) saat melakukan panen Ubi Jalar di Kampung Meagama Distrik Hubykosi menjelaskan, selain memberikan bantuan alat kerja dan bahan makanan kepada masyarakat kelompok tani, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga akan membeli hasil kebun masyarakat ketika dipanen, sekaligus pemerintah Jayawijaya akan menyerahkan bantuan ternak anak babi kepada kelompok tani yang ada di 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya.

    Menurutnya, kegiatan turun ke Distrik guna melihat masyarakat merupakan Komitmen dirinya sebagai Bupati Jayawijaya bersama Wakil Bupati Jayawijaya dalam rangka memberikan semangat dan Motivasi kepada seluruh masyarakat Jayawijaya untuk dapat kembali melakukan kegiatan berkebun.

    “Ini komitment Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk turun ke Distrik dan Kampung mengajak masyarakat kembali berkebun dan ini sesuai dengan Visi dan misi kita,” kata Bupati Banua.

    Menurut Bupati, selama ini banyak masyarakat yang mengeluh terkait hasil penan kebun mereka akan dibawa kemana jika sudah dipanen.

    Untuk hal itu, Bupati Banua mengakui sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Pemerintah di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jayawijaya untuk turun ke tengah-tengah masyarakat, dalam rangka melakukan panen raya sekaligus membeli hasil dari lahan perkebunan masyarakat.

    Tujuannya, agar masyarakat tidak lagi bersusah payah untuk membawa hasil kebun mereka ke Pasar, karena pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan langsung membelinya dilahan perkebunan dan akan dikembalikan hasil panen masyarakat kepada masyarakat.

    Agar dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan makan bagi masyarakat yang ada di tingkat Distrik dan Kampung, sehingga masyarakat dapat terpacu untuk semangat membuka lahan perkebunan yang baru.

    Untuk penyaluran ternak Babi, Bupati Banua menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan langsung memberikan satu pasang ternak anak Babi kepada setiap kelompok Tani yang melakukan panen Ubi Jalar.

    “Mulai hari ini kami turun ke lapangan, sekalian menyalurkan ternak babi kepada masyarakat yang lakukan panen Ubi Jalar,” kata Bupati Jayawijaya.

    Jelas Bupati Banua, kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan terus berjalan dan tetap dilakukan di seluruh Wilayah 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya.(Vin)

  • Mulai 4 Juni Waktu Aktifitas Warga di Wamena Diperpanjang Hingga 16.00 WIT

    Mulai 4 Juni Waktu Aktifitas Warga di Wamena Diperpanjang Hingga 16.00 WIT

    WAMENA – Mulai tanggal 4 Juni nanti waktu aktifitas warga akan diperpanjang hingga pukul 16.00 WIT atau pukul empat sore.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si mengatakan,  perpanjangan waktu aktifitas warga ini telah disepakati dalam pertemuan bersama forkopimda Jayawijaya pada Senin (01/06/20) kemarin.

    “Kami sudah sepakat untuk sedikit melonggarkan waktu aktifitas warga, namun tetap dalam pengawasan aparat keamanan,”  ungkap Bupati Jayawijaya, Selasa (03/06/20).

    Jika sejak tanggal 25 Mei hingga 3 Juni aktifitas warga hanya diperbolehkan hingga pukul 14.00 WIT atau pukul dua siang, maka mulai tanggal 4 Juni diperpanjang hingga pukul 16.00 WIT dan akan berlaku hingga 14 hari kedepan.

    “Perpanjangan jam aktifitas warga ini kami lakukan sambil melihat perkembangan kasus Covid-19 di Jayawijaya, mengingat saat ini ada penambahan 2 pasien positif, sehingga saat ini ada 4 pasien yang dirawat,” bebernya. (Vin)

  • Jaga Ketersediaan Bahan pokok ditengah Wabah Covid-19, Pemda Akan Lakukan Operasi Pasar

    Jaga Ketersediaan Bahan pokok ditengah Wabah Covid-19, Pemda Akan Lakukan Operasi Pasar

    WAMENA – Pelaksana Tugas Sekda Jayawaijaya Drs. Tinggal Wusonon M.AP memastikan pemerintah akan melakukan operasi pasar dalam waktu dekat.

    Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga ataupun penimbunan barang terutama sembako dikalangan distributor dan pedagang, akibat dampak wabah Covid -19 yang kini melanda Indonesia.

    “Dalam waktu dekat kami akan perintahkan OPD teknis untuk lakukan pemantauan di lapangan dan tentunya pemantauan ini harus dilakukan secara berkala,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (19/03/20).

    Ditegaskannya jika ditemukan ada pelaku usaha yang melakukan penimbunan maka dengan tegas akan berikan sanksi.

    Ia juga meminta masyarakat Jayawijaya agar tidak panic berlebihan menghadapi wabah Covid-19.

    “Perlu saya sampaikan kepada masyarakat Jayawijaya memang situasi kita sekarang ini dalam menghadapi penanganan virus Corona, tetapi saya berharap kita semua tidak panic,” ujarnya.

    Pemerintah memastikan hingga kini ketersediaan bahan pokok masih cukup aman karena penerbangan cargo baik dari Jayapura maupun Timika masih lancar.

    “Perlu saya sampaikan jangan sampai ada penimbunan-penimbunan hal-hal yang tidak perlu sehingga nanti terjadi kepanikan di antara kita sendiri,” kata sekda.

    Atas nama pemerintah dirinya meminta agar masyarakat lebih peduli dengan kesehatan masing-masing salah satunya membatasi diri untuk melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting.

    “Mari kita melakukan pembatasan-pembatasan yang tidak kita perlukan, sehingga semuanya tetap aman. Dari sisi ekonomi tetap bisa jalan dan dari sisi perlindungan diri juga tetap aman,” pungkasnya. (Vin)