Category: Warga

  • Sering Diancam Pemabuk, Pedagang Pasar Jibama Datangi Pemda

    Sering Diancam Pemabuk, Pedagang Pasar Jibama Datangi Pemda

    WAMENA – Pedagang Pasar Jibama Wamena mulai mengeluhkan kurang nyaman berdagang di pasar milik pemerintah itu.

    Pasalnya ada saja oknum warga yang mabuk yang datang memeras pedagang sambil membawa senjata tajam sebagai ancaman.

    “Aktifitas pedagang di Pasar Jibama sangat terganggu beberapa hari terakhir, karena banyak oknum warga yang mabuk dan mengganggu pedagang. Kita mengharapkan keamanan bisa melaksanakan tugas sepenuhnya ternyata belum maksimal,” ungkap Iswardi, Ketua Asosiasi Pedagang Jayawijaya, Rabu (18/03/20).

    Terkait hal ini, sejumlah perwakilan pedagang menemui pemerintah Jayawijaya untuk untuk bersama mencarikan solusi.

    Iswari juga mengatakan, pasca ditarik aparat keamanan dari Bataliyon 756/Wimanesile yang selama kurang lebih tiga bulan ini berjaga di Pasar Jibama, keamanan di para tersebut kembali menjadi tidak aman.

    Hal ini juga sering dilaporkan ke pos polisi namun menurutnya masih belum maksimal karena keterbatasan personil.

    “Pegadang di Jibama berharap bisa melaksanakan aktifitas dagang dan menjalankan kewajiban kita dengan rasa aman itu yang kita inginkan,” ujarnya.

    Tidak hanya apasar Jibama, aksi pemerasan seperti itu juga sering terjadi di Pasar Potikelek.

    “Gangguannya macam-macam, kalau orang sudah mabuk banyak modus, mereka meminta uang dengan menentukan sendiri disertai dengan ancaman gunakan benda tajam,” jelasnya.

    Tambahnya jika permintaannya tidak dipenuhi dagangan pedagang dirampas dan dibawa kabur.

    “Kami selaku pelaku usaha tidak ingin mencari masalah, kami hanya ingin beraktifitas dagang dan ingin aman,” pungkasnya

    Usai menerima pengaduan Asosiasi Pedagang, Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.AP kepada wartawan mengatakan bahwa pada prinsipnya pemda mengapresiasi apa yang sudah mereka sampaikan.

    “Tentunya ini perlu kami sampaikan ke pimpinan menyangkut keamanan. Ini perlu dikordinasikan lintas sector,” kata Tingga Wusono.

    Menurutnya yang jelas keamanan menjadi prioritas utama karena bagaimana pun proses pembangunan dan pemerintahan akan berjalan dengan baik ketika situasi aman dan kondusif.

    “Kepada teman-teman asosiasi, mari kita dukung apapun yang menjadi kebijakan nanti, sehingga harapan kita proses keamanan akan tumbuh secara bersama,” pungkasnya. (Vin)

  • Sebanyak 118 Qori’ dan Qori’ah Berlomba di MTQ Jayawijaya

    Sebanyak 118 Qori’ dan Qori’ah Berlomba di MTQ Jayawijaya

    WAMENA – Pagelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 28 tingkat Kabupaten Jayawijaya resmi dibuka Bupati yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi I Made Putra, di Gedung Basda YAPIS Wamena, Sabtu (14/03/20).

    Dalam sambutan bupati, pemerintah daerah sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tahunan itu.

    Karena selain wadah untuk tetap membumikan dan melestarikan pemahaman terhadap nilai-nilai kitab suci Al Qur’an, juga dimaksudkan dalam rangka menyeleksi Qori’ dan Qori’ah yang nantinya akan menjadi duta kabupaten Jayawijaya.

    “Saya berharap penyelenggaraan  MTQ tingkat kabupaten Jayawijaya ini dapat sukses dan menghasilkan kafilah yang berprestasi, sehingga nantinya dapat menjadi yang terbaik dan peroleh predikat terhormat pada ajang MTQ tingkat provinsi,” ungkap Staf Ahli.

    Pada kesempatan yang sama, Katua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, Drs Tinggal Wusono M.AP mengatakan MTQ tingkat kabupaten ini dalam rangka seleksi untuk pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang akan dilaksanakan bulan April nanti.

    “Harapan kami dengan dukungan penuh pemda kita bisa melaksanakan amanah, dan harapan kami juga kami bisa menghasilkan para juara yang nantinya bisa mewakili pemda Jayawijaya,” ungkapnya.

    MTQ ini akan berlangsung selama dua hari dan hampir semua mata loma akan diseleksi melalui lomba-lomba.

    “Jadi kurang lebih ada 6 mata lomba yang kita selenggarakan, dan pesertanya mulai dari tingkat anak-anak usia maksimal 11 tahun dan dewasa 44 tahun,” katanya.

    Tinggal Wusono juga berharap kedepan nantinya Jayawijaya bisa kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi, sebelumnya Jayawijaya pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ pada tahun 1994.

    “Kami telah mengkonsukltasikan dengan pemerintah daerah terkait ini, namun tentu akan dikaji lebih matang karena dengan kondisi pasca kerusuhan lalu bukan hanya sarpras saja tetapi juga kesiapan tuan rumah  karena banyak anak-anak kita yang perlu disiapkan,” pungkasnya.

    Sementara Ketua Panitia, Rustam Haji, mengatakan bahwa Jayawijaya sebelumnya Jayawijaya telah ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanan MTQ tingkat nasional namun karena kerusuhan 2019 lalu sehingga dibatalkan.

    “kita siap meneruskan amanah untuk menjadi tuan rumah MTQ 2022 mendatang,” ungkapnya.

    Lanjutnya, MTQ tahun ini diikuti oleh 118 peserta dalam enam  cabang musabaqah. Cabang Tilawatil Qur’an golongan Tartil 51 peserta. Cabang Hifdzil  Qur’an 15 peserta, cabang Fahmil Qur’an 10 regu, Syahril Qur’an 5 regu, kaligrafi Al Qur’an 2 peserta, dan cabang karya tulis ilmiah  Al Qur’an 5 peserta. (Vin)

  • Hindari Penyakit, Warga Diminta Tidak Lepaskan Hewan Ternak di TPA

    Hindari Penyakit, Warga Diminta Tidak Lepaskan Hewan Ternak di TPA

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi meminta masyarakat untuk tidak lagi membiarkan hewan ternak seperti Babi berkeliaran, apalagi hingga dibiarkan mencari makan di Tempat Pembuangan Akhri (TPA).

    Kepada masyarakat di Distrik Pisugi, dalam kunjungannya, Rabu (19/02/20) mantan kepala dinas social kabupaten Jayawijaya itu meminta warga mulai mengandangkan hewan ternak babi dengan pembuatan kandang sehat.

    “Saya ingatkan kepala kampung dan kepala distrik untuk tidak memelihara Babi di tempat sampah dan ini berlaku untuk semua distrik,” ungkapnya dihadapan masyarakat.

    Karena menurutnya, hal ini terntu berkaitan erat dengan kesehatan hewan ternak itu sendiri, dimana babi sangat rentan terhadap penyakit hewan seperti seperti kolera dan cacing pita.

    Oleh sebab itu, OPD terkait diminta merencanakan sosialisasi pembuatan kandang sehat bagi hewan ternak babi.

    “Mudah-mudahan bisa direncanakan untuk tahun mendatang sehingga masyarakat tidak lagi memelihara babi sembarangan atau dilepas tapi dipelihara di dalam kandang yang bersih sehingga terjaga kesehatannya,” jelasnya.

    Ditambahkan wabup, pemda juga akan melakukan renovasi TPA salah sehingga dapat digunakan semestinya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Henry Tetalepta mengatakan pada tahun 2018 lalu pihaknya pernah melaksanakan program percontohan pembuatan kandang babi sehat.

    Program tersebut dilaksanakan di Distrik Pisugi, Walelagama dan Piramid.

    Tidak hanya memabangun kandang sehat percontohan, dinas juga sekaligus memberikan bantuan hewan ternak dalam program tersebut.

    “Tahun 2019 ada programnya tapi karena pengurangan dana otsus sehingga kami tiadakan,” katanya.

    Menurutnya, babi merupakan salah satu komoditi unggulan daerah yang berkaitan dengan visi dan misi bupati, sehingga sebagai OPD terkait harus mendorong itu agar bisa memiliki daya saing.

    Ia juga mengakui saat ini hewan ternak babi lebih banyak dipelihara secara umbar atau dilepas untuk mencari makan sendiri, sehingga ia berharap kandang sehat percontohan yang telah dibangun menjadi contoh bagi masyarakat.

    “Kami harap ini jadi contoh bagi masyarakat untuk membangun kandang sehat bagi hewan ternak. Kalau sebelumnya kebun yang dipagar dari hewan ternak, sekarang kalau bisa hewan ternak yang dikandangkan,” pungkasnya. (Vin)

  • Aparat Distrik dan Kampung Jayawijaya Diminta buat Program yang Bisa Dikerjakan

    Aparat Distrik dan Kampung Jayawijaya Diminta buat Program yang Bisa Dikerjakan

    WAMENA – Para kepala distrik dan kepala kampung di diingatkan agar tidak tumpang tindih dalam menyusun dan melaksanakan program kampung.

    Hal ini disampaikan Wakik Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH, M.Hum usai menerima hasil musyawarah kampung dan distrik di Distrik Pisugi, Rabu (18/2/20).

    Menurutnya, program yang menggunakan dana APBD dan sudah direncanakan bersama masyarakat jangan sampai digabungkan dengan program yang menggunakan dana desa.

    “Jangan merencanakan yang tidak bisa dikerjakan oleh masyarakat, tetapi rencanakan program yang bisa dikerjakan,” ungkap Yogibi.

    Sementara Kepala Distrik Pisugi, Agustinus Kossy memastikan, aspirasi yang sudah disampaikan oleh 7 kampung yang ada di wilayah Distrik Pisugi akan dikawal olehnya hingga tingkat Musrembang.

    “Saya akan terus mengawal usulan program yang sudah disampaikan masyarakat, hak untuk menjawab itu ada dikepala daerah,” katanya.

    Aspirasi yang disampaikan masing-masing kampung lebih banyak pada kebutuhan sandang, pangan dan papan.

    Diantaranya, kebutuhan akan ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan, pembangunan rumah layak, dan pengembangan hewan ternak (babi).(Vin)

  • Pemda Jayawijaya Terus Dorong Masyarakat Kembali ke Kebun

    Pemda Jayawijaya Terus Dorong Masyarakat Kembali ke Kebun

    WAMENA – Guna meningkatkan kearifan local yang salah satunya termasuk dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yakni Wen, Wam, dan Wene, maka pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk kembali ke kebun.

    Salah satunya adalah memberikan perlengkapan kerja bagi masyarakat untuk membuka lahan perkebunan, seperti yang dilakukan di Distrik Itlay Hisage, Sabtu (30/11).

    “Kami serahkan alat kerja kepada masyarakat sesuai visi misi kami, salah satunya dengan meningkatkan kerarifan local yaitu 3W yakni Wen, Wam, dan Wene (Kerja, Babi, Perang),” ungkap Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi.

    Dari kunjungan tersebut kata Wabup, banyak permintaan yang disampaikan masyarakat, namun intinya dirinya bersama bupati hanya melaksanakan apa yang sudah dijanjikan desa turun langsung ke distrik dan kampung, dan berdialog langsung dengan masyarakat.

    “Dalam setahun ini rata-rata semua distrik sudah buka lahan kebun, sekarang masyarakat minta untuk ternak babi. Ini akan jadi perhatian kita di 2020,” katanya.

    Selain berdialog langsung dengan masyarakat, dalam kunjungan bupati dan wakil bupati ke distrik yang terjadwal hingga pertengahan desember nanti, pemerintah daerah ingin mendengar langsung masukan dan koreksi dari masyarakat.

    “Kami sudah hampir setahun, jadi kami ingin dengar lagi masukan dari masyarakat. Sehingga yang kurang bisa kita lengkapi di tahun 2020,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • Meski Telah Rampung, Pemda Belum Bisa Pastikan Kapan Aktifitas Pasar Wouma Kembali Normal

    Meski Telah Rampung, Pemda Belum Bisa Pastikan Kapan Aktifitas Pasar Wouma Kembali Normal

    WAMENA – Meski pasar Wouma telah rampung dikerjakan sesuai waktu yang diberikan presiden, namun pemerintah Kabupaten Jayawijaya belum bisa memastikan kapan dapat ditempati oleh para pedagang.

    Dikarenakan sebagian besar ruko-ruko yang ada di pasar tersebut belum dilakukan perbaikan sehingga tentu menimbulkan rasa trauma baik bagi pedagang maupun masyarakat.

    “Kalau panggil mama-mama ini masuk dengan kondisi sekarang saya kira tidak dulu, tapi kita upayakan bagaimana ruko rampung dulu baru kita bisa hidupkan aktifitas kembali,” Ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/11).

    Menurutnya, saat ini dibutuhkan peran penting para kepala distrik untuk bagaimana meyakinkan warga untuk dapat kembali beraktifitas di pasar Wouma, Jika para pedagang mau untuk kembali berjualan meski ditengah kondisi perbaikan maka tidak masalah.

    “Kalau aktifitas jalan dengan kondisi sebagian tempat begitu bagaimana bisa, sekarang juga tergantung koordinasi kepala distrik dengan mama-mama,kalau seandainya bisa maka tidak apa-apa kita buka kembali aktifitas,” pungkasnya. (Vin)

     

  • Minggu Ini 200 Rumah Warga Terdampak Rusuh Wamena Mulai Dibangun

    Minggu Ini 200 Rumah Warga Terdampak Rusuh Wamena Mulai Dibangun

    WAMENA — Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua membeberkan dalam minggu ini akan mulai dibangun kembali 200 unit rumah warga terdampak rusuh Wamena 23 September lalu. Selain pembangunan kembali, 200 unit rumah terdampak juga akan dilakukan perbaikan.

    Menurutnya hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Wamena, Senin (28/10). Beber bupati, Presiden juga meminta agar aktifitas ekonomi dan pendidikan segera dipulihkan seperti sedia kala.

    “Pesan presiden, aktifitas ekonomi maupun pendidikan di Jayawijaya harus segera dipulihkan kembali,” kata Banua.

    Lanjutnya, untuk pemulihan pendidikan pemda terus berupaya bahkan seminggu paska kejadian pihaknya meminta setiap sekolah diaktifkan kembali. Bangunan sekolah yang rusak dan terbakar juga telah dilakukan perbaikan dan pembangunan.

    “Sebagai bupati saya sampaikan ada beberapa tempat yang juga ikut terbakar termasuk kampus YAPIS dan itu langsung ditanggapi presiden bahwa akan segera dibangun,” ungkapnya.

    Sementara terkait pembangunan pasar dan rumah dirinya optimis waktu dua minggu yang diberikan presiden dapat dipenuhi karena pengerjaan dilakukan oleh seni tempur (sipur) TNI bekerjasama dengan kementrian PUPR.

    “Khusus Pasar dua minggu bisa selesai, perintah presiden pembangunan sekalian dengan ruko-ruko agar langsung dikerjakan dan kami juga mau agar pembangunan dilakukan bersamaan,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • Jokowi Pastikan 2 Minggu Pasar Wouma Kembali Difungsikan

    Jokowi Pastikan 2 Minggu Pasar Wouma Kembali Difungsikan

    WAMENA – Presiden Joko Widodo memberikan batas waktu dua Minggu bagi perampungan Pasar Wouma. Hal ini disampaikanya setelah melihat langsung pengerjaan Pasar Wouma disela-sela kunjungannya ke Wamena, Senin (28/10).

    Pasar Woma merupakan salah satu lokasi  yang cukup parah pada peristiwa rusuh Wamena 23 September lalu. Karena Pasar Woma merupakan tempat dimana masyarakat Wamena dan sekitarnya menjual produk pertanian dan mendapatkan barang logistik yang diperlukan, sehingga penting di prioritaskan.

    “Kami berikan prioritas dengan target dua minggu rampung dikerjakan oleh zeni, selesai dan sudah bisa di pakai sehingga kegiatan ekonomi kembali pulih,” ungkap Jokowi.

    Selain Pasar Wouma, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan rumah warga dan ruko yang juga dalam waktu dekat ini harus rampung dikerjakan dengan sistem suakelola sehingga cepat rampung.

    “Kami ingin semuanya dikerjakan cepat agar semuanya normal,ekonomi juga bergerak normal,” katanya. Tidak hanya di Wamena namun Jokowi berharap  perbaikan ekonomi d seluruh di Papua.  Ia juga mengatakan peristiwa Wamena harus dijadikan pelajaran bagi semua dan harus berkomitmen.

    Menurutnya, jika semua baik pemerintah maupun masyarakat memiliki komitmen untuk bersatu membangun Papua dirinya yakin kesejahteraan dan kemakmuran akan cepat tercapai. “Aparat TNI Polri siap menjamin keamanan agar ekonomi yang ada kembali normal,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • Bupati Sambut 102 Pengungsi Korban Rusuh yang Kembali ke Wamena

    Bupati Sambut 102 Pengungsi Korban Rusuh yang Kembali ke Wamena

    WAMENA – Sebanyak 102 pengungsi kembali ke Wamena, setelah dilepas langsung Menkopolhukam Jendral (purn) Wiranto di Lanud  Silas Papare, Rabu (09/10).

    Sebanyak 87 orang pengungsi yang tiba dengan penerbangan pertama pesawat milik TNI AU tiba di bandara Wamena pukul 11.00 WIT. Kedatangan pengungsi diterima langsung Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang didampingi Kapolres dan Damdim 1702/Jayawijaya.

    Para pengungsi yang rumahnya hangus terbakar nantinya akan ditampung sementara di Gedung Tongkonan, sedangkan yang masih memiliki rumah akan kembali ke rumah masing-masing. Kembalinya para pengungsi ini akan diangkut dalam dua kali penerbangan menggunakan Hercules, dengan total keseluruhan 102 pengungsi.

    “Kami akan terus berkordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini menkopolhukam, panglima TNI dan kapolri jika masih ada warga pengungsi yang ingin kembali ke Wamena agar dapat difasilitasi,” ungkap Jhon Richard Banua Bupati Jayawijaya.

    Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam hal ini kementrian PUPR juga akan berkoordinasi untuk segera membangun kembali rumah warga yang terdampak langsung rusuh Wamena beberapa waktu lalu.

    “Pemerintah sudah siap dan segera membangunkan rumah warga 100 unit, juga akan dibantu kementrian sosial untuk tempat usaha warga yang ikut hamgus terbakar,” bebernya. Banua menegaskan, pembangunan rumah bagi korban terdampak merupakan program prioritas yang segera akan dilakukan.

    Dirinya meminta masyarakat yang telah kembali untuk tidak perlu merasa takut karena pemda melalui TNI/Polri menjamin keamanan di  Kabupaten  Jayawijaya. “Selaku pemerintah daerah saya menjamin keamanana warga baik pendatang maupun papua yang sama sama ingin membangun kota ini,” pungkasnya. (Vin/RS)

  • Jalan Santai Sambil Membagikan Stiker Berisi Himbauan Menolak Tindak Kejahatan di Kota Wamena

    Jalan Santai Sambil Membagikan Stiker Berisi Himbauan Menolak Tindak Kejahatan di Kota Wamena

    Sedikitnya, 200 pemuda-pemudi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kabupaten Jayawijaya, tadi Pagi (Jumat, 20/09/19) melakukan aksi jalan santai dan pembagian stiker berisikan Himbauan Menolak Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan Remaja, Menolak Perlakuan Sex Bebas, menolak Narkoba, Minum-Minuman Keras dan Anti Merokok.

    Kegiatan ini di lepas secara langsung olek plt. Sekda Kab. Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, M.A.P dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Pathfinder (kepanduan Advent) SE Dunia yang ke 69.

    Dalam arahannya, plt sekda kabupaten Jayawijaya menyatakan apresiasinya terhadap kepedulian Pemuda-pemudi Gereja Masehi Advent terkait kondisi di Kabupaten Jayawijaya yang ada saat ini.

    “Selaku pihak pemerintah, kami sangat mengapresiasi keterlibatan Pemuda-pemudi Advent yang tergabung dalam kepanduan Pathfinder Advent sedunia dalam melakukan kegiatan yang  positif ini. Kiranya apa yang di buat nanti dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Jayawijaya”, kata Plt. Sekda Jayawijaya.

    “Kami juga menyatakan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang turut terlibat dalam kegiatan jalan santai sambil membagikan stiker ini, terutama kepada pihak kepolisian Polres Jayawijaya dan Pihak-pihak terkait lainnya,” imbuhnya

    Jalan santai bersama ini dimulai start dari depan kantor bupati, menuju Jl. Trikora, lalu berbelok arah menuju jalan Pattimura, kemudian berbelok arah lagi menyusur jalan Ahmad Yani, dan kembali finish di depan kantor bupati.

    Para peserta yang terdiri atas usia Anak-anak hingga usia dewasa,sambil berjalan, langsung membagikan stiker2 himbauan kepada semua warga masyarakat Jayawijaya yang di temui disepanjang perjalanan

    Koordinator kegiatan, Master Guide Erna Saptenno Tutupoli saat di wawancarai menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari rangkaian kegiatan selama 3 hari yang telah di rencanakan.

    “kami merencanakan di dalam melaksanakan kegiatan memperingati HUT Pathfinder se dunia yang ke 69 ini selama 3 hari, dimana pada hari pertama (Kamis, 19/9/19) telah dilakukan seminar sehari dengan pembicara Kasat Bimmas Polres Jayawijaya, hari ini, hari ke dua (Jumat, 20/9/19) kami melakukan kegiatan jalan santai sambil membagikan stiker2 himbauan kepada masyarakat dan puncaknya adalah besok, (Sabtu,21/9/19) kami akan melaksanakan Ibadah Sabat sekaligus ibadah syukuran di gereja Masehi Advent Jemaat Wamena kota. (NR/RS).