Category: Berita

  • Mantan Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalom Tutup Usia.Selamat Jalan Bapak Nocolas Jigibalom

    Pemerintah Daerah Jayawijaya  yang diwakili Wakil Bupati Jhon Richard Banua. SE. dan sekda Yohanes Walilo. S.Sos. M.Si berserta Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom. SE.M.Si. dan seluruh masyarakat  menyambut Jenasah Mantan Bupati Nicolas Jigibalom dengan tangisan air mata haru dan sedih, dibandara Wamena. ribuan pelayat padati bandara Wamena untuk melihat kedatangan jenazah mantan orang nomor satu itu.
        Kamis (22/05) Tepat pukul 10.00 Wit jenazah tiba di bandara Wamena dari Jakarta dan kemudian di bawa ke rumah kediaman  di Holima Wamena. Untuk selanjutnya diberikan penghormatan terakhir dan Ibadah. ribuan pelayat padati bandara wamena untuk melihat kedatangan jenazah.
    Keluarga Almarhum yang juga Bupati Lanny Jaya. Befa Jigibalom. Menuturkan bahwa Almarhun yang dirawat di rumah sakit Siloam Jakarta mengalami Strok yang berkepanjangan selama dua tahun.
       Almarhum sendiri adalah kader terbaik dan sebagai pelaku Pepera, pernah menjabat sebagai anggota DPRP juga sebagai tokoh Daerah dan Tokoh pejuang Pegunungan Tengah
       Lebih jauh dirinya mengatakan bahwa Almarhum Nicolas juga berjuang untuk beberapa kabupaten pemekaran, bahkan sempat beradu argument dengan gubernur bahkan menarik baju gubernur kala itu, dan perjuangnnya sampai dipusat untuk memperjuangkan pemekaran beberapa kabupaten di pegunungan tengah.terlaksana dengan lancar
    Dibidang Pemerintah dia juga sebagai salah satu Pamong senior pegunungan, dan digereja sebagai  pengurus gereka Baptis. Bahwa almarhum juga sebagai pioneer pembangunan bandara Wamena sejak tahun tujuh puluhan
       Almarhum meninggalkan Dua orang Anak dan dua orang cucu, menurut rencana dari pihak keluarga akan dimakamkan di pekuburan umum Sinakma, dari pemerintah sendiri ingin supaya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan tetapi dari keluarga ingin supaya Almarhum nantinya dimakamkan di Pekuburan umum Sinakma saja, dan direncanakan besok akan dimakamkan.

     

     

     

  • Bapeda Gelar Sosialisasi Peraturan Daerah Tata Ruang Wilayah

    Dalam sambutan Bupati Wempi Wetipo. SH.MH. yang dibacakan Sekda Yohanes Walilo. S.Sos.M.Si. bahwa strategi pengembangan wilayah, pengembangan  kota adalah wewenang pemerintah daerah agar arah dalam penyusunan tata kota  menjadi lebih baik
        Undang-undang No. 26 tahun 2007 yang mengamanatkan bahwa 3 tahun peraturan daerah tentang ruang tata wilayah harus diselesaikan, namun khusus untuk Jayawijaya agak terlambat tiga tahun, namun itu bukan masalah banyak daerah yang masih belum, dan dalam tahap penyususnan tata ruang kota.
        Pusat dan daerah harus selaraskan program dengan UU No. 26 tahun 2007 tentang tata ruang, dan juga mengamanatkan kab/kota untuk dapat  segera menyelesaikan Peraturan daerah tentang, tata ruang terbuka yang akan berlaku 20 tahun dan dievaluasi 5 tahun sekali. Hal ini dilakukan  untuk melihat capaian dan kendala yang di hadapi terkait bencana alam dan perubahan lainnya yang dapat di tinjau kembali ,  dan apa yang mempengarui pengembangan ruang wilayah
       Ruang tata wilayah sebagai dokumen pengembangan wilayah yang juga sebagai acuan dalam penyusunan RPJMD/RPJM. Sehingga pusat dan daerah harus memadukan dan menyelaraskan kebijakan strategis pengembangan wilayah sesuai  dengan UU No. 26 tahun 2007 Dengan dibentuknya Inpres No. I Tahun 2010 tentang percepatan penngembanngan nasional dan daerah mempunyai wewenang untuk mengurus dan menyusun pengembangan wilayah.

     

     

     

  • Bupati Wempi Wetipo Mengajak Seluruh Elemen Untuk Bekerja Dengan Hati Dilandasi Semangat Kebangkitan Nasional

       Perjuangan kemerdekaan dulu dengan menggunakan fisik hingga banyak korban jiwa, sehingga perjuangan saat ini bukanlah dengan menggunakan fisik namun dengan intelektual,pengabdian, pendidikan, dan kerjanyata dalam suasana keharmonisan dan kemajemukan bangsa dalam menata bangsa dan bersaing di segala bidang kehidupan Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo SH. MH.  Yang di wakili Pembina Upacara Kepala Kejaksaan Negri Wamena. Di Halaman Kantor Bupati Wamena selasa (20/05)
       Dikatakan bahwa diera kebangkitan ini pula, sesuai kebijakan yang telah ditempuh pemerintah selain upaya ,meningkatkan SDM Jayawijaya. Tetapi pemerintah telah menetapkan kebijakan dibidang kesehatan berupa keberpihakan kepada masyarakat seperti  jamkesda, jamkesmas, jamkespa.
    Hal tersebut semata-mata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar lebih baik lagi sehingga perlu pentingnya dukungan dari para aparatur dibidang kesehatan agar lebih proaktif, disiplin, dan memberikan pelayanan terbaik dan bertanggung jawab
       Hal-hal inilah yang perlu  terus ditingkatkan sebagai generasi penerus bangsa sehingga apa yang dicita-citakan oleh pendiri banngsa ini tetap eksisi walau di jaman modern ini Bupati Wempi Wetipo, mengajak seluruh elemen masyrakat,baik PNS,TNI/Polri. untuk tetap menjaga kebersamaan sebagai anak bangsa dalam berkarya, dan melayani dengan hati yang tulus dilandasi dengan semangat kebanngkitan nasional. 

     

     

  • 80 Orang Dilatih Cara Penyusunan Profil Kampung

    Program pembangunan kampung selama ini menuai kritik dari berbagai kalangan yang menilai bahwa program pemerintah yang dilaksanakan dikampung-kampung mubasir tidak dapat sasaran dan lainnya. Kritik seperti itu bukan tidak beralasan namun penyebab kegagalan perlu ditelusuri hasil monitoring ataupun study identifikasi yang dilakukan sejumlah LSM.
    Menginformasikan penyebab-penyebab kegagalan pembangunan kampung, karena tidak didasarkan atas data tentang karakteruiistik, potensi, serta tidak mereviuw permasalahan yang dihadapi kampung dan kelurahan. Gambaran tentang potensi kampung itu meliputi, Alam, Penduduk, Kelembagaan, Sarana/Prasarana danPermasalahan yang dihadapi
       Kegiatan Pelatihan aparatur pemerintah kampung merupakan kegiatan program nasional berdasarkan Pemendagri No. 12 Tahun 2007 tentang  penyeusunan dan pendayagunaan data profil kampung yang ditindaklanjuti secara berjenjang dari pemerintah daerah ke tingkat kampung.
    Profil sebagai salah satu system pendataan atas potensi kampung dan kelurahan yang disebut data dasar. dimana profil kampung adalah sekumpulan keterangan yang diperoleh langsung dari sumbernya yang dapat memberikan gambaran tentang potensi dan permasalahan yang dihadapi dikampung
       Sebelum memulai kegiatan tersebut  ditandai dengan penyamatan tanda peserta dari Asisten I Setda. Drs.Chris Manuputty.MM.  kepada perwakilan peserta. pelatihan tersebut diikuti peserta sebanyak 80 orang dari perwakilan masing-masing 40 orang dari kampung dan 40 orang dari tingkat distrik di jayawijaya. Kegiatan pelatihan ini sendiri berlangsung selama tiga hari 19-21 di Aula betesda Wamena.

     

     

     

  • Hari Patimura Di Tandai Dengan Jalan Santai Dan Doorprice

       Kegiatan jalan dan senam santai tersebut di laksanakan oleh korpri dan ikatan keluarga Maluku Jayawijaya, hal itu sebagai bentuk kebersamaan di mana   dengan peringatan hari patimura sehingga ada jiwa kebersamaan dan perjuangan hal itu dikatakan ketua Ikemal Pegunungan Tengah Chrisian Sohilait.
        Selain itu juga kegiatan ini mempererat keluarga Maluku yang bereada di perantauan baik di daerah-daerah pemekaran  yang ada di pegununagan tengah, juga masyarakat umum di Wamena.
        Kegiatan jalan santai tersebut mengelilingi kota wamena, dan kembali finis di halaman kantor bupati, selain itu juga adanya kupon berhadiah  atau dorprice yang di berikan pihak panitia untuk meramaikan acara tersebut berupa, sepeda, kulkas , mesin cuci, dan lain-lain.

     

     

     

  • 6.108 Peserta Ujian Nasional Tahun 2014 di Kabupaten Jayawijaya

    Ketua Panitia  UN tahun 2013/2014 tingkat Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo mengatakan, dalam pelaksanaan ujian nasional di Kabupaten Jayawijaya, pihaknya tetap mengacu pada prosedur operasi standar, dimana sebelum pelaksanaan ujian nasional telah mengikuti rapat koordinasi,  baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten yang diikuti oleh kepala sekolah se kabupaten Jayawijaya.

    “Berbagai persiapan sudah dilakukan, dengan harapan ujian nasional tahun ini berjalan sesuai dengan prosedur operasi standar,”ujarnya kepada wartawan di kantornya, Selasa 8 April 2014.

    Mengenai jumlah peserta ujian, Bambang memaparkan secara rinci, untuk SMA sebanyak 1.186 orang, SMK sebanyak 587 orang, SMP sebanyak 1.919 orang, SD  sebanyak 1.988 orang,  Paket A sebanyak  141 orang, Paket  B sebanyak  113 orang dan Paket C sebanyak  174 orang.

    “Soal ujian untuk SMA/SMK dan Paket C dilaksanakan selama tiga mulai tanggal 14 hingga 16 April 2014, dimana soal ujian sudah kami terima dan akan didistribusikan ke tiga titik sesuai perencanaan yaitu ; kantor dinas pendidikan untuk sekolah yang ada di sekitar  kota Wamena, Polsek Bolakme untuk SMA Bolakme dan SMA Porome, Poslek  Asologaima untuk SMA Asologaima dan SMA Balime Terpadu,”paparnya.

    “Sebelum hari H soalnya sudah tiba diantar ke Polsek, sehingga pada saat hari H, soal-soal diambil dari Polsek kemudian di drop oleh pengawas dan petugas ke sekolah-sekolah tempat penyelenggaraan ujian. Setelah ujian selesai hasil Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) dikumpul dan kembali di bawa ke Polsek dan dinas dimana tempat soal ujian disimpan,”sambungnya.

    Mengenai target kelulusan, Bambang mengakui pihaknya tidak menargetkan kelulusan, melainkan berharap agar pelaksanaan ujian tahun 2014 ini berjalan sesuai prosedur operasi standar.

    “Mekanisme kelulusan ada nilai sekolah dan nilai ujian nasional, dengan presentase nilai ujian nasional 60 persen dan nilai sekolah 40 persen. Untuk nilai sekolah diambil dari nilai rapor 70 persen dan nilai ujian semester 30 persen. Kami harap agar setiap sekolah dan orang tua siswa terus memotivasi anak-anaknya sehingga bisa mendapat nilai akhir sesuai standar kelulusan,”tandasnya. (hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com

  • Pasca Pencoblosan, Situasi Wilkum Polres Jayawijaya Kondusif

    “Sampai hari ini, hal-hal yang menonjol belum ada, kita berharap situasi seperti ini tetap terjaga sampai pada perhitungan dan penetapan oleh KPU,”ujar Kapolres.
    Kendati demikian kata Kapolres, selama proses pencoblosan pihaknya mendapat laporan adanya keributan baik di internal partai maupun di PPS, namun hal tersebut dapat diatasi, sehingga proses pelaksanaan pemilihan legislatif  tetap berjalan hingga pada perhitungan surat suara.
    Selain itu lanjut Kapolres, pihaknya juga mendapatkan laporan adanya pelanggaran-pelanggaran pemilu yang mengarah pada tindak pidana, salah satunya pencoblosan di TPS 15 Gang Nirwana Kelurahan Wamena Kota Distrik Wamena Kota.
    “Kami menerima laporan kalau di TPS 15, KPPS mencoblos kertas surat suara sebanyak 341, dari hasil koordinasi  KPU dan Panwas, surat suara yang dicoblos sudah diganti, sehingga proses pemilihan kembali dilaksanakan,”imbuhnya.
    Langkah yang dilakukan jika ada laporan pelanggaran, Kapolres menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
    “Kalau laporannya tidak lewat dari lima setelah kejadian, kami akan proses sesuai hukum,”tandasnya.
    Kapolres menambahkan, dari hasil pantauan dari 4 kabupaten yang masuk wilkum Polres Jayawijaya, masih terdapat daerah yang tidak melaksanakan pencoblosan tanggal 9 April 2014, hal ini dikarenakan keterlambatan logistik yang disebabkan faktor cuaca.
    “Di Kabupaten Nduga dua distrik yaitu Wutpaga dan Nenggeyagin baru hari ini (10/4/2014) melaksanakan pencoblosan, karena pesawat yang membawa logistik baru masuk,  dimana di Distrik Wutpaga terdapat 10 TPS dan Distrik Nenggeyagin 13 TPS dengan jumlah DPT secara keseluruh lebih 10 ribu,“ujarnya.
    Sementara di Kabupaten Mamberamo Tengah, kata Kapolres, pelaksanaan pencoblosan sempat tertunda, dikarenakan adanya permasalahan kertas surat suara PPD jatuh di jalan.
    “Ada laporan kalau PPD menerima kertas surat suara palsu, tetapi setelah koordinasi dengan KPU, surat suara tidak palsu karena memang modelnya seperti itu, sehingga untuk mengantisipasi situasi, Wakapolres Jayawijaya dan tim khusus sudah berangkat ke Mamberamo Tengah,”tandasnya.  (hpp)

    sumber: http://harianpagipapua.com

  • Batas Akhir Ktp Non Elektronik Diperpanjang Hingga 31 Desember 2014

    Adanya surat edaran mentri dalam negri terkait  administrasi kependudukan berdasarkan UU No.24 tahun 2013, tentang perubahan UU No.23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan peraturan presiden No.112 tahun 2013 tentang perubahan peraturan presiden No. 26 tahun 2009 tentang penerapan kartu tanda penduduk berbasis NIK.
       Sehubungan batas waktu Ktp-e yang semulanya 5 tahun diubah menjadi seumur hidup Stesel Aktif yang semula aktif adalah penduduk diubah yang aktif adalah pemerintah,Ktp-e yang selama ini berpusat dijakarta di serahkan kepada daerah,penertiban akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas 1 tahun dan ditetapkan pengadilan negri diubah dengan keputusan kepala dinas capil, termasuk pencatatan kematian, pengurusan penertiban dokumen kependudukan tidak dipungut biaya.
    Ditambahkanya bahwa Perubahan utama yang diatur dalam peraturan presiden No. 112 tahun 2013, antara lain ktp non elektronik ktp biasa yang sebelumnya berlaku sampai 31 desember 2013 sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan presiden No.126 tahun 2012 diperpanjang masa berlakunya sampai dengan tanggal 31 desember 2014 dengan peraturan presiden No. 112 tahun 2013, pertimbangan utama perpanjangan masa berlaku ktp non elektronik tersebut adalah Akhir tahun 2013 dari 191 juta penduduk yang berpotensi memiliki e-ktp masih terdapat 19 juta belum memungkinkan punya e-ktp pelaksanaan percetakan di serahkan kepada kabupaten/kota, apabila masa berlakunya ktp non elektyronik tidak di perpanjang, maka sekitar 19 juta penduduk tidak memiliki kartu identitas.
        Dengan  adanya perpanjangan masa berlaku ktp non elektronik dimaksudkan, mengantisipasi semua warga indonesia yang berhak memilih bisa menggunakan hak pilihnya walau tidak tercantum dalam DPT.”tutupnya. 

  • Di Wamena Puluhan Rumah Di Lahap Sijago Merah

    Menurut saksi mata  Ratna (40) api berawal dari rumah kost Pa.Umar  yang di kos oleh Mulyadi tukang Bakso dorong, menurutnya api yang menjalar tersebut karena percikan kompor gas yang berasal dari  Gerobak Mulyadi”ucapnya.

    Dari ledakan itu api menjalar ke arah utara hingga menyambar deretan rumah, hampir deretan rumah tersebut di bangun setengah permanen bahkan banyak yang masih menggunakan papan dan tripleks, api yang menjalar cepat  karena ada tiupan angin keras(angin kurima) sehingga dengan cepat hampir sekitar duapuluh rumah ludes

    Api yang dengan cepat dan ditiup angin tersebut membuat pemadaman api semakin rumit, apalagi mobil pemadam yang beroperasi hanya 1 sehingga butuh waktu hingga 2 (dua) jam untuk pemadaman namun masyarakat yang ada disekitar tidak tinggal diam mereka membantu pemadaman dengan menggunakan ember dan selang untuk mempersempit penyebaran api

    Diperkirakan  dengan kerugian  mencapai  miliyaran rupiah dan ada seorang  korban yang luka bakar  Udin (40) kondisinya masih dalam perawatan dirumah sakit Wamena, sehingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.(Humas-Titus)

  • Setelah Nyepi Umat Hindu Diharapkan Ngebak Geni

    Hal tersebut dikatakan  Kepala Kementrian Agama Kabupaten Jayawijaya. Karel F. Mambay, SE,M. M.Pd.K. dalam sambutan Kementrian Agama Republik Indonesia Dalam rangka menyambut hari raya Neyepi Tahun baru saka 1936
     
    Dikatakan bahwa perayaan hari raya nyepi merupakan prosesi ritual simbolik dan ertis untuk pensucian baik pensucian alam semesta atau bhuwana agung dan mensucikan diri pribadi atau Bhuwana alit

    Lebih jauh Karel Mambai menuturkan bahwa penyucian  buana alit pada dasarnya dilaksanakan dengan pengendalian diri melalui pengendalian pikiran atau memusatkan pikiran kepada Tuhan yang maha esa atau Sang Hyang Widi Wasa dengan jalan nyepi atau bersunyi-sunyi lahir batin melalui tanpa brata yoga, dan samadi dalam catur brata penyepian .

    Ada beberapa persesi yang dilakukan saat neyepi, Amati Geni atau tidak menyalakan api diartikan tidak mengorbankan hawa nafsu dan meredam nafsu,  Amati karya, tidak melakukan kegiatan kerja jasmani, Amati lelungan tidak berpergian, dan Amati Lelanguan tidak melakukan hiburan atau berhura-hura.

    Diharapkan kepada Umat hindu melalui catur brata penyepian ini kirannya menjadi latihan bagi kita agar mampu menghadapi gelombang-gelombang kehidupan ditahun 1936 saka kedepan. Dengan catur brata penyepian dapat diberikan kemampuan untuk menghadapi suka dan duka dari setiap waktu yang dilalui. Sehingga kita berkesempatan untuk mencapai tujuan mulia yaitu, memperoleh kedamaian di dunia dan  kedamaian dalam rohani.

    Untuk itu sekali lagi dihimbau kepada umat Hindu agar menjaga kesucian pikiran atau Manacika parishudha dengan cara meningkatkan kebijaksanaan dalam pemikiran, Menjaga kesucian perkataan atau, Wacika Parishuda berbicara dengan mengikuti etika berbicara sehingga kata-kata tidak menyakiti sesame, menjaga kesucian perbuatan, Kayika Parisudha, berinteraksi social dalam masyarakat yang hetrogen dengan mawas diri

    Diharapkan bahwa setelah dilakukan hari raya neypi hendaknya warga hindu dapat melaksanakan Ngebak Geni, berajang sana atau bersilahturahmi guna membangun komunikasi diantara  umat manuasia. ‘harapnya. (Humas-Titus)