Category: Berita

  • BPKAD Sosialisasikan Peraturan Pajak dan Retribusi Kabupaten Jayawijaya

    BPKAD Sosialisasikan Peraturan Pajak dan Retribusi Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jayawijaya tidak henti mensosialisasikan peraturan pajak dan retribusi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi.

    Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya Stepanus Lolo Kassa SE, M.SI saat menjelaskan sosialisasi yang dilaksanakan di sasana Wio Lantai 1 kantor Bupati Jayawijaya

    Foto : Diskominfo

    Plt. Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya Estepanus Lolokasa, SE,.M.Si menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh BPKAD ini sangat penting untuk memperkenalkan aturan pajak dan retribusi kepada masyarakat.

    “Kami ingin masyarakat memahami hak dan kewajiban mereka dalam membayar pajak dan retribusi, Sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jayawijaya,” Pungkasnya.

    Menurutnya, dengan adanya sosialisasi yang kontinu dan rutin, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar dan patuh dalam membayar pajak dan retribusi, Hasilnya pendapatan asli daerah Kabupaten Jayawijaya mengalami peningkatan sebesar 10% dari target awal.

    “Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya membayar pajak dan retribusi untuk pembangunan daerah,” Katanya.

    Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memahami perbedaan antara pajak dan retribusi.

    “Pajak adalah pungutan yang bersifat wajib, sedangkan retribusi adalah pungutan yang diberikan sebagai imbalan atas jasa pelayanan yang diberikan oleh pemerintah,” jelasnya.

    Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami peraturan pajak dan retribusi, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak dan retribusi. (AgW/AW)

  • Bupati Jayawijaya Membuka Pelaksanaan TMMD Ke-126 Kodim 1702/Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Membuka Pelaksanaan TMMD Ke-126 Kodim 1702/Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126, yang dilaksanakan oleh Kodim 1702/Jayawijaya. Upacara pembukaan dilangsungkan di halaman kantor bupati Jayawijaya, Rabu (08/10/2025).

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat melakukan pengecekan pasukan pada upacara pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126. Di halaman kantor bupati Jayawijaya, Rabu (08/10/2025).

    Foto : Diskominfo Kab. Jayawijaya

    TMMD kali ini akan dilaksanakan di Kampung Perabaga dan Kampung Algonik, Distrik Piramid, dan akan berlangsung mulai tanggal 8 Oktober hingga 6 November 2025.

    “TMMD merupakan Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral, bersama kementerian lembaga maupun Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat. Sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan daerah,” ungkap Bupati Jayawijaya Atenius Murip, saat memberi sambutan.

    Ia juga menyampaikan bahwa tujuan dari TMMD ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, wawasan kembangsaan, kesadaran juang negara, kepatuhan hukum, pola hidup sehat dan gotong royong. Sehingga tercipta stabilitas keamanan dan situasi yang kondusif, serta daya tangkal dan perlawanan wilayah untuk menghadapi ancaman dan gangguan demi terwujudnya ketahanan nasional.

    Program TMMD bukanlah semata hanya membangun sarana fisik bagi masyarakat kampung, tetapi juga membangun SDM, mental dan semangat masyarakat agar mampu mengelola potensi yang ada serta memiliki kesiap siagaan dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang akan datang.

    “Mengingat begitu besarnya tujuan dan manfaat kegiatan ini bagi masyarakat, maka atas nama pemerintah  Jayawijaya saya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada TNI dalam hal ini kodim 1702 Jayawijaya serta pihak-pihak terkait atas kerja keras, koordinasi dan kerjasama sehingga TMMD ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

    Bupati berharap, setiap kerja keras yang telah dilaksanakan dapat memberikan hasil maksimal dan dampak positif bagi masyarakat Jayawijaya sebagai penerima manfaat.

    Sebelum mengakhiri sabutannya, bupati juga menekankan beberapa hal kepada pelaksanaka program yakni, jangan pernah lelah dan pamrih dalam membantu rakyat, tetap berbuat yang terbaik tulus dan iklas.

    “Pelihara integritas maupun komitmen kita dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat mencederai harapan dan kepercayaan masyarakat. Tingkatkan kepekaan dan empati serta mampu menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi kesulitas masyarakat,” ungkapnya.

    Penandatanganan berita acara pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126

    Foto : Diskominfo Kab. Jayawijaya

    Sementara bagi masyarakat penerima manfaat, dirinya berpesan agar dapat mendukung dan ikuti semua rangkaian kegiatan TMMD ini dengan baik, dan suka cita guna terwujudnya kebersamaan kemanunggalan TNI dan rakyat.

    “Pelihara dan manfaatkan hasil pembangunan fisik TMMD sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Laksanakan dan manfaatkan nilai-nilai kegiatan non fisik baik berupa penyuluhan, bimbingan dan pengasuhan sebagai momentum untuk membangun karakter pola pikir dan pola sikap dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

    Dukungan anggaran pelaksanaan TMMD Ke-126 di Distrik Piramid-Kabupaten Jayawijaya ini bersumber dari APBD Kabupaten Jayawijaya yakni sebesar Rp 1.072.616.600. (VIN/MM)

  • Dinas DPMKPTSP Kabupaten Jayawijaya gelar Forum Konsultasi Publik terkait Standar Pelayanan Perizinan

    Dinas DPMKPTSP Kabupaten Jayawijaya gelar Forum Konsultasi Publik terkait Standar Pelayanan Perizinan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas DPMKPTSP mengadakan kegiatan forum konsultasi publik pembahasan rancangan standar pelayanan perizinan berusaha berbasis resiko, perizinan non berusaha dan non perizinan tahun 2025 di Hotel Baliem Pilamo, Selasa 7 Oktober 2025.

    Asisten I Sekda Jayawijaya membuka Forum konsultasi publik pembahasan rancangan standar pelayanan perizinan berusaha berbasis resiko, perizinan non berusaha dan non perizinan tahun 2025

    Foto : Protokoler

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang diwakilkan oleh Asisten I Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, M.A.P memberikan apresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan kegiatannya sebagai bahan laporan penyelenggaraan forum konsultasi publik pada Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jayawijaya sebagai implementasi dari undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

    Pada Kesempatan itu, Drs.Tinggal Wusono, M.A.P menjelaskan bahwa standar pelayanan adalah tolak ukur atau pedoman untuk menyelenggarakan dan menilai kualitas pelayanan, agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, dan bertujuan untuk memastikan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur.

    Menurutnya, setiap Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang menyelenggarakan pelayanan publik wajib menyusun dan menyampaikan dokumen administrasi pelayanan publik dan tatalaksana yang merupakan bagian dari standar pelayanan, dimana salah satunya adalah membuat laporan konsultasi publik.

    “saya harap agar melalui forum konsultasi publik ini kita dapat berdiskusi, berbagi pengalaman dan menentukan solusi terbaik bagi peningkatan kualitas pelayanan, bahkan dapat memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, untuk selanjutnya hasil diskusi dan rekomendasi forum dapat menjadi acuan bagi para perangkat daerah, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jayawijaya,”jelasnya.

    “saya mendorong kepada seluruh peserta forum, untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi hari ini. mari berikan ide dan saran yang membangun, agar kita dapat bersama-sama mewujudkan pelayanan terpadu satu pintu yang lebih baik, serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Jayawijaya,”ucapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa standar pelayanan publik pemerintah masa kini merupakan cerminan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan dan implementasi keterbukaan informasi publik, sehingga harapannya forum konsultasi publik seperti ini dapat dilaksanakan sercara berkala. (AgW/MM)

  • Komitmen Pemkab Jayawijaya dan Polres Jayawijaya Memberantas Peredaran Minuman Beralkohol dan Narkoba

    Komitmen Pemkab Jayawijaya dan Polres Jayawijaya Memberantas Peredaran Minuman Beralkohol dan Narkoba

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Polres Jayawijaya berkomitmen memberantas peredaran minuman beralkohol, narkoba, dan penggunaan senjata tajam di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Jumat 3 Oktober 2025.

    Dalam upaya tersebut, Polres Jayawijaya menggelar pemusnahan barang bukti hasil razia yang diperoleh sejak Januari-September 2025. Barang bukti yang dimusnahkan berupa minuman beralkohol, narkoba, dan senjata tajam.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Polres Jayawijaya melakukan pemberantas peredaran minuman beralkohol, narkoba, dan penggunaan senjata tajam di Halaman Polres Jayawijaya

    Foto : Pemkab Jayawijaya

    Wakapolres Jayawijaya, Kompol I Wayan Laba, mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan langkah konkrit dalam memberantas peredaran minuman beralkohol dan narkoba di wilayah Jayawijaya.

    “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jayawijaya. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan patroli, razia, dan pengungkapan kasus untuk memberantas peredaran minuman beralkohol dan narkoba,” Katanya.

    Diwaktu yang sama, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuse mengatakan bahwa salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya adalah penanganan masalah minuman beralkohol di daerah tersebut.

    “Kami harap kerja sama antara Polres Jayawijaya dan Pemkab Jayawijaya dapat memberantas peredaran minuman beralkohol dan narkoba di wilayah Jayawijaya,” ujarnya.

    Dalam pemusnahan barang bukti tersebut, Polres Jayawijaya memusnahkan 11 jerigen berisikan minuman lokal jenis cap tikus, satu jerigen 35 liter berisikan minuman kelas cap tikus, 264 botol bekas yang didalamnya berisikan cap tikus, 48 botol Iceland, 48 botol vodka, 6 botol whisky robinson, 692,2 gram narkotika jenis ganja, 55 batang tanaman ganja, 1964 senjata tajam, dan 51 katapel. (AgW/MM)

  • Gerakan Pramuka Harus Jadi Benteng Moral dan Sumber Inspirasi Bagi Generasi Muda

    Gerakan Pramuka Harus Jadi Benteng Moral dan Sumber Inspirasi Bagi Generasi Muda

    WAMENA – Ketua Kwartir Cabang Jayawijaya, Tonny M. Mayor, membuka secara resmi Musyawarah Penegak dan Pandega  Puteri Putera  (Muspanitera) Cabang V Gerakan Pramuka Kwarcab Jayawijaya Tahun 2025, yang berlangsung sehari di gedung Wio kantor bupati, Rabu (01/10/2025).

    Ketua Kwartir Cabang Jayawijaya, Tonny M. Mayor, membuka secara resmi Musyawarah Penegak dan Pandega  Puteri Putera (Muspanitera) Cabang V Gerakan Pramuka Kwarcab Jayawijaya Tahun 2025

    Foto : Istimewa

    Dikesempatan itu, ketua kwarcab mengingatkan bahwa muspanitera bukanlah sekedar forum pertemuan biasa, muspanitera adalah laboratorium kepemimpinan dan demokrasi bagi penegak dan pandega.

    “Di dalam forum inilah adik-adik belajar bagaimana berdiskusi, menyampaikan pendapat, menyatukan visi serta mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama,” kata Tonny Mayor, saat memberikan sambutan.

    Sebagai kakwarcab ia yakin melalui muspanitera ini akan lahir evaluasi yang baik atas perjalanan organisasi Dewan Kerja selama ini. Rencana kerja yang visioner, relevan dengan kebutuhan generasi muda serta menjawab tantangan zaman. Serta lahirnya kepemimpinan baru yang siap mengemban amanah, berjiwa melayani dan menjadi teladan bagi sesama.

    Era digital telah membawa perubahan besar dalam pola pikir, gaya hidup, dan cara berkomunikasi. Tantangan ini bukan hanya peluang tetapi juga ancaman apabila generasi muda tidak siap, dan disinilah pramuka hadir.

    “Gerakan pramuka harus menjadi benteng moral dan sumber inspirasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan pramuka kita ditempa untuk menjadi pribadi yang berkarakter mandiri, peduli lingkungan, serta cinta tanah air,” katanya.

    Untuk itu, Tonny Mayor berpesan agar forum muspanitera digunakan sebaik-baiknya, tidak hanya formalitas tetapi dijadikan ruang untuk menciptakan kreativitas dan gagasan.

    Penegak dan pandega harus berpikir jauh kedepan karena mereka adalah kader bangsa yang siap menjadi pemimpin.

    “Dalam bermusyawarah hendaknya mengutamakan mufakat, namun jika ada perbendaan pandangan yang  tidak bisa dipertemukan maka gunakan voting dengan bijak tanpa menimbulkan perpecahan,” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan, bahwa muspanitera adalah momentum penting bukan hanya untuk memilih pengurus atau merancang program tetapi juga untuk meneguhkan jati diri sebagai generasi muda Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan siap berbakti bagi nusa dan bangsa. Sebagaimana tema besar yang diusung yaitu ‘Satu Pramuka Untuk Satu Indonesia. (VIN/AW)

  • Resmi Di Buka, Gelaran Musyawarah ke V Cabang Gerakan Pramuka Jayawijaya

    Resmi Di Buka, Gelaran Musyawarah ke V Cabang Gerakan Pramuka Jayawijaya

    Wamena – Musyawarah Ke-V (lima) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jayawijaya dengan Thema : “SATU PRAMUKA UNTUK SATU INDONESIA” yang digelar di ruang Pertemuan Sasana Wio lantai 1 Kantor Bupati Jayawijaya, di hadiri Plt. SEKDA, Forkopimda, Kepala-Kepala OPD dan kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Assisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si dengan di tandai pemukulan Tifa dan Pemasangan Tanda Peserta kepada perwakilan Peserta Pria & Wanita, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal, 01-02 Oktober 2025 diruang pertemuan Sasana Wio lantai 1 Kantor Bupati Jayawijaya.

    Foto Saat Kegiatan Musyawarah V Cabang Gerakan Pramuka Jayawijaya dibuka secara Resmi dan ditandai dengan pemukulan Tifa dan Pemasangan tanda Peserta

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan Musyawarah ke-V (lima), Assisten II Sekda Lekius Jikwa menyampaikan dalam sambutan Bupati Jayawijaya bahwa “ Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka ini merupakan Forum Tertinggi di tingkat cabang, untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja, Menyusun rencana strategis, serta memilih kepemimpinan Kwartir Cabang untuk Periode Berikutnya. Ini berarti bahwa Muscab bukan sekedar agenda rutin Organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat Existensi Gerakan Pramuka di Tengah Masyarakat “ Lanjut Ungkap Beliau “ Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta musyawarah, yang dengan penuh antusias mensukseskan penyelenggaraan Muscab tahun ini. Marilah kita jadikan kegiatan muscab ini sebagai momentum untuk merumuskan Langkah-langkah strategis, dan program kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota pramuka dan Masyarakat.” Assisten II Sekda juga menjelaskan bahwa “ Melalui Muscab ini diharapkan akan lahir Gagasan-gagasan Segar, Program-Program Inovatif, serta semangat baru untuk mengembangkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Jayawijaya.

    Foto Bersama dengan Peserta yang hadir dalam kegiatan Musyawarah Ke-V Cabang Gerakan Pramuka Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Melalui Kegiatan Musyawarah Ke-V ini juga Ketua Kwarcab Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd, MM mengungkapkan bahwa “ Harapan Kami Musyawarah ini dapat memilih pengurus yang baru sehingga diharapkan kedepan lebih meningkat lagi dengan kegiatan-kegiatan yang mereka buat terutama untuk membina kita punya generasi muda terlebih khusus kita punya anak-anak sekolah ini yang sangat penting karena Gerakan Pramuka ini kan lebih ke membina karakter mereka sehingga kedepan mereka ini sebagai generasi penerus mereka bisa mempersiapkan diri mereka sejak usia dini dan sebagai calon pemimpin yang akan Ganti kita. Dan nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anak pramuka kita adalah tentang karakter ya, bagaimana menghormati orang lain, menghormati yang lebih tua, menghormati sesame teman, menghargai ide-ide gagasan-gagasan dari setiap orang sehingga persatuan bisa terjalin, itu yang diharapkan.” Tutup Ketua Kwarcab Jayawijaya. (BW/AW)

  • PBSI Papua Pegunungan Gelar Penataran Wasit dan Workshop

    PBSI Papua Pegunungan Gelar Penataran Wasit dan Workshop

    Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Papua Pegunungan gelar Penataran Wasit, Refere, dan Workshop Tournamen Planner Tahun 2025, dan diikuti oleh 30 orang peserta.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula TP PKK Jayawijaya, Kamis (25/09/2025) ini dibuka oleh bupati Jayawijaya yang diwakili Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya, Yaiper Gombo, sekaligus membacakan sambutan bupati.

    Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya,  Yaiper Gombo,  saat membuka kegiatan, yang berlangsung di Aula TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Kamis (25/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    “Penaratan ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang olahraga,” ungkapnya saat membacakan sambutan.

    Keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kualitas para atlet yang bertanding tetapi juga oleh profesionalisme para perangkat pertandingan diantaranya wasit, referee hingga tournament planner, yang memiliki fungsi strategis dalam setiap kejuaraan resmi yang dilaksanakan PBSI.

    “Melalui penataran ini para peserta akan dibekali dengan ilmu, teori dan praktik yang diperlukan untuk menjalankan tugas dengan integritas dan profesionalisme,” ujarnya.

    Diharapkan agar para peserta dapat mengikuti setiap sesi secara serius, sehingga ilmu yang disampaikan narasumber dapat terserap.

    Dikesempatan yang sama, Sekertaris Umum PBSI Pengprov Papua Pegunungan, Muhamad Nurdiansyah, mengatakan 30 orang peserta yang akan mengikuti penataran ini akan menjadi pelaku sejarah perbaikan ekosistem bulu tangkis di Papua Pegunungan.

    “Kita selama ini hanya jalankan turnamen dengan referensi yang sangat terbatas, sehingga saya berharap setelah pelatihan ini selesai kita kembali ke komunitas dan club kita sebagai motor penggerak dan motor pembaharuan di setiap club kita,”

    Ia juga memberi apresiasi kepada panitia, meski ditengah keterbatasan namun berhasil menyelenggarakan kegiatan ini.

    Walaupum bulu tangkis di Papua Pegunungan belum ada pada level yang diinginkan namun setiap turnamen riskan dengan adanya benturan-benturan aturan dan protes karena keterbatasan pengetahuan wasit dan panitia.

    “Jadi setelah kegiatan ini saya harap teman-teman yang hadir akan menjadi jalan keluar dari permasalahan yang mungkin nanti akan terjadi di setiap turnamen,” harapnya.

    Para peserta setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat memiliki pengetahuan yang lebih tentang aturan-aturan yang ada, sehingga dapat membantu panitia tournamen dalam menjalankan tugas.

    Foto bersama para peserta dengan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Jayawijaya,  Yaiper Gombo, Sekertaris Umum PBSI Pengprov Papua Pegunungan, Muhamad Nurdiansyah, dan panitia pelaksana kegiatan.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Jika tidak terpilih jadi wasit di turnamen harus support teman-teman yang menjalankan tugas. Saya harap perserta bisa lulus dan menjadi motor penggerak perubahan dan ekosistem bulu tangkis di Papua Pegunungan,” tutupnya.

    Sementara itu Ketua Panitia, Arman Ponto, menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung langsung oleh PBSI pusat.

    “Kita diberikan kesempatan untuk laksanakan kegiatan ini, ini luar biasa. Kita berharap para peserta akan menjadi wasit-wasit professional kedepan, yang akan membawa nama baik PBSI Provinsi Papua Pegunungan,” (VIN/AW)

     

  • Penambang Galian-C yang Tidak Wajib Pajak Siap-Siap Kena Sanksi dari Pemda Jayawijaya

    Penambang Galian-C yang Tidak Wajib Pajak Siap-Siap Kena Sanksi dari Pemda Jayawijaya

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengingatkan para wajib pajak yang bergelut di bidang penambangan material tipe galian C, untuk taat membayar pajak.

    Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, usai menggelar rapat dengan beberapa pengusaha yang selama ini melakukan aktifitas penambangan di wilayah Jayawijaya.

    “Kami Pemerintah berharap mereka wajib membayar pajak, dan dari pertemuan ini terungkap ada beberapa pengusaha yang membayar pajak namun ada juga yang tidak membayar pajak,” ungkapnya kepada wartawan usai pertemuan di ruang rapat sekda, Kamis (25/09/2025).

    Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, saat memimpin rapat bersama para pengusaha galian, guna menyampaikan ketegasan pemerintah terkait pembayaran pajak.

    Foto : Diskominfo Kab. Jayawijaya

    Pada pertemuan pertama ini sebagian besar pengusaha tampak tidak hadir, meski demikian pertemuan akan kembali dilakukan pada jumat.

    Ronny Elopere mengatakan, dengan rutin membayar pajak para pengusaha ini ikut membantu Pemerintah Daerah untuk membangun Jayawijaya.

    “Jadi tidak bisa mereka pelaku usaha terutama mereka yang menjual material ini seenaknya mengambil material di kali dan di gunung lalu jual seenaknya saja,” katanya.

    Ia juga mengingatkan pemilik AMP yang ada di ujung area bandara Wamena, penggilingan batu di sekitar pasar baru, dan juga yang ada di jalan bhayangkara untuk segera memindahkan tempat usahanya, karena menurutnya saat beroperasi dampaknya dari penggilingan tersebut sangat mengganggu warga.

    “Itu sangat menggangu apalagi ini penerbangan masuk keluar, ujung bandara bahkan yang di arah pasar baru segera dipindahkan,” pintanya.

    Lanjut wabup Ronny Elopere, meski ada yang berdalih ijin tambang galian C dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, namun menurut Ronny Elopere penggalian dilakukan di wilayah Jayawijaya, sehingga wajib membayar pajak kepada Pemerintah Jayawijaya.

    “Tidak bisa main pilih kasih, putra daerah kamu usaha di sini dan juga non putra daerah semua wajib bayar pajak,” tuturnya.

    Untuk menertibkan ini, Ronny menegaskan bahwa pemerintah akan memberi sanksi tegas bagi para pengusaha yang lalai membayar pajak.

    “Yang tidak wajib pajak selama ini kita akan beri peringatan dengan tidak memberi ijin dulu, yang sudah wajib pajak selama ini silahkan lanjutkan,” pungkasnya. (VIN/AW)

  • Pemda Jayawijaya Mulai ‘Jemput Bola’ dengan Buka Layanan Pembuatan KTP Digital

    Pemda Jayawijaya Mulai ‘Jemput Bola’ dengan Buka Layanan Pembuatan KTP Digital

    Sebagai bagian dari transformasi digital administrasi kependudukan, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital kini mulai diterapkan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

    Guna mendorong kepemilikan KTP digital bagi seluruh masyarakat Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya memulai dengan membuka pelayanan bagi ASN di lingkungannya.

    Pelayanan dilakukan di lobi Kantor Bupati Jayawijaya pada Kamis (25/09/2025), dan mendapat antusias bagi dari para ASN dan masyarakat yang kebetulan berada di kantor bupati.

    Para ASN terlihat antusias saat mulai mendaftar layanan pembuatan KTP Digital di Lobi Kantor Bupati Jayawijaya. Kami (25/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Jika sebelumnya dilakukan pelayanan di kantor disdukcapil maka kali ini dilakukan sistem layanan ‘jemput bola’ yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah kepemilikan KTP digital ini.

    “Pelayanan ini sebenarnya sudah dilakukan di kantor dukcapil tapi karena untuk meningkatkan cakupan kepada seluruh masyarakat kabupaten Jayawijaya sehingga dari Dukcapil menjadwalkan untuk melakukan pelayanan pada instansi baik itu di otonom maupun vertical,” jelang Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono.

    Pelayanan pembuatan KTP digital ini akan dilakukan selama tiga hari di lobi kantor bupati, setelah itu pelayanan akan dilanjutkan di markas Kodim 1702 Jayawijaya, dan SKPD atau instansi yang membutuhkan.

    “Harapan kami dengan dibukannya layanan di luar ini partisipasi masyarakat khususnya pegawai dalam pengurusan identitas penduduk digital ini meningkat,” katanya.

    Program identitas penduduk digital ini merupakan hal yang wajib bagi seluruh masyarakat. Pengurusan ini diharapkan juga menjadi bagian dari sosialisasi tentang bagaimana masyarakat ikut memiliki identitas digital tersebut.

    Dengan adanya KTP digital masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan atau rusaknya kartu fisik. KTP Digital memungkinkan dokumen kependudukan tak perlu dicetak atau disimpan dalam bentuk fisik. (VIN/AW)

  • Tarkam Kemenpora Tahun 2025 di Jayawijaya Resmi Dimulai

    Tarkam Kemenpora Tahun 2025 di Jayawijaya Resmi Dimulai

    WAMENA – Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, gelar Kejuaraan Antar Kampung Tarkam Kemenpora Tahun 2025 di Kabupaten Jayawijaya.

    Pembukaan kegiatan yang digelar di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena,  Jumat  (26/09/2025) ini pembukaannya dihadiri langsung Perwakilan Kemenpora dan Pemerintah Daerah Jayawijaya.

    Foto bersama panitia Tarkam Kemenpora Tahun 2025 bersama Wakil Bupati Jayawijaya sebelum dimulainya rangkaian kegiatan olahraga di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia, Wamena.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Untuk seluruh Papua satu provinsi satu titik, dan untuk di Papua pegunungan dilaksanakan di Wamena-Jayawijaya, dan ini merupakan pembukaan pertama untuk wilayah Papua,” ungkap Yuslan, selaku Ketua Tim Tarkam Wilayah Timur (Papua, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, dan Bali) sekaligus Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora.

    Kemenpora mengapresiasi kegigihan panitia yang telah menyiapkan pelaksanaan Kejuaraan Tarkam Kemenpora Tahun 2025, dan menjadi tahun pertama pelaksanaannya di provinsi Papua Pegunungan.

    “Kami harap kegiatan ini bisa berdampak positif dalam rangka meningkatkan kebugaran masyarakat di wilayah ini, dan ikut meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam olahraga, serta menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui olahraga,” tuturnya.

    Pelaksanaan Tarkam Kemenpora di Papua hanya terdapat tiga cabang olahraga yakni Fun Run 5 Km, lomba Gerak Jalan, dan Yospan-Wisisi. Namun karena tingginya minat peserta sehingga ditambah satu cabor yakni bola voly.

    Yuslan juga menambahkan, dari tahun pertama pelaksanaan tarkam Kemenpora ini akan dilakukan evaluasi sehingga menjadi tolak ukur untuk pelaksanaan ditahun-tahun berikutnya.

    “Tentu kita akan mengevaluasi, jika hal ini berhasil dilaksanakan dengan baik kenapa tidak kita laksanakan lagi,” pungkasnya.

    Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, dalam sambutannya sebelum pembukaan kegiatan mengingatkan para peserta untuk menjaga sportifitas dalam mengikuti berbagai lomba yang digelar.

    “Untuk semua peserta agar dapat menjaga sportifitas sehingga semua kegiatan boleh berjalan dengan baik,” ungkapnya.

    Ia juga berharap kedepan Kemenpora dapat mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini.

    “Kami pemda dalam hal ini saya sebagai wakil bupati saya tidak bisa berjanji muluk-muluk tapi kami usahakan. Kegiatan seperti ini jangan dilihat dari kemampuan keuangannya, tapi untuk kebersamaan, dan untuk membangkitkan perekonomian UMKM-UMKM bahkan juga untuk kesehatan kami,” tuturnya.

    Wabup juga berpesan kepada para peserta agar apapun hadiah yang diberikan panitia dapat diterima dengan sukacita

    “Adik-adik jangan lihat dari besar kecilnya hadiah yang diberikan tapi kebersamaan dan menjaga sportivitas sehingga kegiatan ini boleh berjalan dengan baik,” tutupnya.

    Usai pembukaan Tarkam Menpora Tahun 2025 oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora dan wakil bupati Jayawijaya, acara diawali dengan Wisisi (tarian pergaulan di Papua Pegunungan) bersama seluruh peserta dan panitia pelaksana.

    Tarkam Kemenpora yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari ini diikuti oleh masyarakat umum di Jayawijaya. Tidak hanya bidang olahraga, di stadion  tempat pelaksanaan kegiatan juga terdapat jejeran tenda-tenda UMKM warga lokal, hal ini juga menjadi salah satu tujuan pelaksanaan Tarkam Kemenpora 2025, yakni membangkitkan ekonomi masyarakat. (VIN/AW)