Category: Berita

  • Sertijab Kepala Kampung Pawekama Welesi, Bartol Yelipele Siap Lanjutkan Pembangunan

    Sertijab Kepala Kampung Pawekama Welesi, Bartol Yelipele Siap Lanjutkan Pembangunan

    WAMENA – Pemerintahan Kampung Pawikama Distrik Welesi, Kabupeten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, gelar  serah terima jabatan dari kepala desa lama, Karel Yelipele, kepada Pelaksana Tugas (Plt) kepala desa yang baru, Bartol Yelipele.

    Hal ini dilakukan berdasarkan Surat Kuputusan (SK) Bupati nomor : 100.3.3.2/400.10.2.2/744/2025 tentang Pengangkatan 328 Pelaksana Tugas Kepala Kampung di Kabupaten Jayawijaya.

    Kepala desa lama Karel Yelipele saat menyerahkan Stempel dan Kunci kantor kampung kepada Desa baru Bartol Yelipele di saksikan oleh kepala distrik Welesi serta  di hadapan seluruh masyarakat yang hadir. Jumat, (26/09/2025).

    Foto : Istimewa

    Sertijab dilaksanakan di halaman kantor kampung Pawekama, Jumat (26/09/2025) siang.  Sertijab ini dihadiri Kepala Distrik Welesi, Daniel Yelipele, Ketua Relawan Tim Murni Distrik Welesi Apolos Yelipele, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda,  seluruh aparat dan staf kampung, serta seluruh masyarakat dan tamu undangan.

    Kepala Distrik Welesi Daniel Yelipele,, mengapresiasi dan berterima kasih kepada berbagai pihak serta para tokoh yang turut mendukung.

    “Saya mengajak semua pihak untuk bersatu dan mendukung pembangunan yang ada di kampung pawekama dan umumnya di Distrik Welesi, Kita harus menjaga ketertiban dan keamanan bersama agar apa kita harapkan bersama itu  dapat tercapai dan terwujud  sesuai harapan,” katanya.

    Ia juga menyatakan siap mendukung seluruh program strategis Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya guna memastikan pembangunan dari tingkat distrik sampai desa terus bergerak maju, terutama dalam pemberdayaan masyarakat kampung.

    “Saya berharap melalui serah terima jabatan ini, kepala desa yang baru  dapat melanjutkan program-program sebelumnya dan bisa dijadikan sebagai kampung percontohan bagi desa lain,” kata Yelipele.

    Acara serah terima jabatan ini menjadi penanda semangat baru bagi kampung Pawekama dalam menjalani masa transisi kepemimpinan dan melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

    “Mari kita sama-sama bangun desa Pawekama dengan hati dan tanggung jawab,” katanya.

    Sementara itu Plt. Kepala Desa terpilih Bartol Yelipele, berterima kasih pada berbagai pihak yang telah mendukung dan bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan serah terima jabatan desa tersebut.

    “Saya ajak kepada seluruh lapisan masyarakat semuanya untuk tetap bergandengan tangan dalam mengawal semua pembangunan dan  program desa yang akan dijalankan nantinya, sebab tugas dan tangungjawab yang dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, ini merupakan tugas kita bersama untuk mengawal seluruh program Pemerintah yang ada di tingkat Kampung, Distrik hingga ke Kabupaten,” kata Yelipele

    Lebih lanjut ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada kepala kampung sebelumnya yang telah melakukan berbagai kegiatan untuk memperdayahkan masyarakat yang ada di kampung Pawekama.

    “Semoga atas kebaikan dan jasa dari kepala kampung sebelumnya bersama seluruh stafnya bisa dikenang oleh semua masyarakat yang ada di kampung Pawekama, dan program desa yang belum sempat dilaksanakan nanti biar kami yang meneruskan nanti,” Ujar Plt. Desa Pawekama.

    Selain itu Kepala kampung lama Karel Yelipele, berharap dan berpesan bahwa, Kampung Pawekama merupakan salah satu kampung kecil dan terakhir di perbatasan dari Distrik Welesi dan Distrik Walaik.

    “Jadi saya ingin agar desa baru nantinya bisa jaga kampung ini dengan baik serta dapat menyelesaikan semua masalah itu dengan bijak agar tidak saling merugikan antar satu sama yang lain.” Katanya.

    “Saya juga sampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua masyarakat yang ada di kampung pawekama, jika selama masa kepemimpinanya kurang berkenan di hati masyarakat,” tutupnya. (VIN/AW)

  • Saat Membuka Secara Resmi Mubes Wio-I, Ini Pesan Bupati Jayawijaya

    Saat Membuka Secara Resmi Mubes Wio-I, Ini Pesan Bupati Jayawijaya

    WAMENA – Bertolak dari keprihatinan anak-anak dari Tiga Suku Wio yang merupakan suku asli yang mendiami kota Wamena terkait berbagai tindak kejahatan yang terjadi belakangan ini, maka digelar Musyarawar I Keluarga Besar Suku Wio, yang berlangsung di gedung Silimo Siloam, Jumat (26/09/2025).

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat membuka secara remis Musyawarah Besar Pertama Suku Wio yang berlangsung di gedung Wio Silimo Wamena, Jumat (26/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Mubes ini akan menjadi wadah untuk membicarakan berbagai hal yang terjadi di Wamena, baik kehidupan yang lalu, sekarang dan kehidupan yang akan datang.

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, yang hadir dan membuka kegiatan mubes ini berharap dalam momen ini juga nantinya dapat dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan tata ruang di Wamena yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kami mengapresiasi serta memberikan pesan-pesan yang mungkin nantinya akan dibahas dalam pertemuan selama dua hari ini, untuk bagaimana penataan tata ruang di Wamena,” ungkapnya.

    Bupati juga membeberkan, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang atau RDTR Kota merupakan yang pertama kalinya dilakukan pemerintah kabupaten Jayawijaya dimasa kepemimpinannya.

    “Baru pertama kali kami yang membuat (RDTR) Kota turunan RTRW. RDTR ini menyangkut dengan penataan kota, dimana green area, dimana area hunian, dimana lokasi pertanian, dimana daerah industry, itu mesti sudah diatur,” jelasnya.

    Lanjutnya, pemaparan dan penetapan telah dilakukan timnya beberapa waktu lalu di Kementrian ATR BPN dan Peraturan Bupati juga telah  dikeluarkan, tingal menunggu pelaksanaan dari masyarakat pemilik tanah hak ulayat yakni suku Wio.

    “Suku Wio yang akan menentukan kira-kira bagaimana dan kelanjutannya, itu yang tadi kami pesankan sehingga mereka akan membahas, baik kondisi masyarakat maupun kehidupan di tanah Wio sendiri,” jelasnya.

    Foto bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murip bersama perwakilan keluarga ebsar Suku Wio, pada pembukaan Musyawarah Besar Pertama Suku Wio yang berlangsung di gedung Wio Silimo Wamena, Jumat (26/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Mubes Wio pertama yang digelar dengan tema, ‘Melalui Musyawarah Besar Wio-I, Kita Bersatu Selamatkan Yang Tersisa Untuk Masa Depan Generasi,” rencananya akan digelar selama dua hari. (VIN/AW)

  • Jemaat Kingmi Duma Honelama Gelar Ibadah Syukur Peringati 16 Tahun Pelayanan

    Jemaat Kingmi Duma Honelama Gelar Ibadah Syukur Peringati 16 Tahun Pelayanan

    WAMENA – Jemaat Duma Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Klasis Baliem Tengah, merayakan HUT Pelayanan ke-16 dengan menggelar ibadah syukur di halaman gereja di Honelama – Wamena, Sabtu (27/09/2025).

    Perwakilan Pemda Jayawijaya dalam hal ini, Staf Ahli Bupati Ludya E.Logo, saat memotong kue ulang tahun ke-16 pelayanan jemaat Kingmi Duma Honelama, Sabtu (27/09/2025)

    Foto : Vina Rumbewas

    Staf Ahli Bupati Jayawijaya, Ludya E.Logo, menghadiri syukuran tersebut mewakili pemerintah Daerah. Saat membacakan Sambutan Bupati, berpesan kepada seluruh jemaat untuk tetap menjadi gereja yang aktif dalam melayani dan bersaksi tentang Kristus di Tanah Papua khususnya di Lembah Baliem.

    “Perayaan ulang tahun gereja merupakan momen untuk merefleksikan perjalanan gereja kepada jemaat maupun kepada masyarakat sekitar, selama enam belas tahun ini. Dengan melihat kembali berbagai tantangan yang telah dilalui,” ungkapnya.

    Perayaan 16 tahun pelayanan juga dapat terjadi karena komitmen dan kesetiaan anggota jemaat yang telah berkontribusi pada pertumbuhan gereja.

    “Sekali lagi saya berikan apresiasi kepada pelayanan jemaat Duma di daerah ini, dan terus mengajak kita untuk tetap bersatu, saling mengasihi, dan membangun relasi dalam persekutuan,” katanya.

    Lanjutnya, bukan saja diantara anggota jemaat sendiri tetapi juga terus membangun hubungan baik dengan pemerintah daerah dan warga sekitar.

    “Saya berharap bahwa pergumulan bapa gembala, kader intelektual Kingmi Duma yang ada disini, dengan areal yang luas mereka akan membangun gereja yang besar, mereka pasti pikirkan biaya tetapi Tuhan pasti punya jalan untuk membawa berkat kepada jemaat Kingmi Duma disin,” tutupnya.

    Sementara itu, Orgenes Kalolik, Ketua Panitia HUT Ke-16 Jemaat Kingmi Duma menyampaikan rasa syukur karena pemerintah daerah dapat hadir pada ibadah syukur ini.

    “Kami jemaat Duma mengucap syukur dan menyampaikan terimakasih kami kepada Tuhan, orang lain liat kami dari ekor ke kepala tetap bupati Jayawijaya memperhitungkan kami sehingga menyisihkan waktu untuk kami melalui ibu staf ahli,” ungkapnya.

    Ketua jemaat Kingmi Duma Honelama saat menyerahkan proposal pembangunan gereja kepada [erwakilan pemda Jayawijaya yakni Staf Ahli Bupati Ludya E.Logo. pada perayaan HUT Ke-16 pelayanan jemaat Kingmi Duma Honelama.

    Foto : Vina Rumbewas

    Kiranya lanjut Orgenes, Tuhan memberkati dalam pelayanan dan tugas sebagai kepala daerah di Jayawijaya yang mau merubah Wamena menjadi kota Dani. Sekalipun banyak tantangan tapi Tuhan senantiasa memberkati.

    Pada ksesempatan itu juga, ketua jemaat Kingmi Duma menyerahkan langsung proposal pembangunan gedung gereja kepada Pemerintah Daerah.

    “Proposal yang kami sampaikan itu proposal pembangunan gereja, kami percaya bahwa beliau akan membangun gereja kami,” tutupnya. (VIN/AW)

  • Eksekutif Ajukan 4 Raperda Non APBD, DPRD Jayawijaya : Kami Masih Akan Pelajari

    Eksekutif Ajukan 4 Raperda Non APBD, DPRD Jayawijaya : Kami Masih Akan Pelajari

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengajukan 4 (Empat) Raperda Non APBD pada Rapat Paripurna Ke-6 Masa Sidang II Tahun 2025, yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Jayawijaya, Jumat (26/09/2025).

    Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat menyerahkan materi sidang kepada Ketua DPRD Jayawijaya, Lucky Wuka, pada sidang Rapat Paripurna Ke-6 Masa Sidang II Tahun 2025, yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Jayawijaya, Jumat (26/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    Empat Raperda non APBD tersebut yakni satu, Raperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya. Dua, Raperda tentang Analisis Dampak Lalu Lintas. Tiga, Raperda tentang Pemasangan Perlengkapan Jalan, dan yang ke empat Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Murni Hubula Yawu.

    “Saya harapkan ke empat Rancangan Peraturan Daerah non APBD ini dapat dilakukan pembahasan bersama dan nantinya dapat dilakukan persetujuan, sehingga dapat diajukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk dilakukan klarifikasi dan ditetapkan,” ungkap Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, saat membacakan penjelasan Bupati Jayawijaya terkait usulan empat Raperda Non APBD tersebut di ruang sidang DPRD Jayawijaya.     

    Namun demikian lanjut Bupati Jayawijaya, Pemerintah Daerah tetap mengharapkan dukungan dari unsur pimpinan dan anggota dewan yang terhormat.

    “Apa yang telah diberikan persetujuan nantinya dapat mendukung penyelenggaraan Pemerintah, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat  di kabupaten Jayawijaya,” tutupnya.

    Sementara itu usai sidang Ketua DPRD Jayawijaya, Lucky Wuka, kepada wartawan menyampaikan bahwa usulan ke empat raperda non APBD ini akan dipelajari dan melihat tanggapan fraksi.

    Rapat Paripurna Ke-6 Masa Sidang II Tahun 2025, yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Jayawijaya, Jumat (26/09/2025).

    Foto : Vina Rumbewas

    “Ini akan dipelajari teman-teman fraksi, dari empat materi yang diusulkan tentu ada yang tolak dan ada yang setuju,  yang terpenting tentu yang berkaitan dengan kepentingan umum atau kepentingan masyarakat, sehingga pasti kami terima,” ujarnya.

    Sidang kembali akan di gelar pada Senin pekan depan, dengan agenda mendengar tanggapan fraksi. (VIN/AW)

  • Wakil Bupati kembali Pimpin Razia Miras dan Sajam di Kota Wamena

    Wakil Bupati kembali Pimpin Razia Miras dan Sajam di Kota Wamena

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP., M.KP pimpin razia miras dan sajam di kota wamena guna menjaga kondisi kota wamena agar dapat tetap aman, Selasa, 23/09/2025.

    Wakil Bupati Jayawijaya, Rony Elopere, S.IP., M.KP Selasa kemarin memimpin secara langsug razia miras dan sajam, bersama aparat keamanan TNI dan Polri,,satpol PP, Anggota DPR, dan Satpol Baliem.dalam razia yang dilaksanakan pada sore hari tersebut rombongan menyisir beberap titik strategis yang biasa menjadi lokasi rawan.

    Aparat gabungan TNI, Polri,dan satpol PP dan sapol Baliem saat melakukan razia di beberapa ruko di jalan trikora

    Foto : Imanuel Sawaki

    Razia tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi diantaranya, pasar woma,pasar Jibama, pasar potikelek dan beberapa tempat lainnya yang disinyalir menyadi tempat pembuatan dan tempat mengkonsumsi  minuman keras  di seputaran kota wamena, selain menjaring pembuat dan pengedar miraz, dalam razia tersebut berhasil diamankan juga wanita yang diduga pekerja café, yang menurut laporan masyarakat sekitar sering melakukan aktifitas yang mengganggu masyarakat.

    Wakil Bupati dalam wawancaranya mengatakan bahwa para wanita yang diamankan yang menurut keterangannya adalah pekerja café namun kemungkinan terdapat motif-motif terselubung didalamnya sehingga pemerintah tidak menghendaki adanya praktek prostitusi di kota wamena.

    Lanjut Wakil Bupati, Pemerintah bukan tidak  menginginkan keberadaan mereka atau membenci keberadaan para pekerja  tersebut, namun pekerjaan yang di kerjakan yang tidak diinginkan oleh Pemerintah, dan sama seperti razia sebelumnya yang telah memulangkan mereka yang tertangkap sebelumnya,  mereka yang terjaring pada razia kali ini pun akan dipulangkan.

    Wakil Bupati Jayawiaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP saat diwawancara di polres Jayawijaya seusai memimpin Razia

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya wakil bupati menyelaskan bahwa lokasi-lokasi  dilakukannya razia kali ini adalah juga hasil aduan masyarakat yang telah ditampung sehingga mempermudah saat penyisiran karena dapat langsung menuju lokasi yang diadukan oleh masyarakat terma. (IS/AW)

  • Bupati Jayawijaya hadiri Rakor Percepatan Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan

    Bupati Jayawijaya hadiri Rakor Percepatan Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip,S.H., M.H Hadir dalam Rapat koordinasi percepatan Hilirisasi komoditas prioritas perkebunan, yang diselenggarakan di kantor kementrian pertanian, Jakarta, Senin (22 September 2025).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H dalam wawancaranya seusai Rakor menjelaskan bahwa keggiatan yang diselenggarakan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi daerah masing-masing di bidang pertanian, sehingga pemerintah Jayawijaya akan melihat potensi-potensi yang ada di daerah yang salah satunya adalah persawahandan perkebunan.

    Bupati Jayawiaya Atenius Murip,S.H., M.H saat mengikuti Rakor Percepatan Hilirisasi Komoditas prioritas perkebunan

    Foto : Imanuel Sawaki

    “Tadi pak menteri juga sampaikan tentang bagaimana efektifitas penanaman tebu, tetapi untuk di Jayawijaya kami melihat persawahan kemudian juga perkebunan kopi yang perlu kita tingkatkan, kita ikuti selanjutnya” jelas Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H. (IS/AW)

    Bupati Jayawiaya Atenius Murip,S.H., M.H

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Pembubaran Panitia Rekonsiliasi

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam Pembubaran Panitia Rekonsiliasi

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP hadir dalam pembubaran Panitia Rekonsiliasi yang di adakan di GBI Bukit Moria, Jumat 19 September 2025.

    Penyerahan Dokumen pertanggungjawaban dari Panitia Rekonsiliasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang langsung diterima oleh wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam Sambutannya, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP memberikan Apresiasi terimakasih kepada seluruh Panitia Rekonsiliasi yang telah melibatkan seluruh denominasi Gereja yang ada di Kabupaten Jayawijaya dalam mensukseskan jalannya Rekonsiliasi pada 31 Juli 2025.

    “Kami sangat berterimakasih kepada seluruh Denominasi Gereja yang sudah mensukseskan Rekonsiliasi, walaupun banyak tantangan dan rintangan serta banyak pihak-pihak yang tidak senang, tetapi kegiatan ini bisa tetap berjalan dengan baik dengan tuntunan Tuhan dan pada saat ini telah dilakukan pembubaran panitia,”ucap Wabup.

    Menurut Wabup, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tetap mewujudkan Visi Misi Bupati dan Wabup Jayawijaya dengan menyelesaikan 100 hari kerja yang didalamnya terdapat Rekonsiliasi yang telah berhasil dilaksanakan, dan Wabup juga berharap agar selama 5 Tahun kedepan masyarakat tetap bersinergi mendukung program Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP juga berharap para Hamba-Hamba Tuhan tetap memberikan Doa dan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya agar Pembangunan dan Roda Pemerintahan bisa sukses dan berjalan dengan baik selama 5 Tahun kepemimpinan.

    Foto Bersama Kegiatan Pembubaran Panitia Rekonsiliasi

    Oleh : Agris Wistrijaya

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP juga memberikan pesan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan keadaan yang terjadi diluar maupun di dalam Kabupaten Jayawijaya, karena Kota Wamena ini telah dilakukan pemulihan demi kedamaian dan kenyamanan semua.

    Pada Kesempatan itu juga, Panitia Rekonsiliasi Pdt. Elias Walilo memberikan ucapan terimakasih Kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah mempercayakan Panitia Rekonsiliasi dalam mensukseskan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan dengan baik.

    Menurutnya, Rekonsiliasi yang telah dilakukan menjadikan hubungan yang lebih baik antara Gereja-Gereja dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan juga mempererat hubungan antara manusia/masyarakat dengan Tuhan sehingga Pemulihan Kota Wamena dari jaman Misionaris yang terdahulu hingga saat ini dapat saling memberikan Pengampunan.

    “Kejadian-kejadian yang terjadi sekarang ini merupakan rencana pihak-pihak atau kuasa kegelapan yang mencoba merusak dan menghancurkan sesuatu hal yang kita lakukan seperti Rekonsiliasi tetapi kami tetap berupaya untuk tetap berdoa agar kota wamena ini bisa aman,nyaman, dan damai,”ucapnya.

    Pdt. Elias Walilo juga menyampaikan bahwa berakhirnya kepanitian Rekonsiliasi ini ditandai dengan penyerahan Dokumen pertanggungjawaban mengenai Dana yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan juga dari Provinsi Papua Pegunungan. (AgW/AW)

  • Wamena Reggae menjadi wadah kebersamaan seni dan wirausaha

    Wamena Reggae menjadi wadah kebersamaan seni dan wirausaha

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut mendukung kegiatan wamena reggae di jalan bersama UMKM dan Rasta Fashion Show yang dilaksanakan di depan Tugu Salib Wamena, Jumat, 19 September 2025.

    Asisten III Sekda Kabupaten Jayawijaya Pilatus Lagowan saat memberikan sambutan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam kegiatan tersebut, Asisten III Sekda Pilatus Lagowan mewakili Bupati Jayawijaya hadir memberikan sambutan dan memberikan Apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM dan seniman yang ada di Kabupaten Jayawijaya, serta kepada para peserta kegiatan reggae dan rasta fashion show.

    “Kegiatan ini merupakan kali kedua diselenggarakan di tahun 202, untuk itu kami memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana kegiatan yang telah sukses dalam kegiatan pertama pada bulan juli yang lalu, dan hari ini kembali menyelenggarakan kegiatan ini, sebagai wadah untuk bersilaturahmi dan kebersamaan, di antara seluruh masyarakat jayawijaya yang berjiwa seni dan wirausaha, “bebernya.

    Menurut Pilatus Lagowan, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan ekonomi kreatif lokal, melalui kolaborasi antara pelaku UMKM dan seni di Kabupaten Jayawijaya.

    “kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mengekspresikan dan melestarikan kebudayaan reggae bagi anak-anak muda di Kabupaten Jayawijaya, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menciptakan gaya reggae yang otentik dan modis melalui fashion show, “ucapnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa Musik reggae merupakan medium untuk menyebarkan pesan cinta, persatuan, dan kedamaian, menciptakan suasana optimis dan mengurangi stres bagi pendengar, dengan sejarah panjang sebagai suara bagi mereka yang tidak memiliki suara, menyuarakan isu keadilan sosial dan persaudaraan universal.

    “melalui momen ini, saya ingin mengajak kepada para pegiat untuk memahami dan menghormati filosofi di balik musik reggae, seperti kesatuan, kesetaraan, dan non-kekerasan, serta mewariskannya kepada generasi mendatang. hindari pandangan negatif yang mengasosiasikan reggae dengan hal-hal terlarang, seperti miras atau ganja, namun fokuskan pada pesan positif, spiritualitas, dan koneksi dengan alam yang juga menjadi bagian dari akar budaya reggae,”jelasnya.

    Pilatus Lagowan juga memberikan pesan untuk pertunjukan fashion show rasta, agar seluruh peserta, baik para desainer maupun yang akan memperagakan, untuk dapat menampilkan pakaian dengan ciri khas budaya rasta, yang dipadukan dengan gaya sentuhan budaya tradisional lokal wamena. dengan demikian, kalian turut dalam melestarikan budaya lokal, dan dengan menggabungkan budaya lokal dan budaya rasta, berarti kalian sedang mengeksplorasi warisan budaya lokal menjadi mendunia.

    Di akhir sambutannya, Asisten III Sekda mengajak kepada seluruh pengunjung, agar dapat mengunjungi stand-stand UMKM, baik dalam bentuk kerajinan tangan, desainer busana, serta kuliner lokal yang berdomisili di Kabupaten Jayawijaya.

    “mari kita saksikan pertunjukan musik dan fashion, dengan menikmati berbagai kuliner dan kerajinan tangan lokal Jayawijaya, yang selanjutnya dapat disebarluaskan melalui media sosial yang dimiliki oleh pengunjung, agar kolaborasi budaya lokal dan reggae serta rasta mendunia, juga kuliner dan kerajinan tangan khas Jayawijaya dapat dikenal luas oleh seluruh masyarakat di dunia,”tutupnya. (AgW/AW)

  • Pemda Jayawijaya mulai Penyaluran Bantuan Beras Bagi Asrama Mahasiswa Di 8 Kota Studi

    Pemda Jayawijaya mulai Penyaluran Bantuan Beras Bagi Asrama Mahasiswa Di 8 Kota Studi

    Wamena – Pemerintah Jayawijaya melalui bagian Kesra Setda Jayawijaya mulai menyalurkan bantuan beras bagi mahasiswa-mahasiswi di 8 kota studi mahasiswa dimulai dari asrama mahasiswa kota studi Jayapura, Kamis (18/09/25).

    Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kepada para mahasiswa-mahasiswi kabupaten jayawijaya yang tersebar di 8 kota studi di indonesia, Pemeritah Kabupaten Jayawijaya mulai menyalurkan bantuan beras dan bama kepada para mahasiswa-mahasiswi yang sedang menempuh sekolah di  kota studi di Indonesia, penyaluran tersebut dimulai dari kota studi Jayapura.

    Foto bersama di Asrama Mahasiswa kota study Jayapura bersama Bagian Kesra Setda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Istimewa

    Penyaluran beras yang sempat mendapat sorotan dari pada mahasiswa-mahasiswi karena mengalami keterlambatan ini terjadi karena proses pergantian pimpinan Kepala Daerah yang juga berpengaruh terhadap transfer anggaran, apalagi bantuan beras tersebut masuk dalam anggaran penggunaan Sumber Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang juga terlambat dalam transfer dana sehingga menyebapkan keterlambatan dalam penyaluran bantuan beras.

    Pada penyaluan beras di 4 asrama Mahasiswa di kota Jayapura, setiap asrama mahasiswa Jayawijaya mendapatkan 1 Ton Beras  beserta Bantuan Bama, dan penyaluran bantuan beras ini sendiri hanya Terfokus pada Asrama mahasiswa- mahasiswi di 8 Kota Studi di Indonesia yaitu Jayapura, Makassar, Jogja, Jakarta, Menado, Manokwari, Merauke dan Surabaya.

    Selain bantuan beras, Pemerintah Jayawijaya juga menyalurkan bantuan bama untuk menunjang kebutuhan para mahasiswa-mahasiswi di semua Asrama Mahasiswa Jayawijaya,

    Dalam proses penyaluran termin pertama ini, telah tersalurkan di 2 kota studi, yaitu Jayapura dan Makassar, sedangkan 6 kota studi lainnya sedang dalam tahap penyaluran. (IS/AW)

    Penyaluran bantuan Beras kepada mahasiswi asrama Lauk, kota Study Jayapura

    Foto : Istimewa

  • IPLT segera dibangun, Pemda Jayawijaya Memberikan Kompensasi

    IPLT segera dibangun, Pemda Jayawijaya Memberikan Kompensasi

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turun melihat Lokasi yang diserahkan dari Masyarakat Kampung Husewa, Distrik Maima untuk Pembangunan IPLT (Instalasi Pengelolahan Lumpur Tinja) yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H, M.H Beserta beberapa pimpinan OPD antara lain Plt. Kadin Perumahan, Amsal Wamu,S.Sos dan Forkopimda dan DPRD Kabupaten Jayawijaya dan Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Kamis (18/09/25).

    Foto saat Masyarakat Kampung Husewa Memberikan Pelepasan Tanah Seluas 1 Hektar kepada Pemkab Jayawijaya untuk Pembangunan IPLT

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan meninjau Lokasi Pembangunan IPLT (Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja) Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H, M.H dalam sambutannya mengungkapkan “atas nama Pemerintah Daerah kami mengucapkan Terimakasih Banyak untuk kerelaan menyediakan tempat dari Suku Besar Wamu, Hisage, Mulait, Haluk semuanya sudah memberikan tempat untuk membangun IPLT, Terimakasih.” Lanjut ungkap Beliau “itu bagian dari berkat yang orang lain tolak dan diterima disini yang artinya berkat Adalah dengan mengolah untuk menjadi kesuburan bagi tanah yang akan diolah. Berdasarkan itu, kami Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya berserta Forkopimda, Ketua DPRD dan Anggota DPRD yang hadir saat ini, Menyerahkan Dana sebagai timbal balik atas apa yang diberikan dari Masyarakat senilai Rp. 1 Miliard 700 Juta, sebagai penghormatan dan kompensasi dari pemerintah atas penyerahan Lokasi seluas 1 Hektar untuk Pembangunan IPLT”.

    Foto saat Pemda Kabupaten Jayawijaya Menyerahkan Kompensasi kepada Masyarakat Kampung Husewa

    Foto : Brian Windesi

    Dalam Wawancara Bupati Jayawijaya “kami sudah melihat lahan seluas 1 hektar yang diberikan oleh suku besar Wamu, Hisage, Mulait, Haluk dan semua yang ada untuk digunakan sebagai tempat pengolahan Limbah dari Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten dan Kota Wamena”. Tutup Beliau. (BW/AW)