Category: Berita

  • BNBP memberikan bantuan kepada Korban banjir dan longsor di Kabupaten Jayawijaya

    BNBP memberikan bantuan kepada Korban banjir dan longsor di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) melalui timnya secara langsung datang ke Kota Wamena-Kabupaten Jayawijaya untuk memberikan bantuan dan meninjau keadaan musibah banjir/longsor yang terjadi di beberapa Distrik di Kabupaten Jayawijaya, Jumat 02 Mei 2025.

    Melalui Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Nelwan Harahap mengatakan bahwa mereka di tugaskan langsung oleh Kepala BNPB untuk memberikan bantuan berupa beberapa barang yang berguna bagi korban dan pengungsi yang membutuhkan.

    BNPB memberikan bantuan secara simbolis kepada Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H.

     Foto : Kominfo Jayawijaya

    Nelpwan Harahap mengatakan bahwa Kepala BNPB memberikan Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan dalam menghadapi Bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu ini.

    Menurut Nelwan Harahap bencana ini merupakan yang terbesar di sepuluh tahun terakhir tetapi patut disyukuri tidak ada korban jiwa, “ini artinya ada kesigapan dan kecepatan dari Pemerintah Daerah untuk bertindak melakukan peringatan kesiapsiagan evakuasi dan penyelamatan bagi warga” ucapnya.

    Lanjut kata Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi bahwa perlu adanya antisipasi dalam seminggu kedepan karena menurut perkiraan cuaca dari BMKG daerah Papua Pegunungan merupakan daerah yang masih berpotensi mengalami hujan lebat, sedang sampai dengan tinggi.

    “Situasi ini tentunya sudah di dukung oleh semua pihak baik dari pusat, provinsi maupun Kabupaten Jayawijaya dan lembaga pemerintahan lainnya termasuk TNI dan Polri”ujarnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa Kedepan dalam masa tanggap darurat yang paling diperhatikan yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperhatikan pemenuhan kebutuhan spesifik bagi kelompok yang rentan.

    “ Kelompok rentan yang dimaksud yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas dan mereka-mereka yang menyandang penyakit. Serta perlu diperhatikan pasca banjir atau pengungsian biasanya akan ada wabah penyakit seperti diare, penyakit kulit dan lain sebagainya” ucapnya.

    Dalam pertemuan antara BNPB pusat dan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H beserta tim Satgas tanggap darurat penanggulangan bencana daerah Kabupaten Jayawijaya, BNPB memberikan bantuan secara simbolis bantuan senilai Rp. 756,8 juta kepada Bupati Jayawijaya.

    Bantuan tersebut dalam bentuk barang yakni selimut 200 lembar, sepatu boot 200 pasang, jaket dewasa/anak 200 Pcs, hygiene kit 100 set, pakaian dewasa/anak 200pcs, Genset 2 unit, jas hujan 200 pcs, paket sembako 700 paket, velbed 50 unit, matras 200 lembar, serta perlengkapan dapur umum 50 set. (AgW/AR)

  • 40 Personel Polres Jayawijaya disiagakan di posko tanggap darurat

    40 Personel Polres Jayawijaya disiagakan di posko tanggap darurat

    Polres Jayawijaya menyiapkan 40 personel di posko tanggap darurat bencana banjir dan longsor sejak Pemda Jayawijaya menetapkan Kabupaten Jayawijaya menjadi status tanggap darurat selama 14 hari kerja yang dimulai sejak 25 April – 8 Mei 2025.

    Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP Soeparmanto saat berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Papua Pegunungan Yanius Y Telenggen di Posko Tanggap Darurat Becana Banjir dan Longsor Kabupaten Jayawijaya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

    Foto : Tim Satgas

    Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satruya Bimantara melalui Kabag Ops AKP Soeparmanto di Posko Tanggap darurat mengatakan bahwa personel yang disiagakan selama status tanggap darurat ada 35 anggota Polres Jayawijaya dan 5 personel anggota Brimob.

    “Mulai 25 April hingga 8 Mei 2025 personel akan berada di posko membantu segala macam urusan untuk kepentingan kedaruratan bencana banjir di beberapa Distrik,” ungkapnya.

    Menurutnya, hari ini tanggal 30 April beberapa personel yang dilibatkan dalam pendistribusian logistik di 9 distrik akan  mengawal Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menyalurkan bantuan.

    “Kami sediakan personel untuk dua tim, tim pertama ikut rombongann Bupati dan tim kedua ikut rombongan Wakil Bupati Jayawijaya, dari kedua tim ini akan dikawal oleh personel kepolisian dan Brimob,” katanya.

    Selain dukungan personel, Kepolisian Jayawijaya  juga memberikan dukunga berupa tenda, mobil ambulans dan tenaga medis di posko tanggap darurat bencana banjir dan longsor yang ada disamping Kantor Bupati.

    “kami harap dengan dukungan ini dapat membantu tugas-tugas di posko maupun turun langsung ke lapangan dalam penyaluran logistik dibeberapa Distrik di Kabupaten Jayawijaya,” bebernya.

    “Kami terus memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat salah satunya dengan ikut tergabung dalam Tim satgas penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Jayawijaya” Pungkasnya.

    Polres Jayawijaya juga berharap agar kondisi alam cepat membaik sehingga segala aktivitas masyarakat dapat kembali normal, ekonomi bisa kembali normal serta situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. (AgW/AR)

  • Ketua satgas tanggap darurat meminta kepada pihak tertentu tidak mengiring opini tentang penanganan Banjir di Kabupaten Jayawijaya

    Ketua satgas tanggap darurat meminta kepada pihak tertentu tidak mengiring opini tentang penanganan Banjir di Kabupaten Jayawijaya

    Wakil Bupati Jayawijaya selaku Ketua Satgas Tanggap Darurat Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan kepada pihak-pihak dan keluarga yang terdampak bencana banjir agar tidak mempercayai isu miring mengenai penanganan Tanggap Darurat Banjir dan Tanah Longsor yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Jayawijaya di Posko Induk.

    Ketua Satgas tanggap darurat saat memberikan statment mengenai penyebar isu miring terhadap tim satgas penanggulangan bencana

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Kami saat ini telah mengantongi semua data keluarga terdampak dan kami telah mengupayakan pembagian logistik ke semua Distrik yang terdampak” Tegasnya.

    Menurutnya Kabupaten Jayawijaya saat ini benar-benar berada dalam situasi tanggap darurat, untuk itu ia menegaskan untuk seluruh masyarakat jangan tanggapi isu miring tentang kinerja tim penanggulangan yang disebar melalui Medsos dan grup WhatsApp. “Penyebar isu itu adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.

    “Petugas tanggap darurat terus bekerja menyalurkan bantuan, terutama Sembako, tidak ada sembako yang ditahan” Tegasnya.

    “Kami sudah punya catatan mana saja Distrik yang warganya terdampak musibah banjir dan tanah longsor. Tiap distrik ada yang mendapat 3 ton, 4 ton, dan 5 ton sesuai data dan laporan jumlah korban terdampak,” pungkasnya.

    Penyaluran bantuan di Distrik Wesaput oleh ketua satgas tanggap darurat

    Foto : Agris Wistrijaya

    Ketua Satgas menghimbau agar tidak ada lagi pihak yang mengoreng opini di grup Medsos. “Saya atas nama Pemerintah Jayawijaya sekaligus Ketua Satgas mohon agar isu miring menyangkut pelayanan tim penanggulangan dihentikan”tegasnya. (AgW/AR)

  • Pemprov Papua Pegunungan memberikan 100 ton bantuan kepada korban banjir dan longsor

    Pemprov Papua Pegunungan memberikan 100 ton bantuan kepada korban banjir dan longsor

    Wamena – Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. (CH) John Tabo, S.E.,M.B.A mengunjungi Posko Satgas Penanggulangan Bencana di Kantor Bupati Jayawijaya. Tidak hanya itu, Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA memberikan 100 Ton beras untuk para korban yang terdampak bencana banjir.

    Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. (CH) John Tabo, S.E.,M.B.A bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat mengunjungi posko tanggap darurat dan memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk menyalurkan bantuan banjir

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan ini merupakan kepedulian Pemerintah Provinsi terhadap korban banjir di Kabupaten Jayawijaya.

    Gubernur Provinsi Papua Pegunungan datang ke posko tanggap darurat yang didirikan oleh Pemda Kabupaten Jayawijaya yang bertugas mendata jumlah korban dan menyiapkan logistic yang akan di salurkan ke distrik-distrik yang terkena dampak.

    “Kami dari Pemprov Papua Pegunungan memberikan beras 100 ton, pada hari selasa sudah di berikan 10 ton dan hari rabu ada sekitar 1-2 ton dan sisa yang lain masih ada digudang, jika tampung di posko sekaligus tempat tidak cukup” ucap Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA.

    Gubernur katakan bahwa sewaktu-waktu jika masih membutuhkan beras, tinggal berkoordinasi untuk mengambilnya di gudang, jika semuanya di posko Gubernur khawatir beras akan terkena hujan dan lembab.

    Menurutnya, dampak bencana banjir ini merupakan dampak yang jangka panjang, jikalau banjir usai maka kemungkinan akan ada bahaya lain seperti kelaparan, untuk itu sepenuhnya kami serahkan kepada Bupati Jayawijaya dan Tim Satgas yang akan mengatur logistik hingga berakhirnya bencana.

    Untuk bantuan lain seperti Mie Instan dan beberapa sembako lainnya juga akan diberikan dan disesuaikan dengan daerahnya serta Pemprov akan terus bangun koordinasi dengan Pemda Jayawijaya terkait penyaluran bantuan.

    Gubernur juga mengingatkan kepada Pemda Jayawijaya agar mengantisipasi terkait masalah kesehatan, karena jika musim hujan sudah berlalu kemungkinan akan ada penyakit.

    “Saat ini kita fokus dipemberian sembako tetapi kita juga harus mengantisipasi mengenai kesehatan, seperti penyedian obat-obatan dan juga nantinya akan ada persiapan memindahkan beberapa korban ke tempat yang kering” ungkapnya.

    Gubernur juga memberikan Apresiasi kepada Kementrian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura yang memberikan bantuan terhadap korban banjir berupa Selimut, Tenda gulung, kidsware, Family Kit, sandang dewasa, sandang anak, makanan siap saji dan lauk pauk siap saji dengan nilai Rp. 382.188.000.

     “Kami tetap akan berkolaborasi dengan kementrian dan juga Pemda Jayawijaya dalam penyaluran bantuan ini agar bisa ditangani dengan baik” ucapnya.

    Bantuan dari Pemprov Papua Pegunungan berupa beras sebanyak 100 ton

    Foto : Agris Wistrijaya

    Disamping itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H katakan bahwa penyaluran logistik dihari kedua ini sudah kami berikan kepada 9 Distrik yakni Distrik Pyramid, Musatfak, Silo Karno Doga, Kurulu, Witawaya, Libarek, Yalengga, Bugi, dan Siepkosi.

    Bupati Jayawijaya mengingatkan kepada seluruh Distrik yang terkena dampak banjir untuk memberikan kepada setiap keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

    “Seperti kata Gubernur bahwa dampak banjir ini bukan hanya 1-2 hari saja, tetapi masih panjang kedepan plus dengan pasca banjir, kami akan tetap menerima bantuan dari mana saja dan akan kami bantu salurkan kepada yang benar-benar berhak menerima” kata Atenius Murip, S.H.,M.H.

    Pada Kesempatan itu,Bupati Jayawijaya berterimakasih kepada Pemerintah Pusat yang memberikan perhatian kepada Pemda Jayawijaya, terutama juga kepada Gubernur Provinsi Papua Pegunungan yang secara langsung mengantar bantuan, serta kepada BNPB, Dinas Sosial,Ketahanan Pangan, Kementrian Sosial, dan Kementrian Dalam Negeri yang datang memantau. (AgW/AR)

  • Tim Satgas Tanggap Darurat Serahkan Bantuan di beberapa Distrik terdampak banjir di Kabupaten Jayawijaya

    Tim Satgas Tanggap Darurat Serahkan Bantuan di beberapa Distrik terdampak banjir di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP selaku ketua satgas tanggap darurat bersama tim menyerahkan bantuan kepada Warga Terdampak Banjir di beberapa Distrik. Rabu 30 April 2025.

    Ketua satgas tanggap darurat Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama tim saat memberikan bantuan di Distrik Pyramid

    Foto : Tim Satgas Tanggap Darurat

    Kedatangan Wakil Bupati Jayawijaya dan Tim satgas tanggap darurat tersebut disambut baik oleh warga penerima bantuan. Bantuan yang disalurkan berupa bahan makanan, selimut, pakaian dewasa/anak dan kebutuhan lainnya.

    Ketua satgas tanggap darurat sekaligus Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan bahwa pada hari rabu tanggal 30 April 2025 Pemda Jayawijaya menyalurkan bantuan di sembilan Distrik, diantaranya Distrik Piramid, Musatfak, Silo Karno Doga, Kurulu, Wita Waya, Libarek, Yalengga, Bugi, dan Distrik Siepkosi.

    “Jadi hari ini kami salurkan beras 1 ton, bahan makanan serta pakaian, alat tidur dan alat mandi, saya harap bantuan ini dapat digunakan secara baik dan diberikan kepada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan akibat terkena banjir, ” tegas Wabup.

    Bantuan yang diberikan Pemda Jayawijaya diterima langsung oleh kepala Distrik masing-masing dan warga yang terdampak. Beberapa masyarakat penerima bantuan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas bantuan yang diberikan disaat mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut.

    Ketua Satgas Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengungkapkan bahwa saat ini ada 31 Distrik yang terkena dampak banjir dan hari ini 9 Distrik yang sudah disalurkan, total dengan yang kemarin ada 5 Distrik jadinya 14 Distrik yang sudah disalurkan.

    “Besok kami akan melanjutkan pendistribusian ke Distrik-distrik lainnya serta tim kesehatan juga akan bersama-sama dengan kami untuk memantau dan berjaga-jaga jikalau ada yang sakit” ucap Wabup.

    Berdasarkan updatetan Tim Satgas tanggap darurat hari Rabu Tanggal 30 April 2025 jam 18.00 bahwa jumlah kepala keluarga terdampak banjir dan longsor sebanyak 13.503 dan jumlah pengungsian di tempat pengungsian sebanyak 672. (AgW/AR)

  • Pendistribusian logistik ke beberapa Distrik mulai disalurkan Pemda Kabupaten Jayawijaya

    Pendistribusian logistik ke beberapa Distrik mulai disalurkan Pemda Kabupaten Jayawijaya

    Pendistribusian Logistik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya mulai dilakukan kebeberapa Distrik yang terdampak banjir, Rabu 30 April 2025.

    Pendistribusian Logistik ini terbagi menjadi beberapa tim, terdapat dua tim yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dan Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP yang memimpin tim tanggap darurat ke 9 distrik yang terdampak banjir di Kabupaten Jayawijaya.

    Pendistribusian bantuan ke 9 Distrik oleh Pemda Jayawijaya

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Kepala BPBD Kabupaten Jayawijaya Edison Wetipo katakan bahwa pendistribusian logistik telah berlangsung sejak Selasa 29 April 2025 di 5 Distrik antara lain Distrik Maima, Asotipo, Asolokobal, Hubikiak, Hubikosi.

    “Hari selasa pendistribusian logistik sudah dilakukan ke 5 Distrik dan hari Rabu dilanjutkan pendistribusian ke 9 distrik yang langsung dipimpin oleh Bupati dan Wabup Jayawijaya,” ucapnya.

    Menurutnya untuk hari ini Rabu pendistribusian di lakukan di sembilan distrik yakni Distrik Piramid, Distrik Musatfak, Distrik Silo Karno Doga, Distrik Kurulu, Distrik Wita Waya, Distrik Libarek, Distrik Yalengga, Distrik Bugi, Distrik Siepkosi.

    Kepala BPBD katakan bahwa pendistribusian logistik pada saat ini yakni beras, mie instan, daun teh, kopi, gula, pakaian layak pakai dan perlengkapan balita.

    “Setiap distrik akan menerima beras 1 ton di tambah dengan mie instan, kopi, daun teh, gula, pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak serta perlengkapan balita. Ini yang sangat diperlukan pengungsi,” ucapnya.

    Lanjut katanya bahwa data yang masuk ke Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Jayawijaya hingga Rabu 30 April 2025 tercatat korban banjir ada 31 distrik, 187 Kampung dan 13.503 kepala keluarga serta jumlah pengungsi di posko yang telah dibangun tercatat sebanyak 672 jiwa.

    Edison Wetipo katakan bahwa fasilitas kedaruratan telah dibangun dengan melibatkan lintas sektor. Ia berharap pengungsi dapat terlayani dengan baik selama di posko pengungsian.

    “Di posko pengungsian telah ada dapur umum dan tenaga medis yang selalu siap siaga,” tutupnya. (AgW/AR)

  • Pantau Banjir, Bupati Bersama Gubernur Papua Pegunungan Gunakan Helikopter

    Pantau Banjir, Bupati Bersama Gubernur Papua Pegunungan Gunakan Helikopter

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Bersama Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA pantau wilayah yang terdampak banjir menggunakan Helikopter, Selasa (29/04/2025).

    Gubernur Papua Pegunungan Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA Saat Meninjau Banjir

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jayawijaya, bersama Gubernur Papua Pegunungan, serta Ketua DPR Papua Pegunungan dan Dandim meninjau langsung lewat udara menggunakan Helikopter dari landasan Helivida Wamena, Rombongan meninjau langsung sampai ke bolakme sebagai distrik paling jauh dan assolokobal.

    Seusai Meninjau langsung, Gubernur Papua Pegunungan dalam wawancaranya mengatakan bahwa menurut hasil pemantauannya, hampir semua rumah dan kebun yang ada di sekitar kali Baliem Terkena banjir.

    Lanjut Gubernur Papua Pegunungan hal yang harus di waspadai  pasca banjir yang melanda ini adalah susahnya ketersediaan makanan diakibatkan oleh kebun warga yang terendam harus segera diambil langkah-langkah penyelamatan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir yang terjadi.

    “Ini darurat jadi kita tidak bisa menunggu dari A dari B dan segala macam tetapi kita ambil Tindakan “ Tegas Gubernur Papua Pegunungan Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA, selain itu Gubernur juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh Bupati Jayawijaya Athenius Murip, S.H., M.H dan Pemerintah Provinsi siap membackup terus untuk menanggulangi bersama dengan Kabupaten.

    Selanjutnya Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H  juga menjelaskan bahwa pemerintah Daerah telah membentuk satgas Penanggulangan bencana serta membangun posko yang ada di Kantor Bupati, selain itu Bupati juga menjelaskan bahwa  dirinya telah koordinasi dengan semua pihak, agar tidak ada terlewatkan sehingga bantuan dapat sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

    Bupati Jayawijaya bersama Ketua DPR Papua Pegunungan dan Dandim

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Bupati juga mengatakan berdasarkan hasil tinjauan bersama Gubernur Papua Pegunungan, akan dibangun posko-posko di distrik-distrik untuk menampung semua bantuan-bantuan, sehingga semua bantuan yang ada dapat langsung menjangkau korban yang membutuhkan. (IS/AW)

  • Bupati Jayawijaya Pastikan Bantuan Yang Disalurkan Tepat Sasaran

    Bupati Jayawijaya Pastikan Bantuan Yang Disalurkan Tepat Sasaran

    Wamena – Bupati Jayawijaya Athenius Murip, S.H.,M.H turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, Rabu (30/04/2025)

    Bupati Jayawijaya Athenius Murip, S.H.,M.H saat menyalurkan secara langsug bantuan di Kampung Umpakalo

    Foto : Imanuel Sawaki

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah mulai menyalurkan bantuan pangan kepada korban yang terdampak banjir di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya, menurut data yang diterima oleh BPBD Jayawijaya, Daerah yang terdampak bencana mencapai 31 Distrik dan 187 Kampung.

    Bupati Jayawijaya sendiri langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Kurulu Kampung Umpakalo sekaligus melihat secara langsung masyarakat yang terdampak banjir sehingga bantuan dapat langsung sampai kepada masyakarat yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu Bupati Jayawijaya Saat di wawancara dampak dari banjir ini masih akan terus dirasakan oleh masyarakat sehingga Pemerintah akan terus mengantisipasi sampai memasuki masa paska banjir.

    Lanjut Bupati Semua bantuan yang disalurkan baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, maupun dari Pusat akan diterima dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir serta mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak-pihak yang terlibat.

    Selain itu Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua Pegunugan yang memberikan bantuan beras sebanyak 100 Ton Kepada Pemerintah Jayawijaya yang diterima oleh ketua Tim tanggap darurat yang juga adalah wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP.

    Gubernur Papua Pegunungan Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA, bersama Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H, dan Wakil Bupati Jayawijaya yang juga Sebagai Ketua Tim tanggap Darurat Ronny Elopere, S.IP.,M.KP

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Datangi Kantor Bupati, Mama-mama Pedagang Minta Pemda Jayawijaya Proteksi Pedagang OAP

    Datangi Kantor Bupati, Mama-mama Pedagang Minta Pemda Jayawijaya Proteksi Pedagang OAP

    WAMENA – Ratusan mama-mama pedagang asli Papua mendatangi Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (28/04/25) pagi.

    Meski telah ditemui Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM, namun mama-mama pedagang menolak, dan menginginkan untuk bertemu langsung dengan Bupati Jayawijaya.

    Sebelum diarahkan untuk memasuki gedung Wio kantor bupati, mama-mama pedagang OAP ini sempat menduduki halaman kantor Bupati selama kurang lebih satu jam hanya agar dapat bertemu langsung dengan bupati Jayawijaya untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka.

    Mama-mama pedagang saat mendatangi kantor Bupati Jayawijaya.

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kami ke sini hanya untuk menyampaikan aspirasi kami, bahwa teman-teman kita yang Non OAP mereka juga menjual pinang kiloan, sagu, rica, bawang dan tomat, seperti hasil kebun mama-mama Papua, sehingga jualan mama-mama di pasar banyak yang tidak laku,” ungkap Mina Kogoya, koordinator aksi mama-mama pedagang asli Papua.

    Menurutnya, dengan menjual sayuran yang sama seperti yang dihasilkan petani di Wamena tentu menutup peluang bagi mama-mama pedagang asli untuk bersaing.

    “Yang dijual mama-mama Papua punya hasil keringat saat kerja di kebun, tapi saat mereka bawa ke pasar tidak pernah laku, busuk, dan terpaksa  dibuang, ini karena teman-teman Non OAP juga menjual apa yang dihasilkan dari kebun mama-mama juga, makanya kami minta ini dibatasi,” serunya.

    Mina bilang, pedagang Non OAP boleh saja menjual  bahan pangan atau jenis dagangan lain, namun jangan menjual bahan pangan khas Papua Pegunungan ataupun khas Papua.

    “Kayu bakar ini juga mereka (pedagang Non OAP) masih jual beli juga, mereka juga juga jual sagu. Kecuali jual tepung tapioka wajar, kalau sagu tidak boleh. Biar ekonomi ini kita kelola bersama,” tuturnya.

    Tambah Tina, hal-hal ini lah yang menjadi pergumulan mama-mama pedagang sehingga mereka ingin meminta kebijakan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Jayawijaya.

    “Jadi kami mau ketemu Bupati, kami mau minta kebijakan dengan minta keluarkan surat edaran. Ini memang harusnya diatur dengan perda, tapi perda kan masih lama prosesnya, jadi sementara kita minta keluarkan surat edaran langsung dari bupati,” pungkasnya. (VIN/AW)

  • Bupati Jayawijaya Janji Proteksi Pedagang Asli Papua

    Bupati Jayawijaya Janji Proteksi Pedagang Asli Papua

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H, menerima secara langsung ratusan mama-mama pedagang asli Papua yang sehari-hari berjualan di beberapa pasar tradisional di Wamena saat mendatangi kantor bupati Jayawijaya, Senin (28/4/25).

    Kedatangan mama-mama pedagang ini untuk meminta pemerintah Jayawijaya agar memproteksi para pedagang asli Papua.

    Tuntutan ini disuarakan karena menurut mama-mama pedagang kini bahan pangan lokal telah banyak dijual oleh pedagang Non OAP, seperti sayuran-sayuran, sagu, pinang dan beberapa kebutuhan lainnya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H, didamping Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM, saat menerima aspirasi mama-mama pedagang asli Papua di gedung Wio kantor bupati.

    Foto : Vina Rumbewas

    Untuk itu, para pedagang menuntut agar Pemerintah Jayawijaya dapat mengeluarkan satu Regulasi yakni Peraturan Bupati yang dapat memproteksi pedagang asli Papua.

    “Yang dijual mama-mama Papua punya hasil keringat saat kerja di kebun, tapi saat mereka bawa ke pasar tidak pernah laku, busuk dan terpaksa  dibuang, ini karena teman-teman non OAP juga menjual apa yang dihasilkan dari kebun mama-mama juga, makanya kami minta ini dibatasi,” ungkap Mina Kogoya, selaku Koordinator aksi mama-mama Pedang asli Papua.

    Menanggapi ini, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H, berjanji akan menerbitkan Perda terkait penjualan bahan pangan lokal untuk memproteksi para pedagang asli.

    “Perda untuk yang menjual dalam waktu dekat akan dibuat, itu kecil tidak masalah. Kalau di pasar itu orang Wamena semua jualan sayur, pinang dan hasil bumi lain kami harap orang asli wamena semua yang jualan. Sehingga teman-teman yang bersama kita juga itu jualan sembako, setuju ya?” ungkap Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H.,M.H, disela-sela diskusi bersama para pedagang.

    Menurutnya, hal ini sudah dipikirkan dan diskusikan juga bersama Gubernur Papua Pegunungan.

    Ia juga menjelaskan kepada mama-mama pedagang bahwa, pasokan bahan pangan seperti sayuran dari luar Wamena dapat dihentikan jika persediaan bahan pangan ini ketersediaannya di Wamena sudah mencukupi.

    “Kita akan menghentikan pasokan sayur dari luar Wamena kalau semua yang kita tanam di Wamena ini semua mencukupi, seperti rica, tomat, bawang merah, khol, sawi, bayam dan lainnya sudah mencukupi. Semua yang ditanam ini kalau ada dan banyak maka pengiriman dari luar Wamena akan kita hentikan karna ketersediaan sudah banyak,” jelasnya.

    Bupati berjanji apa yang menjadi tuntutan mama-mama pedagang ini akan ditindak lanjuti dengan perda, dimulai dengan menertibkan para pedagang. 

    “Penjualan akan kita atur dengan perda, yang jualan sayuran dan pinang. Selepas penanganan banjir ini akan kita atur, mama-mama yang jualan sayur dan pinang, teman-teman yang lain kita ajak jualan sembako,” katanya.

    Sebelum mengakhir diskusi, Bupati menyampaikan bahwa apa yang disampaikannya bukan hanya janji tapi akan dilaksanakan. Sehingga dirinya meminta dukungan dalam bentuk doa dari mama-mama pedagang.

    “Saya sampaikan bukan hanya di bibir tapi kita aplikasikan dan laksanakan bersama kedepan untuk usaha mama-mama dan untuk anak –anak dan daerah ini lebih baik lagi dan lebih maju lagi. Janga lupa untuk doakan pemerintah, dokan keluarga dan doakan usaha. Yogotak Hano Hubuluk Motok Hano Suok,” pungkasnya. (VIN/AW)