Category: Berita

  • Pemda Jayawijaya Ancam Pulangkan Warga yang Kedapatan Jual/ Produksi Miras

    Pemda Jayawijaya Ancam Pulangkan Warga yang Kedapatan Jual/ Produksi Miras

    WAMENA – Pemerintah Jayawijaya melalui Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP kembali mengingatkan warga untuk tidak main-main dengan larangan peredaran minuman keras yang selama ini gencar disosialisasikan.

    Tidak tanggung-tanggung, bagi warga non-OAP yang kedapatan menjual atau memproduksi miras akan dipulangkan ke daerah asalnya, sedangkan bagi warga asli akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

    “Saya himbau kepada seluruh masyarakat Jayawijaya bahwa untuk minuman keras kami pemda tidak ada ampun, kami akan lakukan tindakan tegas, kalau orang non-OAP yang menjual tentu saja kami akan pulangkan, kalau sodara-sodara kita di sini kalau menjual itu ada ganjaran hukum juga,” tegasnya.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, Wakil Bupati Jayawijaya

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Lanjutnya, dalam pemberantasan miras di Jayawijaya pihaknya terus melakukan operasi dan sosialisasi-sosialisasi secara berkeliling untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

    Dimana saat melakukan operasi pemberantasan miras beberapa waktu lalu tim berhasil mengamankan salah satu oknum penjual miras.

    “Kami kedapatan kemarin dari suku Kawanua mereka pemasok utama minuman CT, tapi ibu yang distributornya kabur. sehingga kami tahan anak dan istrinya,” katanya.

    Kedua oknum perjual miras tersebut kini diamankan di Polres Jayawijaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    “Rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman, karena mereka tidak punya pekerjaan tetap, tidak punya KK dan KTP. Jadi motif mereka ada di sini hanya untuk usaha minuman. Jadi kemarin waktu kami tahan dua orang suami isteri yang mamanya lari ini itu suaminya oknum polisi,” bebernya.

    Sekalipun oknum anggota, kata Ronny Elopere, S.IP.,M.KP pihaknya tetap akan menindak tegas.

    “biarpun kamu polisi tetapi kami akan laporkan ke tingkat yang lebih tinggi dalam hal ini ke Kapolda agar oknum anggota tersebut ditindak bila perlu diberhentikan karena merugikan banyak orang,”tuturnya.

    Pemda Jayawijaya akan terus melakukan sosialisasi anti miras, mengingat dampak dari minuman keras ini sangat merugikan banyak orang.

    “Mereka yang menjual minuman ini tidak sadar minuman ini dampaknya terjadi kejahatan di Wamena ini. Dampak dari menjual minuman ke sodara-sodara kita yang pribumi menimbulkan berbagai kejahatan pecurian, pemalakan, hingga pembunuhan. Nanti sudah terjadi baru banyak yang ribut di grup-grup. jadi mohon minuman ini dihentikan semua,” pintanya.

    Menindaklanjuti  ini, pemerintah Jayawijaya juga akan memanggil kepala suku Kawanua dan ketua Paguyuban Nusantara.

    “Kami akan panggil untuk memberikan pemahaman kepada suku yang menjual minuman-minuman ini dan jika terbukti ada yang menjual minuman kami akan pulangkan ke kampung halaman, semua kejahatan di Wamena ini kami akan tertibkan sesuai visi misi bupati dan wakil bupati,” tutupnya. (VIN/AR)

  • Wakil Bupati Jayawijaya Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir

    Wakil Bupati Jayawijaya Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berhasil mendata 11 titik banjir terparah di kota Wamena, diantaranya jalan JB Wenas, area Kehutanan Hom-hom, toko Yuda Hom-hom, toko Surya Hom-hom, jalan Irian atas, Sinakma dan Pasar Baru Jibama.

    Hal ini berdasarkan tinjauan langsung yang dilakukan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP ke sejumlah tempat yang terkena dampak banjir terparah akibat hujan deras yang mengguyur kota Wamena pada Rabu (09/04/25) sejak 17.00 WIT hingga Kamis dini hari.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama pimpinan OPD terkait saat turun langsung meninjau beberapa lokasi banjir di kota Wamena, Kamis (10/04/24).

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Kami sudah turun dan kami juga sudah minta bantu teman-teman dalam hal ini pihak Pilamo untuk siapkan alat yang sudah di mobilisasi dari Wosi dan ditempat, alat berat akan normalisasi dari jalan JB Wenas terus ke atas, jadi dimana tempat-tempat yang terdapat genangan atau tersumbat air akan dilakukan normalisasi,” ungkap Ronny Elopere, S.IP.,M.KP kepada media usai meninjau lokasi banjir.

    Menurutnya, normalisasi yang saat ini dilakukan secara manual yakni dengan menggunakan alat berat, sedangkan untuk jangka panjang akan dilakukan melalui perencanaan secara teknis oleh Dinas Pekerjaan Umum di tahun 2026.

    “Untuk normalisasi ini kami akan segera rapatkan untuk berkolaborasi dengan pihak Balai Jalan Nasional, PU provinsi dan kami pemda Jayawijaya. Besok kami akan lakukan pertemuan,” katanya.

    Di beberapa titik ruas jalan penghubung antar kabupaten seperti jalan Hom-Hom – Tolikara dan Yalimo yang terkena banjir merupakan ruas jalan nasional sehingga Pemda Jayawijaya akan melakukan koordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional dan Pemprov Papua Pegunungan.

    “Di titik-titik jalan JB Wenas sampai jalan Irian dan Sinakma tentu saja kami akan gunakan APBD jayawijaya dalam perencanaan melalui dinas terkait yakni dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya. (VIN/AR)

  • Tanggap Cepat Pemda Jayawijaya mengatasi Banjir di kota Wamena

    Tanggap Cepat Pemda Jayawijaya mengatasi Banjir di kota Wamena

    Wamena – Banjir yang melanda Kota Wamena pada tanggal 09 April 2025 di beberapa titik di Wamena menjadi perhatian khusus oleh Pemda Jayawijaya, dalam hal ini Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP turun langsung melihat lokasi-lokasi yang menjadi tempat dilandanya banjir yang terjadi kemarin sore hingga malam hari.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama seluruh tim rombongan mulai mengunjungi titik pertama di depan Toko Surya Hom-Hom, kemudian lanjut ke depan toko Yudha, lanjut ke Kali Hetuma, lanjut ke kali dekat Toko Musik Astuti Jl. SD Percobaan hingga ke jalan Irian dan ke jalan JB Wenas, semua titik-titik tersebut dipalang oleh masyarakat setempat.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat melihat kondisi Parit dekat Toko Surya Hom-Hom

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP sangat prihatin dengan bencana alam ini, untuk itu ia dan tim serta beberapa kepala OPD langsung melihat lokasi-lokasi tersebut yang ternyata sudah dipalang oleh masyarakat setempat, sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

    “Kami sudah melihat semua titik-titik lokasi terjadinya banjir, ada 11 titik  yang sudah kami kunjungi, maka kami akan dibantu oleh Pilamo untuk menurunkan alat berat untuk menormalisasikan mulai dari jalan JB Wenas hingga ke lokasi-lokai lainnya” ucap Wabup.

    “Saat ini dilakukan secara manual, nantinya akan di rencanakan oleh Dinas PUPR untuk mengatasi secara jangka panjang di tahun 2026 dan rencananya besok akan diadakan rapat kolaborasi antara Kabupaten Jayawijaya dengan Balai Jembatan Bina Marga serta Provinsi Papua Pegunungan”katanya.

    Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat mengunjungi masyarakat yang nemalang Jalan Irian atas

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurut Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, beberapa jalan yang terkena dampak banjir ini merupakan jalan Nasional, maka perlu adanya kolaborasi dalam mengatasi banjir ini terutama tersumbatnya parit-parit serta kali yang merupakan aliran air perlu dibenahi.

    “Normalisasi dari kali Baliem ke jalan Irian hingga kali Hetu dan kali Helo itu sebagian dari provinsi sudah tangani sehingga dalam penanganannya di serahkan ke provinsi, pada saat pertemuan akan dibahas”ujarnya.

    Selain itu, Wabup juga katakan bahwa mulai dari jalan JB Wenas hingga jalan Irian itu tetap akan diatasi melalui APBD Kabupaten Jayawijaya dengan cara manual menggunakan alat berat, nantinya ditahun akan datang akan dianggarkan.

    Exavator yang dikerahkan oleh Pemda Jayawijaya di Jalan Papua

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Pada kesempatan itu, juga Ronny Elopere, S.IP.,M.KP katakan bahwa rumah-rumah yang berada diatas aliran air dan kali atau yang berada dipinggir-pinggir sungai diminta untuk dibongkar, terutama pagar-pagar tembok juga dibongkar, karena ini merupakan kepentingan bersama dan merugikan banyak orang.

    “Mulai besok kami akan tertibkan dan mengecek rumah-rumah yang berada dipinggir aliran kali bahkan rumah diatas aliran kali”ujarnya.

    “Saya mohon kepada masyarakat Jayawijaya punya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, karena dengan penumpukkan sampah ini yang mengakibatkan  tersumbatnya aliran-aliran air”tututnya. (AgW/AR)

  • Solusi menangani banjir oleh Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya

    Solusi menangani banjir oleh Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya

    Wamena – Banjir yang terjadi di Kota Wamena menjadi bencana alam bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPR Kabupaten Jayawijaya yang membidangi infrastruktur jalan dan jembatan, kebersihan, keamanan dan kependudukan Yusuf Hubi, Kamis 10 April 2025.

    Yusuf Hubi selaku Ketua Komisi A DPRK Jayawijaya mengatakan bahwa kejadian banjir ini dihitung-hitung sudah ke enam kalinya, keluhan masyarakat adalah normalisasi dan permanenkan saluran air.

    Ketua Komisi A DPR Kabupaten Jayawijaya yang membidangi infrastruktur jalan dan jembatan, kebersihan, keamanan dan kependudukan Yusuf Hubi saat ditemui usai melihat kondisi titik-titik lokasi terkena banjir.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Untuk menangani persoalan ini diharapkan adanya kolaborasi antara Balai Jembatan Binamarga, PU Provinsi Papua Pegunungan dan PU Kabupaten Jayawijaya untuk permanenkan saluran air diberbagai titik lokasi terkena banjir” ucapnya.

    Menurut Yusuf Hubi, Masyarakat ada yang berpendapat bahwa seharusnya yang akan dinormalisasikan terdahulu adalah bagian hilir atau bagian bawah ujung akhir aliran kali/sungai dan kemudian menormalisasikan bagian hulu yang merupakan bagian atas atau awal aliran kali.

    “Jika bagian Hulu yang terdahulu di normalisasikan akan berdampak pada endapan pasir dan sampah  akan tertimbun dibagian hilir sehingga air akan susah mengalir”ujarnya.

    Tanggapan dan solusi dari masyarakat mengenai banjir yang melanda Kota Wamena

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Alam ini punya hukum, ketika kita sakiti alam maka alam juga akan menyakiti kita sehingga masyarakat diharapkan punya kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam, untuk itu bagi masyarakat yang mempunyai kandang ternak seperti kandang babi, dan dapur di bentaran kali-kali kecil yang mengalirnya air dari hulu ke hilir ketika Pemerintah turun bersihkan jangan ada yang bantah, karena ini demi kepentingan bersama agar terbebas dari banjir”ungkapnya. (AgW/AR)

  • Dapur PMB Dukung Pertumbungan Sektor Pertanian Masyarakat

    Dapur PMB Dukung Pertumbungan Sektor Pertanian Masyarakat

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H  Bertemu dengan  Ketua Kelompok Tani dari 40 Distrik untuk mendukung sektor pertanian melalui PMB (Program Makan Bergizi) Senin, (07/04/25).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mengumpulkan  Kelompok Tani  dan peternak dari 40  Distrik yang ada di Jayawijaya untuk berdiskusi terkait perkembangan sektor pertanian dan peternakan di Jayawijaya dan dukungan kepada Program Nasional PMB (Pemberian Makan Bergizi).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.M  dalam tatap Muka bersama Ketua Kelompok tani dari 40 Distrik

    Foto : Imanuel Sawaki

    Saat memberikan arahan dalam agenda tatap muka tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mejelaskan bahwa  Program PMB ini adalah program yang membutuhkan bahan baku yang bergitu banyak, karena membutuhkan bahan baku seperti Ikan, Ayam, Telor, Sayuran, Ubi, Kentang, Wortel Kol dan sayur-sayuran lainnya dalam jumlah yang sangat banyak.

    “Kita saat Grand Opening di Distrik Wamena Kota saja itu kebutuhan 15.000 anak yang mau diberi makan untuk Distrik Wamena Kota saja paketnya, itu harus dibangun beberapa dapur, menyerap tenaga kerja yang begitu banyak, semua biaya Pemerintah Pusat Kasih ” Tegas Bupati.

    Selanjutnya Bupati juga menjelaskan untuk dapat memenuhi kebutuhan makan bagi 15.000 anak sekolah yang mendapat  Pemberian Makan Bergizi,  di Distrik Wamena Kota, dibutuhkan  hampir 35 ton sayuran dan itu belum termasuk bahan lainnya seperti cabai/rica, tomat, ubi. Karena pemberian Makan Bergizi ini tidak harus selalu menggunakan Nasi Sebagai Karbohidrat, tetapi dapat diselingi dengan Ubi, walaupun lauk dan sayurannya tetap.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H Saat menjelaskan tujuan diadakannya tatap muka bersama para ketua kelompok tani

    Foto : Imanuel Sawaki

    Menurut Bupati untuk mendukung program Pemberian Makan Bergizi ini sangat dibutuhkan banyak hasil bumi yang ada, sehingga ketika masyarakat bertani, hasil pertanian dapat ditampung   untuk Program PMG dan dapat mendorong perputaran ekonomi bagi masyarakat petani di Jayawijaya.

    Selanjutnya Bupati juga menjelaskan bahwa Jika jumlah hasil pertanian yang  dibutuhkan hanya  untuk mendukung program PMG di Distrik Wamena Kota dibutuhkan dalam julah yang begitu banyak, jika dikembangkan ke Distrik Lainnya tentu akan meningkatkan jumlah kebutuhan Bahan  baku pangan, sehingga dapat menyerap lebih banyak hasil pertanian yang ada di petani. (IS/AR)

  • Polisi Baliem diharapkan dapat menjadi Alternative terbaik dalam membantu keamanan Jayawijaya

    Polisi Baliem diharapkan dapat menjadi Alternative terbaik dalam membantu keamanan Jayawijaya

    Wamena – Sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Program yang akan di lakukan dalam 100 hari kerja salah satunya adalah pembentukan Satuan Polisi Baliem (Polisi Adat), dimana Pemda Jayawijaya mengadakan pertemuan bersama perwakilan dari 40 Distrik Se-Kabupaten Jayawijaya , Senin (07 April 2025).

    Pertemuan yang dilaksanakan sore hingga malam hari tersebut membahas mengenai perekrutan satuan Polisi Baliem Kabupaten Jayawijaya, yang mana menurut Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Polisi Baliem ini bertugas menjaga keamanan dan ketertiban Kota wamena  yang tidak mengesampingkan tugas-tugas  dan kewajiban dari pihak Kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

    Perekrutan satuan polisi baliem diikuti oleh seluruh perwakilan dari 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    “Polisi Baliem akan diberikan pelatihan dan diberikan seragam khusus dan juga bertugas menjaga ketertiban dalam pemberantasan miras, Narkoba, dan Senjata Tajam” ucapnya.

    Perekrutan ini menurut Bupati Jayawijaya akan di ambil 2 orang dari tiap distrik dan di harapkan agar tiap distrik menyiapkan 2 orang terbaik untuk dikirimkan ke kota wamena untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban dari pagi,siang hingga malam hari.

    Selain itu, Atenius Murip juga mengatakan bahwa Pemda Jayawijaya akan mencoba melakukan gebrakan ini, apakah ada perbedaan  antara sebelum pembentukan polisi baliem dan sesudah adanya polisi baliem.

    Bupati Jayawijaya saat memberikan penjelasan kepada para wartawan usai melaksanakan sosialisasi perekrutan satuan polisi baliem

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Menurutnya, dengan adanya Polisi Baliem ini diharapkan dapat membantu dalam pengidentifikasian jika terjadi pencurian atau kejahatan lainnya, karena tiap distrik diyakini dapat mengenal ciri-ciri dari pelaku kejahatan tersebut.

    “Untuk pembagian tugas polisi baliem di harapkan dapat berbagi tugas dalam kekosongan jam dinas pihak keamanan dan satpol PP dan untuk pelatihannya akan berbeda dengan tentara atau kepolisian, tetapi tetap diutamakan menyiapkan fisik dan mental, baris berbaris, serta pembentukan karakter dan jiwa Korsa untuk menerima tanggung jawab sebagai polisi baliem.” tuturnya. (AgW/AR)

  • 15 Tahun tidak terawat, Rumah Jabatan Bupati Jayawijaya akan di Perbaiki

    15 Tahun tidak terawat, Rumah Jabatan Bupati Jayawijaya akan di Perbaiki

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H. bersama tim relawan kebersihan kota wamena melakukan pembersihan dan Doa bersama di Rumah mantan Bupati Jayawijaya David Hubi, Jumat 4 April 2025.

    Rumah Kediaman yang pernah ditinggali Mantan Bupati Jayawijaya David Hubi akan di rehap atau dibangun kembali menjadi Rumah Kediaman Bupati Pemda Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam kunjungan tersebut Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa kondisi bangunan ini sudah rusak berat dan halaman yang begitu luas tidak terpelihara, sehingga dengan adanya dukungan oleh keluarga Mantan Bupati Jayawijaya yakni adik dari Almarhum David Hubi dan Hamba Tuhan dari Jayapura melakukan Doa Bersama untuk memberkati Rumah yang menjadi Istana Kota Wamena atau kediaman Bupati Jayawijaya.

    “Dengan Doa Bersama ini, kami akan membersihkan, merapikan serta akan membangun kembali istana atau kediaman ini, jika kantor Bupati sudah berdiri dengan gagah maka Rumah Kediaman Bupati juga harus di bangun kembali” kata Atenius Murip, S.H,M.H.

    Menurutnya siapapun Bupati-Bupati selanjutnya dapat  menempati Rumah Negara ini atau Honai orang Lembah, maka dengan sangat prihatin kami mulai membersihkan dengan membabat rumput dan sampah-sampah yang ada di halaman kediaman ini.

    “Rumah kediaman ini sudah terbengkalai sejak ditempati oleh Almarhum David Hubi yang merupakan mantan Bupati Jayawijaya kurang lebih 15 tahun yang lalu” ucapnya.

    Di kesempatan itu, ibu Josephina Floriana Hubi yang merupakan adik dari Almarhum David Hubi mengatakan bahwa semua ini sudah terjadi dengan rencana Tuhan dan tidak ada unsur kesengajaan rumah kediaman ini dibiarkan, tetapi karena adanya sebuah insiden yang pernah terjadi dan tidak sejalannya keinginan Pemerintah, pemilik hak ulayat dan keluarga korban dalam penyelesaian masalah maka terkesan kediaman ini tidak diperhatikan, melainkan adanya miss komunikasi antara 3 pihak tersebut.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H dan istri dr. Idawati Waromi Murip dan keluarga Almarhum David Hubi

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Pemerintah sebelumnya sudah menyelesaikan masalah yang pernah terjadi, dan selanjutnya keluarga Almarhum David Hubi akan bertemu dengan Bupati Jayawijaya saat ini dan keluarga menyambut Bapak Atenius Murip, S.H,M.H untuk tinggal di kediaman ini” ucap ibu Josephina.

    “Kami sangat mendukung Pemda Jayawijaya akan membangun kembali kediaman ini karena rumah ini merupakan Rumah Negara, serta kami sangat mendukung Bupati Jayawijaya dan Wakil Bupati Jayawijaya yang merupakan anak asli daerah ini dapat membangun dan melayani Masyarakat Kabupaten Jayawijaya” ungkapnya. (AgW/AR)

  • PERSIGUBIN berhasil menang atas Toli FC di Liga 4 Papua Pegunungan

    PERSIGUBIN berhasil menang atas Toli FC di Liga 4 Papua Pegunungan

    Wamena – Final Kompetisi Liga 4 akhirnya berakhir dengan pertandingan antara Persigubin melawan Toli FC di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia, Kamis  3 April 2025.

    Pj. Gubernur Papua Pegunungan saat memberikan sambutan di pertandingan final Liga 4

    Foto : Istimewa

    Pertandingan Final di awali dengan pertandingan eksibisi antara Tim Asprov yg digaungi ketua Asprov Atenius Murip, S.H.,M.H bersama Bupati Pegubin Spei Yan Bidana bersama beberapa pemain ex persipura serta ex Persiwa dan Tim Pemprov di gaungi oleh Pj. Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP dan beberapa ex tim persiwa.

    Pj. Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA katakan Pertandingan ini merupakan kemenangan bersama dengan 8 Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

    “Mari jaga keamanan dan sportivitas serta kebersamaan dan kekeluargaan dalam Kompetisi Liga 4” Ucap Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA.

    Di saat yang sama, Ketua Asprov Papua Pegunungan Atenius Murip, S.H.,M.H memberikan apresiasi kepada  Askap Tolikara dan Askap Pegubin yang berhasil masuk dalam final Liga 4.

    “Selamat buat dua tim yang berhasil masuk final di Kompetisi Liga 4 ini antara Persigubin dan Toli FC” Ucap Ketua Asprov.

    Sempat di beberapa pertandingan babak penyisihan dilakukan tanpa penonton dan hanya bisa nonton di Youtube dan Videotron, ini karena  adanya insiden masuknya penonton kedalam lapangan pertandingan disaat Persikimo melawan Persigubin.

    Penyerahan hasil kemenangan Liga 4 Provinsi Papua Pegunungan  oleh ketua Asprov Atenius Murip, S.H.,M.H kepada pegurus PSSI pusat.

    Foto : Istimewa

    Tetapi saat semifinal, pertandingan kembali dapat di nonton secara langsung dengan beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh 8 Askap, salah satunya akan diberikan sanksi untuk di diskualifikasi dalam pertandingan serta Timnya akan dibekukan sementara.

    Dalam pertandingan Liga 4 ini di menangkan oleh  Persigubin, dibabak pertama masih bertahan  dengan Skors 0-0, kedua tim bersaing dengan bergantian menyerang tetapi tidak membuahkan hasil dan di babak kedua pertandingan semakin seru dengan saling serang dengan kecepatan penuh tetapi sampai menit terakhir masih berimbang 0-0, sehingga wasit memberikan tambahan waktu 2×7 menit tetap masih bertahan dengan skors 0-0.

    Persigubin saat merayakan kemenangan Liga 4 Papua Pegunungan

    Foto : Istimewa

    Pertandingan kembali dilanjutkan dengan tendangan  pinalti  hingga waktu menunjukkan 6 sore akhirnya Liga 4 dimenangkan oleh Persigubin dengan skors 4-1 atas Toli FC.

    Ketua Asprov Atenius Murip, S.H.,M.H mengatakan bahwa dengan berakhirnya pertandingan ini, bisa dilihat pemain-pemain yang bagus untuk dikumpulkan dan dilatih kembali agar bisa mewakili Provinsi Papua pegunungan di tingkat Nasional. (AgW/AR)

  • Pohon Cemara dan Pucuk Merah disiapkan untuk mempercantik Kota Wamena

    Pohon Cemara dan Pucuk Merah disiapkan untuk mempercantik Kota Wamena

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya akan menanam 1.000 pohon cemara dan pucuk merah untuk mempercantik Kota Wamena.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya Amos Asso mengatakan bahwa penanaman 1.000 pohon cemaran dan pucuk merah ini dilakukan di hampir seluruh tempat dan taman Kota Wamena.

    Pembersihan Taman Kota di pinggir Tugu Salib

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurut Amos Asso, 1.000 pohon yang akan ditanam itu, 500 pohon cemara dan 500 pucuk merah untuk mempercantik Kota Wamena.

    “Rencana penanaman 1.000 pohon merupakan program yang direncanakan untuk mendukung 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H dan Ronny Elopere, S.IP.,M.KP” Ucap Kadis DLH.

    Amos Asso menuturkan bahwa ada beberapa program yang dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya  salah satunya program penanaman 1.000 pohon.

    “Saat ini taman-taman Kota Wamena sementara dikerjakan oleh masyarakat asli Papua Pegunungan dari berbagai suku dan meskipun libur, masyarakat tetap bekerja mencabut atau membersihkan rumput di taman Kota Wamena untuk ditamani 1.000 pohon,” katanya.

    Taman kota yang berada di pinggir Tugu Salib siap di tanamin pohon cemara dan pucuk merah

    Foto : Agris Wistrijaya

    Kadis DLH Amos Asso juga mengatakan bahwa penanaman secara simbolis akan dilakukan oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.

    “Kami akan agendakan penanaman 1.000 pohon cemara dan pucuk merah oleh Bupati setelah libur lebaran dan untuk waktu libur ini masyarakat tetap  bekerja mencabut dan membersihkan tempat yang akan di tanamkan pohon” Ujarnya. (AgW/AR)

  • Peresmian Gedung dan Pelantikan Ketua LMA 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya

    Peresmian Gedung dan Pelantikan Ketua LMA 40 Distrik Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Acara Peresmian Gedung dan Pelantikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat 40 Distrik Se-Kabupaten Jayawijaya di hadiri langsung oleh Staf khusus Menhan Lenis Kogoya, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM dan Forkopimda Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (29/03/2025).

    Para Ketua LMA 40 Distrik  Kabupaten Jayawijaya yang dilantik bersamaan dengan Peresmian Kantor baru LMA Jayawijaya

    Foto : DMPK Jayawijaya

    Dalam  kesempatan itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP memberikan sambutan Bupati Jayawijaya dan memberikan Apresiasi atas selesainya Pembangunan Gedung Kantor LMA Jayawijaya yang telah secara resmi dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan LMA Di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP juga mengucapkan selamat kepada Ketua-Ketua LMA dari 40 Distrik Se-Kabupaten Jayawijaya yang juga di lantik dihari yang sama.

    Pada Kesempatan itu Wakil Bupati Jayawijaya menjelaskan tentang arti dan tugas dari LMA, dimana dikatakan bahwa Lembaga Masyarakat Adat (LMA) merupakan perangkat yang mengatur, mengurus dan menyelesaikan masalah kehidupan masyarakat berdasarkan adat istiadat serta Hukum Adat. 

    Menurutnya beberapa tugas LMA diantaranya adalah Membina, Melestarikan, serta Melindungi Budaya dan Adat Istiadat, Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan Adat Istiadat, Memimpin Ritual Adat dan Keagamaan, Memberikan Informasi Kepada Masyarakat terkait hal-hal yang berhubungan dengan Adat Istiadat, Memelihara Warisan Leluhur, Menjaga alam, Mengelola Hak Adat dan Harta benda kekerabatan Warga Adat, Serta Menyelesaikan Perselisihan yang menyangkut perkara Adat.

    “Dengan demikian Gedung Kantor LMA yang diresmikan ini merupakan milik seluruh masyarakat adat yang hidup di Kabupaten Jayawijaya dan dapat digunakan untuk segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan Adat Lembah Baliem” Ucap Wakil Bupati Jayawijaya.

    “Saya harap gedung Ini dapat dimanfaatkan dengan baik, serta dijaga dan dirawat, agar dapat digunakan untuk jangka waktu yang Lama oleh seluruh masyarakat adat di Jayawijaya” Ucapnya.

    Wakil Bupati Jayawijaya juga katakan bahwa LMA merupakan Mitra Kerja Pemerintah Daerah di Bidang Budaya dan Adat Istiadat seperti melaksanakan tugasnya dalam menjaga dan melestarikan Warisan Leluhur maupun menyelesaikan perselisihan yang menyangkut perkara adat.

    Peresmian Gedung Baru Kantor LMA Kabupaten Jayawijaya

    Foto : DMPK Jayawijaya

    “Saya berharap pengurus LMA Jayawijaya dapat Aktif dan bekerja keras agar dapat membantu masyarakat maupun Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan segala permasalahan Adat yang terjadi di masyarakat.

    Ronny Elopere, S.IP.,M.KP juga berpesan kepada para Ketua LMA Distrik yang diberi kepercayaan oleh seluruh masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan LMA Kabupaten untuk menyelesaikan segala permasalahan masyarakat di Distrik, dan selanjutnya diteruskan ke Kabupaten jika diperlukan.

    “Untuk itu saya harap Ketua LMA Distrik telah siap dan dapat langsung melaksanakan tugas dan tanggung jawab di Distrik masing-masing dengan menjaga dan melestarikan warisan Leluhur serta menyelesaikan segala permasalahan adat di Wilayah masing-masing” Katanya.

    Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengajak Lembaga Masyarakat Adat di Kabupaten Jayawijaya untuk tetap menjaga hubungan dan kesatuan antar pengurus dengan masyarakat hingga hubungan dengan Pemerintah Daerah.

    “Mari Bersama-sama membangun Kabupaten Jayawijaya ke arah yang lebih baik lagi, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai serta adat istiadat para leluhur. (AgW/AR)