Category: Berita

  • Pemda Jayawijaya Dirikan Posko, Masyarakat Bisa Segera Masukan Laporan

    Pemda Jayawijaya Dirikan Posko, Masyarakat Bisa Segera Masukan Laporan

    WAMENA – Setelah menetapkan Tanggap Darurat pada Sabtu 26 April 2025 lalu, Pemerintah Jayawijaya mendirikan Posko Satgas Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor, di halaman kantor Bupati Jayawijaya, di Wamena – Papua Pegunungan, Senin (28/04/2025).

    Selain posko pengaduan, juga didirikan dapur umum yang nantinya akan menyediakan makanan siap saji bagi para korban terdampak banjir dan longsor yang mengungsi.

    Edison Wetipo, Kepala BPBD Jayawijaya saat melakukan koordinasi bersama staf di posko satgas

    Foto : Vina Rumbewas

    “Setelah kita buka posko sejak sabtu hingga pagi hari ini ada 17 proposal (laporan) yang masuk,” ungkap Kepala BPBD Jayawijaya, Edison Wetipo, saat ditemui di posko.

    Edison bilang, rata-rata dari proposal masyarakat yang diterima di posko masyarakat melaporkan kondisi perumahan dan perkebunan mereka yang terendam banjir dan tertimbun longsor.

    “Kalau longsor laporan dari Distrik Tagime yakni jalan Wamena-Kelila terputus sehingga mengakibatkan lalu lintas terhambat,” bebernya.

    Dirinya berharap, masing-masing kepala distrik dan kepala kampung atau pun masyarakat terdampak dapat segera memasukan laporan sehingga bantuan dapat segera disalurkan.

    Dari 22 daerah terdampak, sebanyak 17 daerah telah memasukan laporan.

    “Jadi intinya kita tunggu teman-teman kepala distrik untuk membawa data,” ungkapnya.

    Sesuai SK Tanggap Darurat diberlakukan sejak tanggal 26 hingga 5 April, sehingga jika laporan telah diterima dan bantuan sembako sudah tersedia di gudang maka pihaknya akan segera menyalurkan bantuan ke titik-titk bencana. (VIN/AW)

  • Kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan disambut oleh ribuan masyarakat

    Kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan disambut oleh ribuan masyarakat

    Wamena – Kedatangan Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA., dan Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, S.E.,M.M., yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu, kini disambut oleh Ribuan masyarakat Papua Pegunungan di bandara wamena sore tadi,  Minggu 27 April 2025.

    Kedatangan Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (CH) Jhon Tabo, S.E.,M.BA., dan Wakil Gubernur Dr. Ones Pahabol, S.E.,M.M., di Bandara Wamena

    Foto : Pemprov Papua Pegunungan

    Dengan kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan ini sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat Papua Pegunungan, karena akhirnya untuk pertama kali Provinsi Papua Pegunungan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur defenitif periode 2025-2030.

    Penjemputan ini dihadiri oleh mantan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Periode 2023 – 2025, Dr. Velix Verando Wanggai, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep, Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. dan Rony Elopere, S.IP.,M.KP, Ketua DPRP Papua Pegunungan, Ketua MRPP serta jajaran FORKOPIMDA dan Kepala-Kepala OPD Pemprov Papua Pegunungan. 

    Prosesi adat menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Pertama di Provinsi Papua Pegunungan

    Foto : Pemprov Papua Pegunungan

    Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan ini di jemput secara adat dengan penampilan tarian khas Papua Pegunungan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pemimpin yang baru saja resmi menjabat.

    Masyarakat yang hadir sangat antusias berjumpa dan melihat secara langsung proses penyambutan secara adat kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur  yang pertama di Provinsi Papua Pegunungan.

    Usia prosesi penjemputan di bandara Wamena, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan diarak-arak  menggunakan kendaraan roda empat dan ribuan masyarakat berjalan kaki hingga menuju kediaman resmi Gubernur di Jalan Yos Sudarso. Hal ini dilakukan masyarakat sebagai bentuk dukungan serta harapan besar terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dalam memimpin Provinsi ini kedepan.

    Rencananya pada hari Senin, 28 April 2025 Gubernur dan wakil Gubernur  Provinsi Papua Pegunungan akan masuk Kantor sekaligus memimpin Apel Pagi untuk pertama kalinya. (AgW/AW)

  • Pemda Jayawijaya laksanakan Musrenbang RKPD dan RAP Otsus Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026

    Pemda Jayawijaya laksanakan Musrenbang RKPD dan RAP Otsus Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengadakan Musrenbang RKPD dan RAP Otsus Tahun 2026 yang dilaksanakan di Sasaa Wio Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis 24 April 2024.

    Dalam musrenbang tersebut hadir Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP, Wakil Ketua DPRD Jayawijaya, perwakilan Baperinda Provinsi Papua Pegunungan, Sekda Jayawijaya, dan seluruh Kepala-Kepala OPD beserta Forkopimda Jayawijaya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP M.KP., saat memberikan sambutan Musrenbang RKPD dan RAP Otsus Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP M.KP mengungkapkan bahwa berdasarkan UU Nomor 25 tahun 2004 tentang System Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi Pembangunan Daerah yang mengamanatkan pada setiap daerah harus melaksanakan musrenbang.

    “Musrenbang ini sebagai awal rencana kerja pemerintah daerah tahun 2006 serta sebagai dasar penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja tahun 2026”ucapnya.

    Ronny Elopere, S.IP M.KP sampaikan bahwa sebelumnya Pemda Jayawijaya telah mengadakan Forum Konsultasi publik yang merupakan penajaman target kinerja dan sasaran program, kegiatan dan sub kegiatan yang melibatkan seluruh OPD.

    Wakil Bupati Jayawijaya saat membuka kegiatan musrenbang Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Untuk itu, Wabup Jayawijaya mengatakan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026 tidak hanya melaksanakan program dan kegiatan tetapi juga melaksanakan kebutuhan, aspirasi dan harapan masyarakat.

    “Jadi keterlibatan semua pemangku kepentingan sangat penting dalam mendukung prioritas nasional, Provinsi Papua Pegunungan dan Prioritas Kabupaten Jayawijaya serta isu-isu strategis di Kabupaten Jayawijaya” ungkapnya.

    Melalui thema RKPD tahun 2026 yakni Peningkatan kualitas masyarakat dan peningkatan ekonomi yang inkusif, maka Wabup Jayawijaya jelaskan tujuan dari RKPD tahun 2026 yakni untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat meliputi meningkatkan kualitas dan aksebilitas pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,pemberdayaan ekonomi rakyat, peningkatan kapasitas Pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya, meningkatkan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan, serta meningkatkan ketertiban dan kenyamanan masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang berkeadaban.

    Dengan tujuan tersebut, Ronny Elopere, S.IP M.KP mengajak semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Jayawijaya untuk memberikan pandangan, masukan serta rekomendasi yang konstruktif.

    “Dengan adanya musyawarah ini memberi kesempatan untuk kita menyelaraskan prioritas pembangunan dengan kebutuhan masyarakat dan memastikan setiap program dan kegiatan yang direncanakan memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Ia juga berharap agar program dan kegiatan tahun 2026 nantinya dapat menurunkan angka stunting, kemiskinan ekstrim, dan inflansi. Untuk itu, Wabup berharap seluruh OPD dapat bekerja secara maksimal menggunakan sumber daya yang ada hingga mencapai target yang diharapkan.

    Pada kesempatan itu juga, Wabup Jayawijaya menjelaskan tentang pelaksanaan musrenbang otonomi khusus dalam melihat setiap program, kegiatan dan sub kegiatan yang mengacu pada indikator otsus yaitu Papua cerdas, Papua sehat dan Papua Produktif.

    “Saya harap untuk musrenbang otsus ini, seluruh pimpinan OPD dapat melihat persoalan yang ada di masyarakat orang asli papua terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga program yang di usulkan itu adalah program yang dapat menjawab permasalahan masyarakat OAP,”jelasnya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP,M.KP,  bersama Wakil Ketua DPRD Jayawijaya, perwakilan Bappeda Provinsi Papua Pegunungan, Sekda Jayawijaya, kepala Bapedda beserta Forkopimda Jayawijaya.

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Saya harap kepada OPD untuk dapat menghindari belanja operasional kantor dan dana yang akan dianggarkan itu diupayakan tepat sasaran” ucapnya.

    Wabup juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya dari tahun ke tahun semakin berat, seperti kemampuan dalam pendanaan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya tidak dapat dilakukan secara serentak, melainkan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

    Dikesempatan itu juga, Kepala Bapedda Kabupaten Jayawijaya Ludya E. Logo mengatakan bahwa Penyusunan dokumen RKPD tahun 2026 telah melewati beberapa rangkaian yaitu tahapan persiapan, Penginputan Pokir Dewan, Penginputan usulan Masyarakat distrik melalui musrenbang distrik, penginputan melalui aplikasi SIPD, dan melakukan konsultasi publik serta melaksanakan forum perangkat daerah.

    “Untuk itu Tujuan musrenbang ini adalah  menerima masukan dan saran dalam penyusunan rancangan RKPD terkait dengan masalah pembangunan, prioritas pembangunan dan keselarasan dokumen perencanaan antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi” Tuturnya. (AgW/AW)

  • Tanggap Bencara Banjir, Wakil Bupati Minta Warga Asologaima Buka Palang Jalan

    Tanggap Bencara Banjir, Wakil Bupati Minta Warga Asologaima Buka Palang Jalan

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere S.IP.,M.KP mendatangi Distrik Asologaima yang dipalang oleh warga yang terkena dampak banjir, Kamis (24/04/2025).

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere S.IP.,M.KP bertemu dengan warga Distrik Asologaima

    Foto : Imanuel Sawaki

    Curah hujan yang terjadi selama beberapa waktu di Kabupaten Jayawijaya membuat beberapa titik lokasi yang ada di sekitar Kota Wamena mengalami banjir akibat luapan air yang tinggi, sehingga hal ini juga berdampak pada Distrik Asologaima yang terkena luapan banjir sehingga mengakibatkan rumah warga terkena banjir.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP saat  mendatangi lokasi pemalangan yang dilakukan oleh warga Distrik Asologaima menggunakan Pohon meminta warga masyarakt agar dapat memindahkan pohon tersebut karena menghalangi Lalu Lintas Umum antar Kabupaten.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa  dirinya telah merencanakan untuk melakukan Normalisasi kali yang ada di Asologaima yang menjadi penyebap banjir yang terjadi sehingga diharapkan tada tahun anggaran 2026 normalisasi kali dapat terlaksana. (IS/AW)

    Warga saat membesihkan pohon yang menghalangi jalan

    Foto : Imanuel Sawaki

  • Banjir dan Longsor Landa Jayawijaya, Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Banjir dan Longsor Landa Jayawijaya, Pemda Tetapkan Status Tanggap Darurat

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya resmi menetapkan status Tanggap Darurat, pasca banjir parah yang terjadi 22 wilayah di daerah itu, dan status ini akan berlangsung selama 14 hari.

    Banjir terparah terjadi pada Jumat 25 April, akibat hujan deras yang mengguyur sejak pukul 15.00 WIT hingga tengah malam.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H bersama Tim Satgas saat menyusuri kali baliem menggunakan Speedboat

    Foto : Istimewa

    Penetapan status tanggap darurat ini ditetapkan  setelah dilakukan rapat bersama para pimpinan OPD dan staf, BMKG, BASARNAS, para tokoh agama, para kepala distrik dan kepala kampung di Jayawijaya.

    “Kami melakukan rapat untuk menetukan status kabupaten, ini sudah terjadi bencana daerah dan dibentuk satgas penanggulangan bencana mulai hari ini,” ungkap Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H usai memimpin rapat penetapan tanggap darurat, yang berlangsung di ruang rapat Bupati, Sabtu (26/04/25).

    Akibat curah hujan yang tingga selama bulan April ini air sungai Baliem meluap hingga menenggelamkan perkebunan dan Honai (rumah) warga yang ada disekitar pinggiran sungai, dan telah terjadi sejak tanggal 10 April lalu, namun yang terparah terjadi pada pada Jumat 25 April lalu.

    Intensitas hujan yang tinggi juga menimbulkan longsor dibeberapa titik di daerah Jayawijaya.

    “Jumlah pasti berapa desa atau kampung, korban jiwa dan lain-lain belum dipastikan, ini baru pendataan karena memang medan sulit, akses jalan sebagian terputus oleh banjir,” katanya.

    Untuk mempercepat pendataan, bupati memerintahkan para kepala distrik dan kepala kampung untuk segera memasukan laporan yang dapat dilakukan melalui layanan whatsapp.

    “Akibat banjir pemda segera menetapkan tanggap darurat mulai hari ini, untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan bencana dengan membentuk satgas,” bebernya.

    Tambah Bupati, dari 22 daerah yang terdampak, baru sebanyak 6 lokasi yang berhasil terdata mengingat terputusnya jalan penghubung akibat banjir dan longsor.

    “Setelah pembentukan satgas kemungkinan nanti kita akan buka dapur umum, kita akan umumkan bencana daerah, lalu membentuk satgas,” bebernya.

    Lanjut bupati, selain pendirian dapur umum pemda juga akan memberikan bantuan bahan pangan kering namun tentu akan dilakukan pendataan terlebih dahulu.

    “Koordinir pemberian bantuan baik itu membuka dapur umum jika berdasarkan data itu memang perlu kita lakukan itu, atau memberikan sembako bahan mentah jika itu di daerah-daerah yang bisa dilakukan untuk pendistribusian,” jelasnya.

    Sementara itu terkait pembagian tugas antara Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kata Murib pihaknya akan melakukan koordinasi, dan pembagian tugas akan dilakukan berdasarkan temuan data di lapangan.

    “Pembagian tugas akan dilakukan berdasarkan apa yang ditemukan di lapangan, kita tunjukan status apakah bencana daerah kabupaten, provinsi, atau nasional. Nanti kita lihat apa yang bisa dilakukan kerjasama,” paparnya.

    Usai memimpin rapat dan menggelar jumpa pers, bupati Jayawijaya bersama tim bergerak menuju titik-titik terparah banjir dengan menyusuri sungai Baliem menggunakan perahu karet. Yang mana perjalanan dimulai dari, Asotipo, Asolokobal, Maima, Wouma bawah, Wesaput, Walelagama, Hubikiak, Musatfak, Witawaya, Kurulu  dan Yalengga. (VIN/AW)

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Baru Pos PI Hepuba oleh Bupati Jayawijaya

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Baru Pos PI Hepuba oleh Bupati Jayawijaya

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Baru Pos PI Hepuba Distrik Asotipo, Minggu 20 April 2025.

    Dalam moment tersebut, Atenius Murip, S.H.,M.H memberikan apresiasi kepada Jemaat Gereja Pos PI dalam pelaksanaan peletakan batu pertama, hal ini menandakan keseriusan, kesiapan dan wujud kerinduan warga jemaat POS PI Hepuba untuk memiliki Rumah Ibadah Sendiri yang lebih besar dan dapat digunakan sebagai tempat beribadah dan kegiatan rohani lainnya.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H saat memberikan sambutan serta ikut menyanyikan puji-pujian di Ibadah Peletakan batu pertama gereja Pos PI Hepuba

    Foto : Protokoler Jayawijaya

    Acara peletakan batu pertama tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-71 masuknya Injil ke Lembah Baliem, sehingga Bupati Jayawijaya turut memperingati hari Injil masuk Lembah Baliem bersama seluruh Jemaat Pos PI Hepuba.

    “Semoga momen ini menjadi waktu dan kesempatan bagi seluruh warga Gereja di Lembah Baliem untuk mengevaluasi diri, apakah lembah baliem sudah benar-benar mencapai hasil yang dicita-citakan oleh para misionaris,”ungkapnya.

     

    Dalam sambutannya, Bupati Jayawijaya ungkapkan bahwa Peletakan batu pertama tersebut merupakan salah satu simbol harapan jemaat untuk memiliki satu bangunan gedung gereja yang representative.

    Peletakan batu pertama Gedung gereja Pos PI Hepuba oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H

    Foto : Protokoler Jayawijaya

    “Makna yang terkandung dalam acara ini adalah kebersamaan, persaudaraan dan solidaritas, makna ini sangatlah postif ketika orang-orang mempunyai niat tulus untuk membangun Rumah Tuhan sebagai wadah berhimpun Jemaat Kristen untuk memuji dan memuliakan Tuhan dan mengoptimalkan Peran Gereja sebagai sarana pembinaan umat” ucapnya.

    Bupati Jayawijaya mengajak seluruh jemaat untuk bekerja sama membantu panitia pembangunan dalam menyelesaiakan proses pembangunan hingga selesai serta pesan bagi jemaat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang dapat menghancurkan kebersamaan.

    “Perbedaan pendapat jangan menjadi alasan untuk tidak harmonis, saya harap sekiranya dalam Pembangunan Gedung Gereja ini dapat mengedepankan kebersamaan hidup jemaat” tuturnya.

    Dikesempatan itu juga, Atenius Murip, S.H.,M.H memberi apresiasi kepada Hamba-hamba Tuhan, para misionaris, penginjil serta guru-guru jemaat yang sejak tahun 1954 hingga saat ini masih tetap semangat dan berjuang keras dalam meneruskan cita-cita para misionaris untuk menyapaikan injil ke seluruh masyarakat di lembah baliem.

    “Saya mengajak kepada seluruh warga denominasi gereja yang ada dilembah baliem untuk mensyukuri dan mengharagi perjuangan serta kerja keras dari para Hamba Tuhan dan pelayan jemaat dengan taat dan setia mengikuti kegiatan-kegiatan rohani di setiap gereja masing-masing sehingga dapat menjadi gaya hidup dan dapat dipalikasikan dikehidupan sehari-hari”pungkasnya. (AgW/AW)

  • Jemaat GKII Hitigima melaksanakan Ibadah HUT PI ke -71

    Jemaat GKII Hitigima melaksanakan Ibadah HUT PI ke -71

    Dalam memperingati HUT Pekabaran Injil ke 71 Ratusan jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Baliem Selatan Hitigima mengadakan ibadah bersama, Minggu 20 April 2025.

    Dalam perayaan tersebut hadir Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H. dan beberapa pimpinan OPD Kabupaten Jayawijaya serta Forkopimda Kabupaten Jayawijaya.

    Doa Bersama hamba-hamba Tuhan dengan anak kandung misionaris pertama yang membawa Injil masuk ke Lembah Baliem

    Foto : Istimewa

    Dalam Kesempatan tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H katakan bahwa momentum Perayaan PI masuk Lembah Baliem merupakan sesuatu yang sangat sakral bagi masyarakat di daerah ini yang perlu dihayati dengan baik dan dipahami baik oleh pengurus gereja maupun generasi muda sehingga kader-kader GKII akan dapat berkembang dan membangun daerah ini,” katanya.

    Sambutan  Bupati Jayawijaya di ibadah HUT PI ke 71

    Foto : Istimewa

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H ungkapkan bahwa perayaan PI masih ada yang melaksanakannya di beberapa tempat lainnya dan ini tidak boleh lagi terjadi ke depan.

    “Kami telah putuskan bahwa perayaan PI masuk ke Lembah Baliem diperingati  tanggal 20 April setiap tahunnya dan mulai tahun 2026 perayaan PI harus diperingati satu kali atau difokuskan di satu tempat,” pungkasnya.

    Atenius Murip, S.H.,M.H juga katakan bahwa perayaan PI masuk ke Lembah Baliem sangat spesial karena momentumnya bersamaan dengan peringatan hari Paskah dan di hari minggu.

    “Momen ini sangat langka dan memang tidak pernah terjadi, sebagai umat Tuhan hal ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga momen ini dapat terjadi saat ini,” ungkapnya.

    Ratusan Jemaat GKII Hitigima hadir mengikuti ibadah HUT PI ke -71

    Foto : Istimewa

    Bupati Jayawijaya harap ke depannya banyak kader-kader GKII berkembang, bertumbuh di bidang kerohanian maupun pendidikan.

    “diharapkan untuk tokoh-tokoh intelektual GKII di Papua Pegunungan ini dapat sama-sama berpikir untuk masa depan generasi muda Gereja ini ke depan, sebab masa depan Gereja ini sangat penting dan itu berada di pundak bapak dan ibu tokoh-tokoh intelektual,” ujarnya.

    Di kesempatan itu juga Pelaksana Tugas Ketua GKII Wilayah IV Papua Pegunungan Pdt Marthen Asso mengatakan perayaan PI setiap tahun diselenggarakan oleh warga jemaat GKII di Kabupaten Jayawijaya dan 7 kabupaten lain di Papua Pegunungan.

    “Sangat diharapkan tahun depan perayaan PI dapat dilaksanakan atau dipusatkan di satu lokasi dan diperingati pada 20 April setiap tahunnya dan jangan  ada lagi perayaan yang dilakukan di berbagai tempat,” katanya.

    Pdt. Marthen Asso juga katakan misi GKII adalah dapat menjangkau semua warga yang belum tersentuh pelayanan sehingga dapat membawa mereka dari “alam kegelapan, ke alam terang benderang”, maka diharapkan pelayanan Gereja dapat menjangkau ke setiap pelosok daerah di Papua Pegunungan sehingga warganya dapat mengenal Yesus sebagai Tuhan Jurus Selamat,” jelasnya.

    Sementara itu anak kandung misionaris pertama yang membawa Injil masuk ke Lembah Baliem Pdt. Tod Adam yang juga hadir bersama-sama merayakan HUT PI katakan bahwa dengan momentum perayaan PI ke-71 Injil Kristus harus disebarkan di seluruh dunia termasuk Papua.

    “saat ini sudah banyak penginjil yang dari Papua yang membawa berita keselamatan Yesus Kristus ke daerah maupun ke luar negeri, hal ini sesuai  amanat agung Tuhan dengan tugas mulai penyebaran Injil harus terus dilakukan dari penginjil pertama hingga saat ini,” ucapnya.

    Pdt. Tod Adam juga meyakini bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui ada keselamatan di dalam Yesus Kristus, maka tugas penginjilan terus dilakukan. (AgW/AW)

  • Kantor Disdukcapil di palang terkait pembatasan antrian

    Kantor Disdukcapil di palang terkait pembatasan antrian

    WAMENA – Kantor Dinas Dukcapil dipalang oleh masyarakat yang akan mengurus pembuatan data kependudukan, dengan aksi spontan yang dilakukan itu memprotes kebijkan dari Disdukcapil, selasa, 15 April 2025.

    Masyarakat Kota Wamena geram dengan pelayanan yang di lakukan oleh Disdukcapil, hal ini dikarenakan pelayanan yang tidak optimal dengan adanya pembatasan pelayanan hanya 20 orang dalam sehari.

    Aksi Protes masyarakat terkait pembatasan antrian di Dinas Dukcapil Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Masyarakat merasa dengan pembatasan pelayanan ini dinilai tidak efektif dan merugikan masyarakat yang akan menurus data kependudukan.

    Salah satu masyarakat yang geram katakan petugas Disdukcapil membatasi nomor antrian dan ia harap Pemda Jayawijaya tetap membuka ruang untuk pelayanan sampai sore sesuai dengan jam kerja yang sudah ditentukan Pemerintah.

    Mereka juga kecewa lantaran siswa-siswa yang akan mengikuti ujian Nasional membutuhkan Dokumen kependudukan tetapi Disdukcapil hanya memberikan batasan 20 orang perhari.

    “Kami harap Disdukcapil dapat memberikan pelayanan normal seperti biasanya dengan tidak membatasi nomor antrian”ucap salah satu warga.

    Kadis Dukcapil Kenius Tabuni saat memberikan penjelasan kepada masyarakat

    Foto : Istimewa

    Disamping itu, Kadis Dukcapil Kenius Tabuni, S.H mengatakan karena banyaknya pelajar dan masyarakat yang juga mengurus data kependudukan maka antrian dibatasi dan pihaknya akan mengutamakan dalam melayani khusus pelajar sampai dengan hari kamis.

    “untuk pelayanan bagi anak sekolah kami memang akan utamakan dan akan memberikan pelayanan khusus untuk mereka mulai hari selasa hingga hari kamis”tutur Kadis Dukcapil. (AgW/AR)

  • Pemda Jayawijaya memulangkan penjual miras ke kampung halamannya

    Pemda Jayawijaya memulangkan penjual miras ke kampung halamannya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memulangkan penjual miras yang beberapa waktu lalu ditangkap di daerah Potikelek.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama ketua LMA, para pimpinan OPD terkait dan Theo Hesegem aktivis HAM Papua yang juga ketua tim pemberantasan Miras Sajam dan penyakit sosial beserta Forkopimda Jayawijaya berkumpul untuk memulangkan Pelaku penjual miras di bandara Wamena, Sabtu 12 April 2025.

    Penandangan surat pernyataan oleh pelaku penjualan miras

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP mengatakan bahwa sesuai dengan instruksi Bupati Nomor 100.3.3.2/300.5.6/571/2025 tentang pembentukan dan penetapan tim gabungan pengawasan minuman beralkohol, narkoba, psikotropika dan Zat adiktif lainnya serta senjata tajam  di Kabupaten Jayawijaya dan Perda 12 tahun 2017 tentang pemberantasan miras,  maka pelaku penjualan miras ini akan di tertipkan.

    “Sebenarnya kami sangat sayang untuk memulangkan bapak/ibu ini, tetapi karena ulah 1-2 orang bisa merugikan banyak orang, sehingga dengan berat hati kami akan memulangkan mereka, tetapi kami mohon untuk tidak kembali lagi ke daerah ini karena dengan menjual minuman keras akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat lainnya” Ujar Wabup.

    Penandatanganan surat pernyataan oleh Ketua Ikatan Kawanua Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Wabup mengimbau kepada masyarakat yang masih menjual minuman keras untuk segera dihentikan dan memilih usaha lain yang halal dan yang positif.

    Disamping itu, ketua tim pemberantasan Miras Sajam dan penyakit sosial beserta Theo Hesegem aktivis HAM Papua yang juga mengatakan selalu mendukung pemda Jayawijaya yang sudah mengeluarkan perda dan perbup tentang pemberantasan miras dan narkoba yan harus diberlakukan.

    “Ini menjadi langkah maju dan diharapkan akan terus dilakukan, sebenarnya pelaku penjualan miras yang dipulangkan ini mempunyai hak untuk tinggal disini, tetap karena cara dan perbuatan mereka yang salah maka harus ditertibkan, ” Ucapnya.

    “Diharapkan pelaku ini tidak kembali lagi kesini dan siapapun yang melakukan penjualan miras dan narkoba akan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku, baik OAP maupun Non OAP tidak akan diperlukan secara diskriminasi, semua akan diperlukan sama, “tegasnya.

    Menurut Theo Hesegem, dampak dari minuman keras ini menimbulkan kekacuan, perang suku, kekerasan dalam rumah tangga dan pembunuhan.

    Wabup Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP saat memberikan pernyataan dan didampingi oleh Theo hesegem sebagai ketua tim pemberantas miras beserta kedua pelaku suami istri untuk dipulangkan ke kampung halaman

    Foto : Agris Wistrijaya

    “Kami ingin mengembalikan Kota Wamena penuh dengan kenyamanan dan semua warga punya hak untuk menjalani hidup dengan nyaman di kota ini., tuturnya.

    Terkait penjualan minuman keras ini, tidak ada toleransi walaupun pihak keamanan yang melakukan, tetap akan kami laporkan  kepimpinannya yang lebih tinggi yakni Kapolda. (AgW/AR)

  • Picu Banjir, Pemda Jayawijaya Akan Tertibkan Rumah Warga Hingga Cek IMB

    Picu Banjir, Pemda Jayawijaya Akan Tertibkan Rumah Warga Hingga Cek IMB

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, meminta warga masyarakat yang telah membangun rumah diatas saluran air untuk dengan kesadaran dapat memindahkan bangunannya.

    Hal ini disampaikannya setelah meninjau langsung beberapa titik banjir yang terjadi di kota Wamena dan mendapati banyak saluran air yang dialih fungsikan.

    “Tadi ada beberapa bangunan yang kami temui dibangun di atas saluran air, kami minta kesadaran warga karena mulai besok kami akan tertibkan. Kami akan cek IMBnya, karena ini merugikan banyak orang,” tegasnya.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama pimpinan OPD terkait saat turun langsung meninjau beberapa lokasi banjir di kota Wamena, Kamis (10/04/24).

    Foto : Kominfo Jayawijaya

    Tahun ini kata Ronny Elopere, S.IP.,M.KP, normalisasi sementara akan dilakukan menggunakan alat berat, sehingga rumah-rumah warga yang dibangun diatas saluran air akan akan dibongkar.

    “Tahun ini kami normalisasi pakai alat berat dulu, rumah-rumah yang dibangun diatas saluran air mungkin akan diminta untuk dibongkar, ada yang tersumbat akan diperbaiki,” ungkapnya.

    Untuk diketahui, banjir yang terjadi pada Rabu (09/04/25) sore hingga Kamis dini hari sempat melumpuhkan aktifitas kota Wamena karena terjadi pemalangan di beberapa titik kota yang dilakukan oleh warga terdampak banjir.

    Beberapa tahun belakangan Kota Wamena menjadi bulan-bulanan banjir saat terjadi musim penghujan, akibat pembangunan perumahan yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar, mengingat kota Wamena dilintasi beberapa aliran sungai kecil, untuk itu Pemda Jayawijaya berencana akan melakukan normalisasi pada tahun 2026 mendatang.

    “Saya minta masyarakat Jayawijaya punya kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan Pemerintah karena sampah yang menumpuk mengakibatkan penyumbatan pada saluran-saluran air, mohon kesadaran semua masyarakat Jayawijaya dan dalam pertemuan kami akan bahas normalisasi kali-kali,” pungkasnya. (VIN/AR)