Category: Berita

  • Bantuan Logistik  Tenda dari Pemprov Papua Pegunungan untuk 8 Kabupaten

    Bantuan Logistik Tenda dari Pemprov Papua Pegunungan untuk 8 Kabupaten

    Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja memberikan Bantuan tenda bencana kepada 8 Kabupaten Daerah.

    Bantuan Tenda bencana ini diserahkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Pegunungan Petrus Mahuse, AP.,M.Si dan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Papua Pegunungan Yanius Telenggen, Kamis (27/03/25).

    Penyerahan logistik Tenda dari BPBD Provinsi Papua ke 8 Kabupaten yg ada di Papua Pegunungan, salah satunya Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Pegunungan Petrus Mahuse AP.,M.Si mengatakan bantuan tenda ini merupakan janji tahun lalu oleh Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja pada saat penyerahan bantuan yang dilakukan Pj. Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.PA.

    “Saat ini beliau wujud nyatakan yang sudah dijanjikan tahun lalu dengan pemberian tenda bencana kepada Pemerintah Daerah  8 Kabupaten” Ucapnya.

    “Semoga tenda bencana yang diserahkan saat ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam pelayanan kepada masyarakat” Katanya.

    Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Pegunungan Petrus Mahuse AP.,M.Si dan Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Yanius Telenggen saat  penyerahkan tenda bencana secara simbolis kepada dua perwakilan dari 8 Kabupaten

    Foto : Pemda Jayawijaya

    Petrus Mahuse, AP.,M.Si katakan bahwa Pemerintah Provinsi berharap tenda ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagaimana peruntukannya sehingga masyarakat dapat terlayani.

    “Tenda bencana satu unit seperti ini memang kurang kalau menampung masyarakat yang terkena musibah dalam jumlah banyak, tetapi Kami berharap ke depan tenda seperti ini bisa dibantu lagi kepada Pemerintah 8 Kabupaten sehingga pada saat musibah bisa menampung masyarakat dalam jumlah banyak” Ujarnya.

    Di saat yang sama, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Yanius Telenggen katakan tenda bencana ini merupakan pengadaan tahun 2024 yang baru direalisasikan saat ini.

    Yanius Telenggen juga menjelaskan bahwa Jumlah tenda bencana ada 8 unit  dan akan dibagi ke setiap Pemerintah Kabupaten di Papua Pegunungan untuk dioptimalkan dalam berbagai situasi terkhususnya bencana, kebakaran, kegiatan Gereja dan kegiatan lainnya.

    “Saat ini perlengkapan tenda bencana sengaja dipasang agar dapat memastikan bahwa tidak ada kekurangan apapun dan ketika dibawa ke daerah kemudian terjadi kekurangan maka itu bukan menjadi tanggung jawab kami, karena bapak dan ibu bisa lihat 8 tenda terpasang dan tidak ada kekurangan satu apapun,” katanya.

    Selain itu, Yanius Telenggen juga meminta kepada setiap perwakilan yang membawa tenda bencana ke 8 Kabupaten supaya dilaporkan kepada Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja kalau barang ini telah sampai dengan aman.

    “Di harapkan kerja samanya dan tanggungjawab nya dalam mengelola tenda bencana ini dan dapat diharapkan tenda ini bisa sampai dengan aman di lokasi (Kabupaten) dan segera membuat laporan sehingga menjadi bahan laporan pertanggungjawaban” Tuturnya.

    Dari segi penggunaan, tenda bencana ini dapat  diperuntukkan jika terjadi dampak bencana seperti kebakaran. Seperti contohnya di Kabupate Lanny Jaya yang mengalami kebakaran dan masyarakat masih mengungsi, tenda ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan tempat perlindungan awal ” Jelasnya.

    Pemprov Papua Pegunungan juga berharap tenda bencana ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat 8 Kabupaten baik itu musibah maupun berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lain. (AgW/AR)

  • Atasi masalah di lokasi TPA Pisugi, DLH anggarkan Dana 100 juta

    Atasi masalah di lokasi TPA Pisugi, DLH anggarkan Dana 100 juta

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya menganggarkan Rp100 juta untuk menimbun lokasi tempat pembuangan akhir atau TPA Pisugi, Rabu (26/03/25).

    Amos Asso selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya  katakan alokasi anggaran tersebut untuk membantu petugas kebersihan dalam membuang sampah.

    Lokasi TPA Pisugi

    Foto : Istimewa

    “Anggaran ini untuk membantu kerja petugas di lapangan, sebab lokasi TPA Pisugi ini di musim hujan para pengangkutan truk sampah mengalami kesusahan dikarenakan kondisi jalan yang pecek”ucapnya.

    Menurut Amos pihaknya sudah mengusulkan agar lokasi TPA diaspal supaya truk mudah bergerak di dalam lokasi. Apalagi truk yang digunakan belum dilengkapi dengan kekuatan berputar roda depan belakang atau double gardan.

    “Kalau boleh jujur lokasi TPA Pisugi sangat tidak layak dalam hal lokasinya yang masih dari tanah” Katanya.

    Kepala DLH juga katakan bahwa total sampah yang dihasilkan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya ini setiap harinya 70 ton.

    “Dibutuhkan penanganan yang lebih optimal dalam beberapa lokasi TPA, terutama TPA Pisugi yang jumlah sampahnya semakin banyak” Ucapnya.

    Selain itu, Amos asso berharap agar lokasi TPA Pisugi segera diaspal secara permanen sehingga memudahkan petugas dalam bekerja.

    “Kalau musim hujan jalanan masuk lokasi TPA pecek, sehingga mobil truk pengangkutan sampah akan membuang sampah di pinggir jalan, akibatnya masyarakat yang akan kesusahan karena jalan menjadi bau dengan sampah,” tutupnya. (AgW/AW)

  • Aksi Protes tentang Hasil Penetapan Anggota DPRK Kabupaten Jayawijaya

    Aksi Protes tentang Hasil Penetapan Anggota DPRK Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Para Peserta Seleksi Anggota DPRK Kabupaten Jayawijaya mengadakan aksi protes kepada Pemda Jayawijaya terkait hasil penetapan anggota DPRK Kabupaten Jayawijaya  tanggal 17 Maret yang lalu. Aksi protes ini dilakukan di depan Kantor Bupati dan berlanjut di Aula Sasana Wio, Selasa (25/03/2025).

    Beberapa Tuntutan para pendemo yang tergabung dalam 5 wilayah adat

    Foto : Agris Wistrijaya

    Menurut para pendemo Pansel DPRK Kabupaten Jayawijaya di nilai tidak professional dan terbuka dalam perekrutan Calon DPRK sehingga para peserta lainnya merasa dikorbankan demi kepentingan Pansel.

    Beberapa tuntutan dari pendemo diantaranya, ada 3 Nama di wilayah Omarekma muncul tiba-tiba di 5 Besar, kemudian ada calon di Wilayah WIO yang lolos dari calon DPR Periode 2024-2029, ada pula nama yang di acak dari Pansel dari wilayah adat yang satu ke wilayah adat yang lain, dan nama-nama yang lolos tidak ada indikator atau nilai tes tertulis, wawancara dan makalah.

    Selain itu Peserta Seleksi DPRK Kabupaten Jayawijaya yang tergabung dalam 5 Wilayah Adat ini juga meminta kepada Bupati Jayawijaya untuk segera membatalkan SK Penetapan Pansel DPRK Nomor : 033/PANSEL/DPRK/JWY/2025 tanggal 17 Maret 2025.

     

    “Kami menduga ada beberapa pansel yang berkerja tidak professional, kita boleh di gugurkan jika ada indikator nilai, tetapi nilai tersebut tidak ditunjukkan oleh Pansel, berbeda dengan Kabupaten Lain yang netralitas menunjukkan nilai”ungkap salah satu pendemo.

    Salah satu pendemo juga merasa kecewa karena menduga Pansel memanipulasi data dan yang lolos sebagai anggota DPRK di nilai berdasarkan kedekatan atau keluarga.

    Penyerahan aspirasi para pendemo kepada Ketua Pansel DPRK Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    “dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya perlu di tinjau ulang mengenai SK Pansel, dibatalkan dan angkat Pansel yang netral” ucap salah satu pendemo.

    Di lain sisi ada juga pendemo yang menanyakan apakah hasil dari penetapan DPRK ini sudah ada kesepakatan dengan lembaga Adat, Kesbangpol, dan Lembaga lainnya yang berkaitan dengan pemilihan Pansel.

    Untuk menjawab tuntutan dari para pendemo, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP mengatakan bahwa kami tidak bisa mengintervensi Tim Pansel, karena mereka sudah diberi kepercayaan untuk proses Seleksi DPRK Kabupaten Jayawijaya, Kami hanya bisa memberikan nasehat dan masukkan saja, selain itu adalah wewenang Pansel.

    ”Saya ingatkan untuk kita semua bahwa kursi DPRK Kabupaten Jayawijaya itu hanya 8 kursi dan dibagi perwilayah, kalau semua menuntut untuk lolos tidak akan ada solusinya” ucap Wakil Bupati Jayawijaya.

    Menurut Wakil Bupati Jayawijaya bahwa Tim Pansel memiliki kewenangan penuh  dalam proses seleksi DPRK dan Pemda Jayawijaya tidak bisa mengintervensi Pansel, selain itu  proses ini juga merupakan ranah Provinsi karena SK Pansel berasal dari Provinsi Papua Pegunungan.

    Pada kesempatan itu, Ketua Pansel DPRK Kabupaten Jayawijaya Lekius Jikwa menjelaskan bahwa proses tahapan demi tahapan sudah dilakukan sesuai prosedur  mulai dari administrasi, tes tertulis, wawancara dan Pembuatan Makalah.

    Ketua Pansel DPRK Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    “untuk ketidakpuasan dalam indikator nilai yang memang kami tidak munculkan, sehingga akan ada perbaikan” kata Lekius Jikwa.

    Ketua Pansel juga mengatakan dari 5 anggota tim Pansel sudah melaksanakan tahapan demi tahapan mulai dari pleno pertama, kedua hingga ketiga sudah ditetapkan sesuai dengan SK dari Pj. Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan dilaporkan kepada Panpil Provinsi Papua Pegunungan untuk di tindak lanjuti.

    Menurut Ketua Pansel, ada sedikit kekeliruan tentang penetapan nama wilayah adat yang dipersoalkan tetapi akan ada perbaikan, namun ditegaskannya bahwa apapun yang sudah diputuskan oleh Pansel Tidak bisa dirubah lagi, tanpa kepentingan apapun. (AgW/AW)

  • Wakil Bupati Jayawijaya Bersama FORKOPIMDA Sosialisasikan Anti Miras Kepada Masyarakat

    Wakil Bupati Jayawijaya Bersama FORKOPIMDA Sosialisasikan Anti Miras Kepada Masyarakat

    Wamena – Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) melaksanakan sosialisasi keamanan anti Miras dan Sajam (Senjata Tajam) di pusat-pusat keramaian, Jumat (21/03/2025).

    Bupati, Wakil Bupati Jayawjaya dan Sekretaris Daerah saat  Melepaskan rombongan sosialisasi Keamanan bersama aparat kamanan

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam kesempatan tersebut Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H melepas secara resmi rombongan sosialisasi anti Miras, serta senjata Tajam kepada masyarakat di Objek keramaian yaitu Pasar Sinakma, Pasar Potikelek dan Pasar Misi.

    Setelah dilepaskan secara resmi oleh Bupati Jayawijaya, rombongan sosialisasi langsung dipimpin oleh Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menuju Pasar Sinakma untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat yang ada di seputar Pasar Sinakma.

    Dalam Wawancara bersama Wakil Bupati, disampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini wajib dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati guna mendukung pemberantasan minuman keras dan penggunaan alat-alat tajam yang ada di dalam Kota Wamena.

    Lanjut Wakil Bupati, Sosialisasi ini dilaksanakan selain dalam rangka memasuki hari lebaran, tetapi juga untuk seterusnya menjadi pengingat  bagi masyarakat Jayawijaya yang mengkonsumsi atau memproduksi minuman keras dan membawa alat tajam di dalam kota Wamena.

    FORKOPIMDA saat bersiap melakukan sosialisasi Anti Miras dan Alat tajam

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selanjutnya Wakil Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah telah membentuk Tim yang akan bekerja sepanjang waktu untuk melakukan swiping agar tidak ada lagi masyarakat yang membawa alat tajam, mengonsumsi minuman keras, serta zat adiktif berbahaya lainnya

    Wakil Bupati juga menegaskan kepada masyarakat kabupaten sekitar yang masuk  ke Kabupaten Jayawijaya maupun masyarakat Jayawijaya yang keluar ke Kabupaten sekitar agar tidak mengkonsumsi atau melakukan perdagangan minuman beralkohol.

    “Terutama yang membuka Agen-agen ini kami larang untuk tidak boleh menjual minuman-minuman (minuman beralkohol) di Kota Wamena ada beberapa tempat ini kami sudah mendapat laporan  ini kami sosialisasi pertama, belum lakukan tindakan. Dan Kalau ketemu mereka menjual minum atau mengkonsumsi minuman, membawa alat-alat tajam kami akan melakukan tindakan tegas terutama oleh pihak berwajib  ”, Tegas Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP.,M.KP

    Menutup wawancaranya Wakil Bupati menegaskan bahwa  kegiatan pemberantasan Miras dan alat Tajam yang dilakukan akan terus dilakukan selama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya selama 5 Tahun dan melibatkan semua unsur Forkopimda yang ada. (IS/AR)

  • Pembukaan Liga 4 menjadi hari bersejarah bagi Masyarakat Papua Pegunungan

    Pembukaan Liga 4 menjadi hari bersejarah bagi Masyarakat Papua Pegunungan

    Wamena – Pembukaan Kompetisi Liga 4 dan sekaligus Peresmian Lapangan Pendidikan Itlay Ikinai telah di buka  dan diresmikan secara langsung oleh Pj Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Velix V. Wanggai, S.IP, MPA dan Ketua Asprov Provinsi Papua Pegunungan Atenius Murip, S.H,M.H, Sabtu (22/03/2025).

    Pengguntingan Pita tanda Peresmian Lapangan Itlay Ikinia

    Foto : Agris Wistrijaya

    Hadir dalam Laga Perdana Liga 4 ini diantaranya Direktur Ketahahanan Ekonomi, Sosial Budaya Kementrian Dalam Negeri Budi Arwan, S.STP.,M.Si, Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang SPey Yan Bidana, S.T,M.Si dan Arnold Nam, S.AP serta Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP.

    Dalam Sambutannya, Pj. Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Velix V. Wanggai, S.IP, MPA mengatakan bahwa dengan adanya pembukaan liga 4 ini merupakan hari sejarah untuk masyarakat Provinsi Papua Pegunungan.

    “Pertandingan Liga 4 ini bukan hanya sebuah Kompetisi atau kejuaraan, tetapi Sepakbola merupakan kebanggaan  jati diri, identitas dan martabat Papua Pegunungan” ucap Dr. Velix V. Wanggai, S.IP, MPA.

    Dr. Velix V. Wanggai, S.IP, MPA juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dalam 8 Tim yang akan bertanding  dari 7 Kabupaten antara lain Bumi Baliem FC, Wamena FC, Persikimo, Persilanny, Persigubin, Persindug, Toli FC, dan Mamteng FC.

    Disaat yang sama, Ketua Asprov Papua Pegunungan yang juga merupakan Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H,M.H mengatakan bahwa  hampir 11 tahun Sepakbola di Papua Pegunungan vakum dikarenakan berbagai aktivitas di tata kelola Pemerintahan dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru.

    “Tetapi sejak terbentuknya Asprov Papua Pegunungan, maka Provinsi Papua Pegunungan telah berdiri sendiri sebagai  Asprov Asosiasi Sepakbola yang menghimpun  8 Kabupaten yang siap untuk bersaing di Laga Nasional” ucap Ketua Asprov.

    Ketua Asprov Papua Pegunungan  memberi aspirasi  Kepada Pj. Gubernur  Dr. Velix V. Wanggai, S.IP, MPA, karena dalam dua tahun menjabat sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan telah memperbaiki Stadion berstandar FIFA Kebanggaan Papua Pegunungan, dimana mulai dari tanggal 17 November 2023 Stadion mulai di rehap.

    Sebagai Ketua Asprov Provinsi Papua Pegunungan, Atenius Murip, S.H.,M.H berharap kepada Pimpinan Kabupaten lainnya yang berjiwa olahraga agar dapat membangunan Stadion Sepakbola  yang sama supaya di waktu yang akan datang bisa diadakan kompetisi yang sama.

    Foto bersama dengan Tim Bumi Baliem FC dan Mamteng FC sebelum pertandingan.

    Foto : Agris Wistrijaya

    Ketua Asprov juga berpesan kepada semua tim-tim untuk menjaga sportivitas masing-masing club, pendukung serta penonton dan Hasil dari pertandingan Liga 4 ini akan mewakili Provinsi Papua Pegunungan di Tingkat Nasional.

    Di pertandingan perdana Bumi Baliem FC berhasil mengalahkan Mamteng FC dengan SKor 6-0, dibabak pertama 3-0 dan di babak kedua Bumi Baliem FC menambah 3 skor lagi.

    Walaupun di landa hujan lebat dalam pembukaan Liga 4 ini, tidak mengurangi semangat penonton untuk melihat secara langsung pertandingan yang sudah sangat lama dinanti-nantikan dan syukur saat mulai pertandingan hujan reda hingga akhir pertandingan. (AgW/AR)

  • Bupati Jayawijaya Terima Rombongan Tim Ekspedisi Kemanusiaan Papua Menanam di Ruangan Rapat Bupati Jayawijaya

    Bupati Jayawijaya Terima Rombongan Tim Ekspedisi Kemanusiaan Papua Menanam di Ruangan Rapat Bupati Jayawijaya

    Wamena – Bupati Atenius Murip, S.H.,M.H menemui Tim Relawan Kemanusiaan yang telah bekerja bersama masyarakat Jayawijaya di beberapa distrik bertempat di ruang rapat Bupati, lantai II kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (19/03/25).

    Dalam pertemuan tersebut Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H menyayangkan Kehadiran Tim relawan dan turun langsung ke lapangan tanpa sepengetahuan Pemerintah Jayawijaya, Menurut Bupati tim seharusnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelum memulai aktifitasnya di Wilayah Kabupaten Jayawijaya, agar dapat  di dampingi oleh OPD terkait.

    Tim Ekspedisi saat bertemu dengan  Bupati Jayawijaya  bersama Pimpinan OPD dan Asisten I Sekda

    Foto : Imanuel Sawaki

    Ada baiknya juga Mungkin Pemerintah dikasih tahu dulu kita mau ada kegiatan disini, atau  seperti ini agar mungkin pemerintah punya program apa yang bisa dibantu” Sambung Bupati Jayawijaya.

    Selain itu Bupati Atenius Murip, S.H.,M.H juga mengapresiasi program yang di kerjakan oleh Tim Cakra Ekspedisi Papua Menanam, karena juga dalam menjangkau beberapa bidang sekaligus, seperti Kesehatan, Pertanian, dan Pendidikan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H saat memberikan arahannya kepada Tim Ekspedisi Kemanusiaan dan kepada para Pimpinan OPD

    Foto : Imanuel Sawaki

    Selain itu Bupati menjelaskan sistem Pemerintah yang membutuhkan perencanaan, dan penganggaran sebelum dapat direaslisasikan, lanjut Bupati dirinya meminta kepada para Pimpinan OPD yang hadir Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Kominfo  dalam membantu dan meningkatkan apa yang telah dikerjakan oleh Tim Cakra Ekspedisi  di 3 distrik , dengan harapan bisa menjangkui seluruh 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya.

    Menutup arahannya Bupati Jayawijaya memberikan pesan  kepada Tim Cakra Ekspedisi agar dapat berkoordinasi dengan Pimpinan OPD terkait sehingga dapat bekerja bersama-sama. (IS/AR)

  • Dukungan Pemda Jayawijaya dalam Musyawarah Pembentukan Jaringan Perempuan

    Dukungan Pemda Jayawijaya dalam Musyawarah Pembentukan Jaringan Perempuan

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten III Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, SE hadir dalam Musyawarah Pembentukan Jaringan Perempuan Kabupaten Jayawijaya di Gedung Soska, Jumat (14/03/2025).

    Kegiatan Musyawarah pembentukan Jaringan Perempuan di Gedung Soska Wamena

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam Sambutan Bupati Jayawijaya yang dibacakan Asisten III Sekda Pilatus Lagowan, SE mengatakan bahwa acara ini dibuat dalam rangka membela hak-hak Perempuan Adat Baliem yang diselenggarakan oleh Yayasan Humi Inane dan bekerja sama dengan Forum Kerja sama LSM Papua dan The Samdhana Insitute.

    Pilatus Lagowan, SE mengatakan bahwa Pemda Jayawijaya memberikan Apresiasi untuk kegiatan ini sebagai langkah untuk meningkatkan hak-hak dan martabat perempuan khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

    Asisten III Sekda Jayawijaya juga menjelaskan bahwa pada umumnya peran perempuan baliem sangatlah besar dalam sebuah keluarga, dimana kaum perempuan banyak mengerjakan kebutuhan keluarga mulai dari mengurus rumah tangga, berkebun hingga berjualan hasil kebun dipasar, hal ini membuat perempuan balim pada umumnya hanya sibuk bekerja mengurus rumah tangga saja dan jarang ada yang terjun langsung dalam dunia politik maupun dalam kemasyarakatan. Akan tetapi secara tidak langsung perempuan baliem berperan juga dalam proses Pembangunan yaitu dalam hal meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga masing-masing.

    “Pada saat ini banyak perempuan baliem yang terlibat di berbagai bidang, bahkan Ada yang sudah menjadi pimpinan dalam lembaga Pemerintahan maupun lembaga masyarakat lainnya” ungkapnya.

    Selain itu kata Pilatus Lagowan, SE bahwa Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan Pemberdayaan kaum perempuan untuk kesetaraan Gender yaitu dengan meningkatkan jumlah perempuan dalam kegiatan ekonomi atau bidang ketenagakerjaan , meningkatkan jumlah perempuan dalam pengambilan keputusan di Pemerintahan, menargetkan perwakilan 10 % perempuan dalam pemilu legislatif, menyarankan wajib belajar 12 tahun , meningkatkan program pemberantasan buta huruf, meningkatkan kesehatan pelayanan ibu dan anak, serta memberikan edukasi kepada ibu hamil dan cloan orang tua.

    “Yang diharapkan juga dalam musyawarah ini adalah dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta perempuan lembah baliem, mengajak sebanyak mungkin perempuan baliem untuk ikut terlibat secara langsung dalam proses pembangunan Jayawijaya” ucapnya.

    Foto bersama dalam Musyawarah Pembentukan Jaringan Perempuan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Pilatus Lagowan, SE juga berharap kepada Yayasan Humi Inane dapat selalu berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui instansi atau lembaga terkait, sehingga program-program yayasan dapat berjalan secara maksimal.

    “Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan terhadap upaya pemberdayaan perempuan lembah baliem”tutupnya. (AgW/MM)

  • GMNI  diharapkan tetap aktif dalam mendukung Program-Program Pemerintah

    GMNI diharapkan tetap aktif dalam mendukung Program-Program Pemerintah

    Wamena – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Jayawijaya menyelenggarakan Pra Kongres Kaderisasi Tingkat Dasar Tahun 2025 di Aula Lipi Wamena, Jumat (14/03/25).

    Peserta Pra Kongres Kaderisasi Tingkat Dasar DPC GMNI Jayawijaya bersama Sekda Jayawijaya Thony. M. Mayor, S. Pd.,MM

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam kegiatan tersebut hadir Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM yang membuka kegiatan Kaderisasi tersebut.

    Dalam sambutan Bupati Jayawijaya yang dibacakan oleh Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd.,MM memberikan apresiasi kepada DPC GMNI Jayawijaya yang secara rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    “Diharapkan GMNI tetap aktif dalam mendukung program-program Pemerintah Daerah dengan mempersiapkan diri sebagai Mahasiswa dan penerus bangsa “ ungkap Sekda Jayawijaya.

    Sekda Jayawijaya mengatakan bahwa tujuan kaderisasi ini untuk mempersiapkan para anggota GMNI untuk menjadi kader dan merubah mental serta cara berfikirnya, sehingga mampu menjalankan tugas-tugas perjuangan secara konsisten.

    “saya harap DPC GMNI Jayawijaya dapat menyatukan Ideologi dan pandangan teman-teman mahasiswa tentang hidup berbangsa dan bernegara, tidak membedakan maupun memecah bela serta mau memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk belajar menyampaikan pendapat dan aspirasi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku” ucapnya.

    Sekda Jayawijaya  Thony M. Mayor, S.Pd.,MM bersama DPC GMNI Jayawijaya

    Foto : Agris Wistrijaya

    Selain itu, Thony M. Mayor, S.Pd.,MM juga mengajak kepada peserta untuk tetap semangat dan berusaha agar dapat melanjutkan pembelajaran pada kaderisasi tingkat lanjut sehingga setelah lulus nanti akan benar-benar matang dan siap bergabung dalam organisasi lainnya. (AgW/MM)

  • Tanggapan Bupati Jayawijaya mengenai aksi ricuh di acara syukuran

    Tanggapan Bupati Jayawijaya mengenai aksi ricuh di acara syukuran

    Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H mengadakan rapat dengan Forkopimda untuk membahas tindak lanjut kejadian Ricuh di Acara syukuran kemarin sore di lapangan Sepakbola Kama.

    Pasca kejadian tersebut, ditemui usai Rapat dengan Forkopimda Bupati Mengatakan bahwa memang terjadi kerusuhan yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan baik roda empat dan roda dua maupun korban yang kena lemparan batu dan panah.

    “Sehingga kami Pemerintah Daerah bersama Kapolres, Kodim dan Panitia acara/relawan sudah mulai mengambil langkah-langkah sejak tadi malam hingga hari ini, dimana langkah-langkah yang kami lakukan bersama dengan menginventarisir  materil ataupun personil” kata Bupati Jayawijaya, Minggu (16/03/25).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H.,M.H bersama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,S.IP.,M.KP dan Sekda Jayawijaya serta Forkopimda Jayawijaya saat rapat membahas pasca Kejadian ricuh acara syukuran Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya

    Foto: Protokoler

    Atenius Murip, S.H.,M.H mengatakan bahwa semua pihak baik TNI/Polri kena dampak akibat aksi ricuh tersebut, sekitar 5 personil polisi yang kena lemparan batu dan di rawat di klinik polres, serta korban lemparan dari pihak TNI juga di rawat di Klinik Kodim. Sementara untuk masyarakat umum yang tercatat sekitar 33 orang dengan Luka lemparan batu dan kena panah.

    “Untuk diketahui bersama bahwa beberapa korban luka berat sekitar 6-7 orang sudah dioperasi di RSUD Wamena dengan baik, menyusul  2-3 orang lagi untuk dilakukan operasi malam ini dan besok”ucapnya.

    “Kami Pemerintah Daerah sudah mengambil langkah-langkah mulai dari inventarisir dan juga melakukan rapat bersama Forkopimda, LMA, Penyelenggara Acara syukuran, dan MRP bersama-sama mengevaluasi  sekaligus mengambil langkah-langkah kedepan”kata Bupati Jayawijaya.

    Dijelaskan oleh Bupati Jayawijaya bahwa Penyebab masalah sementara ini yaitu pelaku berindikasi dipengaruhi minuman keras dan saat ini kami akan membentuk tim pemberantasan minuman keras di Kabupaten Jayawijaya dengan melibatkan semua pihak terutama Polres sebagai lining sektor dan mewakili Pemda yaitu Satpol PP serta teman-teman dari Kodim, LMA dan Tokoh-Tokoh masyarakat juga akan ikut melakukan operasi bersama.

    “Segera akan ada Peraturan Daerah yang menyatakan larangan membawa alat tajam berupa pisau, parang, panah di sudut-sudut pintu masuk ke Kota Wamena mulai dari Sinakma, Wouma, Pikhe dan Wesaput akan dipasang plang yang menuliskan larangan membawa alat-alat tajam ke dalam kota dan untuk di dalam kota akan terus dilakukan patroli dari tim ketertiban  dan keamanan kota” jelas Bupati.

    Bupati juga menghimbau untuk 40 Distrik ataupun kabupaten tetangga yang mengalami luka-luka pasca kejadian kemarin untuk berobat di RSUD Wamena dan jangan takut untuk berobat karena Rumah sakit siap mengobati siapa saja yang terkena dampak aksi kericuhan.

    Serta untuk yang mengalami kerusakan roda 4 dan Roda 2 segera melaporkan ke polres Jayawijaya untuk di tindaklanjut.

    Bupati jayawijaya Atenius Murip mengatakan akan melihat kondisi korban-korban yang ada di RSUD Wamena  serta untuk saat ini Pasca Kejadian kemarin Kota wamena Aman terkendali. (AgW/MM)

  • Rapat BPL GIDI Ke-XXVIII Jadi Wadah Satukan Visi Misi Pelayanan

    Rapat BPL GIDI Ke-XXVIII Jadi Wadah Satukan Visi Misi Pelayanan

    Wamena – Momen Rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) Ke-XXVIII Tahun 2025 diharapkan menjadi wadah bagi gereja untuk bersama-sama menyatukan visi misi pelayanan bagi jemaat.

    Hal ini disampaikan Bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekda, Lekius, Jikwa, S.Pd.,M.Si, saat menghadiri pembukaan Rapat Evaluasi Pelayanan Tahunan Badan Pekerja Lengkap (BPL) Klasis Lembah Baliem yang ke-XXVIII Tahun 2025, yang berlangsung di Wamena, Rabu (12/03/2025).

    Asisten II Sekda, Lekius, Jikwa, S.Pd.,M.Si saat membacakan sambutan Bupati Jayawijaya.

    Foto : Protokol

    “Saya ingin mengajak kepada GIDI Klasis Lembah Balim untuk terus berupaya meningkatkan semangat pelayanan, serta mau bersatu dan bergandengan tangan untuk melayani jiwa-jiwa dengan suka rela dan suka cita,” ungkapnya.

    Lanjutnya, sesuai dengan sub tema dalam rapat ini diharapkan dapat dijadikan visi pelayanan gereja.

    Yang mana tema pada rapat BPL 2025 ini yakni, ‘Allah Eke Tiaret Tekanip O’ yang artinya ‘Biarlah Allah Bertindak’.

    “Saya berharap agar persatuan yang dibangun tidak hanya sebatas warga GIDI tetapi juga dapat membangun mitra pelayanan dengan denominasi gereja lainnya yang ada di di wilayah Bogo dan sekitarnya,” ujarnya.

    Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat tugas gereja yang berat untuk memulihkan hubungan jemaat dengan sang pencipta yang mulai jauh dari lingkungan gereja akibat pengaruh zaman.

    Gereja juga diharapkan untuk tetap menjalin mitra  kerja dengan pemerintah di masing-masing wilayah.

    Pada kesempatan ini Pemerintah Jayawijaya memberikan bantuan berupa uang senilai Rp 25 juta untuk membantu pelaksanaan kegiatan yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari.

    “Salah satu tugas gereja adalah sebagai penasihat bagi pimpinan daerah, sehingga komunikasi harus tetap terjaga. Sehingga ada kesinambungan antara program pemerintah dan daerah,” tuturnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan, Agus Pagawak, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 24 jemaat yang terdiri dari 14 jemaat induk, pos pekabaran injil (Pos PI), bakal jemaat dan persekutuan.

    “Ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan untuk PPL dan untuk konfrensi dilakukan tiga tahunan.” Ungkapnya.

    Atas nama panitia dirinya menyampaikan terimakasih kepada Tuhan dan mengapresiasi jemaat dan kader-kader gereja yang selalu mendukung pelayanan gereja.

    “Kami atas nama panitia menyampaikan terima kasih, kiranya Tuhan yang punya berkat akan terus memberkati semua yang melihat untuk pelayanan Tuhan,” tutupnya. (VIN/AW)