Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan Sosial  dalam Rangka Kegiatan Optimalisasi Lahan Sawah, Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

    Bupati Jayawijaya Serahkan Bantuan Sosial dalam Rangka Kegiatan Optimalisasi Lahan Sawah, Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua,SE.,M.Si Menyerahkan Bantuan Untuk Optimalisai Lahan Sawah, Pekarangan Pangan Lestari ( P2L) di Ruang Rapat Sekda, lantai 3 Gedung Otonom Wamena Kamis(23/11/2023).

    Bupati Jayawijaya Saat Memberikan Pengarahan Dalam Kegiatan Penyerahan Bantuan Sosial. Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam  Arahannya kepada Kelompok Tani, Bupati mengharapkan  agar Kelompok Tani yang mendapatkan Bantuan benarbenar menggunakan Bantuan untuk Membangun Lahan Pertanian yang ada.” Jangan ang sudah ada, begitu dapat bantuan langsung kita tinggalkan, seharusnya   ketika mendapat bantuan kita tingkatkan, kita buka lagi lahan yang lebih besar, karena dengan adanya kegitan bapak ibu di kampung maka akan ada bantuan dari Pemerintah” Tutur Bupati Jhon R. Banua,SE.,M.Si

    “Tidak Mungkin Pemerintah memberikan bantuan terus, sehingga kami memberikan bantuan ini untuk bapak ibu membuka lahan lagi yang lebih besar  supaya bisa mandiri nantinya” Lanjut Bupati.

    Bupati Jhon Banua,SE.,M.Si juga mengingatkan kepada Penerima bantuan bahwa adanya kewajiban dari penerima bantuan yang harus di penuhi  yaitu Penerima Manfaat dana harus sesuai dengan pemanfaatannya, dana yang diterima harus di pertanggung jawabkan pemanfaatannya, seitan oengambilan dana harus dengan persetujuan dinas, atau tenaga teknis yang ada,serta harus adanya pertanggung jawaban  berupa bukti-bukti foto yang diserahkan kepada dinas sehingga  pencairan dana tahap berikut dapat di proses. (IS/AR)

    Bupati Jayawijaya Saat Memberikan Bantuan Sosial  berupa uang kepada Kelompok Tani. Foto : Imanuel Sawaki

  • Bupati Bersama rombongan menghadiri kegiatan Peresmian Gedung GMAHK Jemaat Heberima Daerah Misi Papua

    Bupati Bersama rombongan menghadiri kegiatan Peresmian Gedung GMAHK Jemaat Heberima Daerah Misi Papua

    Wamena – Pemkab.Jayawijaya, Bupati Jhon Richard Banua, SE, M.Si Bersama Sekda Kab.Jayawijaya dan beberapa Pimpinan OPD serta Ketua PKK Kab.Jayawijaya, menghadiri kegiatan Peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Heberima, Distrik Assotipo, Kab. Jayawijaya, Selasa (21/11/2023).

    Mengawali sambutan Bupati Jayawijaya dengan mengucapkan Puji dan syukur patut kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan kasih dan sayangnya sehingga hari ini kita sekalian masih di beri kesehatan serta kesempatan dan terlebih sukacita karena dapat hadir di tempat ini, pada Acara Ibadah Syukur dalam rangka Peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Heberima Distrik Assotipo, atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya saya menyampaikan selamat dan sukses atas telah diselesaikannya Pembangunan Gedung Gereja yang kurang lebih selama 7 tahun, telah melalui pergumulan untuk proses pembangunan yang mungkin cukup berat bagi seluruh umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, namun hari ini seluruh umat akan bersukacita karena pada ibadah di hari Sabtu Jemaat sudah dapat beribadah di Gedung Gereja yang baru yang bagus dan megah ini.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si menghadiri dan menandatangani Prasasti pada kegiatan peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Heberima, Distrik Assotipo, Kab. Jayawijaya. Foto : Brian Windesi

    Pada kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh Panitia Pembangunan yang telah berjuang dan bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan Pembangunan Gedung Gereja.

    Bupati Banua berpesan “Yang perlu saya ingatkan kembali kepada bapa/ibu sekalian bahwa marilah sama-sama kita menjaga Gedung yang megah ini supaya kita bisa menggunakan untuk melakukan ibadah dengan baik.“

    Dalam Persiapan  peresmian Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Heberima, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si sangat melihat akan kebutuhan seluruh umat Tuhan di gereja ini, sehingga beliau sebagai Kepala Daerah memberikan bantuan berupa uang senilai Rp.330.000.000, sehingga Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Heberima boleh di bangun dan diselesaikan dengan megahnya. (BW/AW)

  • Rapat Paripurna DPRD : Agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya

    Rapat Paripurna DPRD : Agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – DPRD Kabupaten Jayawijaya mengadakan Rapat Paripurna dengan agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Masa Jayawijaya Jabatan 2018-2023 di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Jayawijaya, Senin (20/11/23).

    Pengusulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati ini di karenakan masa jabatannya kurang dari satu bulan yang berdasarkan ketentuan pasal 79 ayat 1 UU RI No. 23 Tahun 2024 Tentang Pemerintahan Daerah, dimana menegaskan pula bahwa Pemberhentian Kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana di maksud dalam pasal 78 ayat 2 a, karena berakhir Masa Jabatannya yang di umumkan oleh Pimpinan DPRD dalam Rapat Paripurna dan diusulkan oleh Pimpinan Daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

    Rapat Paripurna dengan agenda pengumuman Pemberitahuan usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Masa Jabatan 2018-202. Foto : Brian Windesi

    Rapat Paripurna ini hanya bersifat pengumuman, pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Masa Jabatan 2018-2023 yang akan berakhir pada 18 Desember 2023 yang terhitung 5 tahun sejak tanggal Pelantikan tanggal 18 Desember 2018. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Matias Tabuni.

    Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Matias Tabuni mengucapkan Terimakasih dan juga memberikan Apresiasi serta penghargaan yang tinggi kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang telah melaksanakan Amanat Tuhan yang Maha Kuasa melalui kepercayaan  yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk memimpin Kabupaten Jayawijaya.

    Ketua DPRD Matias Tabuni juga menungkapkan sejumlah Prestasi dan Penghargaan sebagai Bukti Karya Nyata yang telah di raih dalam bentuk penghargaan oleh Pemerintah Pusat antara lain meraih Opini WTP atau Opini Wajar Tanpa Pengecualian selama 5 tahun menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia.

    “Prestasi yang di raih ini tentunya membutuhkan Komitmen yang Tinggi dan Pengabdian yang Tulus dalam Memimpin bersama Wakil Bupati beserta Jajarannya di Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan telah mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Jayawijaya dengan menjalankan tiga fungsi Dewan yakni  Fungsi Pembentukan, Peraturan Daerah Anggaran dan Pengawalan” ungkap Ketua DPRD.

    Menurut Ketua DPRD, hal tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh jajaran Organisasi Perangkat Daerah sebagai Penggerak Program Kegiatan Pembangunan dan juga peran serta Masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang secara aktif ikut berpartisipasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Pelaksanaan Pembangunan dan Pembinaan kemasyarakatan di Daerah Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu Bupati Jayawijaya Jhon Richrad Banua, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya yang telah mempercayakan Nakhoda Kepemimpinan selama 5 Tahun dan tak lupa juga Bupati mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD yang selama ini memberikan dukungan penuh selama 5 tahun.

    “Masa berakhir kami pada tanggal 18 Desember 2023 dan yang akan kami lakukan adalah peresmian Kantor Bupati dan sekaligus HUT kota wamena tanggal 10 desember 2023 hari minggu dan akan diselenggarakan di tanggal 12 Desember 2023” Ungkap Bupati Jayawijaya. (Agw/AW)

  • Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023

    Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023

    Wamena – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si hadir dalam Acara Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023 di Gedung PKK Kabupaten Jayawijaya, Senin (20/11/23).

    Dalam Sambutannya, Bupati Jayawijaya menyampaikan Apresiasi dan Terima kasih kepada seluruh anggota PKK yang ada di Kabupaten Jayawijaya yang senantiasa mendukung program – program Pemerintah Daerah di segala Bidang Kehidupan, sehingga kegiatan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah dapat Berhasil.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si bersama Tim PKK Kabupaten Jayawijaya dalam Acara Pembukaan Jambore Kader PKK Tingkat Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023. Foto : Protokoler

    Bupati mengatakan bahwa Jambore adalah suatu wadah untuk berkumpul, Bertukar Pengalaman, Manambah Wawasan Pengetahuan dan penghargaan yang dapat memotivasi para Kader untuk meningkatkan Kreativitas dan Kinerja nya dalam segala Bidang.

    “Dalam kegiatan ini, kita akan berbagi Pengalaman antar Distrik, dimana perlu diingat bahwa keberhasilan dari PKK sangat ditentukan dengan Partisipasi Masyarakat serta Instansi Pemerintah terkait” ungkapnya.

    Pada tema yang diusung Pengurus PKK Kabupaten Jayawijaya dalam Jambore ini menekankan pada Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Jayawijaya, dimana program ini merupakan program Pemerintah Pusat dan Daerah, yang juga merupakan Program yang paling Penting karena terkait Pembangunan Manusia di daerah ini yang berdaya saing di masa depan.

    “Saya berharap kepada pengurus PKK Kabupaten Jayawijaya beserta jajarannya, agar dapat terus mendukung Program Pemerintah dengan menyelenggarakan Pembinaan-Pembinaan terhadap Kadernya, agar para Kader dapat lebih mengerti dan melaksanakan Program tersebut di Distrik masing-masing” Ungkap Bupati Jayawijaya.

    Selain itu juga, Bupati berpesan agar sekembalinya dari kegiatan jambore ini, dapat meningkatkan upaya pembinaan terhadap seluruh kader PKK yang ada di Kecamatan dan Kelurahan masing-masing. (Agw/AW)

  • DP3A & KB Gelar Pendampingan Penyusunan GDPK 5 Pilar pada Kabupaten Jayawijaya  Lanny Jaya, dan Tolikara

    DP3A & KB Gelar Pendampingan Penyusunan GDPK 5 Pilar pada Kabupaten Jayawijaya Lanny Jaya, dan Tolikara

    Wamena – Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar Kegiatan Pendampingan GDPK 5 Pilar di Kantor DP3A & KB (20/11/2023).

    Kepala Dinas DP3A & KB Jayawijaya Ramlia Salim, S.E M.AP Gelar dalam wawancara mengatakan bahwa “terkait kegiatan kita hari ini yaitu Pendampingan Penyusunan Green Desain melalui 5 pilar yaitu  Pengendalian Kuantitas Penduduk,Peningkatan Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga Berkualitas, Penataan Data dan Informasi Kependudukan”.

    Ramlia Salim, S.E M.AP juga menambahkan bahwa Penyusunan Green Desain ini sangat bermanfaat agar kita dapat dan mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh DP3A & KB terkait penduduk.

    Para peserta Pendampingan Penyusunan GDPK 5 Pilar pada kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya,dan Tolikara. Foto : Imanuel Sawaki

    “sebagai contoh, pada Kabupaten lain Green Desain ini sudah memuat Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati selama 5 tahun kepemimpinan” ungkapnya.

     “Oleh Karena itu penyusunan Green Desain in sangat penting sekali sehingga bisa menjadi arah kebijakan khususnya bagi Bupati dan Wakil Bupati” Lanjut Ramlia Salim, S.E M.AP.

    Kepala Dinas DP3A & KB Juga mengatakan  Penyusunan Green desain ini adalah salah satu yang harus dilaksanakan oleh DP3A & KB karena merupakan program Nasional dibawah Kementerian Dalam Negeri, sehingga arah Kebijakan Pembangunan Pemerinah dapat tergambar di dalam Green Desain ini. (IW/AR)

     

  • Konfercab dan Diklat Terpadu Dasar Gerakan Pemuda Ansor

    Konfercab dan Diklat Terpadu Dasar Gerakan Pemuda Ansor

    Wamena – Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP membuka dan meresmikan kegiatan Konfecab Angkatan ke II dan Diklat Terpadu Dasar Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jayawijaya di Masjid Al-Aqsso Islami Center Walesi, sabtu (18/11/23).

    Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP saat membuka dan meresmikan kegiatan Konfercab Angkatan ke II dan Diklat Terpadu Dasar Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jayawijaya. Foto: Rio Protokoler

    Dalam Sambutan Bupati Jayawijaya yang dibacakan oleh Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP menjelaskan bahwa Gerakan Pemuda Ansor yang disingkat GP Ansor, merupakan Organisasi Kepemudaan Islam yang lahir dari Semangat Perjuangan, Nasionalisme, Pembebasan, dan Kisah Kepahlawanan, serta dalam suasana keterpaduan antara Kepeloporan Pemuda Pasca-Sumpah Pemuda, Semangat Kebangsaan, Kerakyatan, dan sekaligus Spirit Keagamaan.

    Menurutnya GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam Perkembangan Masyarakat Indonesia, dimana Organisasi ini mampu mempertahankan Eksistensi dirinya, mampu Mendorong Percepatan Mobilitas Sosial, Politik dan Kebudayaan bagi Anggotanya, serta mampu menunjukkan Kualitas Peran maupun Kualitas Keanggotaannya.

    “GP Ansor juga tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa serta tetap menempati posisi dan peran yang strategis dalm setiap Pergantian Kepemimpinan Nasional” Ungkap Asisten I Sekda Jayawijaya.

    Lanjut ungkapnya bahwa peran GP Ansor sangat penting bagi Pembinaan dan Pengembangan Potensi Pemuda Islam. oleh karena itu, sebagai Organisasi yang boleh dikatakan masih baru di Daerah ini, Asisten I berharap agar GP Ansor Kabupaten Jayawijaya dapat benar-benar menjalankan peran tersebut dengan serius, tulus serta bertanggung jawab.

    Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP foto bersama dengan pemuka agama dan panitia pelaksanan dalam  kegiatan Konfercab Angkatan ke II dan Diklat Terpadu Dasar Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jayawijaya. Foto: Rio Protokoler

    Selain itu,  Drs. Tinggal Wusono, M.AP mengajak GP Ansor Kabupaten Jayawijaya untuk dapat melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif, yang melibatkan anak-anak muda di daerah ini, dimulai dari dalam yaitu Pemuda Islam, hingga dapat juga merangkul seluruh Pemuda Agama lain, dalam rangka Menciptakan Kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Kondusif selama memasuki tahun politik ini. (AgW/AW)

  • Ketahanan dan Kerentanan Pangan dan juga Gizi merupakan permasalahan multi dimensi di Kabupaten Jayawijaya

    Ketahanan dan Kerentanan Pangan dan juga Gizi merupakan permasalahan multi dimensi di Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Asisten II Sekda Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si resmi Melaunching Dokumen Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023 di Hotel Baliem Pilamo, Selasa (14/11/23).

     Dalam Sambutan Bupati Jayawijaya, Asisten II Sekda mengatakan bahwa FSVA (Peta Ketahanan dan Perentanan Pangan) adalah Peta Tematik yang menggambarkan Kondisi Ketahanan dan Kerentanan terhadap Rawan Pangan pada tahun tertentu baik secara komposit maupun menurut masing-masing indikator untuk menjadikan informasi : (1) dimana daerah yang rentan pangan, (2) apa penyebab daerah tersebut rentan pangan, dan (3) rekomendasi untuk mengatasi kerentanan pangan daerah tersebut dan upaya untuk meningkatkan ketahanan pangannya.

    Asisten II Sekda Lekius Jikwa, S.Pd, M.Si bersama beberapa kepala OPD resmi melaunching dokumen Peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023. Foto :Agris Wistrijaya

    Dengan demikian, menurutnya FSVA Kabupaten Jayawijaya  disusun untuk memberikan indikasi awal bahwa di daerah (lokus) tertentu bisa terjadi kerawanan pangan jika tidak dilakukan intervensi yang relevan dan sistematis untuk pencegahan dan penanganannya dan  juga sebagai dasar penetapan lokus dan target intervensi program pengentasan daerah rentan rawan pangan, penurunan kemiskinan, penurunan stunting dan program pembangunan ketahanan pangan yang bersifat lintas sector.

    Lekius Jikwa juga menjelaskan bahwa Ketahanan dan Kerentanan Pangan dan Gizi merupakan permasalahan multi dimensi yang membutuhkan penanganan secara komprehensif dari berbagai sektor, tidak hanya merupakan urusan Dinas Ketahanan Pangan saja, melainkan juga kerja bersama dari Dinas Pertanian, Dinas perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan kawasan permukiman, Dinas Sosial, Dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan, Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Bappeda.

    Dijelaskannya lagi, Berdasarkan hasil analisis Tim FSVA, digunakan 6 indikator untuk mengukur kerentanan terhadap kerawanan pangan kronis di Kabupaten Jayawijaya, diantaranya adalah Rasio Luas Lahan Pertanian terhadap jumlah Penduduk, jumlah sarana dan prasarana penyediaan pangan terhadap jumlah rumah tangga, Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk, Desa (kampung/kelurahan) yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga, dan Rasio jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk.

    Kerentanan terhadap kerawanan pangan kronis adalah ketidak mampuan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan minimum dan berhubungan dengan kondisi ekosistem wilayah setempat serta faktor-faktor fisik, sosial, dan lingkungan yang tidak berubah dengan cepat.

    Mengacu pada publikasi FSVA dan indeks ketahanan pangan nasional tahun 2022, Kabupaten Jayawijaya secara komposit tergolong prioritas 1 (sangat rentan pangan) dan IKP peringkat ke 403 dari 416 Kabupaten/kota di indonesia.

    “Kerentanan terhadap kerawanan pangan tentu erat kaitannya dengan masalah pangan dan gizi” ungkap Lekius Jikwa.

    “Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jayawijaya bahwa persentase balita stunting sampai triwulan III tahun 2023 sebesar 29%, salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah konsumsi pangan” kata Lekius.

    Asisten II Sekda juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, skor pola pangan harapan konsumsi pangan adalah 60,2, sedangkan skor pola pangan harapan ideal adalah 100. penduduk masih kurang dalam mengonsumsi padi-padian, protein hewani, kacang-kacangan, sayur dan buah, minyak/lemak namun berlebih dalam mengonsumsi umbi-umbian.

    Untuk  itu, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan kegiatan Analisis dan Penyusunan Peta FVSA Kabupaten Jayawijaya tahun 2023 yang memetakan Wilayah Rentan dan Tahan Pangan hingga tingkat kampung/kelurahan. (AgW/AW)

  • Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan Kabupaten Jayawijaya

    Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Dinas Ketahanan Pangan mengadakan kegiatan FSVA yang diadakan selama 2 hari mulai dari tangaal 13-14 november 2023 di Hotel Baliem Pilamo yang mana hari pertama di adakan sosialisasi FSVA dan hari kedua diadakan Launching Dokument FSVA, Selasa (14/11/23).

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. I Made Putra mengatakan bahwa Peta Ketahanan dan kerentangan Pangan atau FSVA merupakan Peta Tematik yang menggambarkan Visualisasi Geografis dari hasil analisa data Indikator Kerentanagn terhadap kerawan pangan.

    Penyerahan Dokumen Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023. Foto : Agris Wistrijaya

    Menurutnya, Peta ini sebagai salah satu bentuk penyediaan Informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan, penentuan sasaran serta intervensi kerawanan pangan dan Gizi.

    Dalam uraian hasil FSVA terdapat beberapa wilayah yang masyarakatnya berpotensi mengalami kerentangan rawan pangan, hal ini perlu di lakukan pengkajian lebih lanjut dimana dari sejumlah kampung tergolong dalam kategori kampung rawan pangan, tetapi ada juga sejumlah kampung yang memiliki status agak tahan pangan, ada yang berstatus tahan pangan, dan ada yang berstatus tahan pangan yang tinggi.

    Untuk itu, Drh. I Made putra mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah demi terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, Kadis Ketahanan Pangan dalam sambutannya di acara launching Dokument FSVA mengatakan bahwa untuk membentuk ketahanan pangan pada suatu wilayah pendekatannya adalah melalui peningkatan kapasitas keluarga, apabila setiap keluarga telah memiliki ketahanan pangan yang baik, maka otomatis wilayah tersebut dapat di kategorikan status pangan yang tertinggi.

    Lanjut kata Drh, I Made Putra, ada tiga aspek yang harus diperhatikan yaitu ketersediaan bahan pangan yang cukup sepanjang waktu, pemerataan Distribusi dan akses pangan, serta Pemanfaatan pangan oleh masyarakat sehingga setiap individu dapat dijamin mendapatkan pangan yang cukup dan bergizi. (AgW/AW)

  • Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan FSVA Kabupaten Jayawijaya

    Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan FSVA Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Ketahanan Pangan mengadakan Kegiatan Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan di Baliem pilamo hotel yang di buka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya Drh. I Made Putra, Senin (13/11/23).

    Kegiatan sosialisasi ini bekerja sama dengan MWA Training and Consulting Pusat Pelatihan dan Pengembangan Ketahanan Pangan Bogor dan dihadiri oleh beberapa Kepala OPD dan beberapa Perwakilan dari OPD-OPD terkait.

    Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan di Baliem pilamo hotel yang di buka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya Drh. I Made Putra. Foto : Brian Windesi

    Sosialisasi Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan ini diadakan selama 2 hari mulai dari tgl 13- 14 November 2023.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya Drh. I Made Putra menjelaskan tentang Peta Ketahanan Pangan atau MSPA merupakan Peta Tematik yang mendapatkan Visualisasi Geografis dari hasil analisa data indikator kerentangan terhadap kerawanan pangan, peta ini sebagai salah satu bentuk penyedia informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan penentuan sasaran serta Intervensi Kerawanan Pangan dan Gizi.

    Menurutnya sosialisasi ini dapat di wujudkan atas dukungan dari semua stakeholder, sehingga dari pihak-pihak terkait baik dari tingkat Kabupaten, Distrik dan Kampung dalam penyediaan data dan informasi yang di butuhkan sesuai metode yang di gunakan.

    Drh. I Made Putra  juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas kerja keras dari para pemangku kepentingan dari tingkat Kabupaten sampai Kampung serta dari tim ahli MWA Training & Consulting Bogor.

    “Tanpa adanya kontribusi dari bapak/ibu, maka tidak akan dapat di hasilkan data dan informasi situasi ketahanan  dan kerentanan pangan yang tepat dan akurat, hingga dapat disusun menjadi dokumen Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan atau MSPA Kabupaten Jayawijaya” ungkapnya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya  juga menyampaikan bahwa dengan adanya Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau MSPA ini, kita memperoleh gambaran wilayah-wilayah yang perlu di prioritaskan untuk segera di berikan sentuhan pembangunan yang tepat dan bisa menjadi pertimbangan prioritas dalam membuat suatu perencanaan. (Agw/AW)

  • Bupati Menandatangani Nota Perjanjian Hibah Daerah dengan KPU

    Bupati Menandatangani Nota Perjanjian Hibah Daerah dengan KPU

    Wamena – Bupati Jayawjiaya Jhon Richard Banua, S.E., M.Si.  Menandatangani Nota Perjanjian Hibah Daerah  Bersama KPU bertempat di Ruang Rapat Bupati Lantai III Gedung Otonom Wamena, Rabu, (10/11/2023).

    Bupati Jayawijaya saat menanda tangani NPHD Bersama Ketua KPU. Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jayawijaya dalam Wawancara Mengatakan bahwa Penandatanganan NPHD ini agak terlambat karena menunggu hasil dari Provinsi dikarenakan ini adalah tahapan Pemilihan Kepalda Daerah serentak Pemilihan Kepalda Daerah Bupati dan Pemilihan Kepalda Daerah Gubernur Sedangkan KPU Jayawijaya sendiri yang menangani Kedua Pilkada ini.

    Bupati Jhon Richard Banua, S.E., M.Si juga mengatakan bahwa Dalam NPHD tersebut Kabupaten Jayawijaya mengucurkan dana Rp. 93 Miliar Sesuai yang Diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum, dan telah di tandatangani. Lanjut Bupati  Jhon banua berharap bahwa semua tahapan  bisa berjalan dengan baik.

    Disamping itu Bupati Jhon Richard Banua, S.E., M.Si mengatakan Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk Bawaslu dan hanya tinggal menunggu Ketua bawaslu yang masih berada diluar Daerah untuk menanda tangani NPHD.lanjut Bupati Untuk tahapan ini.

    Bupati jayawijaya  Ditemani Sekda jayawijaya,bersama ketua dan anggota KPU Jayawijaya. Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jhon Richard Banua, S.E., M.Si menjelaskan bahwa untuk tahapan realisai anggaran tidak bisa dilakukan langsung ke Rekening KPU  Daerah, tetapi akan di kirimkan ke rekening KPU Pusat  Setelah itu KPU Pusat yang akan mengembalikan kepada KPU Daerah. (IS/AW)