Category: Berita

  • Wabup Jayawijaya Ajak Masyarakat Siapkan Diri Sambut DOB

    Wabup Jayawijaya Ajak Masyarakat Siapkan Diri Sambut DOB

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH., M.Hum berpesan agar masyarakat Papua khususnya wilayah Lapago harus siap menyambut perubahan yang terjadi saat ini melalui kehadiran pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang diberikan Pemerintah Pusat.

    Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Musyawarah Besar Ke – II Ikatan Keluarga Besar Suku Mee Wilayah Lapago yang berlangsung di Wamena baru-baru ini.

    Cap : Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH., M.Hum saat menghadiri Mubes Ikatan Keluarga Besar Suku Mee di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Saat ini apakah kita siap menyambut DOB?? Apakah kita siap menerima perubahan? Kalau kita tidak siap kita bisa menjadi orang asing di atas tanah kita,” ungkap Beliau.

    Menurutnya, jika generasi muda Papua tidak siap maka bisa saja tersingkir oleh arus perubahan, oleh karena itu, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat Suku Mee terutama kaum muda yang ada di wilayah Lapago dan seluruh masyarakat Papua pada umumnya untuk mempersiapkan diri dalam segala hal, terutama dalam bidang pendidikan dan keterampilan.

    “DOB sudah dilakukan, sekalipun sudah ditolak berkali-kali tapi ini kebijakan Negara yang harus diterima. Jadi tugas Kepala Suku yang terpilih untuk bertanggungjawab melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat untuk generasi kita kedepan,” jelas Wakil Bupati.

    Lanjutnya, agar generasi muda nantinya bisa siap menerima dan menghadapi perubahan yang datang melalui DOB. (VIN/HA)

  • Bupati Jayawijaya : Keliru Jika Pemda Dinilai Tidak Berdayakan Pengusaha Asli

    Bupati Jayawijaya : Keliru Jika Pemda Dinilai Tidak Berdayakan Pengusaha Asli

    WAMENA – Sekelompok pengusaha asli Jayawijaya meminta Pemerintah Daerah untuk berlaku adil dalam pembangian pekerjaan yang ada di lingkungan Pemda Jayawijaya.

    Seorang pengusaha muda, Serti Jikwa, menilai sekalipun terdapat 400an perusahaan di Jayawijaya namun harus memprioritaskan anak asli Jayawijaya.

    “Kami dapat pekerjaan tapi satu paket dikerjakan tiga sampai 4 orang akhirnya pekerjaan di lapangan tidak berjalan baik, nilainya juga kecil 300 atau 400 yang kami dapat,” ungkapnya, Kamis (11/08/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua

    Foto : Vina Rumbewas 

    Protes yang sama juga disampaikan Jhon Matuan, yang mana menurutnya pengusaha asli Jayawijaya tidak ingin menjadi penonton di atas tanahnya sendiri.

    “Sekarang sudah Provinsi sehingga kami mau membangun dengan potensi kami, tolong prioritaskan kami karena Perpres No. 17 itu sudah jelas,” ungkapnya.

    Dirinya juga meminta Pemerintah untuk mengevaluasi pembangian kegiatan.

    “Jangan berikan kami satu paket untuk tiga atau empat orang dengan nilai 200, 300, 400. Hari ini kami minta satu orang satu paket. Saya termasuk yang dapat paket tapi kebersamaan kami kontraktor ini penting,” katanya.

    Tambahnya, untuk pekerjaan besar seperti pembangunan jalan dan lainya sesekali harus memberikan kepercayaan kepada pengusaha asli.

    “Anak daerah punya kemampuan jadi harus bagi rata, nilai 10 sampai 20 milyar kasih dulu lah ke kami anak daerah,” katanya.

    Ia juga menilai Pemerintah kurang tegas dalam memberi sanksi kepada pengusaha yang gagal menyelesaikan pekerjaan.

    “Contoh pembangunan SD di kampung Yiwika Kurulu, itu kan pekerjaannya tidak selesai. Ini mematikan kontraktor anak daerah. Kebijakan harus tegas supaya kita juga senang, bila perlu tayangkan lelang supaya kita baku tanding,” pungkasnya.

    Menanggapi hal ini, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si menjelaskan bahwa sejak dirinya bersama Wakil Bupati Marthin Yogobi, SH., M.Hum memimpin Jayawijaya, Pemerintah Daerah selalu mengutamakan anak-anak asli daerah. 

    Dituturkannya, saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Bupati pengusaha asli Jayawijaya hanya sekitar 90 orang, namun saat ini jumlahnya mencapai 500 pengusaha asli Jayawijaya.

    Dan dalam memberikan setiap kegiatan Pemerintah Daerah tidak pernah memungut biaya sepeserpun dari para pengusaha yang mendapatkan kegiatan dan hal ini telah ditegaskan kepada seluruh OPD pengelola kegiatan.

    “Sejak Saya pimpin, kalau kita bicara 80-90 persen itu adik-adik kita yang kerja dan yang dibilang cuma 1 miliar ke bawa atau 2 miliar ke bawa itu tidak betul, karena kita lihat dibeberapa tempat, seperti pembangunan Kantor Dinas Pendidikan yang 14 miliar itu anak putra daerah yang kerjakan. Tahun ini ada beberapa kegiatan yang 10 miliar, 9 miliar itu anak-anak putra daerah yang kerja. Jadi kalau kita bilang tidak ada kepedulian untuk pengusaha OAP itu tidak benar,” jelas Bupati Jayawijaya.

    Tambahnya, Pemerintah berharap tidak ada istilah pekerjaan yang tidak selesai, tetapi semua pekerjaan harus  selesai.

    “Apabila ada kegiatan yang tidak selesai dan kalau kami tahu maka kami tidak akan memberikan kegiatan ditahun berikutnya,”.

    Bupati meminta jika terdapat temuan adanya pekerjaan yang tidak rampung maka segera dilaporkan dengan disertai bukti-bukti, sehingga dapat ditindaklanjuti OPD terkait.

    “Kami Pemerintah tidak mau rugi, kami sudah tidak minta sesuatu, dan bila pekerjaan tidak selesai itu yang tidak benar,” pungkas Beliau. (VIN/HA)

     

  • Siapkan Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Pusat Susun APBD Mini Sedangkan Asosiasi Bupati Sepakat Hibahkan 10 Milyar

    Siapkan Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Pusat Susun APBD Mini Sedangkan Asosiasi Bupati Sepakat Hibahkan 10 Milyar

    WAMENA – Wakil Manteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo mengungkapkan saat ini Pemerintah Pusat Tengah menyusun kebutuhan APBD mini bagi tiga provinsi baru di Papua, salah satunya Provinsi Papua Pegunungan yang didalamnya tergabung Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo, Tolikara dan Mamberamo Tengah.

    Hal ini disampaikan disela-sela kunjungannya ke Wamena saat menghadiri Sosialisasi Persiapan Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan dan Peraturan Pemerintah Turunan Undang-undangan Otonomi Khusus (PP 106 dan 107 Tahun 2021), yang berlangsung di Gedung GKI Aithousa Wamena, Rabu (27/07/2022).

    Cap : Wakil Menteri Dalam Negeri Wempi Wetipo saat foto bersama dengan para bupati yang tergabung dalam Provinsi Papua Pegunungan

    Foto : Vina Rumbewas

    “Kami Pemerintah Pusat sudah buat kebutuhan anggaran untuk APBD mini, tapi tidak mungkin hanya menggunakan APBD mini. Karena itu kita juga harapkan ada dukungan dari Pemerintah Daerah, dan para bupati sudah sepakat hibahkan 10 milyar per kabupaten.” Ucapkan terimakasih dari mantan Bupati Kabupaten Jayawijaya kepada Bupati Sepegunungan Tengah.

    Menurut Beliau, dibutuhkan kerjasama karena penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

    Oleh sebab itu perlu dilakukan pembenahan fasilitas yang akan digunakan 22 SKPD untuk menjalankan tugas-tugas Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

    “Kita akan ada masa transisi APBD mini, mulai saat ini sampai desember nanti. Tim akan menyusun anggaran untuk APBD tahun 2023. Dana hibah dari asosiasi Bupati Pegunungan Papua akan gunakan uang ini untuk merenovasi beberapa tempat. Sehingga ketika kita menerima hibah pinjam pakai barangnya sudah clear,” Ungkap Wamendagri.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyampaikan bahwa Pemda Jayawijaya telah berkomitmen untuk mendukung jalannya roda Pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan dengan menyerahkan beberapa aset dan menghibahkan dana senilai Rp 10 milyar sesuai dengan kesepakatan bersama Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua.

    “Pemerintah kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk menghibahkan dana senilai Rp 10 milyar, dan kami juga menyerahkan mall Wamena untuk digunakan sebagai kantor gubernur sementara hingga nanti dibangun kantor permanen,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Terkait ASN yang akan ditempatkan di Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kata Bupati Jhon Banua, dari tiga ribu lebih ASN yang ada di lingkungan pemda Jayawijaya tentu sebagian akan didata untuk ditempatkan di Pemerintah Provinsi, kecuali tenaga medis dan tenaga pendidik. (Vin/AR)

  • Konferensi ke-1 dan Peresmian Kantor GKII wilayah IV Papua

    Konferensi ke-1 dan Peresmian Kantor GKII wilayah IV Papua

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE,. M.Si menghadiri Konferensi ke-1 GKII wilayah IV Papua. Selain menghadiri Konferensi ke-1 GKII wilayah IV Papua, Bupati Juga Meresmikan Kantor GKII Wilayah IV papua, Selasa (27/07/2022).

    Cap : Jemaat GKII wilayah IV dan para tamu undangan pada acara Konferensi ke-1 dan Peresmian Kantor GKII wilayah IV Papua

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Konferensi ke-1 GKII wilayah IV Papua tersebut hadir juga Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, ketua umum GKII Pdt. Dr. Daniel Ronda Th. M, Sekertaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM., pimpinan opd-opd dan tokoh-tokoh agama yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Dalam Acara tersebut memiliki thema “dipersatukan untuk menjadi berkat” dan juga sub thema melalui Konferensi ke-1 ini GKII wilayah IV Papua memiliki tekad mempersiapkan Gereja untuk bertumbuh, bertambah dan berdampak.

    Pembangunan Kantor GKII wilayah IV ini mulai di bangun dari tahun 2019 hingga tahun 2022 dapat diselesaikan. Panitia bersyukur bahwa Kantor wilayah ini dapat selesai dibangun walaupun sempat terhambat karena adanya COVID 19, tetapi tidak mengurangi sukacita jemaat untuk tetap menyelesaikan pembangunan atas bantuan seluruh pihak-pihak yang sudah membantu penyelesaian.

    Bupati Jayawijaya menyampaikan dalam sambutannya bahwa berdasarkan thema yang disampaikan bukan hanya untuk jemaat GKII tetapi juga untuk masyarakat jayawijaya dan juga diharapkan keluarga besar GKII untuk membantu pemerintah daerah, melayani masyarakat dan adik-adik  yang ada dijalan. Bupati juga berpesan untuk Mengajak jemaat untuk merangkul masyarakat dan kembalikan ke dalam gereja dan pelayanan bersama.

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si saat memberikan Sambutan pada acara Konferensi ke-1 dan Peresmian Kantor GKII wilayah IV Papua

    Foto : Imanuel Sawaki

    Bupati Jayawijaya Juga menyampaikan terimakasih dan memberi Apresiasi kepada panitia konferensi dan juga pembangunan kantor wilayah IV papua atas penyelenggaraan kegiatan dan peresmian kantor.

    Dalam Kesempatan yang sama Bupati Yahukimo Didimus Yahuli juga memberikan sambutan, bahwa GKII merupakan salah satu Gereja yang mendukung pembangunan, pelayanan, dan ketertiban umum  di Kabupaten Jayawijaya. Bupati Yahukimo juga berterimakasih kepada ketua wilayah karena berdasarkan laporan hampir setengah jemaat atau umat GKII ada di Kabupaten Yahukimo.

    Cap : Bupati Yahukimo Didimus Yahuli saat memberikan Sambutan pada acara Konferensi ke-1 dan Peresmian Kantor GKII wilayah IV Papua

    Foto : Imanuel Sawaki

    Cap : Foto bersama saat meresmikan Kantor GKII wilayah IV Papua

    Foto : Imanuel Sawaki

    Cap : Penandatanganan prasasti oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si

    Foto : Imanuel Sawaki

    Ketua umum GKII menyampaikan terimakasih atas kerja keras ketua-ketua wilayah dalam penyelenggaraan konferensi dan penyelesaian  pembangunan Kantor wilayah IV GKII. Ketua umum juga menitip pesan agar kantor wilayah ini  dimanfaatkan semaksimal mungkin dan menjadikan kantor ini rumah Doa, dimana umat datang silih berganti untuk berdoa, membuat acara-acara, event-event dan seminar-seminar yang meningkatkan bagaimana kita mampu menjala manusia dan mensejahterakan domba-domba yang ada ditempat ini.

    “Jangan biarkan tempat ini yang begitu mahal dan begitu bagus mubasir karena tidak dimanfaatkan secara maksimal, kata ketua umum GKII”. (AW/IS/HA)

  • Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP  Menjadi Komandan Apel Bendera dalam rangka memperingati hari Koperasi ke – 75

    Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono, M.AP Menjadi Komandan Apel Bendera dalam rangka memperingati hari Koperasi ke – 75

    WAMENA – Asisten I Sekda Drs. Tinggal Wusono,M.AP  Menjadi Komandan Apel dalam Apel Bendera yang dilaksanakan Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Koperasi  ”, Kamis (21/07/2022).

    Kegiatan ini dihalaman Kantor Dinas PTSP, dan diikuti oleh para anggota Koperasi Di Kabupaten Jayawijaya. Pada kesempatan itu Asisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya menyerahkan secara simbolis donasi bahan pokok kepada anggota koperasi terseleksi, mewakili Bupati Kabupaten Jayawijaya. Asisten I Sekda dalam Amanatnya  membacakan Pidato Menteri Koperasi, Usaha kecil dan Menengah Republik Indonesia. Dalam Amanatnya Assisten I Sekda Kabupaten Jayawijaya mengatakan bahwa “ Ada beberapa Penekanan yang perlu kami sampaikan mewakili Pemerintah Daerah dengan memperhatikan Hari Koperasi ke – 75, transformasi koperasi untuk ekonomi berkelanjutan maka kata kunci bagi gerakan koperasi di Jayawijaya Adalah Perubahan Menjadi Lebih Baik.

    Cap : Asisten I Sekda, Drs. Tinggal Wusono, M.AP. saat Menjadi Komandal Apel Dalam Acara Hut Koperasi Ke -75

    Foto : Imanuel Sawaki

    Asisten I Sekda mengatakan Kita semua Tidak Punya Banyak Pilihan Selain Maju dan berdaya saing, kini saatnya Ibu Bapak Pengurus, Pengawas, Pengelolah, dan anggota Koperasi kita semua berkewajiban mengembalikan Citra baik Koperasi minimal dikalangan koperasi kita masing-masing apakah koperasi kita masing-masing sudah memberikan Manfaat bagi anggota, apakah sudah memenuhi kebutuhan anggota, apakah sudah membesarkan produk anggota dan masyarakat, dan apakah sudah dikelolah secara modern dan professional. Pertanyaan ini  semata-mata untuk memacu semangat kita guna menggerakan koperasi di Kabupaten Jayawijaya”.

    Selain itu Asisten I sekda juga menyatakan bahwa Menanggapi Situasi Kritis diatas, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya tidak tinggal diam dalam merevitalisasi Koperasi, baik dalam Kelembagaan, Usaha maupun Keuangan. Hari ini, Pemerintah Daerah Melalui Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) telah Menetapkan Tiga Puluh Lima (35) Koperasi Aktif Sebagai Penerima Donasi Modal dalam Bentuk Kebutuhan Barang Pokok atau Natura yang telah di serahkan.

    Dalam Amanat, Asisten I Sekda meminta Kepada Koperasi-Koperasi yang menerima Donasi Modal kerja agar tidak Memalukan Lembaga Koperasinya, tetapi Sebaliknya berjuang untuk koperasi yang sehat, Akuntabel dan bertanggung jawab.

    Asisten I Sekda mengatakan, “Saya Minta Bagi koperasi yang belum melaksanakan rapat anggota, Saya Minta sudah bukan jamannya lagi koperasi dikelolah sebagai suatu milik Pribadi, tertutup dan tanpa didukung pembukuan, karena semua ini berkonsekuensi tuntutan Hukum dikemudian Hari”.

    Selain itu, Asisten I Sekda Juga meminta kepada DPMKPTSP Agar melakukan pengawasan dan evaluasi bantuan atau donasi di masing masing koperasi secara berkala setiap bulan karena bantuan atau donasi ini berasal dari dana Otsus Papua Tahun anggaran 2022.

    Mengakhiri Amanatnya Asisten I Sekda  mengajak para anggota koperasi untuk menjadikan koperasi ditempat maisng-masing menjadi yang terbaik serta menjadi manfaat bagi seluruh anggota. (IS/HA)

  • Gubernur Papua Buka Kegiatan Pembinaan Penyusunan Standar Pelayanan Publik Se-Lapago

    Gubernur Papua Buka Kegiatan Pembinaan Penyusunan Standar Pelayanan Publik Se-Lapago

    WAMENA – Gubernur Papua yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono M.A.P, membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Penyusunan Standar Pelayanan Publik, Survei Kepuasan Masyarakat dan Forum Konsultasi Publik Pemerintah Kabupaten dan Polres Se-Wilayah Adat La Pago di Jayawijaya, yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Wamena ini, Senin (18/07/2022).

    Cap : Foto bersama Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono M.A.P dengan para peserta

    Foto : Humas Pemda Jayawijaya

    Dalam sambutan Gubernur ditekankan bahwa reformasi pelayanan public menjadi sangat penting dan dominan, karena pada domain inilah ujung dari segala permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat dapat teratasi.

    “Fungsi Pemerintah yang utama adalah memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan yang minimal bagi warganya dan dalam rangka menuju good governance. Oleh sebab itu pelayanan public harus diatur dan dilaksanakan dengan baik dan benar,”.

    Untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas, maka perlu acuan yang jelas dan benar untuk dipedomani dan dipatuhi bersama oleh penyelenggara maupun pengguna layanan. Pedoman inilah yang disebut Standar Pelayanan Publik (SP).

    Survei kepuasan masyarakat dan forum konsultasi publik merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari standar pelayanan.

    Sehingga untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan Pemerintah melalui unit penyelenggara pelayanan public, maka diselenggarakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) agar mendapatkan informasi publik berupa masukan, saran, bahkan kritik kepada penyelenggara publik.

    “Saya berharap seluruh penyelenggara pelayanan publik di lingkungan pemerintah Kabupaten dan Polres se-wilayah Adat La Pago, terutama unit-unit penyelenggara pelayanan publik agar memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari narasumber untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang pelayanan publik,”.

    Sebelum mengakhiri sambutan Gubernur, Drs. Tinggal Wusono M.A.P meminta para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan dengan serius, sehingga nantinya dapat melakukan perubahan yang signifikan dalam system pelayanan public di daerah masing-masing. (VIN/HA)

  • 75 Ribu Warga Dari 15 Distrik Di Jayawijaya Terima e-KTP

    75 Ribu Warga Dari 15 Distrik Di Jayawijaya Terima e-KTP

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi menyerahkan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada masyarakat Jayawijaya dari 15 distrik yang telah melakukan perekaman e-KTP.

    Penyerahan e-KTP dan KK diserahkan secara simbolis kepada Kepala Distrik Itlay Hisage dan Distrik Tagime, penyerahan dilangsungkan di halaman gedung otonom usai apel pagi, Senin (18/07/2022).

    Cap : Asisten I Drs. Tinggal Wusono M.A.P saat menyerahkan secara simbolis e-KTP dan KK kepada perwakilan Kepala distrik.

    Foto : Humas Pemda Jayawijaya

    “Hari ini kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan e-KTP dan KK pada beberapa distrik sebagai bagian dari pelaksanaan perekaman system ‘jemput bola’ yang dilakukan di beberapa distrik beberapa waktu lalu oleh Disdukcapil,” ungkap Asisten I Drs. Tinggal Wusono M.A.P usai penyerahan e-KTP dan KK.

    Mewakili Pemerintah Drs. Tinggal Wusono M.A.P berharap dengan adanya penyerahan ini maka distrik-distrik yang belum sempat dilakukan perekaman pada tahun 2022 ini semakin termotivasi melakukan perekaman, mengingat di Kabupaten Jayawijaya terdapat 40 distrik.

    “Kita bekerja secara ektra tahun ini menuju pelaksanaan pemilu tahun 2024 nanti, harapannya seluruh wajib e-KTP di Jayawijaya ini sudah melakukan perekaman,”.

    Mewakili Pimpinan, mantan plt sekda Jayawijaya ini juga berterimakasih kepada para Kepala Distrik dan Disdukcapil atas proses pelaksanaan perekaman maupun bagaimana dukungan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

    “Tetap kami himbau kepada seluruh OPD, pegawai dan masyarakat yang belum memiliki e-KTP untuk secepatnya bisa melakukan perekaman sehingga hak pilihnya tidak hilang pada tahun 2024 nanti,”.

    Di tahun 2022 ini perekaman dengan system ‘jemput bola’ yang dilakukan Disdukcapil Jayawijaya mencakup delapan belas distrik.

    Pemerintah berharap dalam pelaksanaannya tidak bermasalah, kalaupun ada maka dapat segera dialihkan ke distrik yang lain.

    Drs. Tinggal Wusono M.A.P juga membeberkan bahwa di tahun ini antusias masyarakat untuk melakukan perekaman meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari peran para Kepala Distrik yang rutin menginformasikan kepada warga masing-masing.

    “Karena sekarang ini data tunggal yang rujukannya adalah NIK sehingga ketika kita tidak memiliki itu maka semua akses layanan yang harus diterima masyarakat itu tidak bisa dilakukan,” bebernya.

    Drs. Tinggal Wusono M.A.P berharap proses ini tetap berkelanjutan hingga Kabupaten Jayawijaya mencapai target yang ditetapkan oleh Kementerian.

    Perekaman e-KTP dengan system ‘jemput bola’ ini sendiri dilakukan di 15 distrik dengan waktu 60 hari, dengan target 218.244 orang wajib e-KTP, dari jumlah tersebut sebanyak 75.712 wajib e-KTP telah terealisasi, atau 34 persen.

    “Harapannya sebelum pemilu 2024 seluruh warga Jayawijaya sudah memiliki e-KTP,”. (VIN/HA)

  • Puluhan Kepala Kampung Pertanyakan Pencairan Dana Desa

    Puluhan Kepala Kampung Pertanyakan Pencairan Dana Desa

    WAMENA – Puluhan Kepala Kampung datangi gedung otonom yang merupakan kantor Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Senin (11/07/2022).

    Kedatangan para Kepala Kampung ini untuk mempertanyakan pencairan dana desa yang kenapa hanya satu triwulan, pada hal jika dihitung-hitung saat ini telah memasuki triwulan ke dua.

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor, S.Pd., MM saat memberikan penjelasan kepada para Kepala Kampung

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurut Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM yang menerima kedatangan para Kepala Kampung tersebut menyampaikan bahwa dana desa dari Pemerintah Pusat baru di transfer triwulan pertama tahap satu, dikarenakan adanya regulasi baru.

    “Jadi dana desa ini baru di transfer dana triwulan pertama dari tahap satu, ini yang jadi pertanyaan, dan Saya pikir ini hanya masalah miskomunikasi,” kata Sekda.

    Meski demikian, Sekda mengakui dalam penyaluran dana desa tahun ini kurang dilakukan sosialisasi sehingga perubahan beberapa aturan tidak diketahui Aparat Kampung.

    “Mungkin saja hal ini salah dari kami yang tidak lakukan sosialisasi, sehingga mereka bandingkan dengan tahun lalu. Yang mana tahun 2021 ditransfer dua triwulan atau  6 bulan dan kenapa di tahun 2022 hanya masuk triwulan pertama?! Hal ini jadi pertanyaan Para Kepala Kampung,”.

    Sehingga kata Sekda, karena transferan dilakukan langsung oleh KPPN ke rekening kampung sehingga regulasi terkait perubahan ini akan ditanyakan Pemerintah Daerah kepada pihak KPPN.

    “Kita akan surati ke KPPN sebagai pihak yang mentransfer, karena mungkin ada aturan baru tahun 2022 untuk penyaluran dana kampung yang selama ini kita kenal ada BLT dan non BLT,”.

    Mewakili Pemerintah Daerah, Sekda menghimbau agar para Kepala Kampung untuk dapat bersabar, dan jika ada yang belum jelas maka dapat ditanyakan langsung kepada Dinas terkait yang secara teknis lebih mengetahui mekanisme.

    “Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan permohonan maaf mungkin dalam penyeluran dana ini juga kurang sosialisasi dengan aturan yang baru ini sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan ini kami anggap tidak salah juga apa yang ditanyakan Kepala Distrik dan Kepala Kampung, ini akan jadi bahan koreksi untuk kita,” ungkap Beliau.

    Sekda juga mengingatkan Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), agar Kepala Kampung dan Kepala Distrik yang diberikan tanggungjawab untuk memimpin di wilayah di masing-masing Distrik dan Kampung juga harus disampaikan secara tertulis terkait perubahan regulasi yang berkaitan dengan penyaluran dana desa, sehingga dapat memberikan penjelasan kepada warga masing-masing.

    “Kami beri apresiasi untuk para Kepala Kampung dan Kepala Distrik yang sudah datang menyampaikan aspirasi secara tertib. Kantor tempat bertanya jadi mereka harus datang, itu jauh lebih baik dari pada di jalan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak bagus,” kata Beliau. (VIN/HA)

  • Pembukaan Konferensi Jemaat Kingmi Klasis Walak

    Pembukaan Konferensi Jemaat Kingmi Klasis Walak

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si berharap Konferensi Ke-II Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua Koordinator Jayawijaya Klasis Walak yang resmi dibuka pada Rabu (06/07/2022) pesan Bupati konferensi dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik guna peningkatan pelayanan bagi jemaat KINGMI.

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si saat memasang tanda pengenal kepada peserta konferensi Gereja Kingmi Klasis Walak

    Foto : Vina Rumbewas

    Hal ini disampaikan Beliau disela-sela memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Gerejawi, yang berlangsung di halaman Kantor Klasis Walak di Distrik Yalengga.

    “Saya harap konferensi Klasis Walak yang dimulai hari ini bisa mendapatkan hasil yang baik untuk peningkatan pelayanan Gereja dan umat KINGMI,” ungkap Beliau.

    Bupati juga berharap, keputusan dan program-program yang akan dihasilkan juga baik bagi perkembangan Gereja dan Jemaat serta Pemerintah dalam pelayanan bagi masyarakat Jayawijaya.

    “Saya sebagai Pemerintah dan Bapak-Ibu sebagai pelayan di dalam Gereja jadi mari kita lakukan pelayanan kepada masyarakat dan jemaat kita dengan baik. Jangan cuma melayani di Gereja saja tetapi kiranya juga mau melayani di luar Gereja dan Jemaat. Harapan saya,”.

    Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Konferensi Jemaat Kingmi Klasis Walak, diharapkan melalui konferensi ini para peserta dapat menghasilkan keputusan yang baik dan berguna bagi pelayanan di dalam tubuh KINGMI Klasis Walak.

    Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya turut memasangkan tanda pengenal kepada peserta sebagai tanda dimulainya konferensi.

    Bupati juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 100 juta kepada paniti pelaksana sebagai bentuk dukungan Pemerintah Jayawijaya.

     Sementara itu, Kayafar Wandikbo, Ketua Panitia mengatakan bahwa konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari 13 Gereja yang ada di Klasis Walak.

    “Peserta dari masing-masing Gereja yang di dalamnya juga ada masing-masing unsur, majelis, perkarya, perkawan, dan pemuda. Konferensi ini lebih pada pemilihan pengurus klasis baru,”. (VIN/AR)

  • Wabup Jayawijaya : Dana Desa Bukan untuk Bayar Masalah

    Wabup Jayawijaya : Dana Desa Bukan untuk Bayar Masalah

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH., M.Hum kembali mengingatkan kepada seluruh Aparat Kampung di Kabupaten Jayawijaya agar tidak menggunakan dana desa untuk bayar kepala (nyawa manusia) atau dipakai untuk menyelesaikan masalah.

    “Dana kampung itu bukan untuk bayar kepala. Itu tidak ada!. Jangan hargai nyawa manusia itu dengan uang. Dana kampung bukan untuk menyelesaikan masalah,” tegas Wakil Bupati saat membuka Sosialisasi  Pengelolaan Dana Kampung dan Pengawasan Penggunaan Dana Kampung di Distrik Walelagama, Jayawijaya, Kamis (07/07/2022).

    Cap : Wakil Bupati Marthin Yogobi SH., M.Hum saat menyampaikan sambutan pada Sosialisasi  Pengelolaan Dana Kampung dan Pengawasan Penggunaan Dana Kampung di Distrik Walelagama, Jayawijaya

    Foto : Humas Pemda Jayawijaya

    Menurutnya, dana kampung itu untuk membangun masyarakat dari sisi kesejahteraan, ekonomi dan pembangunan infrastruktur di kampung masing-masing. Sehingga, Beliau meminta dana kampung dapat dikelola secara baik untuk kepentingan pembangunan masyarakat di kampung.

    Tegas Wakil Bupati, jika dana kampung itu digunakan tidak sesuai peruntukannya maka setiap aparat akan mendapatkan konsekuensi hukum.

    “Jadi dana kampung itu bukan milik pribadi sehingga saya minta agar pengelolaan dana kampung ini harus lebih transparan. Suatu saat kalau terjadi masalah maka bisa berhadap dengan hukum,” pesannya.

    Transparansi dana desa, menurut Marthin Yogobi SH., M.Hum sangatlah penting dipraktekan dalam pengelolaan dana desa.  Kepala Kampung wajib melibatkan seluruh stakeholder, perangkat kampung, dan masyarakat untuk melakukan perencanaan hingga realisasi dana tersebut.

    “Jangan hanya kepala Kampung, bendahara dan pendamping yang membuat perencanaan. Harus semua unsur itu dilibatkan, jika tidak maka akan sangat beresiko,” ujar Beliau.

    Dia menuturkan, setiap kali pihaknya bersama Bupati Jayawijaya turun ke setiap distrik selalu mengingatkan bahwa setiap tahun dalam kepemimpinan Nasional selalu ada perubahan model dana untuk masyarakat.

    “Dulu itu ada nama IDT dan berubah model secara terus menerus sampai hari ini. Saat kepemimpinan Jokowi dengan program dana kampung. Selama kepemimpinan Beliau (Jokowi), dana ini langsung masuk ke rekening desa masing-masing, tidak lewat pemerintah daerah lagi,” jelasnya.

    Oleh karena itu, kata Wakil Bupati, pihaknya selalu ingatkan agar dana kampung ini digunakan sebaik mungkin untuk membangun masyarakat kampung, sebelum menyesal nantinya.

    “Secara nasional, pengelolaan dana ini sedang dievaluasi, kalau dana masuk langsung ke nomor rekening kampung, maka kira-kira sudah sejauh mana keberhasilannya?  Kalau tidak berhasil maka kepemimpinan baru bisa berubah, bisa jadi pemerintah kembalikan sistem yang lama,” imbuhnya.

    Marthin Yogobi SH., M.Hum berharap, melalui sosialisasi yang diselenggarakan Bagian Hukum Setda Jayawijaya para Kepala Kampung dapat memahami dan melaksanakannya disetiap kampung masing-masing.

    Sementara itu, Kasubag Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Jayawijaya, Martinus Alua berharap melalui kegiatan ini, para Kepala Kampung di Jayawijaya umumnya dan khusus di Walelagama dapat mengelola dana kampung dengan baik, agar nantinya dananya bisa tepat sasaran untuk pembangunan masyarakat kampung.

    Dalam kegiatan ini dihadiri perangkat kampung dan masyarakat berjumlah 50 orang, dan berlangsung sehari. (HPJ/AR)