Category: Berita

  • Pelantikan Badan Pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago

    Pelantikan Badan Pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago

    WAMENA – Sekda Jayawijaya, Thony M. Mayor S.Pd., MM menyatakan bahwa Agama, Adat dan Pemerintah merupakan tiga unsur yang harus bersinergi dan tidak dapat dipisahkan, dengan adanya sinergitas dari ketiga unsur tersebut maka dapat tercipta masyarakat dan bangsa yang kuat.

    Hal ini disampaikannya saat membacakan sambutan Bupati Jayawijaya pada acara pelantikan Badan Pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago, Kamis (12/05/2022).

    Cap : Pelantikan Badan Pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago Masa Bakti 2019-2024 yang berlangsung di salah satu hotel di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    “Hari ini badan pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar wilayah Lapago dilantik, yang berarti perkumpulan ini merupakan aspirasi masyarakat Indonesia yang menginginkan tetap kokohnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa, dengan bekerja bersama-sama untuk menghasilkan keseimbangan yang harmonis antara tiga unsur, yakni agama, adat dan pemerintah,” tutur Sekda Jayawijaya.

    Sebagai bagian dari unsur Pemerintah, Sekda mengajak seluruh pengurus  agar dapat melaksanakan tujuan serta visi dan misi organisasi dengan serius sehingga tujuan bersama tersebut dapat tercapai.

    Beliau juga menambahkan bahwa pengurus Indonesia bersatu hendaknya dapat terus berkoordinasi dan mendorong Pemerintah, lembaga Adat dan Agama untuk bersama-sama saling mendukung.

    “Saat tiga pilar ini kuat dan bersinergi dengan baik saya yakin percepatan pembangunan yang direncanakan akan terwujud, sehingga tercipta masyarakat yang mandiri, kuat dan sejahtera,” ungkapnya.

    Atas nama Pemerintah Jayawijaya Beliau menyampaikan Selamat dan Sukses kepada Badan Pengurus Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago Masa Bakti 2019-2024, yang dilantik oleh Lenis Kogoya, selaku Tokoh Adat Papua.

    Herman Doga yang merupakan Ketua LMA Jayawijaya ditunjuk sebagai Ketua Indonesia Bersatu Tiga Pilar Wilayah Adat Lapago. (VIN/HA)

  • Bupati Jayawijaya Komitmen Kerjakan Kembali Gereja Katolik St.Mikael Pilimo yang Terbengkalai 14 Tahun

    Bupati Jayawijaya Komitmen Kerjakan Kembali Gereja Katolik St.Mikael Pilimo yang Terbengkalai 14 Tahun

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE., M.Si memastikan dalam waktu tiga bulan  pembangunan gedung gereja Katolik Stasi St. Mikael Pilimo Paroki St. Stepanus Kimbim Wogi akan rampung dikerjakan dan bahkan dipastikan akan diresmikan pada tanggal 5 Juli 2022 mendatang.

    Hal ini disampaikannya saat melihat langsung bangunan gereja Katolik Stasi St. Mikael Pilimo yang pengerjaannya terbengkalai selama kurang lebih 14 tahun.

    “Kedatangan saya untuk mencari solusi penyelesaian pembangunan gereja ini. Saya juga ingin tekankan bahwa saat memberikan bantuan untuk rumah Tuhan kita jangan hitung-hitung,” ungkap Bupati, Jumat (29/04/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua SE., M.Si saat foto bersama pastor dan umat di depan gedung gereja katolik St.Mikael Pilimo yang Terbengkalai selama 14 tahun

    Foto : Vina Rumbewas

    Sehingga untuk merampungkan Bangunan Gereja ini Bupati meminta 11 Kepala Kampung yang ada di Distrik Yalengga untuk ikut menopang kegiatan pembangunan dimana masing-masing kampung menyumbangkan dana bantuan senilai Rp 10  juta.

    “Ini kita kerja buat Tuhan bukan buat kepala kampung atau Bupati, Saya sebagai Bupati juga akan menyumbangkan Rp 150 juta, untuk kita sama-sama merampungkan sisa pekerjaan ini,” ungkap Bupati.

    Bupati juga berharap agar umat turut berpartisipasi dalam pekerjaan pembangunan terutama kaum muda.

    “Gereja ini sudah hampir 14 tahun tidak selesai, saya harap umat terutama pemuda juga membantu karena yang punya gereja kita. Sehingga tanggal 5 Juli nanti bisa kita resmikan,” ujarnya.

    Sementara itu, Pastor Jumper Junan Manik OFM berkomitmen pembangunan gereja tersebut harus segera rampung karena akan ada putra Walak yang akan menjadi Imam.

    “Sekecil apapun bantuan yang kami terima kami akan gunakan untuk pembangunan gereja, namun dengan bantuan dari Bapak Bupati dan juga para Kepala kampung kami yakin gereja kita akan selesai,” ungkap Pastor Jumper. Ia juga meyakinkan Umatnya jika kita berkomitmen bersama membangun gereja maka sedikit demi sedikit pembangunan gereja akan rampung. (VIN/AR)

  • Kongres PGRI di Jayawijaya Diharapkan Dapat Menyatukan Persepsi dan Motivasi Para Guru Untuk Menangkap Perubahan

    Kongres PGRI di Jayawijaya Diharapkan Dapat Menyatukan Persepsi dan Motivasi Para Guru Untuk Menangkap Perubahan

    WAMENA – Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM secara resmi membuka Konferensi PGRI Kabupaten Jayawijaya Ke-22 Periode 2022-2026, yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Kamis (21/04/2022).

    Cap : Sekda Kabupaten Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM secara resmi membuka Konferensi PGRI Ke-22 Periode 2022-2026

    Foto : Vina Rumbewas

    Konferensi yang berlangsung sehari ini digelar dengan tema “Kita Perkuat PGRI Sebagai Wadah Penguatan Peran Strategis Dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermanfaat, Sejahtera untuk Pendidikan yang Mutu”.

    “Tema kegiatan hari ini mengingatkan kita tentang tugas utama guru dalam dunia pendidikan, yakni mendidik, mengajar, membimbing, serta mengarahkan peserta didik. Sehingga keberhasilan masa depan peserta didik sangat ditentukan oleh guru,” ungkap Sekda.

    Untuk itu, sekda berharap melalui momen ini seluruh anggota PGRI di Jayawijaya dapat duduk bersama untuk bertukar pikiran tentang perkembangan pendidikan di kabupaten Jayawijaya.

    Karena menurut sekda, harus diakui bahwa pendidikan di Jayawijaya belum bisa dikatakan berjalan dengan sempurna, masih banyak masalah dalam pelaksanaan pelayanan pendidikan salah satunya yakni kurangnya sumber daya tenaga guru professional.

    “Keberadaan guru di kabupaten Jayawijaya baik yang sudah menjadi ASN maupun tenaga kontrak sebenarnya sudah dapat memenuhi kuota kebutuhan tenaga guru di setiap jenjang pendidikan, mengingat di Jayawijaya terdapat beberapa sekolah tinggi bidang pendidikan yang setiap tahunnya meluluskan puluhan bahkan ratusan sarjana pendidikan,” katanya.

    Meski demikian masih ditemui di lapangan kurangnya tenaga guru, untuk itu Sekda Kabupaten Jayawijaya mengajak seluruh peserta konfrensi untuk dapat membahas permasalahan ini.

    “Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan sinergitas program kerja antara PGRI dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan di kabupaten Jayawijaya,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Bidiandoyo mengungkapkan bahwa sejak tahun 2015 PGRI di Jayawijaya mengalami kevakuman, pada menurutnya perubahan-perubahan yang terjadi sebagai pengaruh pengetahuan teknologi harus diantisipasi dengan baik dan diarahkan satu koordinasi oleh organisasi profesi yaitu PGRI.

    “Diharapkan kongres PGRI ini dapat menyatukan kembali persepsi dan motifasi kepada para guru di Jayawijaya untuk bagaimana menangkap perubahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada,” ungkapnya.

    Lebih lanjut kata Sekretaris Dinas Pendidikan, karena akhir-akhir ini  terjadi banyak perubahan termasuk dalam mendorong merdeka belajar.

    “Kami berharap, dengan adanya kongres ini ada kesatuan persepsi bahasa sehingga guru-guru mulai membangkitkan rasa bahwa guru adalah jiwa ku dan panggilan ku, sehingga mereka bukan semata-mata menjadi guru karena pilihan yang terpaksa tetap lebih pada kesadaran bahwa guru harus menjadi agen perubahan, dan itu bisa dikoordinasikan dan bisa disatukan persepsinya melalui PGRI,” Kata Sekretaris Dinas Pendidikan. (VIN/HA)

  • 68 Tahun Masuknya Injil di Lembah Baliem, Ini Pesan Pdt. Tot Adams Selaku Anak Penginjil

    68 Tahun Masuknya Injil di Lembah Baliem, Ini Pesan Pdt. Tot Adams Selaku Anak Penginjil

    WAMENA – Memperingati 68 Tahun masuknya Injil di Lekenoakma – Lembah Baliem yang jatuh pada tanggal 20 April ini digelar ibadah syukur yang berlangsung di Pos Pekabaran Injil Haleluya Lekenoakma Wukatapo Distrik Asolokobal, Rabu (20/04/2022).

    Cap : Ibadah peringatan masuknya Injil di Lembah Baliem ke 68 Tahun di Pos Pekabaran Injil Haleluya Lekenoakma Wukatapo Distrik Asolokobal

    Foto : Vina Rumbewas

    Ibadah perayaan ini dipimpin Pdt. Tot Adams yang juga merupakan anak perintis masuknya Injil di Lembah Baliem, ibadah dihadiri ratusan jemaat dari denominasi gereja yang ada di Jayawijaya.

    Pada moment itu, selaku anak perintis Pdt.Tot Adams berpesan kepada jemaat di Lembah Baliem agar Gereja Kemah Injil berfokus pada beberapa hal salah satunya yakni penginjilan karena masih banyak orang yang harus dijangkau dengan kebenaran firman Tuhan.

    “Kita juga harus selalu vokus pada pemuridan pada pemuda-pemudi kita dan juga anak-anak kita,” kata Pdt. Tot Adams.

    Menurutnya, jemaat juga harus berfokus pada pembaptisan mereka (orang yang belum mengenal Yesus) seperti yang ditugaskan oleh Yesus.

    “Kita juga harus tetap hadir menanam gereja baru, jemaat baru, kami bersyukur karena hari ini ada pos PI baru inilah bagian dari tugas kita, mari kita tetap kembangkan Gereja Kristen Indonesia baru di seluruh Papua,” ungkapnya.

    Tidak kalah penting, ia juga berpesan kepada jemaat di Jayawijaya dan Papua pada umumnya untuk menjaga kekudusan pernikahan, menjaga anak-anak dan membesarkan mereka dalam takut akan Tuhan.

    “Kami minta dengan hormat suami dan isteri untuk menjaga baik hubungan pernikahan, ini penting sekali di Papua. Bapa ibu  harus menjaga anak-anak, dan membesarkan mereka dalam takut akan Tuhan. Karena gereja masa depan bergantung pada kita dan bergantung pada pendidikan yang kita berikan dalam rumah tangga khususnya pada anak-anak kita, ini tugas besar,” tuturnya.

    Dan yang terakhir dirinya meminta jemaat untuk bersama mengutamakan kerajaan Allah, karena menurutnya saat ini manusia lebih mengutamakan hal lain disbanding Tuhan. Namun sebagai umat Tuhan harus mengutamakan kerajaan Allah.

    “Ini beberapa pesan dari kami misi, mari kita tetap bekerja bersama sampai Yesus datang kembali,” tutupnya.

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Petrus Mahuze AP, M.Si menyampaikan bahwa peristiwa masuknya Injil di Lembah Baliem pada tahun 1954 atau 68 tahun lalu harus menjadi momen penting bagi umat Kristen di Lembah Baliem, karena melalui peristiwa ini masyarakat yang awalnya masih hidup dalam kegelapan kini telah mengenal injil Tuhan.

    “Walaupun pelayanan Injil di Lembah Baliem telah berlangsung selama 68 tahun namun pelayanan masih jauh dari kata berhasil, hal ini dibuktikan dengan masih banyak anak-anak bahkan orang tua yang hidup tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Banyak juga yang sudah mendengar berita Injil namun tetap hidup dalam kegelapan,” tuturnya.

    Oleh karena itu, pada momen ini dirinya mengajak seluruh warga GKII dan umat Kristen pada umumnya untuk hidup sesuai kebenaran injil.

    “Ini bukan tugas misionaris dan hamba Tuhan semata, tetapi tugas semua umat yang sudah mengenal, menerima dan menjadi pelaku Injil kebenaran untuk membagikan berkat rohani kepada setiap orang,” ungkapnya.

    Pada kesempatan itu, Staf Ahli Bupati juga membeberkan bahwa tempat dimana pertama kalinya Misionaris Pdt.Einer Mickelson bersama tim menginjakan kaki pada tahun 1954 di Kampung Minimo akan dibangun monument peringatan masuknya Injil dan akan dijadikan sebagai lokasi wisata rohani.

    “Terimakasih kepada seluruh gereja Tuhan yang ada di Jayawijaya yang selalu setia mendukung program pemerintah, dengan demikian gereja juga turut dalam keberhasilan pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

    Pada kesempatan itu, pemerintah kabupaten Jayawijaya juga memberikan bantuan uang tunai untuk membantu pengembangan Pos Pekabaran Injil di Halelunya Lekenoakma Wukatapo Distrik Asolokobal. (VIN/HA)

  • Pembukaan Musrenbangda Kabupaten Jayawijaya

    Pembukaan Musrenbangda Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si membuka Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah(Musrenbangda) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 di gedung Ukumiarek Asso, Rabu (13/04/2023).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si bersama Kepala Bappeda Provinsi, Sekertaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Ketua DPRD dan Kepala Bappeda Kabupaten Jayawijaya pada saat kegiatan Pembukaan Musrenbangda Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023

    Foto : Imanuel Sawaki

    Dalam Sambutannya,  Bupati Jayawijaya mengungkapkan bahwa kegiatan Musrenbangda dilaksanakan dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2023. Musrenbangda dilaksanakan dalam rangka menyempurnakan Rancangan Rencana Kerja organisasi perangkat Daerah sebagai bagian dari wadah penyerapan aspirasi masyarakat atas hasil musrenbang distrik dan pokok-pokok pikiran DPRD.

    Bupati juga mengungkapkan bahwa Pelaksanaan musrenbang sebelumya didahului oleh Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2022 yang dilaksanakan selama dua hari, yang mana forum gabungan perangkat daerah merupakan bagian dari tahapan dalam penyusunan RKPD untuk menentukan prioritas program, kegiatan dan sub kegiatan pembangunan yang dituangkan dalam rencana kerja perangkat daerah yang bermuara pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rancangan Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD).

    Cap : Pendandatanganan yang dilakukan oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si saat kegiatan Musrenbangda pembukaan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023

    Foto : Imanuel Sawaki

    Kemudian Bupati Jayawijaya mengingatkan kepada pimpinan perangkat daerah bahwa musrenbang kali ini harus sejalan dengan tata pembangunan serta fokus pembangunan tahun anggaran tahun 2023 yang diarahkan pada pengembangan sinergi program ekonomi, kesejahteraan, serta arah kegiatan dan sasaran harus di fokuskan pada RPJMD tahun 2018-2023. (AGW/IS/RS)

  • Bupati Ingatkan Kepala Kampung, Delapan Persen Dana Desa, Wajib Untuk Kegiatan Stunting

    Bupati Ingatkan Kepala Kampung, Delapan Persen Dana Desa, Wajib Untuk Kegiatan Stunting

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si kembali mengingatkan para kepala kampung untuk dapat dengan bijak menggunakan dana kampung khususnya untuk program stunting.

    Hal ini disampaikannya kepada delapan Kepala Kampung saat berkunjung di Distrik Silokarno Doga, Selasa (12/04/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si saat berdiskusi dengan warga di Distrik Silokarno Doga

    Foto : Vina Rumbewas

    “Stunting sangat penting karena, ibu hamil dan balita perlu dapatkan gizi seimbang melalui pelayanan stunting. Saya harap kepada Distrik juga dapat mengontrol para Kepala kampung agar menyisikan 8 persen dana desa untuk kegiatan stunting, itu harus tidak boleh tidak,” ungkap Bupati.

    Dirinya mengingatkan Kepala Distrik agar di tahun 2022 ini pelaksanaan program stunting dapat dikoordinasikan dengan para Kepala kampung dan juga petugas puskesmas sehingga dana stunting yang ada di setiap kampung dapat benar-benar, digunakan untuk melayani masyarakat.

    “Kalau pelaksanaan kegiatan stunting tidak ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) maka tidak dapat diproses dananya, karena ini salah satu prioritas utama presiden dalam mendorong penyerapan dana desa. Kami pemda tinggal mengawasi itu. Jadi kalau tidak berjalan maka pasti akan menimbulkan masalah,” tuturnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Distrik Silokarno Doga, Marthon Komba S.Sos mengatakan bahwa sesuai arahan Bupati untuk alokasi dana stunting pihaknya akan mengawasi itu.

    “Kami Pemerintah Distrik akan kontrol 8 kampung, supaya alokasi dananya tetap ada, dan kami akan berusaha bekerjasama dengan kepala puskesmas untuk mengontrol dana stunting dan melakukan kegiatan sesuai peruntukannya, dalam hal ini ibu hamil dan balita untuk memberikan mereka makanan yang bergizi,” katanya.

    Ia juga mengatakan selama ini kegiatan posyandu yang  dilakukan petugas puskesmas berjalan lancar, dimana petugas selalu turun ke masing-masing kampung untuk melakukan imunisasi dan sosialisasi kesehatan.

    “Menyangkut kegiatan pemerintahan di distrik kami sudah berjalan baik, dengan hadirnya pemda memberikan motifasi,” (Vin/RS)

  • Penyaluran BTPKLWN Bagi 1200 Penerima di Jayawijaya

    Penyaluran BTPKLWN Bagi 1200 Penerima di Jayawijaya

    WAMENA – Bantuan Tunai Pedagang Kaki lima dan Warung Serta Nelayan (BTPKLWN) kian mulai disalurkan Kodim 1702/ Jayawijaya kepada 1200 Warga yang merupakan pengusaha kecil di Wamena dengan maksud untuk menambah modal usahanya agar bisa terus berjalan ditengah masa pendemi saat ini.

    Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, SIP menyatakan dalam penyaluran BTPKLWN ini pihaknya melakukan kerjasama dengan Pemda Jayawijaya, KPPN dan Bank BRI, dimana ini merupakan bantuan langsung tunai yang tujuannya kepada pedagang Kaki 5, pemilik warung dan nelayan.

    “Sumber dana ini berasal dari Kementrian Koperasi dan UKM yang mana disalurkan oleh TNI dalam Hal ini Kodim 1702/ Jayawijaya dimana besarannya Rp.600.000 per diperuntukan untuk 1200 orang yang ada di Kabupaten Jayawijaya sehingga anggaran yang di kucurkan untuk masyarakat itu sebesar Rp.720.000.000,” ungkapnya selasa (12/4) kemarin.

    Kata Dandim, untuk hari pertama ini dari 1200 warga, baru disalurkan  sekitar 380 – 400 orang lebih dulu dan mungkin dalam waktu 10 hari akan dituntaskan semua penyaluran bantuan ini, untuk diberikan kepada masyatrakat.

    “Syaratnya masyarakat harus membawa identitas kewarganegaraan yang lengkap seperti KK dan KTP sehingga sebagian dari mereka mungkin ada yang ambil di kampung oleh karena itu kita akan tunggu mereka untuk melengkapi berkasnya,” katanya.

    Ia menyatakan untuk penyaluran bantuan ini memang difokuskan kepada masyarakat Jayawijaya hanya saja sebagian akan dilimpahkan ke warga lainnya di Kabupaten Mamberamo Tengah dan Tolikara namun  disana pihaknya masih mencoba untuk mengumpulkan data.

    “Ini dilakukan untuk merangsang perekonomian masyarakat dimana ada kesulitan karena kelangkaan beberapa komuditas pokok, namun ini sebenarnya diberikan kepada masyarakat pedagang kaki lima, pemilik warung, untuk bantuan tambahan modal agar mereka bisa bertahan,” terangnya.

    Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan, pertama ia mengucapkan terimakasih karena pemerintah pusat melalui Kementrian Koperasi dan UKM menyalurkan bantuan  bagi warga kategori kurang mampu.

    “Ini merupakan satu kebijakan dari negara untuk mendorong apa yang bisa dibantu kepada masyarakat yang punya usaha kecil agar usaha itu bisa menghasilkan untuk kesejahterahan keluarganya,” ungkapnya.

    Wakil Bupati  menambahkan, pemerintah daerah mengharapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh penerima bantuan karena tujuan bantuan untuk meningkatkan kesejahterahan masyarakat. “Ini sebagai suntikan modal supaya mereka bisa mengembangkan usahanya bisa lebih maju dari yang sebelumnya,” kata Wakil Bupati. (VIN)

  • Konferensi II DAP : DAP dan Pemerintah Adalah Mitra

    Konferensi II DAP : DAP dan Pemerintah Adalah Mitra

    WAMENA – Dewan Adat Wilayah Baliem (Lapago) gelar Konferensi ke II Lapago yang berlangsung di Wamena, Senin (11/04/2022).

    Kegiatan yang bertemakan Konsolidasi dan Rekonsiliasi  Dewan Adat Wilayah Baliem ini selain dihadiri perwakilan para pengurus dan anggota dewan adat se Papua, kegiatan ini juga dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang didampingi Dandim 1702/Jayawijaya beserta Kapolres Jayawijaya.

    Cap : Pembukaan Konferensi ke II DAP yang berlangsung di Wamena

    Foto : Vina Rumbewas

    Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si yang diundang untuk membuka kegiatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada dewan adat yang untuk pertama kalinya mengundang dirinya sebagai kepala daerah untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

    “Saya sebagai Bupati Kabupaten Jayawijaya bersama Wakil Bupati dan para Forkopimda kami hadir disini. Mungkin ini pertama kali Bupati hadiri acara dewan adat, karena saya merasa sebagai anak adat,” ungkap Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si.

    Pada kesempatan itu, Bupati mengajak dewan adat untuk bersama-sama pemerintah menjaga dan membangun daerah Jayawijaya, karena adat dan pemerintah saling berkaitan.

    “Jadi saya harap kegiatan DAP hari ini kami Pemda dan Forkopimda kami hadir lengkap karena saya ingin membuktikan kepada bapak ibu sekalian bahwa tidak ada perbedaan antara pemerintah dan DAP. Saya merasa sebagai bagian dari anak adat dan ini kesempatan baik untuk kami, karena pemerintah juga butuh masukan dari dewan adat,” paparnya.

    Menurutnya, jika dulu mungkin terdapat perbedaan antara dewan adat dan pemerintah namun kata Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si  dan Wakil Bupati bersama Forkopimda dirinya tidak ingin ada batasan-batasan antara DAP dan pemerintah.

    “Kita pemerintah butuh masukan dari DAP terkait pembangunan di daerah kami. Silahkan orang lain mau bicara kita seperti apa tetapi selama kepemimpinan Saya dan Wakil Bupati kami ingin kerjasama,” kata Beliau.

    Untuk itu, Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si berharap hasil dari konferensi yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari ini nantinya dapat dibagikan juga kepada pemda setempat untuk didiskusikan bersama-sama.

    “Setiap ada kegiatan kami juga libatkan ketua DAP untuk memberikan masukan kepada kami pemda dan itu sudah kami lakukan selama ini,” pungkasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua DAP wilayah Lapago Dominikus Sorabut mengatakan pemerintah daerah merupakan bagian dari anak adat sehingga harus membangun kemitraan.

    “Pemerintah daerah bagian dari anak adat, jadi apa yang dilakukan  hari ini bagian dari kemitraan. Jadi pemerintah secara fisik hadir berikan dukungan dalam konfrensi ini,” kata Beliau.

    Menurutnya, dalam konferensi ini akan menghasilkan program-program untuk masyarakat adat, dan program tersebut nantinya akan disampaikan juga kepada pemerintah.

    “Jadi apa yang bisa dikerjakan pemerintah tentang hak-hak dasar masyarakat adat, dan struktur masyarakat adat. Setelah dibentuk akan diberikan kepada pemerintah supaya pemerintan melihat dan akan dibentuk perda-perda tentang hukum adat, kita akan dorong ke sana,” paparnya.

    Namun lebih dari itu kata Sorabut. Konfrensi ini adalah program Dewan Adat Papua, dimana DAP sedang melakukan konsolidasi dan memfitalisasi serta menstrukturisasi 7 wilayah adat Papua.

    “Domberai sudah, sekarang Lapago, jadi nanti kami akan keliling di lima wilayah adat lainnya setelah itu kita akan lahirkan pemimpin DAP di Tanah Papua, jadi ini program rutin DAP Papua,” jelasnya.

    Masih lanjut Sorabut, pemerintah dan masyarakat adat adalah mitra tetap karena masyarat adat diakui juga  PBB sehingga pemerintah juga berkewajiban bermitra dengan masyarakat adat dalam hal mendorong program-program strategis untuk masyarakat adat.

    Diharapkan melalui Konferensi ke II DAP ini nantinya akan mengangkat hak-hak dasar masyarakat adat mulai dari kampung, klean suku, suku, sub suku, daerah, wilayah, di wilayah Balim (Lapago). (Vin/RS)

  • Bupati Jayawijaya Ingatkan OPD Agar Tidak Main-main Dalam Kelola Dana Otsus

    Bupati Jayawijaya Ingatkan OPD Agar Tidak Main-main Dalam Kelola Dana Otsus

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si mengingatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Dana Otsus untuk menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, dana otsus jangan digunakan untuk belanja pegawai di OPD.

    Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2022 Dalam Rangka Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah Tahun 2023, yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Senin (11/04/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,.M.Si saat membuka kegiatan Forum Gabungan Perangkat Daerah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2022 Dalam Rangka Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah Tahun 2023

    Foto : Vina Rumbewas

    “Saya akan kontrol ini, karena dana otsus kita mulai tahun 2022 ini cukup besar kurang lebih 100 milyar tapi saya lihat masih banyak kegiatan-kegiatan belanja di dalam OPD yang gunakan otsus,” ungkap Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si.

    Lanjut Bapak Bupati, hal ini akan menjadi evaluasi bersama tim anggaran agar dana otsus digunakan untuk kegiatan masyarakat.

    “Jadi kami akan pangkas kegiatan belanja dalam OPD yang menggunakan otsus. Saya ingin otsus lebih banyak digunakan untuk kegiatan yang lebih menyentuh masyarakat,” kata Beliau.

    Kata Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si, dirinya ingin agar program-program yang penganggarannya dari otsus harus berdampak langsung kepada masyarakat.

    Sementara itu terkait kegiatan musyawarah rencana pembangunan yang di gelar Bappeda Jayawijaya kata Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si dirinya berharap agar dapat mengakomodir kegiatan yang diusulkan mulai dari tingkat kampung, distrik hingga kabupaten, kegiatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

    “Kegiatan yang diusulkan saat kunjungan-kunjungan Bupati dan Wakil Bupati ke Distrik, dan didengar langsung oleh OPD terkait, saya harap dapat di dorong dalam musrenbang ini, dan diharapkan kegiatan yang diusulkan OPD juga merupakan program yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.

    Bupati berharap agar dalam musrenbang ini empat puluh distrik yang ada di wilayah kabupaten Jayawijaya bisa mendapatkan program sesuai kebutuhan masing-masing, karena tambah Bapak Bupati Jhon Richard Banua SE.,M.Si pemerataan pembangunan sangatlah penting. (Vin/RS)

  • Selain Kegiatan Padat Karya, Warga Kampung Yabem Gunakan Dana Desa Untuk Bangun Gereja

    Selain Kegiatan Padat Karya, Warga Kampung Yabem Gunakan Dana Desa Untuk Bangun Gereja

    WAMENA – Aparat Desa dan warga Kampung Yabem Distrik Pelebaga sepakat menggunakan dana desa untuk membangun tempat ibadah yakni membangun gedung Gereja Baptis Heatnom.

    Pembangunan gedung gereja ini dibangun secara bertahap sejak tahun 2018 dengan menggunakan dana desa.

    “Anggaran yang kami gunakan untuk membangun gedung gereja ini kurang lebih Rp 400 juta yang bersumber dari dana kampung,” ungkap Yoel Wuka, Kepala Kampung Yabem Distrik Pelebaga, Senin (28/03/2022)

    Cap : Sekda Jayawijaya Thoni M. Mayor saat meresmikan gedung Gereja Baptis Heatnom yang dibangun menggunakan dana desa.

    Foto : Vina Rumbewas

    Tantangan dalam membangun gedung gereja ini menurut Yoel Wuka adalah medan menuju kampung Yabem yang cukup sulit sehingga material pembangunan diangkut secara manual oleh warga kampung, dari jalan utama hingga ke lokasi pembangunan gereja.

    “Selain  bangun gereja, kami bersama warga juga sepakat membangun rumah aparat kampung, bangun jembatan di empat titik kampung. Kita tidak bangun dalam satu tahun anggaran tapi kita bangun bertahap dari tahun 2015,” jelasnya.

    Tambahnya, dana desa yang turun di kampug Yabem dihabiskan untuk program-program padat karya yang diusulkan masyarakat.

    Selain kegiatan padat karya, dana desa juga digunakan untuk pengadaan bibit babi pada beberapa kelompok peternak.

    “Tahun 2022 ini dalam muskam kami sudah sepakat untuk membangun gereja juga, karena bangunan gereja yang lama sudah hancur,” jelasnya.

    Sekda Jayawijaya Thoni M. Mayor yang pada kesempatan itu meresmikan gedung Gereja Baptis Heatnom menyampaikan bahwa dengan menggunakan dana desa untuk membangun tempat ibadah maka manfaatnya langsung dirasakan oleh umat, sehingga penggunaannya tepat sasaran.

    “Pembangunan gereja menggunakan dana desa  bisa dipertanggung jawabkan dan pasti mendapat dukungan dari seluruh masyarakat kampung,” katanya.

    Sekda juga meminta warga kampung yang ada di Jayawijaya untuk mendukung kepala kampung masing-masing, apa yang akan dibangun untuk kepentingan umum dapat menggunakan dana desa.

    “Dana desa jika dilihat jumlahnya banyak, tapi kalau medan seperti Kampung Yabem dan dibagi-bagi sesuai program kerjanya memang kecil untuk itu harus ada kerjasama semua pihak untuk mendukung,” jelasnya.

    Untuk itu, sekda berharap gedung gereja baptis yang dibangun menggunakan dana desa ini dapat digunakan untuk melayani jemaat, terutama dalam bersekutu dan memuliakan Tuhan. (Vin/AR)