Category: Berita

  • Kejari Wamena gelar FGD dan Sosialisasi Tugas Fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer

    Kejari Wamena gelar FGD dan Sosialisasi Tugas Fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer

    WAMENA – Kejaksaan Negeri Wamena gelar Sosialisasi dan FGD Tugas dan Fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer.

    Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Baliem Wamena, Kamis (07/07/2022) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Jehezkiel Devy Sudarso.

    Cap : Foto bersama Wakajati Papua Jehezkiel D. Sudarso bersama Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si didampingi Para Pemateri FGD dan Sosialisasi

    Foto : Vina Rumbewas

    Sosialisasi dan FGD Tugas dan Fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer ini bertujuan untuk mempertegas aturan terkait semua tindakan pidana yang melibatkan sipil dan militer yang nantinya akan ditangani langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer.

    Riyadi, SH., selaku Asisten Pidana Umum Sekaligus Plt. Asisten Pidana Militer Kejati Papua mengungkapkan bahwa pada tahun 1971 sudah pernah ada SKB antara Jaksa Agung dan Menpangap, dan sejak tahun 1981 juga sudah diatur dalam KUHAP Pasal 89 dan Pasal 94 tentang Perkara Koneksitas, yang mana Koneksitas adalah tindak pidana yang dilakukan oleh orang sipil dan orang militer, sehingga dengan amanat undang-undang KUHAP Pasal 89 maka dibentuklah Tim Tetap.

    “Sejak diundangkan 41 tahun lalu sampai sekarang belum juga dibentuk tim, demikian juga UU Peradilan militer yang pasalnya tentang Koneksitas itu mengambil alih dari UU KUHAP itu juga sejak tahun 1997,” ungkapnya.

    Lanjutnya, dalam pelaksanaannya (peradilan militer) Tim Tetap belum pernah ada kalaupun ada kata Riyad sifatnya insidentil.

    Sehingga kini dengan telah terbentuknya Tim Tetap maka sudah ada Asisten Pidana Militer.

    “Kebetulan saya sebagai Asisten Pidana Umum ditunjuk ex officio sebagai Asisten Tindak Pidana Militer maka kita melakukan sosialisasi, walaupun sudah ada perkara-perkaranya tapi selama ini masih sendiri-sendiri jalannya,” jelasnya.

    Dicontohkannya, dalam studi kasus ada yang mengatakan sipil banyak dirugikan begitu juga sebaliknya militer mengklaim banyak dirugikan. Sehingga hal-hal inilah yang disatukan dengan adanya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer yang dibentuk dibawa Kejaksaan Tinggi.

    “Asisten Bidang Militer ini nantinya akan diisi bidang militer dengan jabatan letnan kolonel. Sosialisasi ini juga agar masyarakat tahu, bahwa selama ini sebenarnya aturan sudah ada tapi belum ada ketegasan,” terangnya.

    Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer hanya ada di Kejaksaan Tinggi, diketuai Asisten Pidana Militer dan dianggotai POM (Polisi Militer), Auditor, Penyidik, dan Jaksa.

    “Jadi bidang ini akan menangani semua tindak pidana yang melibatkan sipil dan militer, contoh kasus ASABRI yang melibatkan pensiunan bintang dua yang melakukan tindak pidana korupsi kasus asurasi. Jadi ketika ada orang melakukan tindak pidana sipil dan militer, maka akan disidik oleh Tim Tetap ini yang mana dalam tim itu ada Polisi, Polisi Militer, ada Auditor dan Jaksa. Setelah disidik empat institusi ini akan melakukan musyawarah letak kerugian kasus,” pungkasnya.

    Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si yang turut menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut menyatakan bahwa Kejaksaan Negeri merupakan mitra kerja pemerintah daerah, yang memiliki tugas dan wewenang dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana.

    Sehingga melalui sosialisasi ini para peserta yang merupakan stakeholder Pemerintah akan mendengarkan serta berdiskusi terkait fungsi dan tugas dalam Bidang Pidana Militer.

    “Saya berharap rangkaian FGD dan sosialisasi ini dapat berlangsung dengan lancar, dan seluruh peserta sosialisasi dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik,” kata Beliau.

    Bupati juga berharap, nantinya peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dari kejaksaan untuk mensosialisasikan bidang baru yakni Bidang pidana Militer  ini kepada masyarakat. (VIN/AR)

  • Bupati Jayawijaya : Selamat Mengabdi di Tanah Kelahiran Dandim 1702/Jayawijaya Letkol CPN Athenius Murip, S.H., M.H.

    Bupati Jayawijaya : Selamat Mengabdi di Tanah Kelahiran Dandim 1702/Jayawijaya Letkol CPN Athenius Murip, S.H., M.H.

    WAMENA – Proses pergantian dan penempatan yang dilakukan oleh Pimpinan Institusi, seperti yang terjadi di lingkungan Kodim 1702/Jayawijaya saat ini merupakan hal yang biasa dan wajar, tentunya dengan pertimbangan dan penilaian khusus atas kinerja yang dilakukan selama ini, terlebih untuk melakukan penyegaran dalam tubuh organisasi TNI.

    Hal ini disampaikan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si dalam acara Lepas Sambut Dandim 1702/Jayawijaya, dari pejabat lama Letkol Inf Arif Budi Situmeang, S.I.P., M.Tr.(Han) kepada pejabat baru Letkol CPN Athenius Murip, S.H., M.H., yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Jumat (01/07/2022).

    Cap : Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, SE., M.Si beserta istri saat foto bersama Pejabat baru dan Pejabat lama Dandim 1702/Jayawijaya

    Foto : Humas Pemda Jayawijaya

    “Atas nama Pemerintah, saya memberikan apresiasi dan terimakasih kepada saudara Letkol Inf Arif Budi Situmeang, S.I.P., M.Tr.(Han), sebagai mitra kerja Pemerintah, Beliau selalu membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan kami maupun jajaran anggota forkopimda di Jayawijaya, dan telah banyak berkontribusi dalam kerjasama serta mendukung pelaksanan program Pemda, khususnya dalam bidang pertahanan dan keamanan,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Bupati berharap, di tempat tugas yang baru nanti Letkol Inf Arif Budi Situmeang, S.I.P., M.Tr.(Han) dapat menjalankan tugas dengan lebih baik lagi dan terus memberikan dampak yang positif bagi kesatuan.

    “Perpisahan dalam tugas bukanlah akhir dari perjalanan suatu karier namun merupakan awal dari karier yang lebih tinggi yang disiapkan Tuhan bagi anak-anak yang berkerja dengan jujur dan takut akan Tuhan di atas Tanah Papua,”.

    Sementara untuk Komandan Dandim 1702/Jayawijaya yang baru, atas nama Pemerintah Bupati Jayawijaya menyampaikan selamat datang, Letkol CPN Athenius Murip, S.H., M.H., yang kembali ke tanah kelahirannya di Wamena.

    “Sudah waktunya bagi saudara Athenius Murip, S.H., M.H yang mana telah merantau sekian lama, pulang untuk mengabdi di tanah kelahiran,”

    Bupati berharap, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya yang baru dapat melanjutkan hal-hal baik dari pejabat yang lama, yakni menjalin koordinasi, kerjasama dan menjaga hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan jajaran anggota forkopimda, serta menjadi komandan, pengayom serta panutan bagi seluruh anggota dan keluarga besar Kodim 1702/Jayawijaya, sehingga bersama Pemda dapat membangun Jayawijaya ke arah yang lebih baik lagi. (VIN/RS)

  • Pemda Jayawijaya Dorong Perampungan Raperda Pengelolaan Sampah

    Pemda Jayawijaya Dorong Perampungan Raperda Pengelolaan Sampah

    WAMENA – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, M.AP meminta Dinas Lingkungan Hidup bersama tim yang telah dibentuk agar mengupayakan finalisasi Raperda Pengelolaan Sampah sebelum akhir tahun 2022 atau masa sidang pertama tahun 2023.

    Hal ini sesuai kalender yang diinginkan baik Pemda Jayawijaya maupun Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua.

    “Target dari badan peraturan ini akhir tahun 2022 atau pada masa sidang pertama tahun 2023. Sehingga kita harus bekerja keras untuk proses penyusunan, baik naskah akademik maupun rancangan, baik itu rancangan peraturan daerahnya maupun peraturan Bupati,” ungkap Tinggal Wusono, Rabu (29/06/2022).

    Cap : Foto bersama Tim Perancang Raperda Pengelolaan Sampah Kab. Jayawijaya dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua

    Foto : Vina Rumbewas

    Diharapkan juga kepada perwakilan SKPD teknis yang menjadi bagian dalam tim, agar bisa memberikan masukan dan saran agar bagaimana naskah akademik yang mana drafnya telah disiapkan mendapatkan nilai bobot yang lebih baik sesuai dengan kearifan lokal dan kondisi serta situasi di Kabupaten Jayawijaya.

    Karena ini berkaitan dengan raperda penanggulangan sampah sehingga Asisten I juga meminta Dinas Lingkungan Hidup agar secepatnya disampaikan kepada bagian hukum untuk ditetapkan ditahun ini.

    “Biasanya sebelum APBD tahun 2023 disahkan propenperda tahun 2023 harus kita tetapkan, karena disitu bisa kita lihat brapa produk yang akan kita bahas dan nanti kita bagi pada masa-masa sidang DPR,” penegasan dari Bapak Asisten I.

    Atas nama Pemerintah daerah Asisten I menyampaikan terimakasih atas upaya yang dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua.

    Diharapkan dengan adanya inisiasi dari balai nantinya akan lebih mempercepat proses, baik pembentukan raperda maupun pembentukan UPTD, karena menurutnya nantinya juga berkaitan dengan penyiapan sarana-prasarana termasuk sumberdaya keuangan maupun SDM.

    Sehingga SKPD teknis harus merencanakan dengan baik, agar kedepan aturan yang dikeluarkan betul-betul bisa jalankan.

    “Jadi kita lihat juga dari sisi kearifan lokal dan kontekstual  apa yang ada di Kabupaten ini, karena kadang-kadang apa yang ada di dalam aturan tidak secara otomatis bisa kita terapkan secara keseluruhan, sehingga bagian diharapkan bisa menjadi kearifan bersama untuk diiskusikan secara keseluruhan,” papar Beliau.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, Amos Asso, mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya tengah mendorong agar ada raperda pengelolaan sampah di Kabupaten Jayawijaya.

    “OPD yang dilibatkan ini sudah punya rancangan perda tentang sampah dan kita hanya berikan masukan terkait kondisi daerah. Jadi bagaimana kita merancang ini agar menjadi produk hukum di Kabupaten Jayawijaya dan perda ini berjalan,”. (VIN/AR)

  • Wakil Bupati Jayawijaya Lepas Kontingen Pathfinder Pemuda Advent

    Wakil Bupati Jayawijaya Lepas Kontingen Pathfinder Pemuda Advent

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum melepas secara resmi kontingen Pathfinder Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di gedung Gereja Advent Wamena, Rabu (29/06/2022).

    Cap : Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum saat memasang syal dan pin sebagai tanda pelepasan Kontingen Pathfinder Pemuda Advent

    Foto : Vina Rumbewas

    Pelepasan kontingen ditandai dengan pemasangan syal dan pin oleh Wakil Bupati dan Sekda Jayawijaya pada perwakilan peserta.

    “Ini merupakan kegiatan positif yang merupakan salah satu wujud kepedulian gereja untuk mengarahkan generasi muda ke hal positif dan patut dicontoh,” ungkap Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum.

    Ia juga menambahkan Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan pemuda seperti ini, karena menurutnya pemuda merupakan generasi bangsa, dan agama, sehingga kegiatan-kegiatan positif yang merangkul pemuda perlu diberikan dukungan dan apresiasi.

    “Saya bangga karena kegiatan pathfinder merupakan kegiatan pemuda yang sangat positif, saya harap kegiatan seperti ini dijadikan contoh juga untuk pemuda gereja lain,”.

    Selain melepas secara resmi para peserta, Wakil Bupati dan Sekda Jayawijaya juga memberikan bantuan  bagi panitia untuk mendukung kegiatan kontingen Pathfinder Kabupaten Jayawijaya selama mengikuti kegiatan di Jayapura.

    Abraham Ikanubun Ketua Kontingen Pathfinder Kabupaten Jayawijaya mengatakan sebanyak 156 orang  kontingen Jayawijaya dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan pathfinder di Jayapura.

    “Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 5 – 10 Juli di Jayapura, untuk itu kami dari Jayawijaya mengutus 156 peserta,” ungkapnya. (VIN/AR)

  • Pelatihan Pencegahan dan mitigasi Bencana Kabupaten Jayawijaya

    Pelatihan Pencegahan dan mitigasi Bencana Kabupaten Jayawijaya

    WAMENA – Bapak Bupati Jayawijaya dalam hal ini yang diwakili oleh Bapak Kepala Dinas KesaBangpol Tenus Gombo Tenus A Gombo, S.Pd., M.Pd membuka Kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Jayawijaya di Gedung Sekolah Minggu, Selasa (28 Juni 2022).

    Cap : Pemateri menyampaikan materi yang berhubungan dengan Pencegahan dan  mitigasi Bencana

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam kegiatan pelatihan Pencegahan dan Mitigasi diharapkan dapat mengurangi resiko dan dampak yang ditimbulkan oleh Bencana khusunya bagi penduduk, seperti korban jiwa atau kematian, kerugian ekonomi dan kerusakan Sumber Daya Alam. Kemudian sebagai landasan untuk perencanaan pembangunan dan juiga meningkatkan pengetahuan Masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi resiko bencana,sehingga masyarakat dapat hidup dan  bekerja dengan aman.

    Kegiatan ini juga dikuti oleh perwakilan instansi-instansi terkait dan juga para relawan-relawan dari beberap distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Cap : Para Peserta melakukan Pelatihan Pemasangan Tenda Pengungsian

    Foto : Agris Wistrijaya

    Cap : Foto Bersama setelah selesai pemasangan tenda

    Foto : Agris Wistrijaya

    Dalam pelatihan pemasangan tenda yang dibantu oleh Pihak TNI yaitu Aprin Paembonan yang juga sebagai narasumber melakukan pelatihan bagaimana cara memasang Tenda untuk pengungsian.

    Kepala BPBD Amasal Wamu, S.Sos  mengatakan bahwa bencana alam tidak dapat diketahui kapan dan bagaimana bencana tersebut datang, tetapi untuk penanganan bencana di Kabupaten Jayawijaya kami mengadakan pelatihan pemasangan tenda pengungsi dalam hal pencegahan dan imitigasi bencana untuk mengantisipasi segala sesuatu kemungkinan akan terjadi bencana. Dalam kegiatan ini kami menyediakan personel, sarana prasarana, dan juga peralatannya.

    Lanjut kepala BPBD mengatakan bahwa potensi bencana alam yang banyak terjadi di Kabupaten Jayawijaya adalah Bencana Banjir dan Tanah longsor yang terjadi tiap Tahun, maka kami dari BPBD selalu siap siaga untuk membantu jika terjadi bencana di Kabupaten Jayawijaya. (AW/AR)

  • Upaya Peningkatan Pelayanan SAR di Jayawijaya Melalui Pelatihan MRF

    Upaya Peningkatan Pelayanan SAR di Jayawijaya Melalui Pelatihan MRF

    WAMENA – Asisten II Bidang Administrasi Umum Kabupaten Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si membuka kegiatan Pelatihan Potensi SAR .

    Medical First Responder (MRF), yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Senin (27/06/2022).

    Cap : Pembukaan Pelatihan Potensi SAR Medical First Responder (MFR), di Gedung Ukumiarek Asso.

    Foto : Humas Pemda Jayawijaya

    Basarnas merupakan mitra kerja Pemerintah yang senantiasa siaga dan tanggap setiap saat dalam menanggapi musibah dan bencana yang terjadi, sehingga pada prinsipnya masyarakat sangat bergantung kepada bantuan dari Basarnas.

    Sehingga menurut Lekius Yikwa, S.Pd., M.Si., kegiatan pelatihan-pelatihan seperti ini sangat penting.

    Peserta pelatihan berasal dari berbagai organisasi dan bidang kerja, yang nantinya diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama bagi korban apabila terjadi bencana di sekitarnya.

    “Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius, sehingga peserta menjadi SDM yang memiliki potensi pencarian dan pertolongan,”.

    Peserta juga diharapkan mampu mengaplikasikan seluruh teori dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk keperluan teknis operasional di lapangan saat dibutuhkan, mulai dari pertolongan pertama hingga evakuasi.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan Agusthinus Manuputty menyampaikan bahwa pelatihan ini untuk memberikan pembekalan pengetahuan pencarian dan pertolongan, dan mengembangkan kualitas SDM pencarian dan pertolongan di kalangan potensi pencarian dan pertolongan.

     “Peserta pelatihan berjumlah 50 orang yang berasal dari instansi terkait. Setelah pelatihan ini peserta diharapkan mampu bertindak secara mandiri sebagai tenaga penolong dalam unit tim pencarian,” katanya.

    Pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan pelayanan SAR di Kabupaten Jayawijaya. (VIN/HA)

  • Pesan Bupati Jayawijaya Pada Pembukaan Konferensi Ke-IV Gereja Baptis Wilayah Beam

    Pesan Bupati Jayawijaya Pada Pembukaan Konferensi Ke-IV Gereja Baptis Wilayah Beam

    BEAM – Pada pembukaan Konferensi Ke-IV Gereja Baptis Wilayah Beam, Bupati Jayawijaya berharap agar Gereja Baptis Wilayah Beam dapat meningkatkan persatuan dalam melayani umat Tuhan.

    Hal ini terungkap dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P pada Pembukaan Konferensi Ke-IV Gereja Baptis Wilayah Beam, yang berlangsung di Kampung Beam, Kabupaten Lanny Jaya, Kamis (16/06/2022).

    Cap : Asisten I Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono, M.A.P saat foto bersama pada pembukaan Konferensi Ke-IV Gereja Baptis Wilayah Beam, bupati Jayawijaya berharap agar Gereja Baptis Wilayah Beam

    Foto : Vina Rumbewas

    “Bukan hanya persatuan antara persekutuan warga baptis semata tetapi diharapkan dapat bersatu dengan denominasi gereja lain yang ada di wilayah ini, dapat bergandengan tangan dalam melayani pekerjaan Tuhan, ” ungkapnya.

    Selain itu, Pemerintah juga tetap mengharapkan dukungan dari seluruh umat baptis untuk program-program pemerintah disemua bidang, terutama pelayanan kerohanian bagi umat Tuhan di wilayah ini.

    “Momen konfrensi merupakan momen yang sangat tepat bagi seluruh anggota untuk dapat memberikan ide-ide kreatif dan mengevaluasi program yang telah dilaksanakan, dan mendiskusikan program yang akan dilaksanakan untuk kepentingan organisasi,” jelasnya.

    Pada momen konferensi ini juga akan dilakukan pemilihan badan pengurus wilayah yang baru, sehingga mewakili Pemerintah Asisten I Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.A.P berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengana baik dan menyumbangkan ide kreatif untuk kepentingan organisasi dan pelayanan gereja baptis di wilayah Beam, yang tentunya akan berdampak bagi pembangunan daerah.

    Pada kesempatan itu, Ketua Panitia, Kiya Wenda, menyatakan bahwa kegiatan akan berlangsung selama lima hari dengan peserta kurang lebih seratus orang yang berasal dari masing-masing pengurus yang ada lima Gereja Baptis yang ada di wilayah Beam. Selain itu peserta juga terdiri dari peninjau, pemuda Kingmi Papua dan Kingmi Masehi, serta para kepala kampung dan LMA yang ada di wilayah Distrik Beam.

    “Diharapkan kegiatan ini bisa sukses karena ini bagian dari pesta rohani warga baptis wilayah Beam yang digelar empat tahunan. Ada beberapa hal yang didorong dalam kegiatan ini diantaranya larangan-larangan yang harus dijalankan dalam gereja serta prinsip-prinsip gereja,” jelasnya.

    Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Jayawijaya yang meluangkan waktu untuk menghadiri pembukaan kegiatan tersebut.

    “Pemerintah dan gereja itu mitra jadi saling mendukung, kami harap juga Pemerintah lihat gereja dan gereja saling mendukung karena umat adalah masyarakat,” pungkasnya. (VIN/ HA)

  • Sekda Jayawijaya Resmi Buka Muskocab Pemuda Katolik

    Sekda Jayawijaya Resmi Buka Muskocab Pemuda Katolik

    WAMENA – Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM resmi membuka kegiatan pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota dan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di gedung Soska, Sabtu (11/06/2022).

    Cap : Sekda Jayawijaya Thony M. Mayor S.Pd., MM saat memasangkan tanda peserta pada pembukaan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Vina Rumbewas

    Ketua Komcab Pemuda Katolik Jayawijaya, Yusuf Huby, menyatakan bahwa tujuan kegiatan perekrutan anggota baru, merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh pemuda Katolik.

    Pemuda Katolik sendiri merupakan organisasi yang merangkul seluruh Pemuda Katolik yang tidak tergabung dalam organisasi PMKRI maupun OMK.

    “Terimakasih atas dukungan Pemerintah dan tokoh-tokoh Katolik. Pemuda Katolik siap berjalan bersama Pemerintah untuk mengawal pembangunan daerah,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, Alvonsa J. Wajab, berharap melalui kegiatan ini nantinya kedepan dapat lebih memberikan ruang bagi Pemuda Katolik di Jayawijaya.

    “Pesan saya kepada yang akan terpilih, mohon perhatian dari Pemda, Kapolres maupun tokoh Intelektual Katolik. Saling berkolaborasi dan komunikasi,” ungkapnya.

    Alfonas juga berpesan agar ketua yang akan terpilih nanti tidak bekerja sendiri, tetapi harus saling berkoordinasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan positif bagi Pemuda-Pemudi Katolik di Jayawijaya.

    Sebelum membuka secara resmi kegiatan musyawarah tersebut Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd., MM menyampaikan beberapa hal bagi pengurus organisasi yang didirikan pada tahun 1945 ini.

    Sekda menyatakan bahwa dirinya percaya bahwa Pemuda Katolik Kabupaten Jayawijaya selalu berupaya dan berusaha untuk terlibat aktif dalam kegiatan Gereja , Masyarakat dan Pemerintah.

    Dirinya berpesan agar para calon anggota baru yang akan dibekali dengan sejarah, asas, tujuan oganisasi, serta pengenalan keterampilan berorganisasi, diharapkan keseriusan dan sungguh-sungguh dalam mengikuti setiap sesi materi yang diberikan.

    “Setelah pengurus baru terpilih, saya harap agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik, kita berasal dari latar belakang dan karakter yang berbeda, namun kita harus saling mengerti dan menerima perbedaan serta pendapat orang lain, sehingga dibutuhkan komunikasi, diskusi untuk membicarakan tujuan organisasi,” ungkap Sekda.

    Mewakili Pemerintah Sekda berharap agar Pemuda Katolik dapat berdiskusi terkait permasalahan sosial ekonomi yang terjadi di Jayawijaya serta memberikan solusi kepada Pemerintah untuk menjadi masukan dan bahan pertimbangan.

    “Generasi Muda Katolik sebagai penerus bangsa ini, yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, baik Gereja, daerah maupun bangsa ini,” ungkap Beliau.

    Pembukaan secara resmi kegiatan masa penerimaan anggota dan musyawarah komisariat cabang Jayawijaya, ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Sekda Jayawijaya. (VIN/HA)

  • Kunjungan Kerja Wakil Bupati Marthin Yogobi, SH., M.Hum di Distrik Asolokobal

    Kunjungan Kerja Wakil Bupati Marthin Yogobi, SH., M.Hum di Distrik Asolokobal

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum melakukan kunjungan kerja ke Distrik Asolokobal di Gereja Katolik asolokobal, Rabu (18/05/2022).

    Pada kesempatan itu Wakil Bupati Memberikan Bantuan kepada Paroki di Distrik Asolokobal dalam rangka penyelesaian Gedung Pastoral dan juga memberikan bantuan untuk salah satu Kapela berupa mimbar dan alat musik.

    Cap : Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum saat berdiskusi dengan Umat Katolik Di Distrik Asolokobal

    Foto : Imanuel Sawaki

    Marthin Yogobi, SH,M.Hum mengatakan bahwa bantuan tidak hanya untuk Gereja Katolik, tetapi semua Gereja yang membutuhkan bantuan.

    Wakil Bupati mengingatkan kepada Umat Katolik di Paroki Asolokobal, dalam lingkungan beragama Katolik tidak semua dapat dibantu 100 persen, tetapi dibutuhkan kemandirian dalam proses penyelesaian Gedung Gereja dan berdasarkan prinsip Gereja Katolik yaitu Gereja yang mandiri dan missioner.

    Wakil Bupati berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan sebaik mungkin. Agar dapat mengurangi volume pekerjaan yang ada, sehingga umat Gereja bisa menyelesaikan selebihnya. (Agw/IS)

  • Wabup Jayawijaya : Keamanan Kunci Utama Pembangunan Daerah

    Wabup Jayawijaya : Keamanan Kunci Utama Pembangunan Daerah

    WAMENA – Keamanan menjadi kunci utama masuknya pembangunan di suatu daerah, hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum disela-sela kunjungannya ke Distrik Hubikosi, Selasa (17/05/2022).

    Cap : Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH., M.Hum saat berdiskusi dengan warga Kampung Kosi Hilapok, Distrik Hubikosi

    Foto : Vina Rumbewas

    “Orang selalu bilang Kosi Hilapok itu daerah rawan, beberapa kali pernah kejadian di sini. Namun Saya lihat  akhir-akhir ini sudah terlihat ada perubahan. Saya harap suasana ini tetap dijaga, karena masuknya pembangunan disuatu daerah tergantung keamanan daerah itu,” tutur Wakil Bupati.

    Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa Aparat Distrik dan Kampung merupakan mata dan telinga Pemerintah Kabupaten sehingga diharapkan dapat menjadi corong untuk mensosialisasikan setiap program kerja Pemerintah.

    “Saya juga berpesan agar masyarakat jangan jauh dari gereja, sebagai umat masyarakat harus selalu dekat dengan gereja. Karena tempat ini dibuka dengan Injil sebelum masuknya Pemerintah,” kata Beliau.

    Sehingga dirinya mengingatkan masyarakat untuk selalu membangun kerjasama dengan gereja tanpa terkecuali, baik dalam kegiatan pelayanan maupun kegiatan gereja lainnya.

    “Gereja itu seperti honai atau tempat berkumpul, jadi hari minggu jangan ke pasar tapi hari minggu kita fokus ke gereja. Rehap gereja bagus tapi jika setiap hari minggu kosong itu percuma,” ungkap Beliau.

    Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga mengingatkan warga untuk tetap mempertahankan filosofi masyarakat Lembah Baliem yakni 3W, Wam, Wen dan Wene.

    Jayawijaya merupakan daerah dengan potensi pertanian yang besar sehingga Wakil Bupati meminta masyarakat untuk tekun mengolah lahan yang ada.

    “Tanah ini potensinya besar tapi kenapa kita tidak bisa kerja, apakah mungkin karena selalu dimanjakan modal? 3W (Wam, Wen, Wene) adalah  filosofi orang lembah Baliem yang harus selalu dipegang. Tuhan berikan kami tanah yg subur untuk itu mari kita olah tanah ini,” ajaknya.

    Pada kesempatan itu Wakil Bupati juga meminta para Kepala Kampung untuk memaksimalkan dana desa untuk membangun kampung masing-masing, tentunya dengan melibatkan para pemuda dan pemudi kampung dengan begitu dapat menjauhkan pemuda dari hal-hal negative seperti miras dan ganja. (VIN/HA)