Category: Berita

  • Wamena Siap Gelar Kirap  Api PON XX Meriahkan PON Papua

     

    WAMENA – Api Abadi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX tahun 2021 dipastikan akan melintasi lima wilayah adat di Papua, dan Wamena-Jayawijaya dipercayakan mewakili wilayah Lapago. 

    Kirab Api PON ini merupakan rangkaian gebyar PON ke-XX di Papua yang akan berlangsung pada 5 -15 Oktober 2021 nanti.  Panitia PB PON XX Bidang Upacara, Samuel Yabes Nenobais, kepada wartawan mengatakan terkait gelaran acara ini pihaknya terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah Jayawijaya.

    Rapat persiapan Kirap Api PON XX yang digelar Panitia PB PON XX Papua 2021 bersama Pemda Jayawijaya
    Foto : Vina Rumbewas

    “Rencananya Kirap Api PON XX Papua tiba di Wamena pada 29 September mendatang, setelah datang akan dilakukan upacara penerimaan,” ungkapnya usai timnya melakukan pertemuan bersama pemerintah Jayawijaya, yang berlangsung di Hotel Baliem Pilamo Wamena, Jumat (13/08/21).

    Setibanya Api PON di Wamena, Pasukan Terbang akan menyerahkan obor ke Pasukan Inti yang dikoordinir oleh TNI/Polri, dimana pasukan inti akan berlari bersama beberapa atlet nasional yang berasal dari wilayah Lapago, yakni Ferinando Pahabol (Atlet Sepakbola), Benny Elopere (Atlet Tinju), Karoba (Atlet Dayung) dan Atlit Nasional Hendrawan Susanto (Atlet Bulutangkis).

    “Para atlet pembawa Api PON nantinya akan berlari melintasi  beberapa monumen yang ada di Jayawijaya” katanya. Kegiatan gebyar kurap Api PON ini akan dipusatkan di halaman kantor pemerintah yakni gedung otonom Wene Hule Huby. Selain penyerahan Api PON XX, juga akan digelar festival seni dan budaya Papua.

    “Festival seni dan Budaya ini untuk menampilkan kesenian budaya lokal, mulai dari kerajinan kuliner. Semua akan ditampilkan seniman lokal di Lapago. Gebyar ini untuk memperlihatkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia jika PON Papua siap digelar” ujarnya.

    Festival budaya yang dirangkai dalam gebyar kurap Api PON XX ini juga untuk makin memperkenalkan budaya Papua kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si mengatakan untuk mendukung terlaksananya kegiatan ini pemda juga akan membentuk panitia lokal.

    “Kami pemerintah Jayawijaya siap untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Kirap Api PON XX ini, ”ujarnya. Beberapa titik jalan yang akan dilalui Kirap Api PON XX di Wamena yakni jalan Trikora – Pattimura-Jalan Irian – Sinakma – jalan Yos  Sudarso dan Finis di halaman gedung Otonom Jayawijaya.  Vina (*)

  • BUPATI JHON BANUA LANTIK 16 PEJABAT ESELON II DAN III DILINGKUNGAN PEMDA JAYAWIJAYA

    BUPATI JHON BANUA LANTIK 16 PEJABAT ESELON II DAN III DILINGKUNGAN PEMDA JAYAWIJAYA

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si melantik 16 pejabat Eselon II dan Eselon III di lingkungan pemerintah kabupaten Jayawijaya di Hotel Baliem Pilamo Wamena, Jumat (13/08/21)

     Pada kesempatan itu, Jhon Banua menegaskan pejabat yang dilantik diharapkan nantinya dapat benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk membantu bupati dan wakil bupati dalam menjalankan pemerintahan.

    Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua SE.,M.Si saat pelantikan pejabat Eselon II dan III di lingkungan pemda Jayawijaya.  Foto : Vina Rumbewas

    “Selamat untuk pejabat yang baru dilantik, diharapkan nantinya para pejabat ini akan membantu kami menjalankan kegiatan pemerintahan demi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Banua.

    Menurutnya, para kepala OPD yang baru dilantik memiliki kewenangan dalam mengelola keuangan OPD masing-masing, begitu juga dengan jabatan pelaksana tugas yang masih ada di beberapa OPD dan bagian.

    “Plt punya hak yang sama dengan pejabat definitif yang dilantik, karena plt juga punya DPA sendiri dan mereka juga yang menandatangani sendiri, jadi tidak ada yang namanya satu pintu dalam birokrasi pemerintah Jayawijaya,” ujarnya.

    Menurutnya, hal ini terbukti dimana selama  berjalannya roda pemerintahan di Jayawijaya  dengan beberapa OPD yang dipimpin plt.

    kinerja birokrasi pemerintahan Jayawijaya mendapat penilaian yang baik dari kementerian.

    Sementara, terkait beberapa jabatan yang masih dijabat oleh plt, kata bupati pemda masih akan melakukan seleksi lagi untuk mengisi jabatan-jabatan tersebut.

    “Kami akan mengambil langkah untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada di Eselon III dan IV, karena usai 17 Agustus ini, Tim Baperjagat akan kembali membahas jabatan-jabatan Eselon III dan IV yang kosong,” ungkapnya.

    Berikut, nama-nama pejabat yang dilantik:

    1. Ludya Logo sebagai Asisten administrasi Umum,
    2. drh. I Made Putra sebagai kepala Dinas BP4K,
    3. Rustam Aji sebagai Staf Ahli Bidang Hukum,
    4. Lekius Jikwa sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Kemasyarakatan,
    5. Andre Kindangen sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum,
    6. Natalius Mumpu sebagai Kepala Dinas Pendidikan,
    7. Dr. Lukas Waika Kosay sebagai Kepala Dinas Nakerindag,
    8. Engelbert Sorabut sebagai Kepala Dinas Pariwisata,
    9. Nikolaus Itlay sebagai Kepala Dinas Sosial dan
    10. Arkelaus Windesi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sedangkan 
    11. Marthen Medlama sebagai sekretaris pariwisata dan kebudayaan
    12. Maria Kossay sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum,
    13. Katon Komba sebagai Kepala Distirk Silo Sukarno Doga,
    14. Alpius Hubi sebagai kepala Distrik Hubikiak,
    15. Yos Komba sebagai Kepala Distrik Tagime serta
    16. Marthen Rumateray sebagai kepala bidang Hubungan Industri Disnakerindag. (*)
  • Sebagai Mitra Pemerintah, Pemda Apresiasi Kinerja dan Capaian Polres Jayawijaya


    Cap : Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH,M.Hum saat menyerahkan cendera mata kepada Kombes Pol Dominggus Rumaropen. Foto : Humas Polres Jayawijaya


    WAMENA
    – Setelah menjabat selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan sebagai Kapolres Jayawijaya, Kombes Pol Dominggus Rumaropen resmi digantikan oleh pejabat baru AKBP Muh. Safei.

     Sebagai mitra kerja, pemerintah Jayawijaya menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi atas capaian-capaian kinerja positif yang telah dilakukan pejabat lama selama menjabat. Dibuktikan dengan terpeliharanya situasi Kamtibmas.

     Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi saat menghadiri lepas sambut Kapolres Jayawijaya yang berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Jumat (06/08/21).

    Selain itu adanya koordinasi dan silaturahmi yang baik dengan pemerintah daerah, forkopimda dan elemen masyarakat dengan tetap mengedepankan tugas fungsi polri.

    “Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih. Semoga hal-hal baik yang telah dilalukan selama ini diberkati Tuhan dan menjadi amal kebaikan bagi diri sendiri maupun keluarga,” ungkap Yogobi.

    Ia juga berharap kiranya di tempat tugas yang baru sebagai Pamen Polda Papua pejabat lama dapat terus meningkatkan kinerja sehingga memberikan dampak positif.

    Sementara untuk pejabat yang baru, Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei A.B Marthin Yogobi menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas.

    “Kami yakin akan pengalaman beliau, sehingga dapat memimpin jajaran polres Jayawijaya lebih baik lagi,” katanya.

    Dimasa pandemi ini, lanjut Wabup pemerintah membutuhkan peran kepolisian untuk membantu tim gugus tugas dalam penanggulangan penularan covid-19. Serta dapat memberikan jaminan keamanan bagi tim Covid-19, tenaga kesehatan maupun seluruh masyarakat Jayawijaya. (*)

     

  • PMKRI Mitra Pemerintah dalam Pembangunan


    Cap : Staf Ahli Bupati Jayawijaya drh.I Made Putra, saat membuka Raker PMKRI Cab.Jayawijaya yang berlangsung di Gedung Soka Wamena. Foto : Vina Rumbewas*

    WAMENA – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayawijaya diminta menjadi mitra pemerintah dalam mengisi pembangunan daerah, melalui ide-ide kreatif  dan strategis.

    Hal ini disampaikan bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Keuangan, drh. I Made Putra, saat membuka Rapat Kerja PMKRI Cabang Jayawijaya  Periode 2021-2022, yang berlangsung di Gedung Sosial Katolik Wamena, Jumat (06/08/21).

    “Diharapkan anak-anak muda kita dapat memberikan ide-ide kreatif dan strategis yang nantinya dapat dilanjutkan, dan menjadi masukan bagi perkembangan pembangunan di Jayawijaya,” ungkapnya.

    Staf ahli juga mengingatkan bahwa para pemuda adalah generasi penerus yang nantinya akan mengganti para pemimpin dan menjadi pemimpin daerah masa depan. Sehingga sangat penting berlatih dari lingkup organisasi dan aktif dalam kegiatan organisasi dan gereja.

    Pada kesempatan mewakili pemerintah ia juga mengajak PMKRI untuk terlibat dalam mensosialisasikan bahaya Covid-19 di kalangan masyarakat.

    “Saya berharap agar PMKRI dapat menyikapi secara positif pandemi ini dengan senantiasa menyebarkan isu-isu positif tentang pandemi Covid-19. Serta meredam isu-isu negative atau bohong tentang Covid-19 yang dapat menjerumuskan serta meresahkan masyarakat,” tuturnya. (*)

  • Pasien Bertambah, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jayawijaya Dirikan Dua RS Lapangan


    Cap : Jhon Richard Banua Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya. 
    Foto :  Vina Rumbewas*

     

    WAMENA – Bertambahnya pasien positif Covid-19 di Jayawijaya memaksa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 harus membuka dua rumah sakit lapangan untuk membantu pelayanan pasien Covid-19.

    Selain itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jhon Richard Banua mengungkapkan akibat jumlah warga terpapar terus bertambah kapasitas tiga tempat karantina yang disediakan pemerintah penuh dan terpaksa warga terpapar diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

    “Rumah sakit kita saat ini cukup penuh sampai kita harus menambah tempat tidur dan buka dua rumah sakit lapangan yang memang juga penuh. Jadi memang ada beberapa pasien yang kita minta isolasi tapi dibawa pengawasan petugas,” ungkap Bupati Jayawijaya, Sabtu (07/08/21).

    Tim gugus tugas juga melakukan karantina perusahaan, kantor, atau lokasi proyek yang pegawainya terpapar Covid-19.

    Diakuinya meski jumlah pasien terus bertambah namun dibarengi dengan jumlah pasien yang sembuh.

    “Angka kita naik karena tim kami lakukan tracing kontak, selain itu juga banyak warga yang bergejala yang dengan inisiatif sendiri datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

    Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya per tanggal 7 Agustus 2021 angka kasus aktif positif Covid-19 capai 400 kasus dengan penambahan 24 kasus baru, 15 pasien sembuh, dan 2 kasus meninggal dunia.

    Sementara total keseluruhan jumlah kasus Covid-19 di Jayawijaya sejak tahun 2020 hingga saat ini capai 1.756 kasus, sembuh 1.334 kasus, dan meninggal dunia 22 kasus. (*)

  • PENERIMAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) UNTUK JABATAN FUNGSIONAL GURU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN JAYAWIJAYA TAHUN 2021

    PENERIMAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) UNTUK JABATAN FUNGSIONAL GURU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN JAYAWIJAYA TAHUN 2021

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, membuka Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2021.

    Adapun Kebutuhan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Tahun Anggaran 2021 adalah PPPK Jabatan Fungsional Guru berdasarkan Keputusan Menpan-RB Nomor 928 Tahun 2021 Tanggal 31 Mei 2021 Tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tahun Anggaran 2021.

    Detail Pengumuman Lihat DI SINI

     

  • Kasus Covid-19 Naik Drastis, Pemda Jayawijaya Wacanakan Buka Kembali Posko Sentani

    Bupati Jayawijaya selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jayawijaya saat memimpin rapat bersama forkopimda Foto : Vina Rumbewas Kasus Covid-19 Naik Drastis, Pemda Jayawijaya Wacanakan Buka Kembali Posko Sentani
    Bupati Jayawijaya selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jayawijaya saat memimpin rapat bersama forkopimda Foto : * Vina Rumbewas

    WAMENA – Bertambahnya kasus positif baru di Kabupaten Jayawijaya yang beberapa hari terakhir naik dengan jumlah yang signifikan mendorong pemerintah Jayawijaya berencana akan membuka kembali Posko Kesehatan di Sentani.

    Hal ini disampaikan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua usai memimpin rapat bersama Forkopimda terkait penanggulangan Covid-19 di Jayawijaya, yang berlangsung di lantai 3 gedung Otonom, Wamena, Selasa (29/06/21).

    “Hasil rapat forkopimda, banyak yang menyarankan untuk diaktifkan kembali posko di Sentani, karena sejak kita berlakukan screening di Bandara Wamena angka positif naik dan cukup tinggi, kemarin bahkan sampai 8 orang kita temukan,” ungkap Jhon Banua.

    Menurut bupati, rencana pembukaan kembali posko kesehatan di Sentani telah dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi Papua dalam hal ini Sekda, yang berjanji akan membuka posko milik Pemprov di bandara Sentani untuk menscreening warga yang akan masuk ke wilayah Lapago.

    Dan selama seminggu ini Pemda Jayawijaya akan terus berkoordinasi dengan Pemprov terkait pendirian posko swab antigen ini.

    “Kita akan lihat apabila hingga minggu ini belum ada tim dari Pemprov maka terpaksa kita akan dirikan posko kita di Sentani,” kata Banua.

    Lanjut bupati, pihaknya bukan tidak mempercayai hasil swab antigen dari Sentani, hanya saja pada kenyataannya banyak ditemukan penumpang yang positif setelah dilakukan swab anti gen ulang dan PCR di Wamena.

    “Kita bukan tidak percaya orang yang melakukan swab antigen di Sentani, tapi kita lihat kenyataan yang masuk di Wamena setelah dilakukan swab ulang di tanggal yang sama positif. Ini jadi pertimbangan kita untuk menjaga masyarakat kita di Jayawijaya,” tuturnya.

    Sementara terkait pembatasan aktifitas warga Pemda Jayawijaya juga masih menunggu keputusan pemerintah provinsi Papua, namun yang terpenting menurut Banua yakni menjaga arus masuk warga yang masuk Jayawijaya melalui udara maupun jalur darat.

    “Kita juga akan buka posko di Polsek Kurulu dan kami sementara siapkan petugas, kalau sudah siap kami akan mulai melakukan screening warga yang masuk melalui darat,” katanya.

    Lanjut bupati, Pemda sendiri belum berencana melakukan lockdown namun hanya melakukan screening ketat di bandara Wamena sambil menunggu pembentukan posko kesehatan di Sentani oleh pemerintah Provinsi.

    Berdasarkan data per tanggal 29 Juni 2021, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 16 kasus sehingga total saat ini terdapat 75 kasus Covid-19 di Jayawijaya, dari jumlah kumulatif sebanyak 1.085 kasus, dengan kasus sembuh 1.003 kasus, dan meninggal dunia 7 kasus. (*).

     

  • Pemda Jayawijaya Siapkan 800 Dosis Vaksin Sinovac Selama Gebyar Vaksinasi Covid-19

    Cap : Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP saat membuka Gebyar Vaksinasi Covid-19 di gedung Ukumiarek Asso. Foto : Vina Rumbewas 

    Cap : Plt. Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP saat membuka Gebyar Vaksinasi Covid-19 di gedung Ukumiarek Asso. Foto : Vina Rumbewas l * Penulis: Vina Rumbewas

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyiapkan 800 dosis vaksinasi untuk melayani masyarakat Jayawijaya yang ingin mendapatkan layanan vaksin pada Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Jayawijaya yang digelar di gedung Ukumiarek Asso, Senin (28/06/21).

    “Dalam satu hari kita siapkan vaksin sekitar 800 tapi harapan kami pesertanya bisa lebih banyak, karena pemerintah daerah harus mengejar target sasaran,” ungkap Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP usai membuka Gebyar Vaksinasi Covid-19.

    Sementara ini, Jayawijaya masih 55 persen, sehingga untuk mencapai cakupan target yang lebih tinggi maka pada program nasional gebyar vaksinasi covid-19 ini menurut plt. sekda harus dimaksimalkan.

    “Jayawijaya sudah mencapai 55 persen dari sasaran, jadi bukan 55 persen dari jumlah pendudukan. Tapi 55 persen dari sasaran target kita yang akan dilakukan vaksin. Sasaran target sekitar 33 persen,” jelasnya.

    Pelaksanaan gebyar vaksinasi covid-19 rencananya dilakukan selama tiga hari dan hanya dilaksanakan di kota Wamena.

    Plt. sekda mengatakan meskipun saat ini sudah banyak permintaan vaksinasi di tingkat distrik dan kampung, tentu akan direspon pemerintah.

    “Kami tentu sangat gembira dan akan merespon itu, namun karena tenaga kesehatan kita terbatas sehingga setelah gebyar vaksin tiga hari ini kita akan melakukan penyusunan jadwal kembali teman-teman dinas untuk memenuhi permintaan masyarakat,” ujar sekda.

    Lanjutnya, vaksin merupakan upata untuk memberikan kekebalan atau daya tahan tubuh di masa pandemi ini sehingga tubuh tidak rentan terhadap penyakit.

    “Masyarakat tidak perlu takut karena program vaksin ini sudah dilakukan mulai bulan Februari lalu, dan semua berjalan baik dan tidak ada keluhan dari masyarakat yang signifikan terkait pelaksanaan vaksin itu sendiri,” Katanya.

     Sehingga, pemerintah berharap dengan tingkat partisipasi dari masyarakat yang cukup baik kekebalannya juga akan baik, sehingga tingkat penularan dari covid-19 semakin menurun.

    Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambiyeuw, Sp.B vaksinasi dilakukan bagi warga Jayawijaya yang berusia  delapan belas tahun hingga enam puluh lima tahun.

    “Vaksin yang digunakan jenis vaksin Sinovac, kegiatan dilakukan selama tiga hari untuk memenuhi capaian yang pemerintah pusat secara nasional yakni target 1 juta orang divaksin per hari,” ungkap kadinkes.

    Dihari pertama tingkat antusias warga untuk mengikuti vaksinasi bisa dibilang cukup tinggi, sejak pukul 09.00 WIT hingga pukul 11.00 WIT telah terdaftar tiga ratus lebih calon penerima vaksin.

     “Kami dari dinas kesehatan mengajak semua masyarakat baik Jayawijaya maupun yang berKTP luar Jayawijaya tapi berdomisili di Jayawijaya silahkan datang, karena gebyar vaksin selama tiga hari ini tidak hanya fokus untuk kabupaten Jayawijaya saja, ini agar kita bersama-sama menekan peningkatan angka covid di Jayawijaya,” ajaknya.

    Sementara pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak kata kadinkes hingga kini pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari pemerintah pusat.

    “Walau sudah dikatakan vaksin bisa dilakukan untuk anak usia di atas 12 tahun. Ini masih wacana, secara instruksi belum ada,” pungkasnya. (*)

  • KASUS BARU TERUS BERTAMBAH, JAYAWIJAYA SIAP LOCKDOWN

    KASUS BARU TERUS BERTAMBAH, JAYAWIJAYA SIAP LOCKDOWN

    WAMENA – Mulai meningkatnya angka penularan Covid-19 di Papua menyebabkan pemerintah Provinsi Papua berencana akan melakukan lockdown, namun hal tersebut masih akan dirapatkan bersama forkopimda dan diputuskan pada Senin pekan depan.

    Menanggapi hal ini, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE., M.Si memastikan bahwa Pemda Jayawijaya siap mendukung keputusan pemerintah baik pusat maupun provinsi terkait penanggulangan Covid-19.

    “Dengan tingginya penularan Covid-19, maka bila pemerintah berlakukan lockdown maka kami di daerah akan menyesuaikan,” ungkap bupati Jayawijaya, Jumat (25/06/21).

    Ia juga mengatakan, screening penumpang yang dilakukan di bandara Wamena yang telah dilakukan selama sebulan ini bertujuan untuk menjaga dan mengurangi resiko penularan Covid-19 di Jayawijaya.

    “Kalau memang pemerintah provinsi perintahkan lockdown maka kami di daerah akan menyesuaikan dengan menghentikan sementara penerbangan penumpang dan focus pembatasan jalur darat,” katanya.

    Berdasarkan data pemerintah Jayawijaya per Rabu 23 Juni 2021 terjadi penambahan 7 kasus baru yang bersumber dari cluster gereja dan bandara.

    “Jadi ada satu gereja yang salah seorang jemaatnya positif akhirnya menularkan ke yang lain. Selain cluster dari gereja 7 kasus baru ini juga dari hasil screening yang dilakukan di bandara Wamena,” pungkasnya.

    Sementara berdasarkan data Tim Penanggulangan Covid-19 Jayawijaya per Jumat 25 Juni 2021 terjadi penambahan kasus positif baru sebanyak 6 kasus, sehingga saat ini jumlah kasus di Jayawijaya sebanyak 38 kasus.

    Sementara untuk total kumulatif kasus Covid-19 hingga 25 Juni 2021 di kabupaten Jayawijaya sejak awal pandemi hingga kini sebanyak 1.043 kasus, sembuh 998 kasus, dan meninggal sebanyak 7 kasus. (Vina)

  • Nakes di Puskesmas Itlay Hisage Minta Penambahan Satu Tenaga Dokter

    Nakes di Puskesmas Itlay Hisage Minta Penambahan Satu Tenaga Dokter

    WAMENA – Tenaga medis di Puskesmas Itlay Hisage meminta pemerintah Jayawijaya untuk menempatkan satu tenaga medis di Puskesmas tersebut. 

    Neser Haluk, salah seorang staf di Puskesmas Itlay Hisage mengatakan bahwa puskesmas Itlay Hisage sangat membutuhkan tenaga dokter, selama ini pelayanan hanya dilakukan oleh tenaga perawat.

    “Sebelumnya ada tenaga dokter tetapi pindah ke Puskesmas Wamena kota. Setelah itu diganti dengan seorang dokter tetapi yang bersangkutan sedang melanjutkan pendidikan sehingga kita kekurangan tenaga dokter,” ungkapnya disela-sela kunjungan kerja Bupati Jayawijaya ke Distrik Itlay Hisage, Kamis (17/06/21).

    Menurutnya, selama ini pelayanan kesehatan masyarakat hanya dilayani empat orang tenaga perawat, tiga bidan, tiga orang tenaga administrasi dan satu perawat pembantu.

    Ia juga menyebutkan beberapa penyakit yang sering dikeluhkan warga yakni penyakit Ispa, Scabies, dan Rematik. Sementara untuk ketersediaan obat-obatan menurutnya masih cukup tersedia dan pihaknya rutin mengajukan permintaan obat-obatan di gudang obat.

    Sementara untuk layanan posyandu menurutnya selama ini berjalan dengan baik, setiap bulan petugas melakukan layanan posyandu ke kampung-kampung dengan membagi kelompok layanan.

    “Setiap bulan kami rutin layani, jadi ada tiga kelompok yang akan melayani 9 kampung di distrik Itlay Hisage,” ungkapnya.

    Tambahnya, untuk layanan vaksinasi Covid-19 sendiri pihak puskesmas belum bisa melakukan pelayanan karena masih minimnya kesadaran warga untuk melakukan vaksinasi, namun pihak medis akan siap melayani setiap warga yang siap mendapat vaksinasi Covid-19.

    Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE.,M.Si memastikan akan mengkomunikasikan kurangnya ketersediaan dokter dengan dinas kesehatan.

    “Kami akan panggil kepala dinas untuk konfirmasi ini. Kami akan upayakan satu dokter untuk bisa membantu di Puskesmas Itlay Hisage,” katanya.

    Sementara, untuk petugas lainnya menurut bupati berdasarkan laporan sudah cukup tenaga kesehatannya, hanya tenaga dokter yang perlu dilengkapi.

    Menurutnya, hal-hal inilah yang mendorong pemerintah untuk turun ke distrik dan kampung untuk mendengarkan langsung aspirasi warga.

    “Kami harus langsung respon karena ini kebutuhan masyarakat di tingkat distrik yang cukup jauh, jadi kita harus melihat untuk penempatan dokter supaya masyarakat tidak harus ke kota untuk berobat,” pungkasnya.  Oleh : Vina Rumbewas