Category: Berita

  • Bupati Jayawijaya Pastikan Menara Salib dan GOR Wamena Diresmikan Desember

    Bupati Jayawijaya Pastikan Menara Salib dan GOR Wamena Diresmikan Desember

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua,SE, M.Si memastikan dua proyek besar yakni Pembangunan Menara Salib dan Gedung Olahraga Wamena akan diresmikan akhir tahun 2020 ini.

    “Kalau GOR beberapa bulan ini akan selesai karena. Hanya terhambat karena selalu dapat hambatan banyak dengan adanya pemalangan-pemalangan dan lainnya, tapi kami pemerintah tetap bekerja karena itu status tanah adalah tanah pemerintah yang sudah ada sertifikat,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (01/09/20).

    Sedangkan untuk Menara Salib kata Banua, sebenarnya pengerjaannya tahun ini sudah harus 100 persen, hanya yang belum yakni pemasangan mesin genset dan penataan taman.

    “Kalau untuk bangunan fisik yang lain semua sudah 100 persen, termasuk tugu salib, air mancur, hingga pemagaran semua sudah 100 persen. Hanya kekurangan gudang pemasangan genset dan taman,” katanya.

    Dirinya berharap semua pekerjaan sisa dapat diselesaikan beberapa bulan terakhir sehingga akhir tahun nanti dapat diresmikan.

    “Menara Salib dan GOR Wamena tahun ini harus diresmikan, jika desember tidak ada halangan kita bisa resmikan,” bebernya.

    Sementara untuk stadion pendidikan yang saat ini sementara dalam pemugaran, juga ditargetkan rampung tahun ini khusus untuk lapangan.

    “Untuk stadion pendidikan kami dapat bantuan dari provinsi sesuai surat yang kami ajukan karena waktu itu kita ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan PON 2020, ada perubahan juga sedikit namun kami target tahun ini harus selesai khusus untuk lapangan,” ungkapnya.

    Sumber pembiayaan pemugaram standion pendidikan sendiri kata banua berasal dari APBD Tingkat Satu. (vin)

  • Upacara HUT Proklamasi RI Ke-75 di Jayawijaya Berlangsung Hikmat Ditengah Pandemi

    Upacara HUT Proklamasi RI Ke-75 di Jayawijaya Berlangsung Hikmat Ditengah Pandemi

    WAMENA–Upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Tahun 2020 di Jayawijaya berlangsung  berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat Covid-19 yang mewabah Indonesia sejak Maret lalu.

    Meski demikian pelaksanaan upacara bendera tetap berlangsung dengan hikmat dan dilangsungkan sesuai protocol kesehatan.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua bertindak selaku inspektur upacara. Upacara bendera yang digelar tepat puluk 10:00 WIT di halaman kantor Gedung Otonom Wenehule Huby itu berlangsung kurang lebih 30 menit.

    “Karena situasi Covid upacara tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Ini kami lakukan sesuai instruksi pemerintah pusat, dengan menjaga jarak dan tetap gunakan masker,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si, usai memimpin upacara, Senin (17/08/20)

    Lanjut Bupati Jayawijaya, meskipun perayaan 17 agustus tahun ini kita rayakan ditengah wabah Covid-19 namun tetap upacara dilansungkan dengan hikmat dan penuh tanggung jawab.

    Karena hal ini merupakan tugas dan tanggungjawab baik ASN maupun pemerintah daerah.

    “Dari saya menjabat wakil bupati dua periode sampai dengan menjabat bupati  memang tahapan upacara yang sederhana dan singkat itu tahun ini 2020, namun terlepas dari itu bukan masalah sederhananya tapi bagaimaa hikmatnya perayaan HUT RI ini,” papar Bupati Jayawijaya.

    Pada kesempatan ini Bupati berpesan melalui HUT RI ke 75 pelayanan kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya sesuai visi-misi Jhon-Marthin.

    “Meskipun ditengah pandemic Covid-19 kesatuan dan persatuan harus tetap terjaga demi keutuhan NKRI,” katanya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan ditengah pandemic Covid-19.

    Pada upacara HUT Proklamasih di Jayawijaya tahun ini siswa-siswi SMA Negeri 1 terpilih sebagai penggerak bendera, yang jumlahnya hanya tiga orang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. (Vin)

  • PENGUMUMAN PERSYARATAN MELENGKAPI BERKAS CPNS 2018

    PENGUMUMAN PERSYARATAN MELENGKAPI BERKAS CPNS 2018

    Berdasarkan Pengumuman Bupati Jayawijaya Nomor : 813/10132/BUP tanggal 29 Juli 2020 tentang Penetapan Kelulusan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Jayawijaya Formasi Tahun 2018, maka disampaikan para pelamar yang dinyatakan lulus seleksi agar melapor (mendaftar ulang) dan melengkapi berkas penetapan NIP. Persyaratan  melengkapi berkas dapat di unduh di sini  (Menu DOKUMEN Website Resmi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya).

    Bagi Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi dan tidak melapor dan juga tidak melengkapi berkas sampai dengan waktu yang telah ditentukan dianggap mengundurkan diri.

  • Berjunjung ke Distrik Tagime, Bupati Catatan Beberapa Program Penting Salah Satunya Perekrutan Tenaga Medis

    Berjunjung ke Distrik Tagime, Bupati Catatan Beberapa Program Penting Salah Satunya Perekrutan Tenaga Medis

    WAMENA – Usai mengunjungi distrik Tagime, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E, M.Si mencatat ada beberapa program pembangunan yang penting untuk segera ditindaklanjuti di distrik tersebut.

    Hal ini berdasarkan aspirasi yang disampaikan langsung beberapa tokoh masyarakat dan perangkat distrik di daerah itu.

    “Ada beberapa poin yang disampaikan masyarakat, beberapa usulan seperti jembatan induk dari distrik ke kampung, akses jalan, listrik dan kelengkapan tenaga medis di puskesmas, ini menjadi catatan kita,” ungkap Bupati Jayawijaya, Senin (10/08/20)

    Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan beberapa gereja yang masih dalam pengerjaan.

    “Kami turun ke distrik-distrik untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat agar kami tahu apa yang jadi kebutuhan masyarakat di distrik masing-masing,” katanya.

    Sementara untuk tenaga puskesmas yang dikeluhkan warga menurut Bupati Jayawijaya, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah distrik dan kampung untuk merekrut anak-anak asli setempat yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan untuk dipekerjakan di puskesmas, bukan saja di distrik Tagime namun di seluruh distrik di Jayawijaya.

    “Kita akomodir mereka untuk kerja di puskesmas yang ada di distrik masing-masing, agar mereka ada rasa tanggungjawab karena yang mereka layani adalah orang tua mereka dan adik-adik mereka,” jelasnya.

    Sedangkan untuk listrik, menurut Banua, jaringan listrik sudah sampai ke distrik Tagime hanya ada beberapa kampung yang belum teraliri listrik, untuk itu pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar listrik tidak hanya sampai di distrik Tagime namun juga sampai di distrik Tagineri yang merupakan distrik yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Jayawijaya dan Tolikara.

    Disela-sela kunjungannya ke distrik Tagime, Bupati Jayawijaya juga memanen ubi jalar, menurutnya saat ini hampir diseluruh distrik masyarakat mulai sibuk berkembun. (Vin)

  • PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CPNS TAHUN 2018/2019

    PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CPNS TAHUN 2018/2019

    HASIL SELEKSI TES CPNS TAHUN 2018 DAPAT DI LIHAT DI SINI

  • Pemda Tidak Bisa Intervensi Hasil Seleksi CPNS

    Pemda Tidak Bisa Intervensi Hasil Seleksi CPNS

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan Intervensi terutama pada hasil kelulusan CPNS yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia.

    Bupati Kabupaten Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si mengungkapkan, hasil CPNS yang dikeluarkan oleh Kemenpan-RB merupakan hasil resmi berdasarkan ujian yang diikuti seluruh peserta test CPNS di Indonesia.

    “Pemerintah Kabupaten tidak bisa melakukan Intervensi terhadap hasil yang keluar, sama sekali tidak bisa,” jelas Bupati Kabupaten Jayawijaya, Selasa (28/7/2020) di Wamena.

    Karena hasil yang dikeluarkan Kemenpan-RB merupakan hasil murni Ranking berdasarkan hasil test setiap peserta, sehingga sangat tidak mungkin Pemerintah Kabupaten untuk mengintervensi keputusan yang dibuat oleh Kemenpan-RB.

    Menurut Bupati Banua, pemerintah Kabupaten Jayawijaya hanya bisa berharap agar hasil pengumuman CPNS yang keluar khusus untuk Jayawijaya bisa merata dan penyebarannya berasal dari 40 Distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

    Untuk hasilnya sendiri, Bupati Banua memastikan akan diumumkan sebelum tanggal 30 Juli 2020, karena banyak adik-adik yang sudah menunggu hasil pengumuman CPNS khusus Kabupaten Jayawijaya.

    Selain itu, hasil kelulusan CPNS akan di umumkan pada Situs Resmi milik Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Saya kira dalam waktu dekat sebelum tanggal 30, paling lambat tanggal 30 diumumkan,” kata Bupati Kabupaten Jayawijaya.

    Kata Bupati, hasil kelulusan berdasarkan Ranking yang dikirim dari Kemenpan-RB telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, sehingga dalam waktu dekat juga akan di umumkan.

    Terkait perubahan data, Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak bisa melakukan perubahan data, karena data yang dikeluarkan Kemenpan-RB berdasarkan Ranking kelulusan test para peserta.(Vin)

  • Hingga Kini Pemda Jayawijaya Belum Terima Dokumen Hasil Seleksi CPNS Formasi 2018

    Hingga Kini Pemda Jayawijaya Belum Terima Dokumen Hasil Seleksi CPNS Formasi 2018

    WAMENA – Meski pemerintah Provinsi Papua telah membeberkan bahwa pengumuman hasil seleksi CPNS formasi 2018 akan diumumkan pada tanggal 24 hingga 30 Juli 2020 ini.

    Namun hingga hari ini Pemerintah Kabupaten Jayawijaya belum menerima dokumen resmi dari pemerintah pusat atau provinsi terkait teknis pengumuman.

    “Kami sendiri di daerah sampai dengan hari ini belum pernah mendapat dokumen dari provinsi atau pusat, apakah diumumkan langsung dari kementrian atau dari provinsi, kami sendiri belum tau,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE,M.Si, Jumat (24/07/20).

    Menurutnya, hingga kini pemda Jayawijaya belum mendapat dokumen hasil seleksi CPNS formasi 2018 dari BKN, ataupun kementrian. Sehingga pihaknya juga masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan provinsi, apakah akan diumumkan oleh pemerintah pusat (kementerian), pemeritah provinsi Papua atau pemda masing-masing.

    “Saya kira yang direncanakan untuk diumumkan oleh kementrian itu dari tanggal 24 sampai 30 Juli. Tapi apakah ini akan diumumkan langsung oleh kementrian atau provinsi, ini yang sampai sekarang kami belum tahu,” jelasnya Banua.

    Tambahnya, jika dokumen tersebut telah diberikan kepada pemda tentu sebagai pemerintah daerah pihaknya akan melakukan sesuai petunjuk, baik dari pemerintah pusat  ataupun pemerintah provinsi Papua. (Vin)

  • Penerbangan Penumpang  di Wamena Akan Ditutup Selama 14 Hari, Pasca Meningkatkan Pasien C-19

    Penerbangan Penumpang di Wamena Akan Ditutup Selama 14 Hari, Pasca Meningkatkan Pasien C-19

    WAMENA – Mulai Senin 27 Juli 2020 pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan menutup total penerbangan penumpang dari Jayapura, Timika, Merauke, dan Biak.

    Pemberhentian sementara penumpang masuk dari tiga bandara ini dikeluarkan pasca meningkatkan jumlah pasien covid-19 yang meloncak tajam tiga hari terkahir di Kabupaten Jayawijaya.

    “Kita kemarain sempat turun hingga dua pasien namun belakangan naik 6, sekarang di posisi 12 dan hari ini kita ada kasus baru lagi tambah 7 orang lagi. Jadi total 19 orang pasien positif,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua S.E, M.Si  usai memimpin rapat bersama muspida di lantai III Gedung Otonom- Wamena, Rabu (22/07/20).

    Menurut Bupati, penambahan ini rata-rata setelah dibukan bandara Wamena juni kemarin, baik penerbangan dari Jayapura maupun Timika.

    “Melihat situasi ini kita kemungkinan akan melakukan penutupan akses bandara khusus untuk akses masuk, kita tutup selama 14 hari kedepan,” beber Banua.

    Penutupan ini akan disesuaikan dengan tingkat kesembuhan pasien yang sementara menjalani perawatan. “Kesepakatan kita akan mulai lakukan penutupan senin nanti. Jadi penutupan khusus akses masuk,” katanya.

    Lanjutnya, banyak temuan surat rapid tes penumpang yang masuk ke Wamena menunjukan hasil non reaktif, namun setelah dilakukan rapid tes di bandara Wamena yang bersangkutan reaktif dan setelah diswab hasil menunjukan positif.

    “Kalau begini ini kan ada kejanggalan di dalam tes. Makanya dalam waktu dekat kami akan lakukan penutupan bandara dan sambil mempersiapkan tim yang akan kami bentuk untuk ditempatkan di bandara Sentani, tentu dengan berkoordinasi dengan pemda Kabupaten Jayapura dan pemerintah Provinsi,” jelasnya.

    Tambahnya, sebelum penempatan tim, pemda Jayawijaya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah Jayapura terkait jika nanti ditemukan adanya pasien reaktif ataupun positif.

    “Jadi semua penerbangan termasuk hercules tidak boleh masuk Wamena membawa penumpang dari timika, merauke, biak ataupun Jayapura,” pungkasnya. (Vin)

  • Distrik Wamena Kota Salurkan Dana BLT Bagi 8 Kampung

    Distrik Wamena Kota Salurkan Dana BLT Bagi 8 Kampung

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, dibawah kepemimpinan Bupati Kabupaten Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE.M.Si dan Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Marthin Yogobi, SH.M.Hum terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya ditengah mewabahnya Virus Covid-19.

    Perhatian yang diberikan pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Pemerintah Distrik Wamena Kota ialah dengan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang ada di 8 kampung yang ada di Wilayah Distrik Wamena Kota.

    Penyaluran bantuan BLT kepada 8 Kampung di Wilayah Distrik Wamena Kota disaksikan langsung oleh Kepala Distrik Wamena kota, Lice Kogoya, di depan Kantor Distrik Wamena Kota, Senin (20/7/2020).

    Kepala Distrik Wamena Kota, Lice Kogoya dalam usai menyaksikan penyaluran dana BLT itu menjelaskan, penyaluran bantuan BLT kepada masyarakat merupakan upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat ditengah mewabahnya Virus Covid-19.

    Menurutnya, bantuan BLT akan disalurkan langsung di setiap kampung yang ada dalam wilayah Distrik Wamena Kota, dan akan disaksikan langsung oleh Tim Covid-19 Jayawijaya.

    Selaku kepala Distrik, Lince berpesan agar, setiap Kepala Kampung harus benar-benar transparan dalam menyalurkan bantuan BLT yang diberikan oleh Pemerintah.

    Sementara itu, Pendamping Distrik Wamena Kota, Debby Ayomi menjelaskan, bantuan BLT yang disalurkan merupakan bantuan 15 Persen Tahap Pertama penyaluran kedua.

    Menurut Debby, dalam penyaluran dana Desa ada 3 kali tahap penyaluran dan untuk penyaluran khusus BLT penyalurannya dibagi mnejadi 3 tahapan.

    Untuk penyaluran tahap pertama disalurkan 15 Persen, kemudian akan disalurkan lagi 15 persen dan yang terakhir akan disalurkan 10 persen.

    Kata Debby, setiap kampung akan menerima dana BLT berfariasi sesuai dengan alokasi dana dalam SK, baik ADD maupun DD, dengan jumlah yang akan disalurkan untuk setiap kepala keluarga sebesar 600 ribu.

    Jelas Debby, syarat bagi penerima BLT ialah Kartu Keluarga Aktif atau asli, KTP.

    Dijelaskan, setelah penyaluran dana BLT, setiap kepala Kampuung diharuskan membuat laporan terkati penyaluran dana BLT kepada masyarakat.(Vin)

  • Kritisi Pembangunan di Jayawijaya, PMKRI Gelar Demo

    Kritisi Pembangunan di Jayawijaya, PMKRI Gelar Demo

    WAMENA – Sekelompok masa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), mendatangi pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Senin (13/07/20).

    Masa menuntut agar pemda Jayawijaya mengembalikan Roh Jayawijaya yang dulu, dalam arti kembalikan kejayaan Jayawijaya dibidang seni budaya, pendidikan, olahraga, dan bidang lainnya yang saat itu mengangkat nama Jayawijaya.

    Tidak hanya itu, dalam orasinya massa juga mempertanyakan hasil tes CPNS tahun 2019 lalu, yang hingga kini belum juga diumumkan.

    “Selama dua tahun tidak ada yang nampak, dari sisi music, pendidikan, olahraga sama sekali tidak ada. Kalau alasannya kejadian tanggal 23 september itu tanggungjawab dan resiko pemerintah,” ungkap Koordinator Aksi Yosep Lokobal, Senin (13/07/20).

    Menurutnya pemerintah kabupaten Jayawijaya sudah keluar dari visi misinya  walaupun program 3W (Wam, Wem, Wene) jalan namun dibidang lain dianggap tidak berjalan.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua PMKRI Arianus Lokobal, juga menyoroti belum adanya pergantian kepala OPD sejak dilantiknya pasangan Jhon-Marthin.

    “Makanya tidak ada pembangunan di bidang ekonomi, social, politik, pendidikan. Sama sekali tidak ada maka segera ganti kepala OPD-OPD itu, karena yang ada sekarang PLT semua,” tegasnya.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si bersama Wakil Bupati Marthin Yogobi SH, M.Hum yang menerima kedatangan masa pendemo langsung merespon setiap tututan yang disampaikan.

    Menurut Bupati Banua, ini merupakan masukan yang baik bagi pemerintahannya. Namun terkait pelantikan pejabat menurutnya hal tersebut telah disusun pasca dilantiknya pasangan Jhon-Marthin namun tertunda karena peristiwa 23 September 2019, sehingga harus di undur di tahun 2020.

    “Kita tunda untuk dilanjutkan di tahun 2020 ternyata tahun ini juga terhambat dengan situasi Covid-19, yang mana berdasarkan instruksi pemerintah pusat tidak ada pergantian OPD,” ungkapnya.

    Sementara terkait pengumuman hasil seleksi CPNS Tahun 2019 menurut bupati, hasil seleksi untuk Jayawijaya telah selesai namun harus menunggu kabupaten lain karena hasil seleksi ini harus diumumkan secara serentak di seluruh Papua.

    “Tes kemarin juga banyak anak-anak kita yang tes salah kuota, yang mana kuota Papua 80 persen dan non Papua 20 persen, banyak yang mendaftar di non Papua sehingga ini juga menghambat proses,” katanya.

    Pada kesempatan itu bupati juga mengajak para pemuda-pemudi di Jayawijaya untuk membangun jiwa wirausaha sehingga tidak bergantu pada seleksi CPNS.

    “Apapun ide usaha yang ingin disampaikan kepad kita (bupati dan wakil bupati) kami siap mendorong adik-adik, asalkan benar-benar usaha,” ujarnya.

    Aksi yang digelar kurang lebih satu jam ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan TNI/Polri. Hanya saja dalam aksi ini beberapa  coordinator aksi merasa kurang puas karena merasa aksinya seakan dibatasi oleh aparat, sehingga tidak dapat melakukan orasi dibeberapa titik kumpul yang telah disepekati, seperti Pasar Sinakma, Misi, dan Hom-hom.

    “Orasi sudah direncanakan dibeberapa titik, tapi kok belum orasi aparat sudah datang angkat kita kes sini (gedung otonom), macam ini kan sudah tidak benar pada hal tidak ada niat lain-lain,” ungkap Koordinator Aksi Yosep Lokobal.

    Menurutnya, dalam aksi ini masyarakat benar-benar ingin menyampaikan dan menyuarakan bahwa ingin Jayawijaya yang dulu, bagaimana Jayawijaya berjaya di bidang music, olahraga dan pendidikan.

    “Kami bukan ingin melawan pemerintah kami hanya ingin memberi masukan dan ini sudah direncanakan dengan baik, dan kami sudah punya surat ijin”  pungkasnya. (Vin)