Category: Berita

  • Kementrian PUPR Resmi Serahkan Bangunan Rekonstruksi Rusuh Wamena ke Pemda Jayawijaya

    Kementrian PUPR Resmi Serahkan Bangunan Rekonstruksi Rusuh Wamena ke Pemda Jayawijaya

    WAMENA – Setelah dikerjakan selama 9 bulan dan rampung, rekonstruksi ruko dan rumah warga yang terkena dampak konflik social di Wamena 23 September 2019 lalu akhirnya secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah oleh Kementrian PUPR melalui Dirjen Prasarana Strategis.

    Irwan Sutianto, Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kementrian PUPR RI melalui video conference mengatakan rekonstruksi bangunan-bangunan terdampak konflik social Wamena 2019 lalu merupakan amanat presiden.

    Penanganannya pun penanganan keadaan darurat, sehinga penyedia jasa yang ditunjuk pun juga yang terdekat dan mampu menangani secara cepat, dan tentunya melibatkan pengusaha lokal khususnya GAPENSI Jayawijaya.

    “Ini merupakan pemulihan social sekaligus pemulihan ekonomi, artinya dengan melibatkan pengusaha local dan tenaga kerja local saya berharap ini adalah bagian dari upaya untuk pemulihan ekonomi Wamena. Dari 403 ruko, tinggal 8 yang masih dalam tahap penyelesaian,” ungkapnya, melalui tatap muda daring, Jumat (10/07/20)

    Ia juga mengapresiasi semua pekerjaan yang telah rampung, menurutnya hal ini tentunya tidak terlepas dari situasi kondusif  di Jayawijaya, berkat kerjasama pemda dan jajaran.

    “Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses penyelesaian masih ada hal-hal yang mungkin belum sesuai. Tapi kami sangat berkomitmen untuk bisa segera menyelesaikan ini, baik di Wamena maupun di Jayapura,” ujarnya.

    Dengan penyerahan ini, diharapkan semua fasilitas ekonomi dapat segera difungsikan, dan warga serta pemilik ruko dapat beraktifitas kembali.

    “Kami harap setelah serah terima, semua asset yang telah kami pulihkan bisa segera dimanfaatkan,” katanya.

    Ia kembali mengingatkan kontraktor yang ada di bawah GAPENSI  untuk segera menyelesaikan delapan unit ruko yang tersisa, dan juga secara administrasi.

    “Kami berharap dari apa yang kami kerjakan ini bisa segera memberikan manfaat buat masyarakat Jayawijaya, teriring harapan bahwa apa yang kami usahakan dan upayakan ini dapat diterima dengan baik .Kami juga berdoa bersama agar kerusuhan seperti yang lalu tidak terjadi kembali,” pungkasnya.

    Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan karena sudah ada penyerahan dari kementrian PUPR sehingga maka akan ditindak lanjuti untuk segera difungsikan.

    “Dengan penyerahan ini kita sudah bisa gunakan, agar mama-mama kita bisa berjualan. Seperti Pasar Wouma yang sudah rampung dalam waktu 3 minggu pasca rusuh sampai sekarang belum gunakan karena belum ada penyerahan secara administasi,” jelasnya.

    Lanjutnya, pada kesempatan itu selain melaporkan adanya  9 ruko yang belum terdaftar (data GAPENSI) pemda Jayawijaya juga melaporkan beberapa asset pemda ikut menjadi korban dan hingga kini belum ada tindak lanjut.

    “Kami juga sampaikan ke pak dirjen melalui vicon termasuk asset pemda seperti perkantoran yang waktu itu ikut dibakar, termasuk PLN. Ini sampai sekarang belum ada realisasi dari kementrian,” bebernya.

    Sementara untuk perumahan yang direkonstruksi sebagian telah ditempati kembali oleh pemiliknya.

    Pada kesempatan yang sama, Agu Hubby, pemilik ruko di Pasar Wouma yang direkonstruksi kementrian PUPR menyampaikan terimakasi kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

    “Saya mewakili semua pemilik mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yakni bapak presiden dan kementrian perumahan, balai gapensi, teman-teman kontraktor yang sudah membangun ruko maupun pasar,”

    “Kami dari pemilik tidak bisa membalas apa-apa, tetapi semua kebaikan dan jerih payah baik tenaga maupun pikiran bahkan keuangan yang sudah dikeluarkn oleh Negara kiranya Tuhan Yesus memberkati,” ungkapnya.

    Menurutnya, sementara ini mama-mama di Pasar Wouma sudah berjualan kembali berjualan namun masih di pinggir jalan, sambil  menunggu pemerintah daerah menyerahkan asset tersebut untuk dapat digunakan kembali oleh masyarakat khususnya para pedagang di Pasar Wouma.

    Mama Agu Hubi sendiri merupakan salah satu pengusaha Papua yang cukup sukses di Wamena, ia bahkan memilik 101 ruko yang tersebar disekitar pasar Wouma yang dibakar pada 23 September 2019 lalu.

    “Kami berharap peristiwa seperti itu tidak terulang kembali, karena kami ingin hidup aman di tempat kami,” pungkasnya. (Vin)

  • 1.025 Mbps Masih Belum Maksimal di Wamena, Ini Saran Telkomsel

    1.025 Mbps Masih Belum Maksimal di Wamena, Ini Saran Telkomsel

    WAMENA  – Menyikapi buruknya kualitas internet di Jayawijaya yang setiap hari dikeluhkan masyarakat, untuk kedua kalinya dilakukan pertemuan antara perwakilan masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan perwakilan pihak telkomsel, yang berlangsung  secara virtual di ruang rapat Bupati Jayawijaya, Selasa (07/07/20).

    Jika sebelumnya pada tanggal 24 Juni 2020 lalu pertemuan yang sama telah dilakukan, dan untuk menyikapi hal ini telkomsel telah melakukan  penambahan bandwidth,  sehingga total saat ini 1.025 Mbps. Namun hal tersebut masih belum mencakup seluruh area kota Wamena secara merata.

    Menjawab hal ini, Adi Wibowo, GM Operation & Quality Management  Telkomsel Maluku- Papua, mengatakan saat ini ada 29 pemancar telkomsel yang tersebar di Wamena, dan pihaknya telah memprioritaskan 8 lokasi yang terpantau pengalaman datanya cukup baik.

    “Daerah-daerah ini memang kami coba prioritaskan dari hasil diskusi pertama (24/06/20) sehingga ketika kita membutuhkan data-data dengan kecepatan yang mungkin lebih bagus, maka daerah-daerah ini yang mungkin dijadikan rujukan bagi masyarakat. Jika memang membutuhkan data secara urgen bisa mendekati pemancar  kami yang mengcover area-area tersebut,” jelasnya melalui video conference.

    Delapan titik lokasi yang terpantau pengalaman datanya cukup baik untuk mengcover daerah-daerah seperti Pasar Sinakma, SMP YPPGI, SMA PGRI, KODIM 1702/JWY, SMP YAPIS, Gereja GIDI, HIS, Puskesmas, SMP 1 Wamena, Kator Bupati, Polres, RSUD Wamena dan Pasar Wouma.

    “Sementara ini adalah sulusi temporari sampai dengan kebutuhan 2000 Mbps bisa diimplementasikan oleh PT Bakti,” pungkasnya.

    Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua mengatakan, meskipun belum mampu menjawab kebutuhan internet sebagian masyarakat di Jayawijaya, namun pemda menyampaikan terimakasih dengan adanya penambahan 1.025 Mbps oleh telkomsel.

    Namun dirinya menekankan agar surat yang telah dilayangkan pemda Jayawijaya kepada Kemenkominfo dapat dikawal terus oleh telkomsel sehingga kekurangan 1000 lebih Mbps yang belum terpenuhi dapat terealisasi menjadi 3000 Mbps untuk kabupaten Jayawijaya.

    “Kami akan terus berkomunikasi dengan kementerian melalui kominfo untuk bagaimana ada tambahan data sisa, karena yang sekarang kita pakai ini adalah 1.025 Mbps,” katanya.

    Bupati berharap, dengan pertemuan ini telkomsel juga tidak tinggal diam, namun tetap bersama-sama berupaya agar bisa mendapatkan tambahan jaringan. Karena menurutnya masalah klasik daerah adalah jaringan internet, dan hal ini sangat berdampak bagi pendidikan.

    “Saya harap kita sama-sama berkoordinasi terus dengan kementerian. Telkomsel jangan  hanya harap surat pemda, tapi telkomsel adalah perusahaan BUMN juga sehingga tentu punya akses ke kementrian,” tegasnya.

    Intinya, kata bupati pemerintah daerah akan terus mendorong perbaikan jaringan internet di Jayawijaya, tentunya dengan berkoordinasi dengan kementrian terkait.

    Sedangkan untuk pembiayaan untuk pemenuhan kualitas internet, menurutnya hal tersebut murni kewajiban telkomsel.

    “Kalau kita bicara pembiayaan agar mendapatkan kualitas internet yang baik itu kewajiban telkomsel, karena telkomsel adalah perusahaan sehingga itu menjadi kewenangan mereka. Kami akan fasilitasi dengan surat Bupati dan koordinasi dengan Kementrian dan Bakti, ini yang penting,” tuturnya.

    Dirinya juga meminta pihak DPRD Jayawijaya untuk ikut melayangkan surat kepada pihak Kemenkominfo, sehingga semakin kuat. (Vin)

  • Di Jayawijaya Empat Pasien C-19 Sembuh, Namun ada Tambahan Satu Kasus Baru

    Di Jayawijaya Empat Pasien C-19 Sembuh, Namun ada Tambahan Satu Kasus Baru

    WAMENA – Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19  Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengungkapkan berdasarkan data tim per hari Senin 6 Juli 2020, 2 orang pasien covid-19 yang telah menjalani perawatan di RSUD Wamena dinyatakan sembuh.

    Meski demikian pada hari yang sama ada juga penambahan satu kasus baru, dimana yang bersangkutan merupakan warga yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar, Jayapura.

    “Dari laporan yang kami terima ada 4 orang pasien yang sembuh, sehingga saat ini pasien yang masih menjalani perawat tersisa 7 orang,”ungkapnya kepada media, Senin (06/07/20).

    Sementara terkait adanya penumpang dari daerah asal Jayapura yang positif Covid-19, Banua berharap petugas atau tim gugus baik provinsi maupun kabupaten Jayawijaya tidak keliru mengeluarkan hasil rapid tes.

    “Kami harap tim gugus tugas baik provinsi maupun kabupaten Jayapura benar-benar lakukan rapid tes , jangan asal keluarkan surat,” tegasnya.

    Karena menurutnya, meskipun penumpang yang tiba di bandara Wamena mengantongi surat sehat dari tim gugus tugas daerah asal namun ketika dilakukan rapid tes ulang beberapa diantaranya reaktif, bahkan ada yang positif Covid-19.

    “Kita lihat mulai tanggal 26 kita buka akses bandara penumpang dari Jayapura yang tiba dibandara Wamena kami lakukan rapid  tes, dan kami temukan ada 4 orang penumpang dari Jayapura yang reaktif. Dari reaktif kami lakukan swab dan satu dari 4 orang ini ternyata positif,” pungkas bupati Jayawijaya.

    Sehingga dirinya berharap kabupaten-kabupaten yang telah membuka akses penerbangan sipil untuk lebih perketat pemeriksaan warga yang hendak bepergian. (Vin)

  • Pemda Jayawijaya  Juara Video Inovasi Tatanan Normal Baru Bidang Trasportasi Dari Kemendagri

    Pemda Jayawijaya Juara Video Inovasi Tatanan Normal Baru Bidang Trasportasi Dari Kemendagri

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendapatkan penghargaan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif  dan Aman Covid-19 Sektor Transportasi Umum, yang digelar Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.

    Pemda Jayawijaya berhasil keluar sebagai Juara Terbaik I Daerah Tertinggal, dengan video inovasi di bidang perhubungan transportasi darat.

    Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan lomba inovasi ini diikuti oleh empat OPD di lingkungan pemda Jayawijaya yakni Dinas Perhubungan, Pariwisata, Disnakerindag, dan PTSP, namun yang keluar sebagai juara yakni Dinas Perhubungan.

    “Kami berterimakasih karena kita mendapatkan hasil yang terbaik dan ini penilaian langsung dari kementrian. Jadi kami hanya membuat video tentang pelayanan sesuai prosedur selama new normal, video berdurasi  2 menit ini yang mendapatkan  juara,” ungkap Bupati.

    Menurutnya, protocol kesehatan selama pandemic covid-19 ini sangat penting untuk diterapkan ditempat-tempat umum, seperti trasportasi umum dan juga pusat perdagangan baik mini market maupun pasar tradisional, diantaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan serta mengingatkan warga untuk selalu menjaga jarak dan menggunakan masker.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.A.P mengatakan ada beberapa kategori yang dilombakan mulai dari bidang pariwisata, perdagangan, PTSP, dan transportasi dari bidang perhubungan.

    “Secara kriteria memang ada bagian-bagian yang disampaikan Kementrian Dalam Negeri terkait catatan-catatan yang harus dilakukan dalam pembuatan video itu. Sehingga pemda berusaha mengikuti terkait dengan aturan  main dan dari tujuh kategori yang disampaikan ke kementrian, dan kita juara di bidang transportasi yakni terbaik pertama, kategori transportasi pada daerah/kabupaten tertinggal,” jelas plt.Sekda.

    Penilaian lomba inovasi ini dinilai dalam empat aspek yakni kesesuain dengan protocol Covid-19, konten video yang merupakan penerapan covid-19 yang sudah ditetapkan  pemerintah sesuai sector masing-masing, yang kedua aplikasi  atau replikasi, dan yang ketiga kreatifitas dan kebaharuan terhadap aktifitas kehidupan new normal yang tergambar dalam penerapan protocol kesehatan covid-19, serta kerjasama dan kolaborasi pemda dan stakholder.

    “Sesuai dengan pengumuman resmi dari kementrian dalam negeri kami dari pemda Jayawijaya jadi pemenang terbaik pertama untuk kategori transportasi darat, dan kami dapat piagam penghargaan dari kemendagri. Nantinya kita juga akan mendapatkan dana DID kurang lebih ada 3 milyard,” pungkasnya.

    Penghargaan ini diterima langsung oleh perwakilan kementrian dan disaksikan langsung oleh Bupati Jayawijaya beserta OPD melalui virtual di ruang rapat bupati Jayawijaya pada Senin (22/06/20). (Vin)

  • Syarat Masuk Wamena Sudah Bisa Diunduh di Website Pemda Jayawijaya

    Syarat Masuk Wamena Sudah Bisa Diunduh di Website Pemda Jayawijaya

    WAMENA – Penerbangan di Bandara Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya akan mulai dibuka pada tanggal 22 Juni 2020.

    Untuk mempermudah warga yang hendak masuk ke Jayawijaya pemerintah daerah telah menyediakan form persyaratan masuk yang dapat diunduh di website jayawijayakab.go.id

    Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.AP mengatakan memastikan form persyaratan masuk Jayawijaya sudah dapat diunduh calon penumpang, hal ini sebagai langkah-langkah pengendalian arus masuk dan keluar kabupaten Jayawijaya.

    “Syarat masuk dan keluar Jayawijaya kami sudah tetapkan melalui pemberitahuan yang bisa diunduh di website pemda jayawijayakab.go.id, ini termasuk formulir yang nantinya di isi atau dibuat oleh pemohon dan selanjutnya dapat disampaikan melalui nomor Whatsapp yang sudah kami tetapkan untuk permudah,” ungkap Tinggal Wusono, Jumat (19/06/20).

    Setelah dimasukan, lanjutnya berkas pemohon akan disesuaikan dengan urgensi atau prioritas pemohon untuk ditetapkan dalam surat masuk yang ditandatangani oleh Bupati Jayawijaya.

    “Kami pemda tentunya meminta kepada semua, karena ini baru pertama dibuka untuk sama-sama menyikapi ini secara baik,” katanya. Persyarakat yang wajib dipatuhi calon penumpang yakni copy KTP, KK dan surat tugas instansi.

    “Yang masuk permohonan harus dilampiri dengan identitas KTP, KK, maupun surat tugas dari instansi, setelah itu rapidnya.  Dari Papua rapidnya harus non reaktif dan untuk dari luar Papua kebijakan dari Pemda Jayawijaya harus melakukan swab dan menujukan hasilnya,” terangnya.

    Selain itu, berdasarkan kesepakatan pemerintah Jayawijaya setelah sampai di Bandara Wamena penumpang juga akan dilakukan rapid ulang.

    “Terkait penumpang yang datang dari luar daerah yang memang secara pandemic dari kategori zona merah wajib rapid tes lagi di Wamena, sedangkan yang dari luar Papua wajib tunjukan hasil swab,” pungkasnya. (Vin)

  • Temui Bupati Jayawijaya, Ini Isi Dua Point Tuntutan Keluarga Buktar Tabuni

    Temui Bupati Jayawijaya, Ini Isi Dua Point Tuntutan Keluarga Buktar Tabuni

    WAMENA – Kurang lebih 50 orang anggota keluarga dari terdakwa kasus makar Buktar Tabuni dari Distrik Piramid mendatangi kantor bupati Jayawijaya, Rabu (17/06/20).

    Keluarga Buktar menuntut agar pemerintah Jayawijaya dapat membantu meringankan hukuman bagi terdakwa.

    Dalam poster yang dibawa keluarga terdakwa, tertulis juga tuntutan agar dibebaskannya Buktar Tabuni dan 6 orang terdakwa lainnya tanpa syarat, selain itu ada juga tuntutan pemberian keringanan hukuman ranpa melihat ras.

    Usai menerima aspirasi keluarga terdakwa, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan bahwa selaku pemda pihaknya hanya menampung aspirasi untuk diteruskan ke pimpinan yang lebih tinggi.

    “Kami pemda tidak punya hak karena peradilannya ini bukan di Jayawijaya tapi di Kalimantan jadi apa yang disampaikan oleh keluarga (aspirasi) saya kira tugas kami pemda hanya menerima dan meneruskan ke pimpinan yang lebih tinggi,” ungkap Bupati Banua.

    Setelah menerima aspirasi keluarga terdakwa, sebagai kepla daerah dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada keluarga terdakwa yang datang menyampaikan aspirasi dengan tertib.

    Bupati juga meminta masyarakat Jayawijaya untuk tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang beredar di media social.

    Sementara Kapolres Jayawijaya, AKBP Diminggus Rumaropen menyampaikan terimakasih kepada keluarga terdakwa yang datang dengan tertib untuk sampaikan aspirasi.

    “Kita menghormati semua pihak termasuk hari ini ada sekitar 20 orang dari keluarga Buktar Tabuni dari Piramid yang datang sampaikan aspirasi dan diterima bupati,” ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen disela-sela kegiatan pengamanan.

    Lanjutnya, pihaknya juga menyampaikan terimakasih karena keluarga terdakwa datang dengan sopan dan tidak memobilisasi masa untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

    “Kita harap mereka kembali ke kampung untuk bisa beraktifitas seperti biasa,” kata Rumaropen. (Vin)

  • Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Gabungan Tiga Pilar

    Bupati Jayawijaya Pimpin Apel Gabungan Tiga Pilar

    WAMENA – Pemkab Jayawijaya menggelar apel gabungan 3 PILAR TNI, Polri dan Satpol PP bertempat di depan Tugu Salib Wio Silimo Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, (17/06/2020).

    Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, M.Si  di dampingi oleh Wakil Bupati Marthin Yogobi, SH, M.Hum, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto, SH, Kapolres AKBP Dominggus Rumaropen, Danyon Zikon 14 Letkol Czi Irawan Agung serta Danyonif 756/WMS Mayor Inf Marolop Edison Bala Hutapea.

    Dalam kegiatan itu juga dihadiri Kompol Leonardo Yoga (Waka Polres Jayawijaya), Kompol. Ramon R. L. Tahapari (Kabak Ops Polres Jayawijaya), Kapten Inf. Romadlon (Pasi Ops Kodim 1702/JWY), Mayor Chb. Yusuf Rinding (Danramil 1702-01 Wamena), Kapten Czi. Cahya Muliyono (Danki Satgas Zikon), Lettu Inf. Akbar (Dansattis Maleo, Ipda Erick (Danton Brimob BKO Polres Jayawijaya), Nikson Wetipo (Kasatpol PP Kab. Jayawijaya) dan Para Perwira TNI/POLRI wilayah Kab. Jayawijaya.

    Dalam sambutannya Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengatakan Apel Gelar Pasukan skala besar yang kita lakukan sebagai antisipasi adanya informasi dan situasi-situasi yang berkembang di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

    Lebih lanjut Bupati JRB mengatakan bahwa Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menjaga Kamtibmas masyarakat dalam menciptakan situasi kondusif, kondisi tenang, aman dan nyaman kepada warga apalagi saat ini masih mewabahnya Pandemi Covid 19″ kata JRB.

    Tak lupa Bupati JRB berpesan agar dalam pelaksanaannya nanti agar bertindak Humanis dan menjalankan tugas dilapangam sesuai perintah. Serta lakukan pendekatan-pendekatan yang baik kemasyarakat agar tidak menimbulkan gesekan dan kejadian yang kita tidak inginkan bersama,” pungkasnya. (Vin)

  • Kelima Kalinya Pemda Jayawijaya Terima WTP dari BPK RI Perwakilan Papua

    Kelima Kalinya Pemda Jayawijaya Terima WTP dari BPK RI Perwakilan Papua

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali menerima penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Papua tahun anggaran 2019.

    Penilaian WTP yang diperoleh pemda Jayawijaya ini merupakan prestasi kali ke lima yang diperoleh selama lima tahun berturut-turut. Penyerahan hasil audit BPK ini dilakukan secara virtual bersama pemerintah Jayawijaya, Selasa (16/06/20).

    Melalui video conference, Ketua BPK RI perwakila Papua, Paula H.Simatupang, mengungkapkan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan BPK dapat disimpulkan bahwa penyusunan LKPD Jayawijaya tahun 2019 telah sesuai.

    “Untuk itu BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD kabupaten Jayawijaya. Pencapaian opini WTP ini adalah yang kelima kalinya bagi pemda Jayawijaya dan yang pertama kami serahkan diseluruh provinsi Papua untuk tahun 2019,” ungkapnya.

    Menurutnya, hal ini menunjukan adanya komitmen dari kepala daerah beserta lembaga perwakilan untuk senantiasa melakukan pengelolaan keuangan daerah secara akuntabel, dan transparan. Serta adanya dukungan dari lembaga perwakilan untuk mendorong penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

    “BPK telah melaksanakan pemeriksaan atas LKPD kabupaten Jayawijaya tahun 2019. Pemeriksaan ditujukan untuk memberikan opini atas laporan keuangan, sesuai standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan perundang-undangan dan efektifitas SPI,” jelasnya.

    Tambahnya, LKPD kabupaten Jayawijaya tahun 2019 disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah. Sehingga BPK mengapresiasi usaha-usaha perbaikan yang telah dan akan dilakukan oleh pemda Jayawijaya atas pengelolaan keuangan daerah.

    “Kita akan tetap mendorong pemda Jayawijaya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan secara sistemik dan konsisten,” katanya.

    Meskipun mendapatkan opini WTP namun ada beberapa catatan yang diberikan BPK kepada pemda Jayawijaya yakni, berdasarkan hasil pemeriksaan masih ditemukan beberapa masalah  yakni penataan aset tetap yang belum memadai, pelaksanaan kebijakan langkah akhir tahun atas realisasi belanja modal yang dinilai belum tertib, serta  penyediaan kendaraan dinas kepada anggota DPRD periode 2014-2019 yang tidak sesuai dengan ketentuan.

    Oleh karena itu lanjut Paula, BPK berharap adanya sinergisitas yang baik dan efektif antara unsur-unsur dalam pemerintah kabupaten Jayawijaya, baik eksekutif dan legislative serta aparat pengawas internal pemerintah sebagai lembaga yang akan mensupervisi dan akan membantu dalam pengelolan keuangan yang lebih baik.

    “Terimakasih kepada bupati dan jajaran, karena meski dilakukan (audit) dalam suasana pandemic covid-19, mulai dari melakukan video conference untuk wawancara hingga pengiriman dokumen dan sebagainya yang merupakan hal baru namun tidak mengurangi kualitas hasil pemeriksaan,” paparnya.

    Ia juga berharap, pemberian WTP kelima kalinya ini menjadi pertanda baik untuk peningkatan asas transparansi dan akuntabilitas pengelolan keuangan di kabupaten Jayawijaya.

    Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua pada kesempatan itu menyampaikan terimakasih kepada BPK RI perwakilan Papua yang sudah melaksanakan pemeriksaan selama ini meskipun melalui daring.

    “Kami rasa tidak ada hambatan atau dipersulit oleh teman-teman tim selama melengkapi dokumen pemeriksaan, dan dengan temuan-temuan yang disampaikan, kedepan kami akan benahi,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Menurutnya, dengan opini WTP ini bukan menjadi satu kebanggaan bagi pemda Jayawijaya namun akan menjadi motivasi untuk lebih bekerja keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan di lingkungan pemda Jayawijaya.

    “Kami bersyukur kepada Tuhan karena kami dapat WTP lagi namun kami akan bekerja keras lagi untuk melakukan perbaikan-perbaikan kedepan,” pungkasnya. (Vin)

  • Bupati Jayawijaya Pastikan Petugas Kebersihan Akan Mendapatkan Hak Sesuai Tugas

    Bupati Jayawijaya Pastikan Petugas Kebersihan Akan Mendapatkan Hak Sesuai Tugas

    WAMENA – Tenaga pekerja pengangkut sampah yang ada di Kota Wamena meminta kepada pemerintah Jayawijaya agar memberikan perhatian khusus kepada tenaga pengakut sampah pada masa Pandemi Covid-19.

    Kedatangan puluhan tenaga pengakut sampah, Jumat (29/5/2020) disambut dan diterima oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua,SE.M.Si di Gedung Otonom Wamena.

    Koordinator Pengakut sampah Kota Wamena, Yafet Dabyli usai menyampaikan aspirasi kepada pemerintah mengakui, tujuan kedatangan rombongan tenaga pengangkut sampah ke Otonom, guna meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan tenaga pengangkut sampah yang selama ini bekerja pada massa pamdemi Covid-19.

    Diakuinya, aspirasi yang sudah disampaikan diantaranya, meminta agar pemerintah dapat memfasilitasi dan menyediakan makanan kepada tenaga pengangkut sampah.

    Pemerintah diminta untuk dapat memperhatikan dan memberikan bantuan bahan makanan kepada tenaga pengangkut sampah, serta pemerintah juga harus memperhatikan masalah kesehatan seluruh tenaga pemgakut sampah.

    Selain itu, tenaga pengangkut sampah meminta agar pemerintah dapat menaikan honor tenaga pengangkut sampah yang selama ini tetap bekerja pada masa Pandemi Covid-19.

    Sementara itu, Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si mengakui, Pemerintah tetap memberikan perhatian kepada tenaga pengangkut sampah yang ada di Kota Wamena Jayawijaya.

    Diakui Bupati, untuk sarana dan alat kerja tenaga pengangkut sampah sudah dipenuhi oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    “Kedatangan tenaga pengangkut sampah ini ada kesalahan komunikasi dan mereka minta beberapa hal itu akan diperhatikan pemerintah,” kata Bupati Banua.

    Pemerintah juga akan memfasilitasi makan dan bahan makanan kepada tenaga pengangkut sampah yang selama ini bekerja aktif.

    Selain itu, Bupati Banua mengakui akan mengupayakan untuk mengangkat tenaga Pengangkut sampah menjadi tenaga K2, serta akan berupaya agar tenaga pengangkut sampah mendapatkan jatah Tunjangan Hari Raya (THR).

    Menurut Bupati, walaupun ada kesalahpahaman dan ada aksi yang dilakukan  oleh tenaga pengangkut sampah, tidak mengganggu akifitas kerja pengangkutan sampah khususnya dalam kota Wamena, karena tenaga kejannya tetap bekerja.(Vin)

  • Mulai Kamis Penerbangan Penumpang ke Wamena dihentikan

    WAMENA-Bandar Udara Wamena dipastikan mulai kamis besok akan ditutup selama 14 hari untuk penerbangan komersial.

    Hal ini disampaikan langsung Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si kepada wartawan di Wamena via telepon, Senin (23/03/20).

    Menurutnya, ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

    ” Kita akan tutup penerbangan selama 14 hari ke depan mulai terhitung hari Kamis nanti, khusus pesawat penumpang dari Jayapura ke Wamena, begitu juga pesawat perintis,” beber Banua.

    Sementara untuk penerbangan kargo atau barang kata Bupati Banua akan tetap terbang melayani kebutuhan masyarakat, mengingat selama ini kebutuhan masyarakat akan bahan pokok semua melalui jalur udara.

    Ia juga menegaskan keputusan ini bukan tindakan lockdown namun hanya sebagai langkah antisipasi.

    “Keputusan ini bukan tindakan lockdown, tapi hanya untuk antisipasi penyebaran dari penerbangan pesawat penumpang yang ditutup sementara,” jelasnya.

    Terkait ini pemerintah juga telah berkordinasi dengan pihak bandara Wamena.

    “Untuk pesawat herkules juga agar selama penutupan ini tidak diperbolehkan mengangkut penumpang dari luar Wamena, kecuali dari Wamena bisa keluar,” ungkapnya.

    Sementara untuk pengawasan barang melalui cargo menurut Banua nantinya akan disiapkan sistem penyemprotan disinfektan bagi setiap barang yang tiba di bandara Wamena.

    Pemerintah juga menghimbau agar masyarakat tetap berdiam diri di rumah masing-masing serta hindari keramaian sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19. (Vin)