Category: Berita

  • MRP Akui Toleransi dan Kerukunan Agama Di Jayawijaya

    MRP Akui Toleransi dan Kerukunan Agama Di Jayawijaya

    Kunjungan seminggu dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan dana Otsus di Jayawijaya, MRP juga melihat kondisi pendidikan dan kesehatan langsung di distrik Hubikiak, Walelagama, Hubikosi, dan Welesi.
    Terkait dasar berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan menurut Yoel, telah didiskusikan dengan bupati. Pihaknya mendorong bagaimana menata kembali pelaksanaan otsus khususnya bidang keagamaan.

    Sementara Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE.M.Si kepada wartawan mengatakan, dari kunjungan MRP banyak masukan yang diterima, salah satunya tunjangan insentif bagi pelayan dan perhatian pemda terhadap pedagang mama-mama asli Papua melalui dana otsus. “Sebenarnya masukan ini juga sudah disampaikan masyarakat saat kunjungan kita ke kampung-kampung dan distrik,” katanya. Namun menurut bupati apa yang disampaikan akan menjadi masukan, khususnya di bidang keagamaan. (Vin/RS)

  • Bupati Jayawijaya yang diwakili Staf Ahli Ir. Paulus Sarira Buka Kegiatan Sosialisasi Menangkal Berita Hoax

    Bupati Jayawijaya yang diwakili Staf Ahli Ir. Paulus Sarira Buka Kegiatan Sosialisasi Menangkal Berita Hoax

    “Perkembangan dunia teknologi dan informasi yang semakin maju pesat seiring dengan globalisasi era digital milenial merupakan faktor utama dari transformasi. “Semua itu bukan adopsi teknologi, melainkan perubahan pola pikir manusia,” tegas Paulus Sarira.

    Pola pikir itu harus disertai dengan kemampuan melihat jauh ke depan, dengan melakukan perubahan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan mempersiapkan langkah-langkah jitu,” ujarnya.

    Menurutnya kemajemukan masyarakat yang semakin cerdas dewasa ini harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat itu sendiri dalam menerima sebuah informasi. “Hal itu bertujuan informasi yang diterima benar-benar akurat dan bukan berita bohong (hoax),” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu Sarira juga minta kepada seluruh peserta untuk berpikir bijak dalam menerima suatu informasi, melakukan cross cek terlebih dahulu sebelum bertindak.

    Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Djoko Setyanto dalam kesempatan itu melaporkan, pelaksanaan sosialisasi bertujuan untuk memberi penguatan diri kepada peserta agar tidak mudah terprovokasi dalam menerima sebuah informasi.

    “Pelaksanaan Kegiatan yang berlangsung sehari diikuti 60 orang peserta terdiri dari SDM Kominfo, Mahasiswa dan Kelompok Informasi Masyarakat,” ujarnya. (JK/JK)

  • DPMK Jayawijaya Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Aparat Kampung

    DPMK Jayawijaya Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Aparat Kampung

    Hal ini diungkapkan Bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Keuangan, drh. I Made Putra pada pembukaan pelatihan Aparatur Pemerintah Desa Dalam Bidang Pembangunan Kawasan Pedesaan yang berlangsung di Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena, Senin (20/05/2019).

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas aparat kampung agar dapat berperan lebih besar dalam memajukan pemerintahan kampung dan pembangunan di Jayawijaya,” ungkapnya.

    Dalam sambutannya, bupati juga sangat menyambut baik kegiatan ini karena bertujuan untuk menguatkan kapasitas pemerintahan kampung dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, yang pada akhirnya berujung pada terwujudnya kesejahteraan masyarakyat.

    “Saya harap melalui pelatihan ini, Aparat Pemerintahan Kampung dapat memahami kebijakan pemerintah tentang pemerintahan, manajemen, dan kewenangan aparat kampung, serta dapat merencanakan dan memahami administrasi pemerintahan kampung terutama administrasi  dalam penyusunan profil kampung,” katanya.

    Tambahnya, hal ini penting karena pemerintahan kampung merupakan wujud dari kehadiran negara yang paling dekat dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu pelayanan dan pembangunan yang diberikan pemerintah kampung diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui aparat kampung.

    Melalui sambutannya, Bupati mengingatkan kepada para Aparat Kampung untuk lebih selektif dalam pengelolaan keuangan kampung.

    “Saya juga mengingatkan Aparat Kampung untuk mengelola keuangan kampung melalui perencanaan yang matang berdasarkan potensi dan kebutuhan di kampung, yakni berdasarkan profil kampung yang telah disusun,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia, Anita Hariani, yang juga selaku Kabid Penyelenggaraan Pemerintahan Kampung DPMK Kabupaten Jayawijaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan dan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Aparat Kampung untuk memahami bagaimana menyusun dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan, baik fisik maupun non fisik (SDM) berbasis kawasan pedesaan dengan melihat potensi desa yang bertujuan untuk pembangunan.

    Lanjutnya, untuk menindaklanjuti kegiatan pelatihan ini akan dilakukan pendampingan kepada mereka yang telah mengikuti pelatihan di kampung masing-masing sekaligus melihat sejauh mana pemahaman Aparat Kampung terhadap materi yang telah diberikan.  (Vin/YP).

  • PENCAKER SMA DOMINASI PENDAFTARAN CPNS DI JAYAWIJAYA

    PENCAKER SMA DOMINASI PENDAFTARAN CPNS DI JAYAWIJAYA

    Jumlah ini dinilai lebih banyak dibandingkan dengan total pencaker formasi Tenaga Pendidikan, Kesehatan dan Tenaga Teknis. “Hingga penutupan tanggal 17 Mei lalu, para pendaftar untuk formasi Tenaga Guru, Kesehatan dan Teknis tidak sebanyak yang masuk di loket umum khusus untuk pendidikan SMA,” ungkap Hironimus, saat ditemui di Kantor BKDPSDM Jayawijaya, Senin (20/05/2019).

    Kuota penerimaan CPNS formasi 2018 untuk kabupaten Jayawijaya sebanyak 369 orang, namun jumlah pendaftar mencapai 3000 lebih. Menurutnya, dari kuota tersebut banyak dibutuhkan Tenaga Pendidikan dan Kesehatan, karena berkaitan erat dengan pelayanan dasar masyarakat.

    Saat ini proses pendaftaran CPNS di lingkungan pemda Jayawijaya telah memasuki tahap seleksi berkas, namun Hironimus belum bisa memastikan kapan seleksi berkas ini dapat selesai dilakukan, mengingat dibutuhkan waktu untuk menyortir berkas para pencaker yang masuk.

    “Dari jumlah pendaftar sebanyak 3000 lebih ini setelah melewati tahap seleksi tentu akan ada pengurangan jumlah karena ada yang lulus dan tidak,” katanya.

    Nantinya lanjut kepala BKDPSDM, para pencaker yang lolos dalam seleksi berkas ini nantinya akan mengikuti ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan akan dipantau secara langsung oleh BKN. (Vin/YP).

  • Pemda Jayawijaya Tandatangani MoU Dengan Beberapa Media di Papua

    Pemda Jayawijaya Tandatangani MoU Dengan Beberapa Media di Papua

    “Kerjasama ini sebagai upaya Pemda Jayawijaya untuk mempublikasikan kegiatan pembangunan, kebijakan dan proses pemerintahan diseluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya supaya diketahui oleh warga masyarakat secara luas,” kata Walilo.

    “Ada 2 tujuan dari program kerja sama ini, yang pertama menjalin hubungan baik dengan mass media dan yang kedua menjalin kerja sama dengan media-media yang ada di Papua melalui pemberitaan,” katanya. “Setelah MoU dengan sejumlah media massa yang ada di Papua ini disepakati, diharapkan  media dapat memberitakan seluruh kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten ini sehingga apa yang kami lakukan diketahui publik,” ungkap Walilo.

     “Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi corong agar masyarakat tahu program pembangunan yang sudah dan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

    Menurutnya, jika selama ini ada masyarakat yang menilai bahwa Pemda Jayawijaya kurang melaksanakan pembangunan, sebenarnya hal tersebut hanya kurang terekspose.

    Pada kesempatan itu, Sekda Walilo juga menegaskan kepada para pimpinan media agar mengawal media masing-masing untuk bekerja secara professional dengan menyajikan berita yang berimbang.

    “Pemberitaan harus berimbang dan disajikan dalam bentuk berita yang memang benar-benar diliput wartawan dari masing-masing media, sesuai dengan kode etik jurnalistik,” ujar Walilo. Ia juga mengakui selama ini media turut berperan aktif dalam pembangunan di Jayawijaya melalui pemberitaan.“Secara tidak langsung selama ini media ikut membantu pemerintah sehingga kerjasama ini dirasa sangat penting,” pungkasnya. (Vin/JK)

  • Sambut HUT Kartini, TK-PAUD Di Wamena Gelar Karnaval

    Kegiatan yang dilakngsungkan di halaman Kantor Bupati Jayawijaya ini dilepas langsung oleh Bupati Jayawijaya Jhon Ricahard Banua, SE.M.Si, beserta Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Banua. Bunda PAUD Kabupaten Jayawijaya, Ny. Yustina Banua, mengungkapkan bahwa karnaval yang diikuti anak-anak dari PAUD dan TK Se-Jayawijaya ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kartini yang nantinya jatuh pada tanggal 21 April 2019 mendatang. “Hari ini merupakan hari berbahagia bagi anak-annak PAUD dan TK di Jayawijaya karena meggelar karnaval untuk menyongsong hari RA.Kartini ke 149,” ungkap Bunda PAUD, Ny.Yustina Banua.

     

    Diakui, selama ini belum ada kegiatan dan moment karnaval yang dihadiri oleh anak-anak PAUD dan TK yang ada di Kabupaten Jayawijaya, untuk itu Himpaudi menggelar satu kegiatan Karnaval Budaya yang diikuti oleh anak-anak PAUD dan TK yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Dijelaskan, dari kegiatan Karnaval Budaya ini, anak-anak diajarkan untuk mengenal budaya dari sukunya masing-masing dan juga dari budaya suku daerah lain yang ada di Indoensia, sehingga mereka dapat mengenal dan mengetahui lebih banyak tentang budaya yang ada di seluruh Indonesia. “Kita lihat bersama bahwa anak-anak yang ikut kali ini memakai busana tradisional dari daerah-daerah yang ada di Indonesia, dan ini yang pertama kali juga semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak,” kata Bunda PAUD Jayawijaya.

    Dirinya berharap dalam pengembangan karakter anak-anak, peran orang tua sangat penting untuk memberikan pemahanan dan didikan, agar anak-anak yang ada saat ini dapat mencapai cita-citanya. Sementara, Ketua Panitia pelaksanaan Karnaval PAUD dan TK Se-Kabupaten Jayawijaya, Susten Katolik, Anastasya mengungkapkan, karnaval ini diikuti oleh PAUD dan TK yang ada di Wamena, dengan peserta 1.253 siswa dari 29 Sekolah. “Semoga melalui kegiatan yang dilaksankan, anak-anak PAUD dan TK mnejadi cerdas dan memiliki budi pekerti untuk membangun Kabupaten Jayawijaya yang tercinta,” ungkapnya. (Vin/Rs)

  • Tidak Ada Intervensi Kepala Distrik Dan Kepala Kampung Dalam Pemilu

    Hal itu disampaikan Bupati Jayawijaya usai pertemuan  bersama Tim Gakumdu Jayawijaya, Senin (08/04/2019) yang berlangsung di kantor Bupati. “Gakumdu menngingatkan bahwa untuk keterlibatan ASN langsung, terutama Kepala Distrik dan Kepala Kampung dalam Pilpres dan Pileg nanti,” ungkap Bupati Jayawijaya.

    Menurut bupati, terkait himbauan ini, dirinya selalu mengingatkan para ASN yang ada di lingkungan pemda Jayawijaya untuk tidak terlibat, apalagi melakukan upaya intervensi pada Pilpres dan Pileg nanti. Upaya lain yang akan dilakukan pemerintah Kabupaten Jayawijaya ialah, akan segera menggelar pertemuan bersama para kepala distrik untuk menjaga netralitas ASN, sehingga tidak terjadi pelanggaran baik yang dilakukan kepala distrik maupun kepala kampung.

    “Apabila ada, nanti akan di proses di Gakumdu dan nantinya ASN akan diberhentikan,” kata Bupati Banua. Pada kesempatan itu, bupati juga mamastikan ASN yang tidak mengajukan surat pengunduran dan tetap ikut dalam pertarungan politik atau menjadi Caleg, maka pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak segan-segan akan memberhentikan dengan tidak hormat.

     “Ada beberapa Asn yang”kami sudah tadatangan SK dan kita panggil tidak datang maka kami akan lakukan pemberhentian dengan tidak hormat,” kata Bupati Banua. Lanjutnya, ASN yang ikuti bertarung dalam politik atau maju sebagai caleg pada tahun 2019, kurang lebih berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala Distrik, Sekretrasi Kampung, ASN dan beberapa Kepala Kampung.(Vin/Rs)

  • Sebelum Pemilu Rastra Sudah Harus Terdistribusi di 40 Distrik

    Sehingga diharapkan penyaluran rastra tidak mengganggu pelaksanaan pemilu. “Memang jadwal berubah dan ini memang sesuai dengan petunjuk bupati karena kita target sampai12 April harus semua distrik terlayani rastra,” ungkap Wakil Bupati Jayawijaya Marthen Yogobi, disela-sela penyaluran rastra di Distrik Wadangku dan Kurulu, Senin (01/04).

    Menurutnya dengan perubahan jadwal penyaluran rastra memang banyak distrik dan kampung yang belum siap, namun tetap disalurkan pemda. “Ini jadwalnya akan terus berubah karena ada beberapa distrik yang belum kita salurkan sedangkan tanggal 12 batas akhirnya,” ungkap wabup. Sehingga pemerintah daerah menghimbau kepada kepala distrik dan kampung untuk bekerjasama terkait informasi penyaluran, sehingga masyarakat penerima manfaat dapat benar-benar menerima rastra. (Vin/Rs)

  • Wabup Minta Kepala Kampung Ikut Mengawasi Peredaran Miras

    Disinyalir saat ini para pelaku pembuatan miras lokal mulai bergeser ke pinggiran kota, setelah pemerintah daerah dan aparat keamanan rutin melakukan razia. Hal ini disampaikan wakil bupati disela-sela penyerahan Beras Sejahtera (rastra)  di Distrik Pelebaga, Jumat (28/03) “Kami sudah melakukan razia beberapa kali di kota Wamena, dan sekarang kami turun ke distrik-distrik,” ungkap wabup.

    “Ini sudah menjadi komitmen pemda Jayawijaya sejak dirinya dan Bupati dilantik, untuk memberantas miras dan lokalisasi wanita tunasusila (WTS) yang menjadi penyakit masyarakat.  Berkaitan dengan itu dalam kunjungannya ke distrik-distrik selalu selalu menghimbau kepada kepala distrik, kepala kampung dan masyarakat untuk sama-sama bertanggungjawab dalam melakukan pengawasan terhadap penyakit masyarakat ini.

    “Bila menemukan tempat-tempat pembuatan miras atau tempat-tempat prostitusi segera laporkan kepada aparat keamanan setempat atau langsung lapor kepada kami,” pinta Yogobi. Menurutnya, pemecatan salah satu kepala kampung yang kedapatan ikut memproduksi miras merupakan peringatan bagi para aparat kampung dan distrik lainnya agar jangan coba-coba terlibat dalam pembutaan maupun peredaran miras.

    “Kami pemerintah daerah tidak main-main, dengan kebijakan pemberantasan miras, ada yang coba-coba untuk membuat miras atau menyediakan tempat untuk pembuatan miras maupun prostitusi maka kepala desa itu akan dipecat,” paparnya.

    Lanjutnya, WTS dan miras berdampak sangat luas dimasyarakat seperti penularan penyakit HIV, kriminalitas dan keamanan yang dapat menghambat pembangunan. Ia juga minta kepada setiap kepala distrik dan kampung maupun RT/RW untuk mengawasi wilayahnya masing-masing, jika ada pendatang baru segera minta untuk melaporkan diri ke RT/RW setempat. (Vin/JK) 

  • Oknum Warga Distrik Pisugi Halangi Petugas Kebersihan Buang Sampah di TPA

    “Kalau sampahnya berupa rumput oknum warga tersebut melarang membuang sampah tapi kalau sampah rumah tangga diperbolehkan karena bisa dijadikan makanan babi,” ujar Yogobi disela-sela penyerahan beras sejahtera (rastra) di Distrik Pisugi, Kamis (28/03).

    Untuk itu, dirinya minta kerjasama semua pihak mulai dari kepala distrik, kepala kampung dan juga warga masyarakat distrik Pisugi, agar tidak menghalangi  pengelolaan sampah di TPA, karena lokasi TPA telah dibeli oleh pemda saat kepemimpinan  almarhum bupati David Hubi. Oleh karenanya sampah apapun yang akan dibuang di TPA menjadi hak pemda.

    “Saya dapat laporan dari ibu kepala distrik sejak tahun 2017, pada saat petugas kebersihan membuang sampah rumput sopirnya disuruh kembali. Keluhan ini sudah lamadan  saya mengingatkan hal ini tidak boleh terjadi lagi ,” ujar Yogobi. Hal yang tidak kalah pentingnya lanjut Yogobi, masih ada persoalan yang menyangkut hak-hak petugas pengelola TPA yang hingga kini masih dalam kajian pemda Jayawijaya, berupa honor dan tunjangan kesehatan. ‘Semua ini akan dikaji kembali dan akan dicari solusi yang terbaik untuk semua pihak,” imbuhnya.(Vin/JK)