Category: Berita

  • Meskipun Belum Ada Temuan Kasus, Petugas Tetap Rutin Lakukan Kampanye Eliminasi Kaki Gajah

    Meskipun Belum Ada Temuan Kasus, Petugas Tetap Rutin Lakukan Kampanye Eliminasi Kaki Gajah

    Di Distrik Asologaima dan Muliama dihari pertama bulan oktober ini langsung dilakukan pembagian obat filariasis di halaman kantor Distrik Asologaima. “Ini merupakan upaya kami pemerintah untuk bagaimana mendekatkan pelayanan kita kepada masyarakat khususnya dibidang kesehatan, meskipun belum ada kasus di sini (asologaima) namun pembagian obat-obatan ini tetap kita lakukan,” ungkap Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua di Distrik Asologaima, Senin (01/10).

    Menurutnya, pembagian obat-obatan ini untuk pencegahan sehingga tidak ada temuan kasus baru. Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Asologaima Agustina Kurisi mengungkapkan bahwa tidak hanya itu petugas puskesmas Asologaiman juga akan turun langsung ke kampung-kampung untuk pembagian obat filariasis sekaligus pemberian vaksin MR.

    “Hari ini kami bagi obat, tetapi sebelumnya sudah didemo (praktekan) oleh petugas, petugas sudah minum karena memang tanggal 1 itu sudah harus minum filariasis,” ujarnnya.

    Terkait pelayanan tersebut pihak puskesmas juga telah menyampaikan melalui surat, bahkan pemberitahuan di gereja-gereja. “Kaki gajah sejauh ini belum ada kasus di Puskesmas Asologaima, tetapi untuk pencegahan, kami menjalankan itu sebagai progam nasional untuk lima tahun,” ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut selain dilakukan pemberian vaksin MR, pembagian obat filariasis, juga dilakukan pemeriksaan darah untuk malaria dan HIV. (Vin)

  • Pemda Gandeng BRI Kambangkan Bumkam

    Pemda Gandeng BRI Kambangkan Bumkam

    Kerjasama tersebut yakni dengan membuka BRI Lingk disetiap kampong disetiap kampung yang sudah tersedia listrik dan jaringan internet. Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo mengakui bahwa, penandatanganan MoU untuk BRI Link ini dilakukan agar bermanfaat dalam mengembangkan BUMKAM yang saat ini sementara dikerjakan, sehingga nantinya akan menjadi sumber pendapatan juga untuk kampung.

    “Melalui BRI Link yang dibangun di kampung-kampung kalau masyarakat kehabisa pulsa listrik tak perlu lagi untuk ke kota dengan mengeluarkan uang yang besar, cukup dari kampong menggunakan ATM BRI Link langsung transaksi,” ungkapnya kepada wartawan disela-sela kegiatan yang berlangsung di Gedung Ukumiarek Asso, Kamis (04/10)

    Bupati bahkan memastikan dalam kunjungan Presiden bersama 9 menteri pada 10 Desember nanti, akan hadir juga Direktur BRI yang membawa Program 328 BRI Link yang akan terpasang diseluruh Kabupaten Jayawijaya, hal ini dilakukan agar BRI juga ikut terlibat dalam proses pemberdayaan perekonomian masyarakat.

    “Ini nantinya akan menjadi marometer untuk pengembangan dana desa, sehingga kita dorong segera membentuk BUMKAM guna mengangkat perekonomian masyarakat karena ini era kebangkitan masyarakat Jayawijaya dengan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

    Karena menurutnya jika dihitung-hitung jika satu BUMKAN memiliki pendapatan Rp 5 Milyar maka dapat menghasilkan 1 trilyung lebih dan jumlah tersebut sama dengan APBD Jayawijaya. Sehingga kata bupati, jika selama ini pemda yang memberikan pajak nanti akan berbalik kampong yang membayar pajak kepada pemerintah sehingga PAD akan meningkat.

    Oleh sebab itu ini merupakan bentuk sinergi yang dilakukan kedepan agar bias berjalan dengan baik. Ia juga berjanji berjanji meskipun masa jabatannya akan berakhir namun ia akan tetap ikut mengawal program BUMKAM ini hingga dapat dikelola oleh masyarakat itu sendiri.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Lepinus Gombo mengatakan penyebaran BRI Link ini baru ada di 7 kampung dari 7 distrik distrik untuk pengembangan BUMKAM.

    “Adanya BRI Link di kampung-kampung ini dikarenakan keterkaitan dengan adanya pengembangan BUMKAM yang didirikan di kampung sebagai lembaga ekonomi sehingga fasilitas perbankan harus ada disitu untuk mempermudah akses dari sisi transaksi,” pungkasnya. (Vin)

  • Masyarakat Jayawijaya Kini Mulai Bisa Menikmati BBM Satu Harga

    Masyarakat Jayawijaya Kini Mulai Bisa Menikmati BBM Satu Harga

    Meskipun ketersediaannya masih terbatas namun pemerintah secara perlahan terus mengupayakan pemerataan BBM satu harga ini, dan BBM satu harga ini mulai terlayani di SPBU UD Putra Baliem yang pada Sabtu (08/09) kemarin diresmikan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas ESDM, Yuli Rachwati. Pada kesempatan tersebu sekaligus juga diresmikan SPBU Bokondini Tolikara. “SPBU Kompak Wamena dan Bokondini merupakan program BBM satu harga, yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, yang bertujuan bahwa BBM yang sama dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar),” ungkap Yuli Rachwati disela-sela persemian.
     
    Jika sebelumnya harga BBM di Jayawijaya untuk jenis premium 30 liter perkupon dengan harga eceran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu perliter, solar 25 liter per kupon. Maka dengan kebijakan ini semua BBM sama dengan harga solar Rp 5.150, premium Rp.6.450. Untuk menindaklanjuti arahan presiden, kementerian ESDM telah menetapkan peraturan menteri nomor 36 tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan satu harga jenis BBM tertentu dan jenis jenis BBM khusus penugasan secara nasional.
     
    Diharapkan dengan diresmikannya SPBU tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh BBM. “Total alokasi BBM di SPBU Kompak Wamena sebesar 60 n liter per bulan, dengan rincian pembagian untuk solar 15 kilo liter per bulan, kemudian premium 45 kilo liter per bulan,” ujarnya. Sementara untuk SPBU Bokondini diakui Yuli Rachwati memang belum ada lembaga penyalur, namun diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk
    memperoleh BBM. Dengan alokasi BBM di SPBU Bokondini sebesar 85 kilo liter per bulan, solar 10 kilo liter dan premium 75 kilo liter. Lanjutnya, kiranya BBM solar dan premium ini bisa disalurkan langsung kepada konsumen dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga mendorong perekonomian daerah.
     
    “Khusus untuk Jayawijaya, premium kuotanya 8.220 kilo liter per tahun, solar 4.109 kilo liter per tahun. Untuk Kabupaten Tolikara premium 167 kilo liter per tahun, solar 468 kilo liter per tahun,” paparnya. Dirinya berharap dukungan dari BPH Migas, bekerjasama dengan pemda dan TNI/Polri agar penyaluran BBM bagi masyarakat di Jayawijaya dan Tolikara dapat berjalan lancar. Tidak hanya itu, kedepan pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap lembaga penyalur yang sudah didirikan di lokasi-lokasi yang sudah diresmikan, untuk memantau pendistribusian BBM, apakah lancar dan langsung diterima oleh konsumen pengguna akhir.
     
    Pada kesempatan yang sama, Eko Christiawan selaku Manager Comunication dan CSR Pertamina MOR VII wilayah Papua dan Maluku mengungkapkan bahwa SPBU Kompak Wamena dan Bokondini di Tolikara adalah SPBU ke 12 dan 13 yang diresmikan, untuk program BBM satu harga 2018. SPBU Wamena dan Bokondini suplai poin nya berasal dari TPBBM Jayapura kemudian transportasi yang harus dilewati banyak moda yang digunakan, dari TPBBM Jayapura ke Bandara Sentani, kemudian dari Sentani dengan pesawat ke Bandara Wamena estimasi perkiraan waktu satu jam. Sedangkan untuk Tolikara kurang lebih tiga jam. “Kami mohon dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah Jayawijaya dan Tolikara untuk mendistribusikan BBM karena pertamina tidak bisa sendiri mendistribusikan, sehingga bisa lancar,” katanya. Lanjutnya, SPBU Kompak ini diharapkan bisa bermanfaat untuk mendapatkan enegri dengan harga yang sama seperti di seluruh nusantara.
     
    BBM stau harga ini hanya bisa didapatkan di SPBU UD Putra Baliem, sedangkan di APMS-APMS masih menggunakan system kartu. Menanggapi hal tersebut Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengatakan kebijakan pemberlakuan kartu atau kupon tersebut agar pembagian BBM dapat merata bagi seluruh masyarakat yang kendaraannya terdata di pemda, ini juga untuk mencegah terjadinya penimbunan BBM yang dilakukan oleh oknum-oknum warga yang nakal. “Kalau beli tidak gunakan sistem kartu atau jual bebas, berarti tidak semua orang bisa dapat, kebijakan ini kurang lebih 15 tahun sudah kita lakukan, dan kupon ini kita bagi supaya semua orang yang punya kendaraan terdata di pemda bisa dapatkan BBM,” jelasnya.
     
    Dalam system ratu tersebut dalam seminggu setiap kendaraan hanya di jatah dua kali pembelian, sehingga semua masyarakat bisa mendapatkan hak secara rata. “Kalau tidak gunakan sistem kupon maka akan terjadi penimbunan dan harga semakin tinggi dan tidak terkendali,” pungkasnya. (Vin)
  • Kemendagri : Papua Harus Capai 60 Persen E-KTP

    Kemendagri : Papua Harus Capai 60 Persen E-KTP

    Hal ini diungkapkan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh saat pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), yang berlangsung di gedung Ukumearek Asso Wamena, Rabu (19/09). “Untuk Papua kita upayakan 50 sampai 60 persen sudah lakukan perekaman, tiga bulan ke depan, seluruh kepala daerah, dinas kependudukan, anggota DPRD, forkopimda diminta bergerak bersama-sama mensukseskan program nasional ini,” ungkapnya kepada wartawan di Wamena.

    Menurutnya, keinginan naiknya presentasenya perekaman KTP elektronik ini karena di Papua masih dikisaran 10 persen, sedangkan untuk presentase secara nasional sudah 97 persen perekaman. Dirinya berharap dengan gerakan seperti ini dapat memberikan pelayanan sedekat mungkin bagi masyarakat yang berada di distrik terjauh, dengan pelayanan satu hari selesai.

    Oleh sebab itu dalam pelayanan ini kementerian pun memberikan dukungan dengan memfasilitasi peralatan dan tenaga ahli yang akan melakukan perekaman KTP elektronik. Pihaknya juga meminta pemerintah daerah untuk memotivasi masyarakat untuk melakukan perekaman, agar data penduduk bisa menjadi lebih baik sehingga perencanaan pembangunan juga lebih baik. “Sampai 20 September 2018 ini kita fokus untuk perekamanan KTP elektronik, namun layanan kependudukan lainya seperti akta kelahiran juga menjadi prioritas,” pungkasnya.

    Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua meminta agar program pelayanan perekaman KTP ini diperpanjang, karena banyaknya antusias masyarakat melakukan perekaman. “Kami sudah minta tambahan waktu ke pak dirjen untuk tambah waktusampai 22 September 2018, sehingga semua masyarakat di pegunungan ini bisa terlayani,” kata Banua. Ia juga mengaku dalam waktu tambahan dua hari itu, apabila masih dibutuh tenaga maka kementerian siap kirim dari Jakarta untuk membantuperekaman di Jayawijaya dan juga untuk kabupaten lainya di pegunungan. “Begitu juga dengan alat yang sempat alami gangguan dan faktor-faktor teknis lainya kementerian siap membantu, sehingga semua bisa terlayani baik,” katanya. (Vin)

  • Masih Dibawah 30 Persen, Wabup Pantau Langsung pemberian Vaksin MR Di Dua Distrik

    Masih Dibawah 30 Persen, Wabup Pantau Langsung pemberian Vaksin MR Di Dua Distrik

    Pemberian vaksin ini bahkan dipantau langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua dua distrik yang dilaksanakan sekaligus dalam sehari, Senin (01/10) yakni di Distrik Asologaima dan Distrik Muliama.

    Menurutnya, hal ini dilakukan agar memastikan semua bayi dan balita mendapatkan hak kesehatannya yakni vaksin MR. “Kita lihat di Asologaima yang dibilang bahwa masih nol, hari ini (kemarin) hampir 87 anak telah divaksin, begitu juga dengan distrik Muliama hampir sekitar 50an anak,” ungkap Wabup Banua disela-sela kegiatan di Distrik Asologaima, Senin (01/10)

    Menurutnya, imunisasi ini sudah berjalan dengan baik sesuai harapan pemerintah, dan muda-mudahan dengan pos-pos yang akan dijalankan di daerah yang belum dilaksanakan nantinya bisa berjalan dengan baik. Wabup juga berharap agar anak dan balita yang belum sempat di vaksin kemarin nantinya dapat menerima vaksin pada posyandu-posyandu yang dilaksanakan. “Dengan adanya posyandu, seperti di Kampung Hoinylkima itu ada pelayanan posyandu jadi nanti sekaligus langsung dilakukan imunisasi MR ini,” katanya.

    Pemberian vaksin MR di dua distrik tersebut dilakukan dibawa pelayanan Puskesmas Asologaima yang merupakan penanggungjawaba pelayanan kesehatan didua distrik tersebut.

    Agustina Kurisi Kepala Puskesmas Asologaima mengungkapkan bahwa pemberian vaksi MR di Distrik Asologaiman memang sempat berhenti karena ada trauma masyarakat terkait kejadian yang terjadi di distrik Kurulu agustus lalu. “Di Asologaima ini terkait dengan kejadian di Kurulu, masyarakat sempat trauma dan tidak mau disuntik. Tetapi kami mengucap syukur karena dengan kedatangan pemerintah daerah dalam hal ini wakil bupati Jayawijaya, kegiatan ini dapat berjalan kembali bahkan bersamaan dengan beberapa kegiatan kesehatan lainnya,” ungkapnya.

    Menurutnya, meskipun telah dilakukan imunisasi pada agustus dan September lalu namun pihaknya akan tetap mengejar pemberian vaksin di bulan oktober ini. “Kami akan kejar lagi di bulan oktober ini, kami berharap bias memenuhi capaian cakupan imunisasi 100 persen,” katanya. Jumlah keseluruhan anak dan balita yang telah terlayani hingga saat ini di distrik Muliama sekitar 200 anak dan distrik Asologaima sekitar 300, jumlah tersebut sudah termasuk pelayanan di posyandu-posyandu. Pihaknya juga akan tetap mengusahakan pemberian vaksin ini mencapai lima puluh persen, pasalnya hingga saat ini pencapaian di dua distrik tersebut masih dibawah 30 persen. (Vin)

  • Bupati Wetipo Ajak Kaum Muda Ikut Mengisi Kemerdekaan Dengan Hal Positif

    Bupati Wetipo Ajak Kaum Muda Ikut Mengisi Kemerdekaan Dengan Hal Positif

    “Mari kita berikan pencerahan yang baik  kepada semua pihak, untuk mengisi kemerdekaan ini jangan dengan kekerasan tetapi dengan hal yang baik,” ungkapnya kepada awartawan usai menjadi Inspektur upacara peringati HUT proklamasi ke 73 yang berlangsung di Lapangan Pendidikan Wamena, Jumat (17/08)

    Pada kesempatan itu dirinya juga berterimaksih karena telah diberikan kepercayaan selama kurang lebih 10 tahun untuk memimpin bersama wakil bupati, dan banyak hal telah dilakukan bersama OPD untuk membangun Jayawijaya. Dirinya berharap dengan motto Kabupaten Jayawijaya ‘Hari Esok Harus Lebih Baik Dari Hari Ini,” yang tidak sempat dikerjakan dapat dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. “Saya berharap dengan bupati dan wakil bupati yang baru bisa meneruskan perjuangan pembangunan, agar benar-benar mewujudkan kesejahteraan di kabupaten ini,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi terhadap penampilan paskibra yang menurutnya biasa luar, dan sekaligus memberikan kado bagi kemerdekaan RI. Oleh sebab itu kedepan dengan semangat generasi mudah yang ada bisa mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang lebih baik. “Apapun alasannya generasi muda akan menjadi tiang penyangga pembangunan baik sekarang dan massa yang akan datang,” katanya.

    Sehingga menurutnya sangat penting untuk membekali generasi bangsa dengan pendidikan yang baik, baik pendidikan akademik maupun pendidikan karakter. “Oleh sebab itu saya berharap kita bekerjasa bersama untuk membangun mental dan karakter untuk membangun generasi penerus,” ujarnya. Ia juga sangat menyayangkan beberapa kasus yang terjadi belakangan mulai dari penemuan ladang ganja hingga penyelundupan miras, yang menurutnya sebagai pembunuhan karakter generasi bangsa. “Kalau saudara-saudara dari luar yangai datang mari berbagi hal yang positif, karena banyak cara untuk mencari uang ditempat ini bukan dengan hal-hal yang tidak baik,” ungkapnya. Perintakan HUT RI Ke 73 di Kabupaten Jayawijaya ini dimeriahkan juga dengan penampilan seni dan atraksi pramuka dari berbagai tingkatan sekolah di Jayawijaya. Usai upacara kenaikan bendera, dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Paahlawan (TMP) di jalan trikora, dan dilanjutkan ke lembaga pemasyarakat klas II B Wamena. (Vin)

  • 100 KK Dari Jayawijaya Ikut Studi Banding Di Klaten

    Menurutnya, ini merupakan satu inovasi yang baik untuk memberikan pemahaman bagi para kepala kampung. Apalagi setelah dikucurkan dana desa oleh pemerintah pusat telah terjadi banyak penyimpangan. “Jadi mereka anggap dana itu seakan-akan kasih turun untuk bagi-bagi, nah sebenarnya tidak boleh dana itu dibagi-bagi tapi dana itu berguna untuk bagaimana mengelola potensi didaerah yang ada,” ungkapnya.

    Dalam kegiatan tersebut ada tiga profesor yang memfasilitasi kegiatan ini sekaligus mendampingi peserta, ditambah satu orang pendamping.
    Kegiatan ini juga merupakan kerjasama kementerian desa dan DPMK Jayawijaya. “Jadi kita bina masyarakat, uang dan potensi ada, mari kita kembangkan supaya program berdikari itu benar-benar bisa kita wujudkan,” katanya. Lanjutnya, jangan masyarakat hanya membuat banyak proposal yang diajukan ke pemda tapi kenyataan di lapangan tidak ada. Sehingga dirinya berharap peserta studi banding ini dapat keluar dan
    membekali diri dengan pengetahuan yang lebih baik. “Kemarin saya lihat kopi yang dari Wolo mereka sudah bikin sampelnya. Itu luar biasa sekali, kemudian madu dalam kemasan botol yang sudah dibuat itu sudah luar biasa,” katanya. Sehingga lanjut Wempi prodak-prodak hasil daerah seperti itu dapat dikembangkan, apalagi saat ini hampir di setiap kampung memiliki badan usaha milik kampung. Dengan begitu akan sangat membantu masyarakat kampung. “Makanya kenapa disini ada di desa bumk, jadi setiap kampung itu buat. Hasil prodak dipasarkan, mereka tinggal datang ambil uangnya,”pungkasnya.(Vin)

  • Pemda Akan Proteksi Kopi Arabica Wamena

    Proteksi ini dimaksudkan untuk tetap menjaga cita rasa kopi Wamena yang dihasilkan. “Kedepan kita ingin penjualan kopi itu sudah dalam bentuk bubuk bukan lagi biji yang dijual,” kata Walilo kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/08) Sekda mengatakan saat ini sudah banyak biji kopi Wamena yang dibawa keluar dan diperjualbelikan, namun dilakukan campuran biji kopi wamena dengan bahan lainnya sehingga menghilangkan cita rasa kopi. Oleh sebab itu menurut sekda hal ini perlu dijaga keasliannya, sehingga melalui dinas terkait pemerintah daerah akan merancang untuk hak paten sehingga membatasi kopi untuk dijual keluar. “Kami ingin semua kopi diproduksi di Wamena, sehingga biji kopi yang dihasilkan tidak lagi dibawa keluar sebelum ada ijin dari pemerintah,” ungkapnya.

    Ia juga mengatakan jika memang ada yang ingin membeli kopi, maka pemerintah akan menyiapkan suatu wadah untuk menjual, ketika ada yang ingin membeli melalui satu pintu. “Karena orang membeli keluar selama ini tidak ada ijin, dan kita akan keluarkan ijin juga, sekalipun kopi orang bebas jual karena usaha, tetapi harus kita proteksi dengan aturan,” ujarnya. Hal ini juga dimaksudkan agar betul-betul menjaga cita rasa kopi Arabica yang dihasilkan, namun hingga kini pemerintah daerah masih menunggu surat dari kementerian pertanian dan jika dasar itu sudah ada, maka proteksi itu pun akan dilakukan. “Jika sepakat untuk menjual kopi dalam bentuk sudah jadi atau bubuk, maka akan ditunjuk beberapa kelompok tani kopi untuk menjual,” pungkasnya. (Vin)

  • Pemda dan DKI Akan Gelar ‘Bangga Menyeduh Kopi Wamena’ Pada Respsi Kenegaraan

    Menurut, Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo rencan awal kegiatan ini diprakarsasi oleh Dewan Kopi Nasional dan akan berlangsung pada 18 Agustus 2018 nanti. Acara ini nantinya akan dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Kopi Indonesia Anton Apriantono yang juga merupakan mantan menteri pertanian. “Ini sekaligus untuk memperkenalkan kopi Jayawijaya yang sudah dikenal di semua tempat,” ungkap Sekda Walilo kepada wartawan, Rabu (15/08) Menurutnya momen ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada para petani kopi yang ada dan selama ini telah konsisten mengembangkan dan mengolah kopi Baliem Arabica. “Acara ini juga merupakan bagian dari kita memperkenalkan kopi Jayawijaya setelah habis pameran kopi di Jayapura, di Papua ini ada beberapa kabupaten di Papua yang masuk dalam kopi terbaik termasuk kopi Balim Arabica,” ujarnya.

    Ditempat berbeda, Kepala dinas pertanian Jayawijaya, Hendri Tetalepta mengatakan, rencana ini nantinya akan melibatkan sejumlah café di Wamena yang selama ini menjual kopi Jayawijaya. “Rencana awal kegiatan ini dibuat tersendiri oleh dewan kopi nasional, namun saran Sekda dilakukan bersamaan dengan resepsi kenegaraan,”singkatnya. (Vin)

  • Pemda Prioritaskan Pembangunan Rumah Rakyat Di Distrik Penyangga

    30 unit rumah tersebut akan dibangun di Distrik Wadangku sebanyak 3 unit, Malagalome 5 unit, Tagime 5 Unit, dan Distrik Itlayhisage sebanyak 5 Unit, sedangkan distrik di pinggiran kota yakni Ditrik Pisugi 5 unit, dan Muliama 7 unit. Pembangunan rumah rakyat tipe 36 ini bersumber dari dana otonomi khusus pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

    Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman melalui Sekertaris Dinas Ludya Logo mengatakan selain 18 unit rumah rakyat yang akan dibangun pemda, pemerintah provinsi juga akan membangun 4 unit rumah rakyat tipe 45 di Distrik Siepkosi yang sumber dananya juga berasal dari dana otsus provinsi. “Tahun ini ada pembangunan perumahan yang bersumber dari dana otsus yang tahun ini kita prioritaskan ke distrik penyangga,” ungkap Ludya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/08) Selain itu ada juga pembangunan rumah khusus yang bersumber dari APBN sebanyak 50 unit, dan ini akan dibangun Distrik Muliama, Wesaput, dan Walelagama.

    Dan  saat ini sedang dilakukan survey oleh kontraktor pemenang tender.  “Jadi rumah khusus ini diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kami juga ada bantuan BSPS stimulant, tapi itu khusus bahan bangunan saja,” ungkapnya. Untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun ini di Jayawijaya akan ada 175 kepala keluarga yang akan mendapatkan BSPS yang tersebar di Distrik Tagime, Bolakme, Korage, Asotipo, Siepkosi, Kurulu, dan Tagime. “Tahun ini kita dapat untuk 75 kepala keluarga namun kemarin ada penambahan di APBN perubahan 100 unit, jadi ada 175 kepala keluarga yang akan terima BSPS,” ungkapnya. Dikatakannya, program perumah dari kementrian PUPR sebenarnya cukup banyak di tahun 2017 lalu dan sudah sangat membantu, yang mana di 2017 ada 23 unit rumah di distrik Ibele yang dibangun, sedangkan BSPS ada 200 KK yang dapat mendapatkan bantuan tersebut. “Tahun ini karena prioritas daerah pegunungan sudah banyak yang dapat dan dialihkan ke pesisir sehingga kami hanya dapat 175 KK untuk BSPS sedangkan untuk rumah khusus kami dapat 50 unit dari kemen PURP,” jelasnya. (Vin)