Category: Berita

  • Gubernur harap ada integritas festival budaya seluruh Papua

    Gubernur harap ada integritas festival budaya seluruh Papua

    Menurutnya, jika dilakukan integrasikan banyak keuntungannya bagi wisatawan itu sendiri maupun bagi daerah. Pasalnya, bagi wisatawan melakukan kunjungan ke Papua ini bukan sesuatu yang mudah, memerlukan biaya yang cukup banyak dan waktu yang lama. “Sehingga begitu mereka datang jika hanya menyajikan satu event tidak akan maksimal, tetapi bagi wisatawan begitu datang ke Papua bisa saksikan festival Danau Sentani, festival di Keerom, festival Teluk Humbold, festival di Asmat, Biak dan Jayawijaya,” ujar dia. Ia juga mengatakan jika hal ini pun telah dikoordinasikan dengan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif juga sejumlah kepala daerah di Papua.

    “Kementerian pariwisata setuju tinggal bagaimana kita buat konsepnya, otomatis penyelenggaranya bukan lagi kabupaten atau kota, tetapi dari provinsi didukung oleh kementerian pariwisata dan tahun depan harapsudah bisa jalan, karena semua festival sudah berjalan tinggal integrasikan saja,” katanya. Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo menyambut baik rencana tersebut, hanya saja memang perlu dibicarakan bersama seluruh kabupaten yang menyelenggarakan festival budaya. “Saya rasa hal yang bagus, karena wisatawan sekali datang ke Papua bisa saksikan beberapa event budaya di Papua ini, hanya memang perlu dibicarakan,” kata Walilo. (vin)

  • Pameran Kerajinan dan Kuliner Di FBLB 2018

    Pameran Kerajinan dan Kuliner Di FBLB 2018

    Carles Suruan selaku Koordinasto Pameran dalam FBLB 2018  mengatakan pemaren ini untuk menonjolkan keaslian budaya di sini. “Jadi kami ingin mengangkat hasil-hasila kreasi seni kerajinan tangan dan juga sumber alam disini, ada kopi, madu asli Wamena, dan juga kuliner asli Wamena,” ungkapnya, Rabu (08/08).

    Diperkirakan peserta pameran pada hari berikutnya masih akan bertambah karena tahun ini pelaksanaan FBLB pesertanya dibatasi beberapa distrik perharinya. Pameran ini panitian hanya menyediakan tempat, tinggal masyarakat mengisi stand dengan hasil karya seni yang ingin dipamerkan. “Kita hanya siapkan tempat tinggal mereka masuk untuk  mengisi, ini juga upaya kita untuk memperkenalkan produk-produk lokal masyarakar kita,” katanya. Harga retribusi perhari yang dikenakan bagi para peserta yakni 40 ribu perhari, dan ini dilai cukup murah karena tujuannya untuk memberikan keuntungan bagi para seniman kecil dan juga warga yang ikut berpartisipasi dalam FBLB. Ia juga menilai pelaksanaan FBLB tahun ini antusias pengunjungnya lumayan banyak, diharapkan akan bertambah hingga penutupan nanti. (Vin)

  • FBLB Termasuk 100 Even Unggulan, Dari 400 Even Budaya Di Indonesia

    FBLB Termasuk 100 Even Unggulan, Dari 400 Even Budaya Di Indonesia

    Menurutnya, kementrian selalu mendukung even-even daerah yang sifatnya internasional. “FBLB ini adalah event internasional, sehingga wisatawan mancanegara yang ke sini untuk melihat budaya yang ada dan mengeluarkan devisa,” ungkapnya, Rabu (08/08).

    Kementerian pariwisata sendiri berharap agar FBLB ini dapat terus dilaksanakan dan dilestarikan, sehingga bukan hanya membantu perekonomian masyarakat, tetapi bisa juga memberikan dampak positif.  “Setiap tahun ada kurang lebih 400 event budaya di Indonesia, dan kita sudah memilih 100 event untuk diadakan oleh kementerian pariwisata, salah satunya FBLB ini,” ujarnya. Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Jayawijaya, Alpius Wetipo mengungkapkan FBLB 2018 ini mengambil tema dalam bahasa Hubula “Heki awolok, hape awolok. Heki awolok lek halok, hape awolok legat” yang artinya “Jika Ingin Berhasil, Kita Harus Bekerja dengan Giat”. Dia menjelaskan, di hari pembukaan festival menampilkan tujuh atraksi dari tujuh kabupaten yang hadir, dengan target wisatawan mancanegara sebanyak seribu orang dan wisatawan nusantara tiga ribu orang.

    “FBLB telah dijadikan salah satu event budaya yang masuk dalam kalender nasional dari 100 event nasional yang didukung kementerian pariwisata, sehingga kami pun berterima kasih kepada kementerian atas dukungan yang diberikan selama ini,” pungkasnya. (Vin)

  • 18 Sekolah Ikut Lomba Paduan Suara Lagu Nasional

    18 Sekolah Ikut Lomba Paduan Suara Lagu Nasional

    Lomba paduan suara ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan dan lomba yang telah digelar sejak 2 agustus lalu. “Kegiatan yang sudah kami laksanakan yakni senam bersama, lomba tarik tambang antar OPD, lari karung, yosim pancar untuk tingkat SMP dan SMA kemudian gerak jalan tingkat SD, SMP, dan SMA. Dan hari ini (kemarin) lomba paduan suara khusus lagu-lagu perjuangan,” ungkap Koordinastor Kegiatan HUT RI Fatah Yasin, saat ditemui di Kantor Bupati (08/08) Menurutnya tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini selain untuk memeriahkan HUT proklamasi di kabupaten Jayawijaya juga untuk meningkatkan rasa kebangsaan dikalangan pelajar, menjaga persatuan dan kesatuan, dan rasa cinta tanah air. Sehingga dirasa sangat perlu melibatkan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. “Dengan kegitan-kegiatan yang kami lakukan kedepan anak-anak kami semakin cinta tanah air dan juga memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan juga bertanggungjawab untuk menjaga kesatuan dan persatuan, itu harapan kami,” ujarnya.

    Menurutnya selama pelaksanaan kegiatan, para peserta cukup antusian mengikuti, sehingga dirinya berharap kedepan kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah ini lebih variatif, yang muaranya yakni meningkatkan rasa cinta tanah air. 18 sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan paduan suara tersebut merupakan beberapa SMP dan SMA yang ada di sekitaran kota Wamena. Menurut Fatah, pihaknya tidak mengundang para peserta dari luar kota karena petimbangan jarak dan kondisi. Meskipun demikian ada satu sekolah dari Distrik Asologaima yang turut berpartisipasi. “Kami berharap kedepan mereka bisa berpartisipasi apapun kegiatan yang kami lakukan,” katanya. Lanjutnya, pihaknya bisa mengundang semua sekolah yang ada di luar kota namun pertimbangan sumberdaya untuk memobilisasi peserta. “Sebenarnya kami sangat ingin mengajak mereka untuk berpartisipasi hanya kendala ditransportasi, sekolah mampu atau tidak, jangan dibebankan kepada murid-murid,” ujarnya. Oleh sebab itu menurutnya, jadi ada komitmen dari sekolah untuk mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, maka pihaknya tetap akan mengundang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. (Vin)

  • Coffe Morning Pemda dan Media : Media Diminta Berimbang dalam Pemberitaan

    Coffe Morning Pemda dan Media : Media Diminta Berimbang dalam Pemberitaan

    Dalam pertemuan tersebut Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo menekankan pentingnya independen sebuah media dalam pemberitaankarena pemberitaan sebuah media massa sangat berdampak bagi khayal public. “Sejauh ini pelayanan peliputan di lingkungan pemda Jayawijaya saya pikir sudah cukup baik, namun pada kesempatan ini saya ingin menekankan kepada teman-teman agar dalam pemberitaan harus independen dan berimbang,” ungkapnya disela-sela pertemuan. Ia juga meminta kerjasama media untuk memilah-milah materi yang akan diwawancarai mengingat ada beberapa hal yang hanya bisa disampaikan oleh bupati, wakil bupati, dan sekda, salah satunya terkait kebijakan. “Berkaitan dengan kebijakan itu yang bisa menyampaikan bupati, wakil bupati, dan sekda. Sedangkan terkait dengan hal-hal teknis dapat langsung ditanyakan kepada kepala dinas atau pejabat tertentu,” ujarnya.

    Selain itu coffe morning ini juga bertujuan untuk merangkul insane media untuk memberikan masukan-masukan kepada pemerintah terkait kerja media di lingkungan pemda Jayawijaya. “Pertemuan ini juga untuk sama-sama duduk melihat kerjasama kita, karena suatu pemerintahan tanpa media apapun yang dikerjakan tidak akan terexpose. Kita juga perlu ada masukan dan perbaikan dari teman-teman media jadi saling share,” jelasnya. Masih lanjut sekda, kedepan harapan kegiatan yang sama seperti ini akan terus dilakukan bahkan akan lebiih luas lagi, dengan melibatkan semua OPD di lingkungan pemkab Jayawijaya, untuk sharing berbagai hal yang sifatnya membangun. (Vin)

  • Pemda Jayawijaya MoU Dengan Telkom Untuk Bangun FO

    Pemda Jayawijaya MoU Dengan Telkom Untuk Bangun FO

    Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo pada kesempatan tersebut mengatakan jaringan menjadi salah satu masalah yang selama ini dihadapi dalam pelayanan bagi masyarakat dan juga pembuatan pelaporan yang membutuhkan coneksi internet. “Selama ini kendala masalah jaringan, kebutuhan baik masyarakat terutama pemerintah, dan hari ini (kemarin) kepala Telkom yang hadir untuk melakukan penandatanganan,” ungkap Sekda kepada wartawan usai penandatangan.

    Menurut Sekda, telkom akan melakukan pemasangan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan ini, sehingga dirinya berharap mudah-mudahan jika sudah terpasang maka tentu coneksi internet akan lebih baik, dan jika sudah bagu maka kemungkinan kedepan akan ditambah bandwithnya, sehingga akan lebih baik. “Ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita di kawasan ini, karena ketika jaringan cukup bagus maka akan berdampak pada semua, baik pertumbuhan ekonomi kinerja pemerintah daerah, bahkan lembaga-lembaga terkait yang ada di sini,” ujar Sekda. Sehingga lanjut sekda, bukan hanya pemerintah Jayawijaya saja yang gunakannya tetapi untuk semua. “Harapan mereka bisa menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan kita” katanya. Pemasangan server awal akan dilakukan di 24 OPD yang ada dan semuanya akan terkoneksi, dan berikutnya akan dilakukan di enam OPD yang tersisa.

    Hal ini dilakukan karena pemda di seluruh Indonesia di tuntut oleh KPK terkait dengan rencana aksi pemberantasan korupsi berbasis elektronik, dimana pelaporan dilakukan secara elektronik dan bisa diinput di masing-masing OPD. Dana pemasangan FO di lingkungan pemda Jayawijaya sendiri bersumber dari APBD. Sementara itu pada kesempatan yang sama General Manager Telkom Lonely Simanjuntak mengatakan proyek ini akan mulai dikerjakan dua minggu setelah MoU ini, dan diharapkan satu bulan pengerjaannya sudah rampung. “Sebenarnya manfaat dari project ini sangat penting, pertama diharapkan seluruh OPD di Jayawijaya terkonek dengan jaringan internet dengan bandwitc melalui satelit,” ungkapnya.

    Menurutnya juga, nanti ketika palapa ring timur yang sementara dibangun ini inservice yang diharapkan 2019 rampung dari kementerian kominfo, maka bandwicth akan sangat besar yaitu 1 GB. Diharapkan juga konsep smart city dengan bandwitch 1 GB itu akan mendukung program-program kerja pemerintah. “Jadi, yang menikmati smart city itu bukan Cuma pemerintah Jayawijaya tetapi seluruh masyarakat bisa menikmati layanan broadband,” ujarnya. Lanjutnya, pihaknya akan mulai melakukan desain proyek ini, dan untuk awal, memang hanya 24 OPD tahun berikutnya baru akan ditambah bagi 6 OPD tersisa. “Ketika palaparing timur on, 1,6 GB maka seluruh masyarakat di Jayawijaya ini bisa menikmati layanan berkecepatan tinggI. Selain itu secara langsung untuk mempermudah kinerja seluruh OPD di Jayawijaya,” pungkasnya. (Vin)

  • Dua BTS Palapa Ring Mulai Dibangun

    Dua BTS Palapa Ring Mulai Dibangun

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayawijaya, Isak Sawaki mengatakan, dua titik yang telah dibangun yaitu di jalan Bhayangkara, Distrik Wamena dan di Distrik ItlayHisage. “Yang perlu sedikit waktu itu di Kurulu, karena dibangun di atas gunung, namun pihak penyedia sudah menyanggupi itu dan kami tinggal memonitor saja,” katanya, Jumat (27/07)

    Menurutnya, untuk kapasitas per menara BTS sesuai yang pernah dijanjikan pihak penyedia dan kementerian komunikasi dan informasi, yang berada di ibu kota masing-masing kabupaten, akan disediakan 10 GB. “Meski ada kabupaten yang mendapat 20 GB, kami sangat berterima kasih atas penyediaan palapa ring ini. Nantinya tiap tahun akan ditambah sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya. Dirinya berharap di tahun 2019 palapa ring ini sudah rampung pengerjaannya bahkan sudah bisa digunakan, namun karena jaringannya terkoneksi dengan kabupaten lain, sehingga harus menunggu progres dari daerah lain.

    “Sebab jaringannya mulai dari bagian selatan Papua lalu masuk ke Pegunungan Bintang, Yahukimo lalu masuk ke Wamena lalu diteruskan ke Yalimo. Sehingga, nanti jika di Jayawijaya sudah dibangun tetapi daerah lain belum maka belum dapat dinikmati,” ujarnya. Program pembangunan palapa ring ini juga diharapkan dapat tembus hingga ke kampung-kampung, apalagi kaitanya dengan kebutuhan internet dalam penyampaian pelaporan. (Vin)

  • Kegiatan Nasional Harus Juga Libatkan Anak-anak di Daerah Pinggiran

    Kegiatan Nasional Harus Juga Libatkan Anak-anak di Daerah Pinggiran

    Disela-sela pertemuan yang berlangsung di ruang sekda kantor bupati Jayawijaya, Sekda Yohanes Walilo berharap para peserta nantinya dapat mengikuti kegiatan dengan baik karena peserta akan membawa nama kabupaten dan Papua. “Hari ini kami secara resmi melepas anak-anak dari Forum Anak Kabupaten Jayawijaya,” “Harapan kami kegiatan yang akan berlangsung disana dapat diikuti dengan baik hingga selesai, karena membawa nama kabupaten kita juga,” katanya, Selasa (17/07).

    Selain itu, sekda juga berharap agar kedepan jika ada kegiatan-kegiatan seperti ini maka anak-anak yang ada didaerah pinggiran harus dilibatkan, sehingga mereka juga bisa ikut merasakan dan terlibat dalam even nasional seperti ini, dan ini harus menjadi perhatian dinas terkait dalam hal ini Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak dan KB Kabupaten Jayawijaya. “Harapan saya kedepan karena kita punya 40 distrik jadi kegiatan-kegiatan ini juga harus melibatkan anak-anak yang ada di daerah-daerah atau sekolah-sekolah kita yang diluar, sehingga mereka juga bisa terlibat dalam even-even nasional seperti ini,” paparnya.

    Lanjutnya, meskipun kegiatan ini mendadak dan tidak diprogramkan namun pemerintah daerah tetap memberikan dukungan penuh melalui dinas terkait. Selain itu kegiatan ini juga akan difasilitasi pemerintah provinsi karena ini merupakan kegiatan provinsi. Para peserta sendiri nantinya akan didampingi oleh dua orang pendamping dari kabupaten Jayawijaya. (Vin)

  • 2018 ini Pemda Upayakan Perbaikan Seluruh Ruas Jalan Rusak

    Dirinya berharap beberapa ruas jalan yang berlubang ini bisa diperbaiki sesegera mungkin. “Saya harap jalan-jalan kita yang rusak ini dapat diperbaiki sesegera mungkin, apalagi kita akan menggelar even tahunan FBLB pada bulan agustus nanti,” katanya. Apalagi lanjut sekda nantinya aka nada banyak tamu yang datang sehingga dengan perbaikan-perbaikan ruas jalan ini akan ikut menata wajah kota Wamena. “Saat ini saya belum dapat laporan berapa titik jalan-jalan tengah kota kita yang rusak namun semuanya sudah kita programkan untuk dilakukan perbaikan tahun ini,” pungkasnya. (Vin)

  • Agustus Pemda Lounching RAD dan Perbub Terkait Penanggulangan TB

    Agustus Pemda Lounching RAD dan Perbub Terkait Penanggulangan TB

    “Jadi peraturan bupati dalam rangka lonching rencana aksi daerah dalam 5 tahun kedepan, menyangkut bagaimana kita melakukan penanggulangan TB di kabupaten Jayawijaya,” kata Asissten I Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono, saat ditemui di Kantor Bupati, Selasa (17/07) Lanjutnya, dalam aksi ini pemerintah juga didampingi oleh konsultan dalam penyusunan, dan diharapkan setiap item kegiatan yang kaitannya dengan bagaimana penanggulangan TB di kabupaten ini sudah rumuskan. Selain itu, nantinya ada bagian-bagian yang harus disampaikan pemda kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait dengan apa yang harus menjadi tanggungjawab pemerintah di tingkat atas. Tidak hanya itu, ada pula bagian-bagian yang menjadi tanggungjawab NGO dan ada juga bagian-bagian yang harus dipahami masyarakat. “Diharapkan sosialisasi RAD kaitannya dengan penanggulangan TB ini seluruh masyarakat, dan pegawai paham sehingga semuanya diharapkan bisa berjalan baik,” tandasnya. (Vin)