Category: Berita

  • Pemkab Jayawijaya Serahkan Bantuan Alat Kerja kepada Kelompok Petani Distrik Bpiri

    Pemkab Jayawijaya Serahkan Bantuan Alat Kerja kepada Kelompok Petani Distrik Bpiri

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan bantuan alat kerja berupa sekop, parang dan linggis kepada masyarakat kelompok petani di Distrik Bpiri, yang meliputi 7 kampung, yaitu Kampung Tirunggu, Walakma, Dlonggoki, Iriliga, Dlingama, Ogabaga dan Ayoma. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kantor Distrik Bpiri, Kamis (2/4/2026) di Wamena.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan bantuan alat kerja kepada masyarakat kelompok petani di Distrik Bpiri, yang meliputi 7 Kampung, yaitu Kampung Tirunggu, Walakma, Dlonggoki, Iriliga, Dlingama, Ogabaga, dan Ayoma. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kantor Distrik Bpiri, Kamis (2/4/2026).

    Foto : Istimewa

    Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo, menyampaikan bahwa bantuan alat kerja ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat, khususnya kelompok tani atau warga di pedesaan. “Bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah kabupaten untuk mendukung kegiatan gotong royong dan pembangunan infrastruktur desa,” ujarnya.

    Lanjut Tempat yang sama Plt. Kepala Kampung Dlonggoki, Alir Kenelak, mewakili 7 kepala kampung dan pihak penerima manfaat, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas bantuan alat kerja ini. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan produksi dan kelompok tani, serta mendukung visi misi Bupati dalam bidang ketahanan pangan,” katanya.

    Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo, menambahkan, juga menghimbau kepada masyarakat dan pemuda untuk kembali ke kampung halaman dan bekerja di lahan masing-masing. “Kami ingin masyarakat petani di Distrik Bpiri mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka,” pungkasnya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Rapat Evaluasi lintas OPD terkait SPBE dilaksanakan Oleh Diskominfo Kabupaten Jayawijaya

    Rapat Evaluasi lintas OPD terkait SPBE dilaksanakan Oleh Diskominfo Kabupaten Jayawijaya

    Wamena – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Jayawijaya menggelar Rapat Evaluasi dengan semua OPD membahas hal teknis terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang dimana setiap OPD telah mengumpulkan beberapa data untuk memenuhi indikator TIK dan SDM TIK yang di minta oleh Dinas Kominfo sebagai Induk TIK, giat tersebut dilaksanakan pada ruang rapat sekda lantai satu kantor Bupati Jayawijaya dan dibuka secara resmi oleh Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP (Senin, 13/04/26).

    Pembukaan Kegiatan Rapat Evaluasi Bersama OPD dilingkungan Pemda Kabupaten Jayawijaya terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik oleh Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Dalam kegiatan tersebut, terdapat kendala yang dihadapi pada beberapa OPD yaitu ketersediaan  tenaga IT,  terdapat di beberapa OPD sudah disediakan tenaga IT namun setelah kepindahan tenaga IT maka OPD tersebut kewalahan dalam mengelola Aplikasi yang di sediakan, sehingga dalam rapat evaluasi ini, Dinas Kominfo akan menangani terkait ketersediaan Tenaga IT untuk membantu setiap OPD yang membutuhkan layanan TIK, Dinas Kominfo juga telah melakukan kegiatan Monev atau Monitoring Evaluasi sehigga telah disimpulkan bahwa sudah ada 18 OPD yang sudah menginput sesuai form yang diberikan terkait data Aplikasi Khusus, Aplikasi Umum, Sosial Media, Website OPD, Data Tenaga Operator dan Tenaga IT pada masing-masing OPD, sehingga melalui data-data tersebut Dinas Kominfo mengadakan Rapat Evaluasi saat ini untuk melangkah maju terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

    Arahan Umum oleh Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya

    Foto : Brian Windesi

    Pada arahan umum dalam Rapat Evaluasi tersebut, Plt. Sekda Kabupaten Jayawijaya mengarahkan agar “semua OPD ikut terlibat dan mengisi setiap Form yang diminta dari Kominfo Jayawijaya sehingga menambah nilai SPBE di tahun ini, dan diharapkan agar semua OPD yang belum menyerahkan data-data yang diminta agar segerah di berikan” tutupnya. Lanjut dalam wawancara bersama media Plt. Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya, Imanuel Herman Medlama, S.STP mengungkapkan bahwa “kami akan mengadakan Kick Off pelaksanaan SPBE tahun 2026 di minggu depan yang direncanakan dilaksanakan hari kamis dan sedikit atensi dari pimpinan bapak Bupati akan hadir dalam pertemuan dimaksud sehingga sebelum sampai di Kick Off nanti kami sudah lebih dahulu melakukan evaluasi dan juga bagaimana bentuk kendala hambatan yang dihadapi oleh OPD sudah kami rangkumkan, dan bagaimana dengan ketersediaan SDM tenaga IT, dan bagaimana sistem yang tidak  berfungsi di OPD terkait keterbatasan Jaringan Internet sehingga bagaimana sistem Aplikasi dan web di OPD terkendala, dan hal ini menjadi catatan yang penting untuk kami akan merekomendasikan ketika Kick Off nanti ada dalam bentuk forum kami akan coba optimalkan menyampaikan supaya kendala-kendala ini akan diperkuat lagi dalam kebijakan pimpinan daerah di tahun 2026

    Lanjut Beliau berharap agar “dengan point 2 nomor 43 bobot SPBE Jayawijaya sampai dengan tahun 2026 kami upayakan tetap konsisten dalam hal yang sudah ditetapkan di area kebijakan tetapi juga kami akan optimalkan beberapa sub-sub indikator domain lain yang perlu kami sajikan supaya bisa memberikan dampak dalam progres nilai maupun meningkatkan penilaian kinerja Pemerintahan di Kabupaten Jayawijaya supaya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ini bukan formalitas tetapi benar-benar pelayanan yang terintegrasi dengan benar dan juga tersajikan untuk kesejahteraan masyarakat sebagai penerima manfaat “ tutup Beliau. (Brian Windesi/ Martina Matuan)

  • Penyerahan SK Plt., langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Jayawijaya

    Penyerahan SK Plt., langsung diserahkan oleh Wakil Bupati Jayawijaya

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Jumat, 10 April 2026 melalui program Reformasi Birokrasi, Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP., M.KP bersama dengan Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia, Pius Wetipo, ST., M.AP melakukan perubahan dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan jabatan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Air yang ditempati oleh bapak Jhon Hilapok dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perekonomian Sekda, Ibu Yewera Itlay. SK Plt. diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Ronny Elopere diruang Kerja Wakil Bupati Jayawijaya lantai dua kantor Bupati Jayawijaya (Jumat, 10/04/26).

    Foto bersama saat usai penyerahan SK Plt.

    Foto : Brian Windesi

    Dalam prosesi penyerahan tersebut, Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP., M.KP menegaskan bahwa “kepada ibu Yewera Itlay agar dapat membantu kami di Bagian Perekonomian dan Bapak Jhon Hilapok dapat membantu kami di Bidang SDA dengan penuh rasa memiliki dan dedikasi yang tinggi untuk membantu pemerintah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya”.

    Penyerahan SK Plt. oleh Wakil Bupati

    Foto : Brian Windesi

    Lanjut dalam wawancara bersama wartawan Pemda, beliau mengungkapkan bahwa “mereka ini kan masih rentetan reorganisasi dalam hal ini birokrasi, dalam beberapa waktu yang lalu kami sudah melakukan untuk beberapa kepala OPD, kepala bidang, kepala seksi dan jajarannya, jadi hari ini ada dua orang dan masih berlanjut, kami akan lakukan pembinaan-pembinaan dan hal ini kami perlu lakukan.” tutup Beliau. (Brian Windesi/ Martina Matuan)

     

  • Menguatkan Peran Strategis Perempuan Lapago Yang Berkualitas

    Menguatkan Peran Strategis Perempuan Lapago Yang Berkualitas

    WAMENA – Ikatan Perempuan Lapago menggelar Diskusi Panel bertemakan ‘Menguatkan Peran Strategis Perempuan Lapago Yang Berkualitas,’ yang berlangsung selama sehari di Aula Wio Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (8/4/2026).

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan juga Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Murip.

    Diskusi Panel bertemakan ‘Menguatkan Peran Strategis Perempuan Lapago Yang Berkualitas,’ yang berlangsung selama sehari di Aula Wio Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (8/4/2026). Dengan narasumber dari akademisi dan juga Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Murip.

    Foto : Vina Rumbewas

    Ketua Panitia, Desina Tabuni, menyampaikan bahwa diskusi panel ini untuk memperdalam dan memperkuat kualitas perempuan Papua Pegunungan.

    “Disini kami ingin lebih memperkuat persatuan perempuan gunung lebih khusus kami yang ada di Provinsi Papua Pegunungan. Kami juga akan membangun jaringan di 7 kabupaten. Puji Tuhan kami memulai dari kami punya honai Jayawijaya, dan kami akan keluar di beberapa kabupaten,” ungkapnya.

    Lanjutnya, misi dari forum ini yakni perempuan-perempuan gunung yang ada di 8 kabupaten di Papua Pegunungan ini selain berkecimpung di dunia politik. mereka juga harus bisa menjadi pengambil keputusan dalam dunia pemerintahan.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya, Ny. Idawati Murip, selaku narasumber pada diskusi ini menyampaikan bahwa berdasarkan pandangannya saat ini perempuan lapago sudah cukup berkembang, generasi muda perempuan lapago kini sudah semakin maju.

    “Dengan adanya pendidikan, universitas dan sekolah-sekolah  tinggi di wilayah Lembah Baliem kita melihat banyak sekali anak-anak muda khususnya perempuan kita sudah mulai berkembang,” ungkapnya.

    PKK sendiri dalam upaya pengembangan perempuan, kegiatannya telah dimasukan dalam kegiatan pokja-pokja, karena PKK adalah pemberdayaan keluarga sehingga menurut Ny. Idawati pihaknya akan terus mendukung program-program khususnya mahasiswa atau anak-anak muda yang ada di lembah baliem ini.

    “Jadi kami akan terlibat langsung mendukung dan berkolaborasi seperti yang hari ini sudah dilaksanakan, dan diinisiasi oleh mahasiswa yang ada di lembah Baliem, ini menjadi bagian dari kerjasama antar PKK yang dimana didalamnya ada keterlibatan langsung dari pemerintah,” pungkasnya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Hadiri HUT Kingmi di Hepuba, Bupati Jayawijaya berkomitmen mendukung Pembangunan Gereja tersebut

    Hadiri HUT Kingmi di Hepuba, Bupati Jayawijaya berkomitmen mendukung Pembangunan Gereja tersebut

    Wamena Bupati Kabupaten Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H, hadiri ibadah HUT Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Klasis Hitigima yang berlangsung di Pos PI Hepuba, Senin, 6 April 2026.

    Bupati Atenius Murip memberikan ucapan Selamat Paskah kepada seluruh umat serta Selamat Ulang Tahun Gereja Kingmi di Tanah Papua saat mengikuti ibadah HUT Kingmi di Hepuba.

    Bupati Jayawijaya saat memberikan bantuan Pembangunan Gereja Kingmi Di Hepuba.

    Foto : Media Bupati Jayawijaya

    “Kami bersama Jemaat Kingmi Hepuba dan seluruh klasis gereja di wilayah timur Kota Jayawijaya mengucapkan Selamat Paskah, bertepatan juga pada tanggal 6 April adalah hari ulang tahun Gereja Kemah Injil di Tanah Papua,” ucapnya.

    Ia juga menginginkan kerinduan bersama antara Pemerintah dan Gereja untuk membangun Rumah Ibadah di wilayah Hepuba yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan pekabaran Injil.

    ‎“Tempat ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1980-an, dan dari sinilah Injil diberitakan serta berkembang ke wilayah lain. Untuk itu, kami berkomitmen untuk membangun gereja di tempat ini,” ungkapnya.

    Untuk membantu pembangunan. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan  bantuan dana sebesar  500 juta untuk pembangunan gereja tersebut.

    “Tahun ini harus selesai. Ini merupakan salah satu komitmen kami sebagai Pemerintah Daerah untuk mendukung pelayanan gereja,” tutupnya. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Jelang HUT PI ke 72 Lembah Baliem Pemkab Jayawijaya Bentuk Susunan Kepanitiaan

    Jelang HUT PI ke 72 Lembah Baliem Pemkab Jayawijaya Bentuk Susunan Kepanitiaan

    WAMENA – Guna memperingati Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) di Lembah Baliem yang ke 72 tahun yang diperingati setiap 20 April, maka Pemkab Jayawijaya membentuk sebuah kepanitiaan bersama FKUB, PGGJ, 16 anggota dedominasi gereja, serta kantor Kemenag Jayawijaya dalam rangka mempersiapkan perayaan yang dinginkan pemerintah.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH menyatakan dalam mempersiapkan peringatan HUT PI ke 72 tahun masuknya Injil di Lembah Baliem (20 April 1954-20 April 2026) Pemerintah Daerah telah membentuk kepanitiaan mulai dari panitia inti yang nantinya akan menyusun susunan kepanitiaan lainnya.

    “Untuk Perayaan HUT PI ke 72 ini Kami selaku Bupati Jayawijaya sebagai Ketua, dan akan dibantu oleh dua orang wakil ketua, selain itu, dan beberapa koordinator sedangkan untuk komposisi kepanitiaan diisi secara acak antara warga jemaat dari perwakilan 16 denominasi gereja dan beberapa OPD Teknis.” ungkapnya Senin (4/4) di Wamena.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH bersama Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP, M.KP saat memimpin rapat pembentukan kepanitiaan dalam rangka Perayaan HUT PI ke 72 Lembah Baliem Tahun 2026 di Kantor Bupati Jayawijaya. Senin (4/4)

    Foto : istimewa

    Kata Bupati, untuk HUT PI Lembah Baliem tahun ini fokus pada Ibadah dan perayaan namun, pihaknya juga mengharapkan dalam pelaksanaan nanti dapat menampilkan fragmen singkat tentang sejarah Injil masuk di Lembah Baliem, ada vokal group dari gereja-gereja,

    “Intinya dalam perayaan HUT PI ke 72 Lembah Baliem kita semua berkonsentrasi pada satu tujuan yaitu mensyukuri anugerah Tuhan bagi tanah ini, selain itu sejarah tentang Injil masuk di Lembah Baliem sangat penting bagi generasi muda,” katanya.

    Ia juga menyebutkan jika, berhubung sejarah ini sangat penting untuk generasi yang akan datang karena tidak bisa di karang-karang, maka ada 1 tim khusus yang dipercayakan pemerintah untuk menulis sejarah perkembangan gereja serta persebarannya hingga saat ini, termasuk mengenai semua denominasi yang terdaftar resmi.

    “Tugas ini dipercayakan kepada satu tim yang disebut Tim Perumus Sejarah dan dikoordinir oleh Pdt. Marten Asso dan Pdt. Mathias Kudiai” ujar Mantan Dandim 1702/Jayawijaya.

    Rapat Pembentukan Panitia yang diikuti oleh 16 Demominasi gereja yang ada di Jayawijaya yang dilibatkan sebagai panitia HUT PI Ke 72 Lembah Baliem di Kantor Bupati Jayawijaya

    Foto : Denny

    Bupati juga mengaku jika dalam pertemuan ini telah merumuskan beberapa hal penting seperti sejumlah seksi yang dibutuhkan, tim relawan, penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, perumusan tema kegiatan, dan kesepakatan mengenai sekretariat bersama (Sekber).

    Ditempat yang sama Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, SIP., M.KP yang juga sebagai koordinator usaha dana dari perayaan HUT PI ke 72 berpesan agar semua yang masuk dalam kepanitiaan harus bekerja bersama untuk mengsukseskan perayaan tahunan ini.

    ”Kegiatan ini sangat luar biasa karena melibatkan semua denominasi gereja di Jayawijaya. Kita usahakan melibatkan semua, bagi yang belum sempat hadiri pertemuan ini dengan harapannya ke depan kita tetap berjalan bersama” bebernya. (Denny/Martina Matuan)

  • Telusuri Penyebab Kebakaran dan Tinjau TKP  Bupati Bertemu Korban Kebakaran Dari 15 Ruko

    Telusuri Penyebab Kebakaran dan Tinjau TKP Bupati Bertemu Korban Kebakaran Dari 15 Ruko

    WAMENA – Musibah Kebakaran yang datang secara beruntun di wilayah Kota Wamena mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang turun langsung ke lokasi kebakaran guna mengecek langsung dan melakukan pertemuan dengan para korban sekaligus memberikan bantuan kepada mereka.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH mengakui jika, pertemuan ini sengaja dilakukan untuk mengenal para korban dari 15 ruko yang terbakar di Jalan Irian dan Jalan Trikora Wamena kemarin, sekaligus mencoba untuk menelusuri pemicu dari peristiwa yang menyisahkan kerugian materi, selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan bahan makanan untuk digunanan selama proses pemulihan.

    “Jadi kami ingin dengar langsung keterangan dari para korban kebakaran di Jalan Irian dan Jalan Trikora Mereka menceritakan peristiwa awal mula terjadinya kebakaran, namun tak ada yang mengetahui asal mula api mulai membakar sebuah ruko dan menjalar ke ruko yang lain,”ungkapnya di Kantor Distrik Wamena Kota Minggu (5/4).

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH saat melakukan pengecekan langsung salah 1 dari 15 bangunan ruko yang terbakar di Jalan Irian dan Jalan Trikora Wamena Sabtu (4/4) kemarin.

    Foto : Istimewa

    Bupati menjelaskan dari keterangan para korban, pada saat itu, mereka baru akan memulai rutinitas harian dengan membukan tempat usahanya, namun tiba-tiba  mendengar suara ada suara riak yang menyebutkan kebakaran dan api keluar dari salah satu ruko.

    “Saat itu mereka kaget semua, terus panik, jadi berhamburan keluar ke jalan untuk selamatkan diri dulu, lalu keluarkan barang-barang yang bisa diambil, namun sebagian barang besar hangus dilahap api,” jelasnya

    Bupati juga menyampaikan bahwa pertemuan ini tak hanya menelurusi penyebab musibah kebakaran itu, namun yang terpenting lebih pada meningkatkan nilai kekeluargaan dan solidaritas rakyat Jayawijaya khususnya kepada keluarga korban musibah kebakaran.

    “Kita adalah keluarga, selama masih ada kesempatan untuk kita bisa duduk, diskusi, mendengarkan, apa yang kita bisa buat, maka kita akan buat. Ini makna pertemuan malam ini. Jangan mereka terlihat berjuang sendiri di Wamena.”Kata Atenius Murip.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH., MH saat bertemu dengan para korban 15 Ruko yang terbakar  di Kantor Distrik Wamena Kota.

    Foto : Denny

    Kata Bupati, para pedagang yang menjadi korban musibah kebakaran ini sudah tinggalkan tanah kelahiran dan hidup dengan masyarakat di Wamena, oleh karena itu, Pemerintah selaku penerima mandat rakyat, wajib hadir di tengah kesulitan mereka.

    “Besok-besok kami orang Wamena yang kena musibah, nanti mereka akan datang lagi bawa bantuan, Wamena rumah bersama yang orangnya hidup rukun dan berdampingan,” katanya.

    Mantan Dandim 1702/ Jayawijaya berpesan kepada seluruh warga di dalam Kota Wamena yang padat penduduknya dan pinggiran kota, serta di mana saja khususnya di 40 distrik, 328 kampung dan 4 kelurahan, untuk menjaga rumahnya dari bencana yang tidak diinginkan seperti ini.

    “Perhatikan dan pastikan semua sumber api dalam kondisi aman sebelum tidur atau selama beraktivitas, kami pemerintah juga memikirkan langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi peristiwa seperti ini, misalnya mewajibkan setiap tempat usaha memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).” beber Atenius Murip.

    Bupati juga menambahkan berdasarkan dokumen hasil olah TKP dari Kapolres Jayawijaya yang dilaporkan total 15 ruko yang terdampak musibah kebakaran seperti di Jalan Irian ada 10 unit ruko dan di Jalan Trikora ada 5 unit ruko.

    “Ruko yang terbakar ini menjual sembako, barang pecah belah, pakaian, counter HP, warung makan dan pemangkas rambut dan juga masih ada dua ruko di Jalan Trikora yang masih sementara kosong.” tutupnya. (Denny/Martina Matuan)

  • Pemkab Jayawijaya turut prihatin pada 11 Korban MD karena kebakaran

    Pemkab Jayawijaya turut prihatin pada 11 Korban MD karena kebakaran

    Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut prihatin dan berduka atas kejadian kebakaran yang menimpa beberapa Ruko yang ada di jalan Sulawesi Wamena-Papua Pegunungan, yang mengakibatkan 11 korban Meninggal Dunia, senin 31 Maret 2026.

    Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Jikwa hadir dalam pelepasan jenazah di Masjid Baituhrahman.

    Foto:  Istimewa

    Melalui Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Jikwa yang mewakili Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ikut hadir dalam pelepasan jenasah sebelum menuju Pemakaman.

    Lekius Jikwa hadir menyampaikan pesan dari Bupati Jayawijaya atas keprihatinannya terkait kebakaran yang menyebabkan 11 korban jiwa meninggal dunia.

    “Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya merasakan dukacita yang paling dalam atas kejadian atau musibah yang menimpa beberapa warga di jalan sulawesi, “ucapnya.

    Pemkab Jayawijaya hadir untuk memberikan dukungan serta perhatian atas musibah yang terjadi, untuk itu bantuan awal diberikan untuk biaya pengamanan dan proses pemakaman yang dilakukan di TPU Sinakma sebesar 20 Juta.

    “Bantuan ini diberikan untuk proses pengamanan Jenazah dan kepengurusan Jenazah agar dapat teratasi dengan baik,”pungkasnya.

    Asisten II setda Jayawijaya juga harap agar korban kebakaran dan keluarga korban yang meninggal Dunia tetap kuat dan tetap sabar dalam musibah ini serta mengajak keluarga untuk menuntaskan sebab akibat dari kejadian ini.

    “Ini merupakan salah satu musibah besar yang terjadi di kota wamena, mari kita sama-sama menuntaskannya lebih lanjut penyebab musibah kebakaran ini,” katanya.

    Untuk diketahui kejadian ini terjadi antara pukul 00.00 atau 01.00 dini hari yang diperkirakan adanya korsleting listrik sehingga menimbulkan kebakaran pada 4 ruko hangus terbakar dan 11 orang meninggal dunia, 8 korban di kuburkan bersamaan di TPU Sinakma Wamena, dan 3 korban lainnya diberangkatkan ke Kampung Halaman. (Agris Wistrijaya/ Martina Matuan)

  • Soroti Aktivitas di Menara Salib, Wabup Jayawijaya Kritik Satpol PP dan Pol Baliem

    Soroti Aktivitas di Menara Salib, Wabup Jayawijaya Kritik Satpol PP dan Pol Baliem

    WAMENA – Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, secara tegas mengingatkan para Polisi Baliem untuk tidak main-main dengan kedisiplinan.

    Hal ini disampaikannya setelah mengamati kinerja Satpol PP dan Polisi Baliem yang menurutnya kurang maksimal dalam menertibkan aktivitas warga di seputaran menara salib.

    “Ini sudah beberapa kali kami minta untuk  Satpol dan Polisi Baliem, jangan tunggu perintah tapi itu bagian dari tanggungjawab untuk lakukan patroli rutin, karena masih ada yang menjual minuman-minuman lain di sini. Jangan ada yang jualan di depan sini (menara salib), satpol tolong perhatikan ini,” kata Wabup Jayawijaya Ronny Elopere saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere saat memimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).

    Foto : Istimewa

    Ia bahkan mengancam akan merumahkan para oknum Polisi Baliem yang kedapatan bolos kerja lebih dari seminggu.

    “Polisi Baliem yang malas-malas akan diganti, kalau sudah tidak kerja selama 1 minggu lebih maka diganti, jadi ada ganjaran jangan kamu seenaknya saja. Tolong tertibkan pedagang-pedagang di depan menara salib ini,” ungkapnya.

    Ancaman ini dilontarkannya setelah kembali menyoroti berbagai aktivitas warga di seputar taman menara salib yang menurutnya cukup mengganggu ketertiban, karena berdasarkan laporan yang diperoleh area taman tersebut sering digunakan oknum-oknum anak muda untuk melakukan hal-hal negative seperti miras dan melakukan transaksi narkoba.

    “Kami sudah minta agar taman didepan ini dibersihkan tidak boleh ada yang jual minuman, pacaran atau ganja di menara salib,” tuturnya.

    Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Baliem saat mengikuti Apel Pagi yang dipimpin Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (30/3/2026).

    Foto : Istimewa

    Ia kembali mengingatkan bahwa ketertiban Kota Wamena bukan saja menjadi tanggungjawab Bupati ataupun Wakil Bupati, melainkan menjadi tanggung jawab bersama baik ASN maupun masyarakat.

    “Kedamaian kota Wamena merupakan tanggungjawab semua bukan hanya bupati atau wakil bupati, tapi semua staf atau ASN. Kalau ada agen-agen minuman tolong dilaporkan, karena semua kejahatan terjadi karena mabuk,”pungkasnya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)

  • Warga Wolo dan Bipiri Swadaya Bangun Jembatan

    Warga Wolo dan Bipiri Swadaya Bangun Jembatan

    WAMENA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jayawijaya, Markus Kenelak, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Distrik Wolo dan Bipiri yang mengerjakan jembatan putus akibat banjir secara swadaya.

    Jembatan yang menghubungkan Distrik Wolo dan Bipiri telah putus sejak pekan lalu akibat hujan deras yang menyebabkan banjir. Jembatan itu kemudian dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat pada Sabtu (21/03/2026). Wamena, Provinsi Papua pegunungan.

    Warga ketika bergotongroyong membangun jembatan

    Foto : Istimewa

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya Markus Kenelak yang saat itu memantau langsung ikut terlibat dengan masyarakat mengerjakan jembatan baru dengan bahan lokal. Ia pun mengapresiasi kekompakan dua kepala Distrik (Wolo dan Bipiri) bersama masyarakat berinisiatif mengerjakan sendiri tanpa menunggu Pemerintah.

    “Saya mengapresiasi pimpinan distrik bersama masyarakat berinisiatif mengerjakan jembatan baru akibat bencana banjir, dengan demikian saya sebagai mewakili pemerintah perpanjangan tangan Bupati dan Wakil Bupati dapat melaporkan kejadian ini dan mengusulkan program Jembatan permanen,” katanya.

    Kepala Distrik Wolo, Terianus Gombo, juga mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas PUPR yang turun langsung dan melihat di lokasi serta ikut membantu pembuatan jembatan kayu.

    Kepala Kampung Tirunggu, Yarnus Kenelak, berterimakasih kepada Kadis PUPR dan pimpinan dua Distrik yang ikut terlibat langsung dengan masyarakat. “Jembatan ini telah diperbaiki 5 kali, saat ini yang ke-6 kali diperbaiki dengan kejadian yang sama. Berharap Pemerintah dapat membangun jembatan permanen,” tutupnya. (Vina Rumbewas/ Martina Matuan)