Category: Berita

  • Pencarian Korban Oleh Warga Lanny Jaya Wabub Jayawijaya Minta Warga Kurima Tahan Diri

    Pencarian Korban Oleh Warga Lanny Jaya Wabub Jayawijaya Minta Warga Kurima Tahan Diri

    WAMENA – Warga Lanny Jaya dipastikan akan melakukan pencarian terhadap  korban jiwa yang belum ditemukan dengan menelusuri pinggiran kali Uwe hingga sampai di muara kali Baliem senin besok, oleh karena itu, warga Kurima yang ada Wouma diharapkan mundur guna menghindari konflik.

    Hal ini terungkap dalam rapat terbatas Pemkab Jayawijaya bersama Polres Lanny Jaya, Polres Jayawijaya, LMA Lanny Jaya, LMA Jayawijaya, DPRK Jayawijaya dan pengurus Gereja Baptis agar seluruh korban yang hayut tersebut bisa segera ditemukan.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan mengganggu perekonomian di Jayawijaya, sehingga tadi dilakukan pertemuan mendadak dan disepakati jika besok itu keluarga dari Lanny Jaya akan mencari keluarganya besok dari TKP jembatan hingga ke muara kali Baliem.

    “Kami minta kepada keluarga Kurima yang ada di Wouma untuk tidak membuat gerakan tambahan atau memicu konflik, agar keluarga dari Lanny Jaya bisa fokus mencari korban yang belum ditemukan,” ungkapnya di kantor Bupati Jayawijaya. Minggu (10/5/2026)

    Rapat terbatas rencana pencarian  Korban yang belum ditemukan oleh warga Lanny Jaya di bantaran kali Uwe sampai ke Muara Kali Baliem, yang dipimpin Wakil Bupati Jayawijaya Minggu (10/5/2026)

    Foto : Denny Alvino

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP.,M.KP Didampingi sejumlah Anggota DPRK Jayawijaya dan LMA Jayawijaya saat memimpin rapat terbatas dengan Kapolres Lanny Jaya AKBP. Frans Daniel Tamaila, DPRK, LMA Lanny Jaya guna menyepakati Permintaan Warga Lanny Jaya untuk turun sendiri mencari keluarganya yang belum ditemukan. Minggu (10/5/2026)

    Insiden terputusnya jembatan gantung ini sangat luar biasa karena banyak memakan korban jiwa, meskipun sebagian sudah ada yang ditemukan namun sebagian bersar itu belum ditemukan sampai dengan saat ini, oleh karena itu, warga dari Lanny Jaya akan turun sendiri untuk mencari bersama aparat ke bantaran kali uwe.

    “Saya mohon kepada keluarga dari Wouma dan Kurima untuk menahan diri, sebab moment besok ini biarkan keluarga dari Lanny Jaya mencari sanak keluarganya yang hanyut,” kata Ronny

    Ditempat yang sama Kapolres Lanny Jaya AKBP. F. D. Tamaila menyatakan pihaknya dari kepolisian berharap proses pencarian seperti yang telah disepakati dan disampaikan, jika besok warga dari Lanny Jaya akan menyisir bantaran kali Uwe mencari keluarganya yang belum ditemukan.

    “Kami berharap saudara warga dari Kurima yang ada di Wouma tolong menghargai itu, artinya jangan berada disekitar situ sehingga bisa memicu emosi dan juga bisa menahan diri dan biarkan warga Lanny Jaya mencari keluarganya di bantaran kali Uwe hingga ke Muara,”jelasnya

    Mantan Wakapolres Jayawijaya menyebutkan Dalam pencarian itu tentunya ada teriakan -teriakan yang dikeluarkan masyarakat yang diyakini memanggil arwah dari para korban ini untuk timbul ke permukaan, jangan sampai ada ketersinggugan dengan itu hingga memicu teriakan balasan yang memicu konflik, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan Polres Jayawijaya akan berupaya memberikan rasa aman baik kepada yang menlakukan pencarian maupun yang tinggal di sekitar situ.

    “Kami dari Lanny Jaya haya belasan personil yang ke Wamena, kami turun ke Wamena untuk memberikan pemahaman dan merangkul warga kami untuk tidak melakukan tindakan yang tak terpuji, Kami yakin kekuatan Polres Jayawijaya dan teman -teman disini solid untuk melakukan pengamanan,” pungkas Tamaila.

    Wabub Jayawijaya bersama Kapolres Lanny Jaya dan Ketua LMA jayawijaya dan Lanny Jaya saat memberikan keterangan pers di ruang Rapat kantor Bupati Jayawijaya.

    Foto : Denny Alvino

    Sementara itu, Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga mengaku berdasarkan kesepakatan dan demi keamanan semua hanya fokus mencari para korban yang belum ditemukan, sehingga warga Kurima yang ada di wouma agar tak berada di kali baliem.

    “Dalam pencarian ini saya minta aparat harus ada beckup anggota keamanan, TNI/Polri harus hadir karena masalah ini serius sehingga DPRP juga harus turun bersama-sama untuk melakukan pencarian,”tegasnya

    Disamping itu ketua LMA Lanny Jaya Thias Urdam Kogoya menambahkan masih ada masyarakat Lanny Jaya dalam kali Uwe. tujuan warga Lanny dibantaran kali bukan untuk perang tapi mencari jenazah dan meminta kepada Pemprov Papua Pegunungan untuk serius menanggapi masalah ini. (Denny Alvino/Martna Matuan)

  • Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

    Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

    WAMENA- Guna terus mendorong perekonomian dari pengembangan ikan air tawar Pemkab Jayawijaya melakukan panen Ikan jenis mas, mujeair dan nila di Distrik Silokarno Doga. Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal di wilayah Kabupaten Jayawijaya khususnya kepada kelompok pembudidaya ikan.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah mengapresiasi kerja keras kelompok pembudidaya ikan di Distrik Silokarno Doga yang berhasil mengelola kolam-kolam bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat hingga mencapai masa panen yang maksimal.

    “Sektor perikanan air tawar merupakan alternatif ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat di Distrik Silokarno Doga. Selain untuk meningkatkan pendapatan keluarga,”ungkapnya Sabtu (9/5) di Wamena.

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP saat melakukan panen Ikan Air Tawar di Distrik Silokarno Doga Sabtu (9/5/2026) di Wamena. 

    Foto : Istimewa

    Menurutnya, Budidaya ikan Mas dan Mujair ini sangat penting untuk pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting melalui konsumsi protein hewani. Panen hari ini membuktikan bahwa tanah dan air di Silokarno Doga sangat potensial untuk pengembangan perikanan. 

    “Kami berharap masyarakat tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkelanjutan sehingga distrik ini bisa menjadi penyuplai ikan bagi pasar-pasar di Wamena,” kata Wabub Jayawijaya di sela-sela kegiatan.

    Kata Ronny, Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan melalui dinas terkait, baik dalam bentuk pemberian bibit unggul maupun pelatihan tata cara pemberian pakan yang efisien sehingga dalam pengembangan ikan air tawar ini masyarakat bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

    “Dinas pertanian Jayawijaya selama ini terus bekerja keras dalam melakukan pengembangan sektor pertanian maupun perikanan, oleh karena itu, peran masyarakat juga harus terus ditingkatkan agar hasil panen juga memuaskan,”katanya

    Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP bersama masyarakat saat mancing di Distrik Silo Karno Doga. 

    Foto : Istimewa

    Warga di Distrik Silokarno Doga juga berharap dukungan berupa akses jalan dan sarana pemasaran dapat terus ditingkatkan agar hasil panen dari Distrik Silokarno Doga dapat didistribusikan dengan lebih mudah dan cepat hal ini disampaikan melalui aspirasi terkait pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi di wilayah Distrik Silokarno Doga.

    “Kami sudah menerima aspirasi dari masyarakat terkait beberapa permintaan kepada pemerintah, namun tentunya untuk memulai satu program harus melihat kembali kekuatan anggaran pemerintah daerah saat ini, sehingga aspirasi ini akan ditampung untuk melihat mana yang urgen itu yang di prioritaskan,” tutup Mantan Anggota DPRK Jayawijaya. (Denny/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Kunjungi Asrama Mahasiswa di Jayapura, Serahkan Bantuan dan Tampung Aspirasi Mahasiswa

    Bupati Jayawijaya Kunjungi Asrama Mahasiswa di Jayapura, Serahkan Bantuan dan Tampung Aspirasi Mahasiswa

    JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda asal daerah. Bentuk perhatian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung Bupati Jayawijaya, Atenius Murip S.H, M.H bersama rombongan ke sejumlah asrama mahasiswa Kabupaten Jayawijaya di Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu 9 Mei 2026.

    Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Jayapura, sekaligus untuk memastikan kebutuhan dasar para penghuni asrama tetap terpenuhi.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H bersama rombongan mengunjungi sejumlah asrama mahasiswa Kabupaten Jayawijaya di Kota Jayapura, Papua.

    Foto : Media Pemkab Jayawijaya

    Dalam agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako kepada tiga asrama putra dan satu asrama putri. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan hidup mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

    Selain menyerahkan bantuan, Bupati Atenius Murip juga meninjau langsung kondisi bangunan dan fasilitas asrama. Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Asrama Nayak II di kawasan Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

    Dalam peninjauan itu, Bupati melihat berbagai fasilitas yang tersedia sekaligus mengevaluasi sejumlah kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian guna menunjang kenyamanan serta aktivitas belajar mahasiswa.

    Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pemerintah daerah turut membuka ruang dialog bersama para mahasiswa untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan masukan.

    Perwakilan mahasiswa dari masing-masing asrama menyampaikan sejumlah kebutuhan, harapan, hingga persoalan yang dihadapi selama menempuh pendidikan di Kota Jayapura.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H, M.H saat memberikan bantuan beras dan sembako kepada perwakilan Mahasiswa

    Foto : Media Pemkab Jayawijaya

    Mereka berharap perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa asal Jayawijaya dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dan fasilitas tempat tinggal.

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menegaskan bahwa mahasiswa merupakan aset penting daerah sekaligus calon pemimpin masa depan yang harus mendapat perhatian bersama.

    “Mahasiswa adalah generasi penerus yang nantinya akan kembali membangun daerah. Karena itu pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan, baik melalui peningkatan fasilitas asrama maupun bantuan lainnya yang dapat menunjang pendidikan mereka,” ujar Bupati.

    Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan perhatian terhadap generasi muda Jayawijaya.

    Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan bantuan beras dan sembako secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa asrama Kabupaten Jayawijaya sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kebutuhan mahasiswa selama menjalani pendidikan di Kota Jayapura.(Agris/Martina)

  • Bupati Jayawijaya Hadiri Peresmian Community Gateway Wamena, Dorong Penguatan Konektivitas Digital

    Bupati Jayawijaya Hadiri Peresmian Community Gateway Wamena, Dorong Penguatan Konektivitas Digital

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H hadiri Peresmian Community Gateway Wamena di SBS Telkomsat Wamena, Jumat 8 Mei 2026.

    Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan infrastruktur digital dan memperkuat layanan konektivitas di wilayah Kabupaten Jayawijaya, PT. Telkom Indonesia melalui TelkomGroup meresmikan Community Gateway Wamena, dengan diresmikan Community Gateway ini  diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital, membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah daerah, serta menghadirkan akses internet yang lebih handal bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Papua Pegunungan.

    Bupati Jayawijaya Atenius Murip, S.H., M.H hadir dalam Peresmian Community Gateway Wamena

    Foto : Agris Wistrijaya

    Peresmian dilaksanakan secara hybrid, yakni online dan offline. Secara virtual dari Jayapura, kegiatan dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia, Angga Raka Prabowo, bersama Direktur Utama PT. Telkom Indonesia, Dian Siswarini.

    Sementara itu, kegiatan secara langsung di SBS Telkomsat Wamena turut dihadiri Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, serta Direktur PT Telkom Indonesia Tbk, Nanang Hendarno.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan keterangannya kepada awak media usai kegiatan peresmian. Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat serta seluruh pihak yang telah mendukung penguatan jaringan internet di wilayah Papua Pegunungan.

    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama pemerintah provinsi dan wilayah pegunungan lainnya menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, kementerian terkait, serta TelkomSat atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur digital di Tanah Papua.

    Bupati juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam mewujudkan penguatan jaringan internet di daerah pegunungan.

    Ia menyebut peresmian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang dikoordinasikan oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, bersama tim Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

    “Penguatan jaringan internet ini sangat penting untuk mendukung pelayanan pemerintahan berbasis elektronik, mempercepat sistem pelayanan publik, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi digital masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sinergi antara berbagai pihak seperti Bakti Kominfo dan TelkomSat menjadi langkah strategis dalam memperluas akses internet di Papua, khususnya wilayah pegunungan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan.

    Penguatan konektivitas tersebut juga dinilai akan meningkatkan efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, serta membuka peluang ekonomi berbasis digital bagi masyarakat.

    Selain itu, kapasitas jaringan Telkom di wilayah Wamena mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya kapasitas layanan hanya berkisar 4 Mbps, kini meningkat menjadi 20 hingga 40 Mbps. Dengan peningkatan tersebut, kualitas jaringan internet diharapkan menjadi lebih cepat, stabil, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.

    Pemerintah daerah berharap kehadiran Community Gateway Wamena dapat menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi digital di Papua Pegunungan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam membangun konektivitas yang merata dan berkelanjutan.  (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • Velix Wanggai: Community Gateway Wamena Jadi Gerbang Transformasi Papua Pegunungan

    Velix Wanggai: Community Gateway Wamena Jadi Gerbang Transformasi Papua Pegunungan

    WAMENA – Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam peresmian Community Gateway Wamena oleh PT Telkom Indonesia yang berlangsung di SBS Telkomsat Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (8/5/2026).

    Dalam sambutannya, Velix menegaskan bahwa transformasi pembangunan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, kini memasuki babak baru melalui penguatan konektivitas digital yang menjangkau hingga daerah-daerah terpencil.

    Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai saat memberikan sambutan

    Foto : Agris Wistrijaya

    Ia mengajak seluruh peserta memberikan apresiasi kepada Telkom Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia atas dukungan dan kolaborasi yang selama ini dibangun untuk membuka akses komunikasi di Papua.

    “Tanah Papua bukan berada di pinggiran. Tanah Papua adalah wajah Republik Indonesia di hadapan kawasan Pasifik,” ujarnya.

    Menurutnya, pembangunan Papua saat ini tidak lagi dipandang dari sisi keterbelakangan maupun keterpencilan, melainkan sebagai wilayah strategis masa depan Indonesia, terutama di kawasan Pasifik.

    “Berbicara tentang Papua bukan berbicara tentang ketinggalan. Papua adalah masa depan Republik Indonesia, masa depan pangan, energi, dan ekonomi di kawasan bibir Pasifik,” katanya.

    Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Telkom Indonesia di Papua Pegunungan memiliki makna strategis, bukan hanya dalam konteks pembangunan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan diplomasi lunak Indonesia kepada negara-negara kepulauan kecil di kawasan Pasifik.

    Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pemerintah pusat, termasuk arahan dari Menteri dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, yang mendorong kehadiran layanan Telkom hingga ke wilayah pegunungan, lembah, dan kampung-kampung terpencil di Papua Pegunungan.

    “Hari ini Telkom hadir menyentuh saudara-saudara kita di gunung-gunung, di lembah-lembah, di ujung kampung Papua Pegunungan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Velix menegaskan bahwa Kabupaten Jayawijaya kini dipersiapkan menjadi pusat konektivitas utama atau main hub bagi wilayah pegunungan Papua, termasuk kabupaten-kabupaten di Papua Tengah yang berbatasan dengan kawasan pegunungan.

    Bantuan Telkom Digital Learning Lab Kepada SMA Negeri 1 Wamena pada moment peresmian Community Gateway

    Foto : Agris Wistrijaya

    Peresmian Community Gateway Wamena, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang selama ini mendorong transformasi digital melalui berbagai program, termasuk pengembangan ruang digital publik.

    Ia juga mengaitkan pembangunan konektivitas tersebut dengan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua 2025–2029 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia pada Desember 2025 lalu, khususnya dalam penguatan sistem logistik dan pelayanan di wilayah terpencil Papua.

    “Community Gateway Wamena menjadi bagian dari komitmen besar Presiden untuk memperkuat Papua,” tegasnya.

    Ia menjelaskan bahwa kehadiran infrastruktur digital tersebut akan sangat mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), mulai dari perencanaan pembangunan, pelaporan, pengawasan, audit, hingga sistem informasi berbagai program pemerintah.

    Tak hanya itu, konektivitas digital juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Papua Pegunungan, termasuk pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, promosi kopi Papua, hingga promosi festival budaya seperti Festival Lembah Baliem melalui platform digital.

    Ia juga berharap ke depan semakin banyak pengusaha asli Papua yang tumbuh sebagai penyedia layanan internet lokal atau ISP sehingga manfaat ekonomi digital dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

    “Ini bukan sekadar program Community Gateway, tetapi sebuah gerakan sosial menuju ekonomi yang lebih inklusif, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi kebangkitan Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan,” tutupnya. (Agris/Martina)

  • Telkomsat Resmi Luncurkan Community Gateway, Upaya Percepatan Digital Inklusif Wilayah 3T

    Telkomsat Resmi Luncurkan Community Gateway, Upaya Percepatan Digital Inklusif Wilayah 3T

    WAMENA – PT. Teklom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) terus memperkuat peran dalam mendorong pemerataan konektivitas digital di Indonesia Timur melalui optimalisasi layanan satelit dan pengembangan infrastruktur strategis. Salah satunya melalui pengembangan Community Gateway Wamena.

    Peresmian Community Gateway Wamena di langsungkan di Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, di Jalan Thamrin, Wamena-Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    Community Gateway Wamena Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, bersama Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, yang dilakukan secara daring dan disaksikan langsung pejabat di jajaran pemerintah provinsi Papua Pegunungan, ketua komite eksekutif percepatan pembangunan otsus Papua dan pemerintah Jayawijaya.

    Peresmian Community Gateway Wamena di langsungkan di Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, di Jalan Thamrin, Wamena-Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026).

    Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya Community Gateway Wamena.

     “Hari ini kita tidak hanya meresmikan infrastruktur satelit, menegaskan bahwa Wamena, Papua Pegunungan, dan seluruh kawasan Indonesia Timur adalah bagian penting dari masa depan digital Indonesia. Community Gateway Wamena adalah jawaban nyata atas tantangan besar wilayah pegunungan,” ungkapnya.

    Menurutnya, jarak yang jauh, medan yang berat, serta keterbatasan jaringan di banyak tempat, serta kondisi geografis tidak menyurutkan semangat untuk membangun infrastruktur digital. Menurutnya, Tidak ada medan yang terlalu sulit ketika negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan industri, bersinergi bersama masyarakat bergerak untuk membuka jalan demi sebuah kemajuan.

    “Dengan dukungan teknologi satelit yang handal, konektivitas tidak lagi berhenti di tempat yang mudah dijangkau. Konektivitas harus hadir di tempat rakyat membutuhkan harapan, peluang, dan akses yang setara,” katanya.

    Kata Angga Raka Prabowo inilah yang menjadi esensi pembangunan digital yang inklusif, memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk terhubung, belajar, bekerja, berusaha, dan maju.

    Internet bukan hanya ada dalam layar-layar telepon, namun internet adalah jembatan menuju pendidikan yang lebih luas, layanan kesehatan yang lebih cepat, pelayanan pemerintah yang lebih dekat, dan kesempatan ekonomi yang lebih terbuka.

    “Ketika Wamena dan Papua Pegunungan semakin terhubung, anak-anak muda dapat belajar lebih jauh. UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih besar. Sekolah dapat memperkuat pembelajaran digital dan layanan publik dapat hadir dengan lebih baik di tengah masyarakat,” terangnya.

    Tambahnya, pertumbuhan digital harus membuka pusat-pusat kekuatan baru, termasuk di Wamena dan di Papua Pegunungan. Disinilah Community Gateway menjadi penting. Infrastruktur ini mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis.

    “Wilayah yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan keterbatasan akses, menjadi wilayah yang siap tumbuh, siap berdaya, dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional. Pemerintah percaya bahwa Papua bukan lagi di belakang. Papua menjadi beranda masa depan Indonesia di kawasan Indonesia Timur,” ujarnta.

    Sementara itu,  Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyampaikan bahwa peresmian Community Gateway Wamena menjadi sebuah tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.

    “Community Gateway ini bukan hanya sekedar tambahan infrastruktur digital bagi Telkom Grup dan bagi Indonesia, tapi ini adalah wujud nyata komitmen PT Tekom Grup untuk negara bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” jelasnya.

    Ini menunjukkan PT. Telkom Group sangat memperhatikan pemerataan dan memperhatikan prinsip inklusif untuk semua rakyat Indonesia. Dari pusat hingga ke wilayah Pegunungan Papua. PT.Telkom Group ingin memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital.

    Menurutnya hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam pemerataan pembangunan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan konektivitas hingga wilayah Papua Pegunungan.

    Wamena sendiri memiliki peranan penting sebagai pusat pertumbuhan di Papua Pegunungan. Namun, tantangan geografis dan juga keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi kendala nyata dalam menghadirkan konektivitas yang optimal.

    Kesulitan dari sisi geografis dan ekonomi tentu tidak pernah membuat PT. Telkom group berhenti menyebarkan atau membangun infrastruktur.

    Hal ini lah yang mendorong PT.Telkom Group mengambil tantangan dan menghadirkan Community Gateway, yang diharapkan bisa menjadi jembatan akses informasi bagi masyarakat maupun pemerintah, sehingga dunia pendidikan dan ekonomi digital bagi masyarakat Wamena bisa meningkat, mendorong mendorong kemajuan daerah, dan yang terpenting adalah membuka masa depan yang lebih sejahtera bagi generasi Papua.

    “Telekom Grup dengan mandat yang diberikan pemerintah akan terus berupaya memberikan layanan bagi semua masyarakat Indonesia. Pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari pembangunan kedaulatan infrastruktur digital Indonesia. Jadi sekali lagi ini bukan saja kami menghadirkan kapasitas, kualitas, tetapi juga menjamin kemandirian, keandalan dan ketahanan jaringan nasional,” jelasnya.

    Sebelumnya, PT.Telkom Group juga telah meresmikan Community Gateway di Merauke, yang merupakan backup link. Sementara Community Gateway Wamena dihadirkan sebagai main link atau link utama, tulang punggung utama konektivitas di wilayah pegunungan.

    Community Gateway dirancang sebagai platform open access yang dapat dimanfaatkan tidak saja untuk kepentingan telkom grup tetapi juga oleh operator lain bahkan komponitor PT.Telkom Group.

    Selain peresmian Community Gateway, dimomen ini juga dilakukan penyerahan bantuan kepada beberapa panti asuhan dan sekolah, sebagai bentuk kepedulian PT.Telkom Grup. (Vina/Martina)

  • Wagub Ones Pahabol : Community Gateway Jadi Rumah Bersama Bangun Ekosistem Layanan Publik

    Wagub Ones Pahabol : Community Gateway Jadi Rumah Bersama Bangun Ekosistem Layanan Publik

    WAMENA – Jayawijaya Community Gateway, menjadi langkah penting dan strategis dalam memperkuat pelayanan publik, konektivitas sosial-ekonomi, dan transformasi pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.

    Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Ones Pahabol, dalam sambutannya pada peresmian Community Gateway Telkomsat yang dilangsungkan di Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkom, di Jalan Thamrin, Wamena-Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026).

    Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Ones Pahabol, saat menhadiri peresmian Community Gateway Telkomsat yang dilangsungkan di Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkom, di Jalan Thamrin, Wamena-Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026)

    Foto : Vina Rumbewas

    Menurutnya, Papua Pegunungan memiliki potensi besar di bidang pertanian, kopi, peternakan, pariwisata budaya, ekonomi kreatif, serta kekuatan sosial budaya masyarakat adat yang sangat kaya. Namun tantangan geografis, keterbatasan akses layanan publik, infrastruktur digital, serta konektivitas ekonomi masih menjadi pekerjaan besar bersama.

    “Kehadiran Jayawijaya Community Gateway diharapkan menjadi pusat integrasi pelayanan masyarakat yang mampu mempercepat akses pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Mendukung pemasaran produk UMKM dan ekonomi lokal Papua Pegunungan,” ungkap Wagub Papua Pegunungan.

    Selain itu, kehadirannya dapat memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan informasi digital masyarakat. Menjadi ruang kolaborasi pemerintah, komunitas, gereja, adat, dan dunia usaha. Serta membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

    Oleh sebab itu lanjut Ones Pahabol, Jayawijaya Community Gateway harus menjadi rumah bersama masyarakat Papua Pegunungan dalam membangun ekosistem pelayanan dan ekonomi rakyat yang berkeadilan.

    “Kita ingin agar anak-anak muda Papua mampu menjadi pelaku ekonomi digital, petani modern, wirausahawan kreatif, dan pemimpin masa depan yang tetap berakar pada budaya dan jati diri Papua,” katanya.

    Sehingga ia mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN, perguruan tinggi, komunitas sosial, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ini secara nyata dan konsisten.

    “Saya percaya bahwa apabila konektivitas dibangun, pelayanan diperkuat, dan masyarakat diberdayakan, maka Papua akan tumbuh menjadi tanah harapan dan masa depan Indonesia di kawasan timur. Mari kita jadikan Papua Pegunungan sebagai wilayah yang damai, maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.

    Sementara itu, diksempatan yang sama Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah berupaya meningkatkan kualitas jaringan di wilayah Papua Pegunungan.

    “Kami bersukur hari ini untuk Telkom, yang dulu hanya 4 MBPS kini naik hingga 40 MBPS, itu memperkuat jaringan Sehingga lebih kencang. Kami pemda sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Telkomsat yang telah memfasilitasi jaringan ini agar lebih berguna untuk semua sector,” pungkasnya. (vina/Martina)

  • Velix Wanggai dan Ones Pahabol Dorong Percepatan MBG Berbasis Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Papua Pegunungan

    Velix Wanggai dan Ones Pahabol Dorong Percepatan MBG Berbasis Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Papua Pegunungan

    WAMENA, 8 Mei 2026 – Pemerintah Papua Pegunungan bersama Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus mendorong percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan dengan mengedepankan pendekatan berbasis pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat asli Papua.

    Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, mengatakan pihaknya hadir di Papua Pegunungan untuk memastikan agenda prioritas Presiden dapat berjalan optimal hingga ke wilayah pedalaman.

    “Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua hadir untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan di Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan,” kata Velix.

    Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam penanganan stunting dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.

    “Program ini harus bisa menyentuh setiap anak Indonesia yang ada di Papua Pegunungan untuk menyelesaikan aspek penanganan stunting. Di sisi lain, program ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui rantai pasok berbagai dapur MBG,” ujarnya.

    Velix Wanggai memberikan keterangan kepada awak media terkait percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal di Papua Pegunungan, di Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026).

    Foto : Fransiska Endama

    Velix menyebut target pembangunan dapur MBG di seluruh Tanah Papua mencapai 2.472 dapur dengan penerima manfaat mencapai ratusan ribu anak sekolah.

    Dengan target yang besar tersebut, kata dia, dibutuhkan langkah percepatan dan pola kerja baru yang lebih sesuai dengan kondisi geografis dan sosial Papua.

    “Harus ada desain baru dan cara kerja baru untuk percepatan. Karena itu perlu terobosan dari sisi waktu, regulasi, pola pengelolaan, hingga skema harga dan kemitraan,” katanya.

    Ia menegaskan, konsep MBG di Papua harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat atau ”MBG rasa Papua”.

    ”Kami ingin menghadirkan MBG yang kontekstual Papua, sehingga tidak ada lagi hambatan karena kondisi geografis maupun persoalan sosial lainnya,” ucap Velix.

    Dalam percepatan tersebut, pemerintah juga akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari gereja, yayasan, koperasi, komunitas, hingga pemerintah daerah.

    Velix mengatakan Wakil Gubernur Papua Pegunungan akan menjadi salah satu simpul penting dalam menggerakkan percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Papua Pegunungan.

    ”Mulai dari kesiapan lahan, pengelola, yayasan, gereja, koperasi, komunitas, sampai mitra pembangunan dan sistem rantai pasok harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

    Selain itu, pemerintah juga menargetkan penggunaan tenaga kerja asli Papua dalam operasional dapur MBG.

    ”Kami berharap SDM yang bekerja adalah anak-anak Papua sendiri. Dalam satu dapur bisa menyerap sekitar 30 tenaga kerja, termasuk mama-mama dan anak-anak muda Papua,” ujarnya.

    Velix menambahkan, MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian masyarakat Papua.

    “MBG jangan hanya dilihat sebagai program makan gratis. Ini adalah cara mendekatkan pasar bagi masyarakat. Dapur MBG nantinya membeli tomat, kol, kentang, ayam, daging, dan hasil kebun masyarakat lainnya,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menilai program MBG sangat tepat diterapkan di wilayah pegunungan dan daerah terpencil Papua.

    Menurut Ones, kondisi anak-anak di pedalaman Papua berbeda dengan anak-anak di perkotaan yang lebih mudah mendapatkan akses makanan.

    “Kalau di daerah terpencil, itu memang dari dulu secara kultur banyak mama yang hanya mampu menyiapkan makanan sore hari. Kalau ada sisa baru disimpan untuk pagi. Kalau tidak ada, anak-anak pergi sekolah dengan perut kosong,” ujarnya.

    Wagub Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol saat memberikan keterangan kepada awak media terkait percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal di Papua Pegunungan, di Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (8/5/2026).

    Foto : Fransiska Endama

    Ia mengaku mengalami langsung kondisi tersebut saat masih kecil di Papua Pegunungan.

    “Saya lahir dan besar dalam pengalaman seperti itu. Anak-anak harus berjalan berkilo-kilo menuju sekolah dengan perut kosong. Itu kenyataan yang ada sampai hari ini,” katanya.

    Karena itu, Ones menilai kehadiran program MBG menjadi solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah pedalaman.

    ”Anak-anak kota mungkin sudah sarapan di rumah lalu masih dapat makan di sekolah. Tapi di pedalaman itu berbeda. Karena itu program ini sangat cocok untuk Papua Pegunungan,” ujarnya.

    Ones juga menyinggung berbagai isu negatif yang sempat berkembang di masyarakat terkait program MBG pada tahap awal pelaksanaannya.

    ”Hanya persoalan satu tahun terakhir ada isu yang salah dan sensitif di masyarakat pedalaman. Tetapi sekarang informasi positif sudah mulai diterima masyarakat dan mereka mulai memahami manfaat program ini,” katanya.

    Ia memastikan masyarakat Papua Pegunungan kini mendukung penuh pelaksanaan program MBG karena manfaatnya mulai dirasakan secara langsung.

    Selain pemenuhan gizi anak sekolah, Ones menilai dampak ekonomi program MBG sangat besar bagi masyarakat, khususnya mama-mama Papua.

    Menurutnya, selama ini banyak mama Papua harus membawa hasil kebun ke pasar kota dengan risiko tidak laku terjual.

    ”Dulu mama-mama bawa sayur ke kota. Kalau laku, baru bisa beli minyak, garam, atau beras. Tapi kalau tidak laku, sayur dibuang dan uang yang dibawa habis di jalan,” ujarnya.

    Namun dengan adanya dapur MBG di lingkungan masyarakat, hasil kebun warga kini dapat langsung dibeli tanpa harus pergi jauh ke pasar.

    ”Sekarang mama-mama cukup bawa sayur atau buah ke dapur MBG. Setelah dibeli, mereka bisa kembali lagi ke kebun. Ini membuat ekonomi masyarakat lebih baik,” katanya.

    Ones juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda Papua dalam pengelolaan dapur MBG agar potensi anak muda dapat berkembang.

    ”Kita harus gunakan anak-anak muda Papua yang punya potensi supaya mereka ikut hidup dan berkembang,” ujarnya.

    Ia menambahkan, program MBG di Papua Pegunungan tetap akan mengutamakan penggunaan pangan lokal seperti umbi-umbian, sayuran, hortikultura, dan buah-buahan sebagai bagian dari menu makanan bergizi.

    ”Jangan sampai makanan lokal hilang. Hasil kebun mama-mama harus tetap dipakai karena itu juga makanan bergizi,” katanya. (Siska/Martina)

  • Dishub Jayawijaya Sita Tangki BBM Rakitan Saat Sidak di APMS Lasminingsih

    Dishub Jayawijaya Sita Tangki BBM Rakitan Saat Sidak di APMS Lasminingsih

    Wamena – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayawijaya menyita sejumlah tangki bahan bakar minyak (BBM) rakitan berkapasitas hingga 50 liter dari berbagai jenis kendaraan dalam inspeksi mendadak (sidak) di APMS Lasmingsih, Selasa (5/5/2026).

    Sidak tersebut menyasar kendaraan roda dua, roda empat, hingga roda enam yang diduga melakukan praktik modifikasi tangki untuk menampung BBM dalam jumlah tidak wajar. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah tangki hasil rekayasa yang langsung diamankan di lokasi.

    Kepala Seksi Lingkungan Dishub Jayawijaya, Reyn Sadai saat melakukan Sidak di APMS Lasminingsih.

    Foto : Istimewa

    Kepala Seksi Lingkungan Dishub Jayawijaya, Reyn Sadai, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut praktik modifikasi tangki BBM kini semakin marak terjadi, terutama setelah kenaikan harga BBM non-subsidi.

    “Kami temukan praktik modifikasi tangki BBM rekayasa pada mobil dan motor saat sidak. Ini menjadi perhatian serius karena berpotensi disalahgunakan untuk penimbunan,” ujar Reyn.

    Ia menjelaskan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Jayawijaya, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di wilayah Papua Pegunungan. Menurutnya, sejumlah oknum memanfaatkan kondisi tersebut untuk menimbun BBM menggunakan tangki rakitan demi keuntungan pribadi.

    “Yang terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya, banyak oknum memanfaatkan situasi untuk menimbun BBM lewat tangki rakitan,” tegasnya.

    Sebagai tindak lanjut, seluruh tangki modifikasi yang ditemukan langsung dicabut dari kendaraan dan dibawa ke kantor Dishub Jayawijaya untuk proses penanganan lebih lanjut. Reyn juga menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil temuan ini kepada Bupati Jayawijaya.

    Ia menegaskan bahwa penggunaan tangki standar untuk mengantre BBM tidak menjadi persoalan. Namun, praktik penggunaan tangki rakitan dinilai melanggar aturan dan merugikan masyarakat luas.

    “Kalau antre pakai tangki standar tidak masalah. Tapi ini sudah banyak rakitan. Perlu ditindaklanjuti oleh Polres, Dishub, SAMSAT dan Perindakop,” tutupnya. (Agris Wistrijaya/Martina Matuan)

  • DLH Jayawijaya Pantau Langsung Pembersihan Di Perempatan Jalan Trikora-Panti Asuhan

    DLH Jayawijaya Pantau Langsung Pembersihan Di Perempatan Jalan Trikora-Panti Asuhan

    WAMENA – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ, yang didampingi Plt. Kadistrik Wamena Kota, Nius L. Wenda, S.Kom, memantau langsung aksi bersih-bersih yang dilakukan para pemuda Gereja Kingmi Musaima di sekitar perempatan jalan Trikora-Panti Asuhan Wamena, Senin (04/05/2026)

    WAMENA – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, Sp.KJ yang didampingi Plt. Kadistrik Wamena Kota, Nius Wenda, memantau langsung aksi bersih-bersih yang dilakukan para pemuda Gereja Kingmi Musaima di sekitar perempatan jalan Trikora-TMP, Senin (04/05/2026)

    Foto : Istimewa

    Pembersihan jalan dimulai sekitar pukul 08.00 WIT, diawali dengan membersihkan ruas jalan hingga selokan atau parit di sekitar jalan tersebut.

    Kegiatan ini merupakan upaya dalam mendukung program kebersihan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk mewujudkan Wamena sebagai Kota DANI ‘Damai, Aman, Nyaman dan Indah.

    Ini juga sebagai tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat ‘Indonesia Asri’. Sehingga sejak tahun 2025 DLH Jayawijaya gencar melaksanakan dan mengkampanyekan program bersih-bersih lingkungan, dimulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, hingga lingkungan masyarakat. (Vina Rumbewas/Martina Matuan)