Hal tersebut dikatakan Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten I Setda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono saat mengikuti acara Wisuda Angkatan Ke-5 STIKIP (Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu pendidikan) ABDI WACANA Wamena di Gedung Ukumiarek Asso Jumat (29/5)
Dikatakannya bahwa sebagai Bupati atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Jayawijaya mengucapkan terimakasih dan apresiasi khususnya kepada STIKIP ABDI WACANA Wamena atas dedikasinya dan pengabdiannya dalam membantu pemerintah daerah, karena STIKIP Abdi Wacana merupakan perguruan tinggi pertama dan terkemuka di kota Wamena dalam meningkatkan kuallitas SDM khususnya pendidikan keguruan.
Bupati meminta kepada Lembaga-lembaga perguruan Tinggi yang ada di daerah ini seperti STAK,STISIP, STIPER, ABA, STIMIK , dan Perguruan tinggi lainnya hendaknya memiliki visi dan misi yang sama serta berkomitmen penuh mencerdaskan kehidupan masyarakat kita terutama generasi muda yang kelak menjadi cikal bakal penerus estafet pemimpin di daerah ini.
Melalui Tridharma perguruan tinggi yaitu, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, harapan saya bahwa setelah beberapa tahun mengenyam pendidikan , maka ilmu yang telah didapatkannya di kampus selanjutnya dapat diterapkan di masyrakat dan jangan sia-siakan ilmu yang dipelajarinya.
Lebih jauh dikatakan Bupati bahwa, kalau satu perguruan tinggi dapat mencetak 100 orang sarjana bisa kita bayangkan ada beberapa ribu orang sarjana yang berhasil kita hadirkan demi kesejahteraan Papua
Bupati menegaskan bahwa Lembaga perguruan tinggi yang ada di daerah ini berkewajiban untuk menyediakan SDM yang terampil teruji, dan memiliki mental yang tangguh untuk membangun wilayah Pegunungah Tengah Papua.
Kepada para wisudawan diharapkan setelah meraih gelar sarjanan, jangan diandalkan untuk menjadi PNS saja meskipun peluang itu ada namun saya menekankan supaya dapat menciptakan peluang berwirausaha, membuka lapangan kerja seperti yang diinginkan pemerintah menjadi mandiri dan hindari sikap ketergantuangan pada pemerintah.
Sementara itu, ketua kopertis wilayah XIV (Sembilan) Papua dan Papua barat Drs. Festus Simbiak. M.Pd mengatakan bahwa ke 102 wisudawan ini adalah anugrah Tuhan bagi kita di Lembah Baliem ini yang nantinya akan menjadi penerus perubahan di daerah ini
Oleh karena itu, diakuinya bahwa lima tahun bukanlah wakltu yang singkat dalam proses perkuliahan namun itu adalah waktu yang panjang yang telah dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat mencapai hasil saat ini.
Sementara itu Ketua TIKIP Abdi Wacana Wamena Wiklif Wakerkwa S.Sos,MM menambahkan bahwa lulusan tahun ini mengalami peningkatan mencapai seratus lebih dan semuanya memiliki tingkat kelulusan yang memuaskan, dengan tiga program studi masing-masing prodi yaitu jurusan Sastra Bahasa Indonesia sebanyak 48 orang, prodi Bahasa Inggris 29 orang, Matematika 25 orang
Mereka ini nantinya akan terserap di dunia kerja baik di pemerintahan, menjadi Guru, maupun berwirausaha karena mempunyai skil dan keahlian di bidangnya masing-masing.(Titus)
Category: Berita
-
Stikip Abdi Wacana Wamena Meluluskan 102 Wisudawan/I
-
Adat Dan Pemerintah Perlu Kerjasama Untuk Membangun Daerah
Jika ingin berhasil dalam pembangunan, maka kita harus menggalang kekompakan solidaritas sosial, kerjasama dan sinergitas dengan pihak lain, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di segala bidang.
Demikian sambutan Bupati Jayawijaya yang dibacakan Wakil Bupati Jhon Richard Banua SE. M.Si pada acara peringatan Hari Pattimura ke-198 se- pegunungan tengah yang dihadiri para muspida, kepala-kepala suku dari Maluku yang berlangsung di Gedung Ukumiarek Asso, Wamena (15/05).
Dikatakan bahwa di Maluku ada istilah ”Pela Gandong” sebagai wujud hubungan kasih dan kerja sama antara kampung, tanpa melihat latar belakang suku, Agama, dan Tradisi. Saya pikir kita di Pegunungan Tengah Papua juga perlu didorong adanya dialog dan kerjasama antara suku, antara paguyuban atau antara wilayah adat yang disponsori lembaga musyawarah adat atau pemerintah di masing-masing kabupataen.
Kita semua dalah “KABARESI” di Pegunungan Tengah. Ketika setiap anak bangsa dengan tulus mau bekerja keras dan mau berjuang tanpa pamrih, serta mau melihat kawasan ini maju dan tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia pengembangan kawasan Pegunungan Tengah membutuhkan karakter yang kuat
Saya juga menyampaikan bahwa kobarkan semangat juang, maju terus pantang mundur supaya visi pembangunan Pegunungan Tengah Papua dapat terwujud, mari kita bersama-sama melakukan karya-karya besar dalam pembangunan di kawasan Pegunungan Tengah Papua
Sementara itu, Ketua IKEMAL Pegunungan Tengah Papua Drs. Chris Manuputty MM mengatakan Momentum hari Pattimura setiap tanggal 15 Mei adalah sejarah besar yang harus dikenag sepanjang masa. 198 tahun lalu Kapitan Pattimura dan kawan-kawan dengan gagah berani merebut benteng Dourstede sebagai lambang kekuasaan Belanda di Maluku.
Di era kemerdekaan saat ini sebagai era baru dengan semangat juang yang baru dimana kita mengisi dengan berbagai pembangunan, oleh karena itu dengan semangat Pattimura itu menjadikan kita lebih keratif bekerja keras, meningkatkan prestasi di segala bidang kehidupan
Kita sebagai generasi saat ini menjaga teladan, jaga diri dari hal-hal yang merusak moral tetapi juga bekerja keras jangan banyak menuntut, bertindak sebagai agen perubahan, kita mendukung pembangunan bersama-sama mengangkat saudara-saudara kita dari kemiskinan, keterbelakangan, sehingga semua dapat menikmati kemerdekaan yang dicita-citakan bersama.
Selain itu pula sebagai Warga Maluku yang hidup di pegunungan Tengah harus menjadi bagian dari masyarakat di Pegunungan Tengah, menghormati nilai-nilai budaya, menghormati dan menghargai pemerintah dalam setiap program-program pembangunan.
Sebelum acara tersebut dilakukan pemberian Obor dari ketua IKEMAL Pegunugan Tengah Papua Chris Manuputty kepada Pemerintah daerah dalam hal ini Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R Banua sebagai simbol penghargaan sekaligus sesepuh atau saudara sesuai tema, Katong Samua Bersaudara.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembakaran Obor berjalan kaki mengelilingi Kota Wamena, bersama dengan Ketua-ketua adat Maluku, selain itu dilakukan pertunjukan tari-tarian asal daerah Maluku serta penampilan Artis Maluku Mita Talahatu dalam mengisi acara tersebut. (TTS/Hms) -
Angka Positif HIV/AIDS DI Jayawijaya Menembus Angka 5.100 Orang
Demikian sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP MH. Yang di Wakili drg. Alosyus Giay. M.Kes. pada acara Pelatihan TOT Sistem Informasi Posyandu TP.PKK Provinsi Papua Wilayah Adat La-Pago yang diikuti peserta dari 7 kabupaten wilayah adat La-Pago termasuk perwakilan dari BPMK, BKKBN, LSM Peduli kesehatan yang berlangsung selama 5 hari, di Aula Gedung Ukumiarek Asso Wamena.
Dikatakan dengan memberikan pelatihan sistem informasi posyandu TP.PKK dapat memberikan pembimbingan yang terarah mulai dari kampung, dan distrik. Hal itu sejalan dengan upaya PKK dalam mendukung program kesehatan bagi Ibu Hamil dan anak di daerah-daerah yang terpencil di wilayah Lapaggo.
Apalagi dengan adanya kegiatan melalui TOT sistem Informasi posyandu ini sebagai sarana dalam mencegah berbagai kasus-kasus yang akan terjadi khususnya peningkatan kesehatan masyarakat kampung di 7 daerah adat di Papua termasuk di wilayah Lapago yang menjadi contoh dan kemudian berlanjut di daerah wilayah adat lainnya.
Ketua TP.PKK Provinsi Papua Ny. Yulce Enembe menambahkan Posyandu adalah ujung tombak pembangunan kesehatan kedepan, oleh karena itu peran serta PKK sangat diperlukan dimasa-masa akan dating. Kegiatan ini diharapkan juga sebagai percontohan Posyandu yang terintegrasi dengan PAUD, dan ketrampilan hidup Live skil.
Pemeriksaan kesehatan Ibu dan anak menjadi hal yang penting sejalan dengan peningkatan hidup generasi bangsa, termasuk Iva serfik agar perempuan Papua mengetahui gejalan penyebab kanker rahim, yang akan dideritanya dan ada pencegahan lebih dini.
Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten Bagian Administrasi Umum Gaad Piranid Tabuni SP.MM menyampaikan kegiatan ini sebagai kegiatan yang baik di mana dapat meningkatkan hajat hidup orang banyak termasuk kesehatan Ibu dan Anak.
Oleh karena itu Gaad Piranid berharap pemberdayaan terhadap masyarakat kampung, oleh TP PKK dapat meningkatkan kualitas hidup orang banyak. Melalui bimbingan TOT sistem Informasi Posyandu kepada anggota TP.PKK di wilayah adat Lapago sampai ke kampung dan distrik dengan baik secara berkesinambungan dalam melahirkan generasi Papua yang hebat.
Apalagi tercatat bahwa tingkat kematian Ibu dan anak di daerah ini cukup tinggi termasuk angka kematian melalui bahaya penyakit HIV/AIDS yang sudah mencapai angka 5.100 orang dan hal ini sangat mengancam keberlangsungan hidup manusia. sehingga dengan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan kesehatan di daerah ini. Kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda peserta bagi perwakilan peserta TP PKK. (TTS/Hms) -
Wamena Menjadi Berkat Bagi Daerah Lain Ditanah Papua
Dewasa ini banyak terjadi persoalan di Tanah Papua yang kalau tidak di jaga dengan baik akan berdampak pada kehancuran moral termasuk banyaknya penyakit menular seksual HIV/AIDS, Pembunuhan, Pencurian, kekerasan.pembiaran yang terjadi dalam aspek pembangunan
Demikian Sambutan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe S.IP.M.Hum yang dibacakan Asisten III Setda Provinsi Papua Rissiana Upessy SH dalam rangka acara, Kebaktian Mezbah Tahun ke-9 Se- Pulau dan Tanah Papua, Zion Kids dengan Tema. Bersuka cita bersama dengan umatNya Israel (Roma (15;10) kegiatan yang berlangsung selama empat hari 11-14 2015. Yang diikuti sebanyak 500 peserta se-Tanah Papua.
Hal ini menjadi bagian dari kehidupan keseharian kita. Oleh karena itu gereja dituntut untuk menuntun domba-dombanya ke jalan yang lurus karena Injil adalah kekuatan Allah yang mampu menjawab segala persoalan kehidupan kita.
Banyak orang Kristen hidupnya tidak memuliakan Tuhan, hidup diluar kebenaran kristus hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi gereja untuk menuntun umatnya, apalagi tahun-tahun ini adalah tahun misteri yang harus kita hadapi beersama sebagai umat Tuhan di Tanah Papua.
Dengan adanya kegiatan kebaktian Mezbah Zion Kids tahun ke-9 se- Tanah Papua ini adalah hal yang baik dimana kita dapat berdoa bagi keselamatan Yerusalem, Seluruh Dunia bahkan Tanah Papua.
Segala persoalan yang terjadi menjadi tanggung jawab kita semua termasuk pemerintah di tingkat provinsi, Kabupaten/Kota, karena kita harus menjadi subyek bukan menjadi objek dalam setiap pembangunan.
Butuh banyak kegiatan seperti ini untuk menumbuhkan iman percaya yang dapat membangun Papua sesuai dengan Visi,Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yaitu, Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera dapat tercapai.
Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH.MH saat memberikan Sambutan mengatakan, Wamena adalah jantung Papua kalau jantung sakit maka semuanya juga sakit, sehingga perlu persatuan gereja Tuhan untuk melayani di Tanah Papua selanjutnya dikatakan bahwa pertobatan harus dimulai dari sebuah pertobatan para pimpinan di Tanah Papua.
Kita datang ke Wamena hanya karena Yesus, karena ikut Yesus gratis tidak sogok, Yesus tidak meminta sesuatu dari kita namun Yesus hanya meminta kita untuk membawa hidup kita kepadaNya
Tidak ada teori bahwa air itu mengalir dari pesisir ke gunung, yang ada air mengalir dari gunung ke pesisir, artinya kita di gunung menjadi berkat bagi daerah-daerah lain di Tanah Papua ini.
Usai kegiatan tersebut, dilakukan Doa berkat dari hamba Tuhan kepada Bupati sebagai tanda memberkati setiap langkah kehidupan dan menjadi saksi Kristus. (TTS/Hms) -
Bupati Mengajak Semua Untuk Saling Bersinergi Sesuai Peran
Laporan keterangan pertanggungjawaban memuat hasil penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan disampaikan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setelah 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.
Mencermati klausul pasal 3 Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 2007 tentang Mekanisme Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang memerlukan pembahasan secara internal oleh DPRD guna menghasilkan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Demikian sambutan Bupati Jayawijaya pada acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jayawijaya dalam rangka Penyampaian Catatan dan Rekomendasi DPRD terhadap materi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jayawijaya tahun 2014 dan Penutupan Rapat Sidang Paripurna Masa Sidang Satu tahun 2015 yang dihadiri para MUSPIDA dan seluruh anggotan DPRD Jayawijaya di Gedung DPRD (11/05).
Mencermati klausul pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2007 tentang Mekanisme Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban yang memerlukan pembahasan secara internal oleh DPRD guna menghasilkan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban tahun anggaran 2014 merupakan penjabaran dari rencana kerja pembangunan daerah tahun 2014 atau turunan dari Rencana Kerja Pembangunan Jangka Menengah dari periode 2013-2018 dan masih mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2017.
Pertanggungjawaban Bupati tahun 2014 dimaksudkan sebagai progress report tahun pertama dari pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Bupati dan wakil Bupati Jayawijaya periode 2013-2018 sekaligus sebagai wahana penilaian dan perbaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada masa mendatang.
Bupati mengajak semua untuk saling bersinergi sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing. Akhirnya apa yang telah dicapai pada tahun ini, tentunya masih perlu untuk ditingkatkan kembali agar apa yang menjadi target dan tertuang dalam RPJMD dapat dicapai dan dilaksanakan terhadap berbagai kekurangan, kelemahan, dan permasalahan yang ada
Sehingga tentunya pelaksanaan pembangunan tahun ini akan dilakukan evaluasi untuk dijadikan acuan bagi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan untuk pembangunan pada tahun-tahun mendatang.
Rapat-rapat sidang tersebut juga di bacakan penyampaian pendapat dari fraksi-fraksi oleh pimpinan fraksi dan setelah itu dilakukan penandatanganan SK (Surat Keputusan) DPRD Kab. Jayawijaya tentang catatan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Jayawijaya tahun 2014 dan dilakukan penyerahan SK DPRD Kab. Jayawijaya tentang catatan dan rekomendasi . (TTS/Hms) -
Kita Menjadi Mantap Kalau Kita Melayani Di Daerah Terpencil
Percuma kita sekolah teologia tinggi-tinggi namun tidak dapat melayani di daerah-daerah terpencil, kita harus melayani dengan hati, artinya, pelayanan itu belum menjadi mantap kalau kita tidak melayani di pos-pos atau daerah terpencil
Demikian Sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH saat menghadiri acara Sidang Majelis Daerah Gereja Bethel Indonesia di Gedung Ukumiarek Asso yang dihadiri, Ketua Umum BPH GBI, Pejabat Gereja Bethel Indonesia, Badan Pekerja Daerah se- Pegunungan Tengah, Badan Pekerja Wilayah Jayawijaya dan jemaat GBI Jayawijaya (05/05).
Lanjut Wempi Kalau pelangi itu warnanya merah saja tidak baik. namun ketika pelangi itu berwarna warni kelihatannya indah. demikian dalam pelayanan perlu ada variasi berbagai macam dedominasi gereja sehingga terlihat saling mengisi sebagai tubuh kristus.
Wamena adalah jantungnya Tanah Papua kalau hanya jantung saja tidak bisa jalan, kalau hanya kaki saja kita tidak melihat oleh karena itu perlu persatuan kekompakan saling membantu sehingga semua itu bisa berfungsi dengan baik dan utuh. Persatuan gereja dewasa ini sangat dibutuhkan bukan saling mempertahankan diri dengan doktrin gereja masing-masing.
Ketua PGGJ Persatuan Gereja-gereja Jayawijaya Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th memberikan apresiasi dengan dilakukannya sidang Majelis Daerah ini karena hari ini adalah momentum yang dipersiapkan Tuhan untuk memberkati daerah ini”katanya.
Sidang Jemaat Daerah ini adalah bagaimana mengkristalkan jemaat menjadi satu tubuh kristus yang hidup melayani pekerjaan Tuhan sehingga bisa memberikan dampak bagi semua orang terutama bagi jemaat GBI agar menjadi mantap.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa di Jayawijaya sendiri terdapat 15 dedominasi gereja dan semua berpartisipasi dalam mendukung pelayanan Pekerjaan Tuhan baik hal-hal yang bersifat rohani maupun kehidupan keseluruhan jemaat secara jasmani.
Banyak yang mengatakan bahwa di daerah ini Kristen menjadi mayoritas namun juga menghasilkan kekerasan yang tinggi, termasuk timbulnya berbagai penyakit menular HIV/AIDS . Oleh karena itu sudah menjadi tanggungjawab kita bersama mengatasi masalah besar ini. Marilah kita saling bergandengan tangan melayani karena itu adalah tanggungjawab kita sebagai pelayan Tuhan di daerah ini.
Sementara itu Ketua umum BPH GBI Pdt.Dr. Japarlin Marbun mengatakan untuk menuai bersama ladang yang sudah menguning dalam era baru menuju GBI mantap yaitu, sebagai hamba Tuhan, kita dituntut untuk memprioritaskan kehendak Allah dalam seluruh aspek pelayanan dan kehidupan.
Mengutamakan kesatuan dan kesehatian sebagai tubuh Kristus. Kebersamaan tidak bisa terwujud jika masing-masing mempertahankan kepentingan sendiri, dengan kesehatian dan kesatuan, segala beban yang ditanggung menjadi ringan. (TTS/Hms) -
Urusan Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Semua Orang
Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya, pengetahuan dan menguatkan pilar ketahanan moral, persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan Afrika
Demikian sambutan Mentri Pendidikan dan kebudayaan Prof. Dr. Anies Baswedan yang dibacakan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipon SH, MH saat bertindak sebagai Pembina upacara bendera memperingati hari pendidikan Nasional 2 Mei di Lapangan pendidikan Wamena (2/05)
Dikatakan, Indonesia adalah Negara penuh berkah di Tanah ini setancapan ranting bias tumbuh menjadi pohon yang rindang alam subur laut melimpah apalagi bila meli9hat mineral minyak, Gas, Hutan dan semua deretan kekayaan alam Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa namun kita semua harus sadar bahwa asset terbesat Indonesia bukan Tambang, Gas, Minyak, Hutan namun adalah kualitas manusia Indonesia.
Lebih jauh dikatakan manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa, jangan sesekali kita mengikuti jalan berpikir kaum colonial. Dimasa lalu focus mereka adalah kekayaan alam saja tanpa pedulli pada kualitas manusianya.
Kini kita sudah 70 tahun merdeka. Itu bukan hanya untuk menggulung kolonialisme melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan social baghi seluruh rakyat Indonesia, jangan sampai kita hanya tahu tentang kekayaan alam tetapi tidak tahu kualitas manusia
Mentri pendidikan Asies Baswedan menambahkan lagi, berjuta jumlah putra-putyri Indonesia yang kini telah berhasil meraih kesejahtteraan pada kita yang telah sejahtera jelas terlihat bahwa pendidikan adalah hulunya karena pendidikanlah maka terbuka peluang untuk hidup lebih baik
Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik. Bagi kita yang kini berkiprah diluar dunia pendidikan mari kita luangkan perhatian terlibat memajukan pendidikan. Kita menodrong pendidikan menjadi gerakan semesta yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa masyarakat merasa memiliki.
Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadran tentang pentingnya karakter pancasila dalam pendidikan kita sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa sehat, berilmu, kreatif dan menjadi warga Negara yang demokratis.
Diharapkan kita harus mengubah prespektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah tanggung jawab kita semua
Usai upacara bendera di lapangan p0endidikan di lakukan pemberian hadiah oleh Bupati dan wakil Bupati kepada pemenag lomba cerdas cermat, lomba majalah dinding, serta di lakukan siarah ketaman makam pahlawan wamena. -
Kita Menjadi Bangsa Yang Besar Harus Melalui Pendidikan
Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH saat memberikan sambutan pada acara pekan generasi emas Jayawijaya dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Gedung Ukumiarek Asso (29/04).
Selanjutnya dikatakan bahwa jangan pandang Guru dengan sebelah mata karena gurulah yang menjadi penentu masa depan kita kearah yang lebih baik lagi, kita ingin menjadi bangsa yang besar semua itu lewat pendidikan dan gurulah yang menjadi penentu.
Dikatakannya kalau kita menjadi sukses pasti yang akan merasa bangga adalah guru kita, walau guru mendidik dan mencerdaskan anak-anak dan kadang merasa bosan namun kita jangan henti-hentinya mengembangkan ide-ide kreati bagi generasi emas yang akan datang .
Di daerah pegunungan banyak guru-guru yang tinggal seperti didalam sebuah kuali tapi otak dan pikiran kita tidak sama seperti dalam kuali kita ingin cerdas seperti orang lain, kalau kita ingin menjadi apapun pasti harus melalui pendidikan, kalau ingin menjadi pintar maka guru-guru juga harus lebih pintar pula kualitasnya.
Diharapkan bahwa dengan pekan generasi emas Jayawijaya ini, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi pioneer dalam mencerdaskan generasi muda bangsa, kita ingin menjadi agent perubahan demi pendidikan yang berkarakter.
Ketua paniti Alvan Sri Cahya S.Pd mengatakan, Pekan Generasi Emas Jayawijaya dalam rangka hari pendidikan nasional dengan tema Tong bersama bangkitkan Generasi Emas Jayawijaya” melibatkan TK-SMU/SMK dengan kegiatan perlombaan madding, radio anak, cerdas cermat, selam a 4 hari. -
Wamena Menjadi Ikon Pembangunan Di Pegunungan Tengah
Demikian Sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH,MH saat menghadiri Pisah sambut Kapolres baru dari AKBP Adolf Beay,SE kepada Kapolres Baru AKBP Semmy Ronny Thaba di Gedung Ukumiarek Asso, yang dihadiri Bupati, Sekda, para Muspida dan segenap Anggota kepolisian Jayawijaya (27/04)
Bupati Wempi Wetipo juga memberikan selamat datang kepada Kapolres baru karena diberi kepercayaan untuk bertugas di daerah pedalaman, dikatakan bahwa kalau ke papua namun tidak ke Wamena rasanya belum lengkap, Wamena adalah jantung Papua dan menjadi Ikon Pembangunan di Pegunungan Tengah dan sebagai mama bagi daerah-daerah lain di Pegunungan Tengah
Lebih jauh ditegaskannya, pembangunan Makobrimob tetap dilanjutkan karena warga masyarakat semakin tidak merasa aman dengan berbagai tindak kriminal termasuk orang mabuk. Bupati/Walikota dan Gubernur wajib memberikan rasa aman tanpa membeda-bedakan suku, Agama dan Ras dalam membangun daerah
Saya sebagai Bupati dipilih secara langsung oleh 40 Distrik 328 kampung mempunyai komitmen membangun daerah ini. Jadi kalau ada yang keberatan datang lapor jangan hanya di jalan-jalan supaya kami tahu orang tersebut dari distrik mana karena semua telah mendukung termasuk DPRD karena sudah serahkan berkas ke DPRD Jayawijaya dan selanjutnya dilakukan pembangunan makobrimob.
Diharapkan bahwa dengan dilantiknya Kapolres baru dapat bersama-sama pemerintah mendukung pembangunan Wamena yang DANI (Damai, Aman, Nyaman, Indah) sesuai dengan Motto Jayawijaya hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Usai acara tersebut dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari Bupati kepada kapolres lama serta foto bersama. (Humas Jayawijaya). -
Apa Yang Kita Tabur Juga Akan Kita Tuai
Demikian Sambutan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua klasis Baliem Tengah Jemaat Yeriko Yelekama di Napua (23/04)
Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Semuanya itu hanya menunggu waktu Tuhan saja, oleh sebab itu, dengan segala kemampuan yang ada jemaat harus bekerjasama, bukan hanya tergantung pada uang, bantuan saja” saya harapkan untuk bahan bangunan seperti batu dan pasir bisa ambil di gunung longsor”ucapnya
Saya juga mengharapkan bahwa jemaat harus hidup kompak saling membantu dalam proses pembangunan gereja. Saya mau sampaikan bahwa sebagai anak kesulungan dari Injil setiap pekerjaan Tuhan harus selesai termasuk pekerjaan menara salib Wiosilimo sehingga dapat diresmikan 20 April tahun 2017 nanti.
Sementara itu ketua GKIP Daerah Baliem Tengah Marthen Yogobi menyampaikan, Jemaat Kingmi diajar mandiri jangan sampai pembangunan gereja menghambat pelayanan. kami juga harapkan bahwa pembangunan gedung gereja bisa selesai dalam waktu empat bulan kedepan.