Category: Berita

  • Apa Yang Kita Tabur Juga Akan Kita Tuai

    Demikian Sambutan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH dalam acara peletakan batu  pertama pembangunan Gereja Kemah Injil  (Kingmi) di Tanah Papua klasis Baliem Tengah Jemaat Yeriko Yelekama di Napua  (23/04)
    Apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Semuanya itu hanya menunggu waktu Tuhan saja, oleh sebab itu, dengan segala kemampuan yang ada jemaat harus bekerjasama, bukan hanya tergantung pada uang, bantuan saja” saya harapkan untuk bahan bangunan seperti batu dan pasir bisa ambil di gunung longsor”ucapnya
    Saya juga mengharapkan bahwa jemaat harus hidup kompak saling membantu dalam proses pembangunan gereja. Saya mau sampaikan bahwa sebagai anak kesulungan dari Injil setiap pekerjaan Tuhan harus selesai termasuk pekerjaan menara salib Wiosilimo sehingga dapat diresmikan 20 April tahun 2017 nanti.
    Sementara itu ketua GKIP Daerah Baliem Tengah Marthen Yogobi menyampaikan, Jemaat Kingmi diajar mandiri jangan sampai pembangunan gereja menghambat pelayanan. kami juga harapkan bahwa pembangunan gedung gereja bisa selesai dalam waktu empat bulan kedepan.

  • Kegiatan Pelatihan Penguatan Kader Pangan Dan Gizi Di Buka Resmi

    Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH yang dibacakan Asisten Administrasi  Umum Gaad Pirannid Tabuni SP,MM saat membuka kegiatan Pelatihan penguatan kader pangan dan Gizi kepala-kepala Distrik dan masyarakat kampung di Gedung sekolah Minggu selama satu hari (22/040
    Kegiatan pelatihan penguatan kader pangan dan Gizi bagi anak Didik pada tingkat pendidikan sekolah dasar dapat juga meningkatkan ketahanan fisik dan menghasilkan insan yang cerdas dan kompetitif bagi anak sekolah yang erat kaitannya dengan akselerasi kegiatan proses belajar mengajar
    Dalam melaksanakan program PMT-AS bagi anak-anak sekolah pada distrik, 5 kampung dan 5 sekolah (PMT-AS) dalam mendukung kecerdasan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan pelatihan penguatan penyediaan makanan tambahan
    Selain itu saya berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini akan dilatih untuk menjadi kader dan akan mengkordinir Ibu-ibu di distrik dan kampung dalam rangka penyediaan makanan tambahan sehingga dapat mengikuti dengan baik.
    Usai acara pembukaan ditempat yang sama juga Asisten administrasi umum Gaad Pirannid Tabuni memberikan penyamatan tanda peserta pelatihan  bagi perwakilan peserta kegiatan dan pemukulan tifa tanda kegiatan diresmikan.
       

  • Injil Masuk Di Lembah Baliem Sebagai Anugerah Tuhan

    Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH.MH saat mengikuti Ibadah Perayaan 61 Tahun Injil Injil masuk diI Lembah Baliem di Gedung Ukumiarek Asso, yang diikuti Para Pimpinan Gereja dari 15 dedominasi Gereja, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat Jayawijaya. Selasa (20/4)
    Lebih jauh Wempi mengatakan, Kalau hari ini kita menikmati perayaan Hut 61 Tahun masuknya injil di daerah ini, hal itu adalah anugerah Tuhan, saya tidak bisa membayangkan 61 tahun waktu lampau itu seperti apa kondisi rilnya dan seperti apa sulitnya. Namun injil yang membawa kita keluar dari kegelapan kepada terang.
    Walaupun kita berada dalam dalam bahaya besar apapun namun jika kita tetap masih hidup itu tandanya Tuhan masih memberikan kita tugas karena pekerjaannya belum tuntas didunia ini , Tuhan ingin supaya kita terus berkarya bersama kristus dalam ladang pelayanan Tuhan.
    Kita jangan takut kepada kematian, kalau Tuhan masih memakai kita untuk berkarya meneruskan Injil demi kemuliaan Tuhan pasti Tuhan juga menjaga kehidupan kita. Wamena adalah jantung Papua, kalau kita bangun Wamena dengan benar maka Papua akan menjadi berkat bagi orang lain.
    Diharapkan supaya semua  pengurus PGGJ dan semua dedominasi gereja di Kota Wamena untuk lebih aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan gerejawi secara oukumene sehingga aka n ada rasa saling mengasihi diantara jemaat Tuhan di Kota ini.
    Bupati juga meminta kepada Gereja-gereja untuk membina umat secara baik, karena saat ini banyak anak-anak Tuhan yang melakukan hal-hal yang tidak memuliakan Tuhan.seperti minum minuman beralkohol, prostitusi, pencurian. kepada aviasi dan LSM untuk terus mendukung gereja dan pemerintah dalam pelayanan publik
    Ketua PGGJ (Persatuan Gereja-gereja di Jayawijaya Pdt. Abraham Ungirwalu S.Th mengatakan Pemerintah dan gereja perlu saling mendukung menjadi mitra penting dalam membangun daerah ini, karena sebelum ada pemerintah Injil lebih awal masuk di daerah ini
    Dengan momentum Hut Pekabaran Injil ke-61 Tahun  diharapkan  semua gereja-gereja di daerah ini untuk bersatu  mendukung pelayanan pekerjaan Tuhan dan juga pemerintah daerah untuk bersama-sama bergandengan tangan dan jangan ada gap-gap, dengan demikian pekerjaan Tuhan dapat  diwujudnyatakan dan Wamena menjadi kemuliaan Tuhan
    Harapan PGGJ  supaya dengan sejarah pekabaran Injil ini kedepannya harus menjadi hari yang istimewa hari fakultatif atau hari libur, hal ini untuk menghormati para penginjil dan hari bersejarah bagi umat Kristen dikota Wamena dan wilayah pegunungan
    Usai kegiatan Ibadah Hit ke-61 dilakukan pemotongan kue Ulang Tahun sebagai bentuk solidaritas kebersamaan, Pemotongan Kue tersebut kemudian dibagi kepada 15  ketua-ketua dedominasi gereja.(Humas Jayawijaya)

  • Pembayaran Gaji Melalui Transfer Rekening Mulai Diterapkan

    Para Aparat Kampung juga mempertanyakan kepada bagian Pemerintahan kampung Setda Kabupaten Jayawijaya, bahwa sesuai aturannya sistem seperti ini sudah mulai diawal Januari 2015 namun sampai saat ini belum disosialisasikan oleh bagian pemerintahan kampung dengan baik kepada aparat kampung sehingga ada miskomunikasi
    Mereka juga mengeluh karena, kalau sistem pembayaran melalui rekening secara tiba-tiba di terapkan pasti ada hambatan, terutama untuk membuka buku rekening dengan berbagai persyaratan banki
    Ditempat yang sama juga Sekretaris Daerah Jayawijaya Yohanes Walilo S.Sos. M.Si saat menerima para aparatur kampung  memberikan jalan keluar atau solusi guna membantu para aparat kampung dengan menghadirkan pihak Bank Papua untuk membuka rekening di 338 kampung
    Diharapkan supaya dengan adanya undang-undang No. 9 Tahun 2014 tentang Desa, maka segala kegiatan di kampung/Desa mulai dari perencanaan sampai laporan pertanggung jawaban harus jelas
    Bahwa sesuai dengan undang-undang Desa ini diharapkan supaya aparat kampung harus berhati-hati dengan penggunaan Dana tersebut karena akan dipertanggung jawabkan jika tidak, maka ada sanksi yang diberikan
    Selain itu, Aparatur kampung diminta agar jangan sekali-kali berkeliaran di Kota Wamena tanpa tujuan yang jelas karena banyak kegiatan yang harus dikerjakan. dan kalau dalam penerapannya anggaran kampung dan sumber dana lainnya dikampung dan masih ada kendala maka dapat menanyakan ke bagian atau instansi teknis terkait, seperti BPMK, Bappeda, Pemerintahan Kampung untuk memberikan masukan.(Humas Setda Jayawijaya)

  • Asrama Putri Maria Goretti Resmi Di Pakai

    Demikian sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe S.IP,MH. Yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa. S.IP saat Acara Pemberkatan dan peresmian Asrama Putri Goretti Dekenat Pegunungan Tengah Papua di Wamena baru-baru ini
    Dikatakannya Dengan adanya pembangunan Gedung baru ini diharapkan mereka dapat belajar dengan tenang, rajin secara berkesinambungan sehingga kualitas mereka dari waktu-kewaktu dapat meningkat dan dapat mengangkat reputasi daerah ini bukan reputasi agama atau denominasi gereja.
    Mereka yang dibina ini akan menjadi aset semua orang bukan hanya bagi umat katolik saja, oleh  karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk bersama-sama membantu keperluan mereka dan yang terpenting adalah menjaga dan merawat asrama ini sehingga dapat dipakais ecara berkesinambungan
    Pemerintah Provinsi dengan dana alokasi khusus sudah memberikan prosenan 80-20% untuk kabupaten-kota. Sehingga dalam perjalannanya pemerintah daerah setempat yang dapat membantu setiap keperluan bagi peningkatan sumberdaya Manusia.
    Uskup  Jayapura Leo Laba Ladjar OFM. menyampaikan bahwa di daerah lembah Baliem ini terdapat 20 sekolah yayasan Katolik YPPK dan hampir sebagaian memprihatinkan, terutama menyangkut masalah dana pembayaran gaji guru dan sebagainya.
    Dikatakan kami tidak bisa berbuat tanpa masyarakat, sehingga untuk membentuk sumberdaya manusianya perlu upaya kerja keras  apalagi yang kita bina adalah menyangkut pembentukan manusianya bagaiman mencerdaskan orang bukan asal-asalan.
    Apalagi saat ini adanya sekolah gratis dimana semuanya harus gratis, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah katolik, karena sekolah juga harus mencari biasanya gaji guru dan sebagainya.  Dengan demikian perlu peran serta semua komponen untuk menyikapi masalah pendidikan
    Bangunan Fisik sudah selesai, dan saatnya peningkatan sumberdaya manusianya, karena peningkatan sumberdaya manusia bukan terletak pada bangunan fisiknya. Pembangunan manusia bukan sekali jadi  seperti bangunan namun butuh proses panjang
    Asrama Goreti yang dibangun tahun 2013 ini memiliki 12 buah kamar tidur, ruang belajar, dapur dengan kapasitas  33 orang penghuni dan secara keseluruhan ada 3 asrama di kurulu, Walelagama dan Wamena sebanyak 77 orang.
    Acara tersebut juga di hadiri Asisten II Gaad Piranid Tabuni SP.MM, Asisten III Fabianus Wuka. SE. M.Si.Kepala Distrik Wamena Lince Kogoya. S.IP. dan masyrakat luas. Selain itu juga ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda komitmen pembinanan Sumber daya manusia serta lounching album perdana oleh dua orang putri penyanyi cilik Wamena. (Titus)

  • 40 Aparatur Pemda Jayawijaya Mengikuti Pim Iv Pola Baru

    Demikian Sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE. M.Si saat membuka resmi Diklat kepemimpinan Tingkat IV angkatan I  dilingkungan pemerintah kabupaten Jayawijaya bertempat di Gedung Silimo Siloam Wamena, diikuti 40 orang Eselon IV selama 3 bulan 9 April – 31 Juli yang dihadiri para pimpinan SKPD terkait dilingkungan Pemerintah Jayawijaya.
    Lanjut  Banua, Aparatur  harus mampu memiliki kompetensi dan intelegensi, berdaya saing,, percaya diri dan bertindak sebagai pemegang peran sentral dalam mengembangkan kreativitas, Inovasi guna mencapai sasaran-sasaran organisasi terutama tercapainya Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati yang termuat dalam RPJMD 2013-2018 yaitu Jayawijaya yang berkualitas, berbudaya, Mandiri dan Sejahtera.
    Besar harapan bahwa prakondisi ini akan terwujud karena ditunjang dengan potensi sumberdaya alam yang ada, masyarakat yang terbuka, berpartisipasi, demokrasi dan peluang p[asar yang besar dan mengglobal namun demikian prakondisi yang potensial itu belum mampu dikelola dengan maksimal
    Dengan demikian kita tidak akan dapat bersaing dengan daerah-daerah lain, jika kita tidak konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan, penyebabnya ialah lemahnya kemampuan Aparatur dalam menuangkan Visi untuk dapat membentuk sosok pejabat sruktural Eselon IV
    Penyelenggaraan Diklat kepemimpinan tingkat IV tidak saja untuk membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan agar menjadi pemimpin operasional, tetapi disertai dengan penyelenggaraan diklat yang Inovatif yang memungkinkan peserta mampu menerapkan kompetensi yang dimilikinya.
    Oleh karena itu lanjut Wakil Bupati, sesuai ketentuan diklat kepemimpinan pola baru saat ini, bahwa dalam penyelenggaraan diklat Pim peserta dituntut untuk menunjukan kinerjanya dalam merancang suatu perubahan diunit kerjanya dan memimpin perubahan. Sehingga memberi dampak terhadap hasil yang signifikan didalam kinerjanya sendiri dan dilingkungannya ke dalam kebijakan strategis
    Dalam sistem manajemen kepegawaian organisasi pemerintah, pejabat struktural eselon IV memainkan peranan penting yang sangat menentukan dalam membuat perencanaan,pelaksanaan kegiatan-kegiatan instansi dan memimpin bawahan dan seluruh stakeholder startejik
    Diharapkan tugas ini menuntut aparatur tersebut harus memiliki kompetensi kepemimpinan operasional, yaitu kemampuan dalam membuat perencanaan, pelaksanaan kegiatan instansi dan kemampuan mempengaruhi serta memobilisasi bawahan dan stakeholder strategisnya dalam melaksanakan kegiatan yang direncanakan.
    Ditempat yang sama juga dilakukan penyamatan tanda peserta dari Wakil Bupati kepada perwakilan peserta sekaligus pemukulan tifa sebagai tanda kegiatan  Diklat Pim IV pola Baru dimulai.(Titus)

  • Kemajuan Jayawijaya Didukung Empat Pilar Bank

    Karena selama ini Bank Papua telah berhasil mendekatkan diri kepada masyarakat dengan membuka kantor-kantor kas di distrik, selain itu pemerintah daerah juga dipermudah oleh Bank Papua terkait pembayaran gaji pegawai, serta menjadi mitra dalam memberikan akses pinjaman kepada masyarakat dalam bentuk kredit.
    Hal itu dikatakan Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten II Administrasi Umum Gaad Piranid Tabuni SP. MM saat membuka kegiatan pasar murah Hut Bank Papua ke-49 di halaman kantor Bank Papua Cabang Wamena Kamis, 9 April 2015.
    Bank Papua juga menjadi pilar dalam hal kerjasama dengan bank Papua yakni, membayar gaji pegawai salah satunya ialah memberikan akses kredit kepada masyarakat untuk menseragamkan ruko dan kios-kios, walau banyak syarat namun diberi kemudahan dari pihak bank
    Bank Papua juga sebagai Ikon yang berada di jalan protokol pusat kota Wamena, dalam mendukung majunya ekonomi di Jayawijaya, selain itu juga Pemerintah dan Masyarakat mendapat dukungan oleh bank lainnya yaitu, dengan 4 pilar Bank diantaranya Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, BPR Irian Sentosa
    Dengan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini ada kemajuan yang signifikan yaitu kerjasama pemerintah daerah sangat kelihatan sebagai mitra kerja, menjabatani masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial termasuk pasar murah, donor darah, jalan santai berhadiah dengan demikian Bank Papua tidak asing bagi masyarakat
    Dinilainya bahwa kegiatan seperti ini sangat baik sesuai motonya yaitu bersama bank Papua membangun negeri sehingga pantas kalau Bank Papua menggelar kegiatan ini dan ikut  sebagai mitra kerja Pemerintah dan masyarakat.
    Diakuinya waktu lalu pemerintah memang sudah siapkan dana di bank untuk kredit usaha masyarakat namun tidak berjalan baik, dan nantinya akan dibangun lagi karena selain bank siapkan modal pemerintah daerah juga menyuntik dana bantuan dana desa.
    Tanpa Bank pemerintah tidak bisa berjalan dan tanpa masyarakat bank juga tidak bisa jalan oleh karena itu perlu kerjasama membangun kemitraan.
    Kepala Bank Papua Cabang Wamena Isak Samual Wopari. SE mengatakan bahwa, perlu sinerji antara pemerintah daerah dan Bank Papua untuk sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
     Pemerintah daerah perlu sinerji dengan Bank Papua untuk menyiapkan dana penjaminan hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kredit kepada masyarakat yang mau menjalankan usahanya namun tidak mempunyai modal sehingga kalau ada resiko kemacetan maka dapat memotong langsung lewat dana penjaminan pemerintah daerah
    Diharapkan supaya pemerintah daerah bermitra dengan Bank Papua menyiapkan dana  ditahun anggaran ini sebesar 5-10 Milyar untuk membantu masyarakat dalam usaha peternakan, perikanan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena selama ini fakum,ingat  peternakan, perikanan, dan pariwisata  mengangkat ekonomi masyarakat secara langsung
    Saat ini bank Papua sudah mempunyai 5 kantor cabang pembantu  bank Papua di Yahukimo, Lanny Jaya, Yalomo, Tolikara, Mamteng, dan satu kantor kas di Jibama Wamena
    Ketua Panitia Hut Bankl Papua ke-49 Maurits F. Musok mengatakan, kegiatan ini digelar selama tiga hari. hari pertama pasar murah diikuti oleh 10 stan yang adalah juga mitra usaha dari bank Papua, hari kedua donor darah, dan hari ketiga jalan santai.(Titus)

  • Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Merupakan Bentuk Pembinaan Hukum Bagi Masyarakat

    Untuk itu perlu ada tatanan atau aturan yang jelas yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara baik tatanan yang bersifat turun temurun atau yang disebut aturan adat maupun tatanan hukum atau aturan yang dibuat oleh pemerintah.
    Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH yang diwakili, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Tinggal Wusono saat membuka kegiatan Fasilitator Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diikuti kepala-kepala kampung dan sekretaris kampung berjumlah 80 orang  bertempat di Kantor kampung Hom-hom baru-baru ini.
    Sosialisasi perundang-undangan bagi masyarakat  akan tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah Kabupaten Jayawijaya setiap tahun. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengerti dan memahami aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat.
    Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik dalam bidang pemerintahan, pembangunan maupun dalam pembinaan kemasyarakatan termasuk pembinaan hukum karena itu adalah bentuk komitmen sejak awal Bupati Wempi dalam memimpin daerah ini.
    Dalam melaksanakan tangung jawab sebagai bentuk komitmen tersebut pasti banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi baik yang datang dari dalam maupun dari luar, sehingga perlu dukungan dari kepala dan sekretaris distrik agar senantiasa mendukung program-program pemerintah daerah kedepan.
    Sosialisasi peraturan perundang-undangan ini merupakan bentuk pembinaan hukum bagi masyarakat, karena masyarakat harus tahu dan mengerti tentang persamaan kedudukan dalam hokum.
    Oleh karena itu tujuan sosialisasi ini adalah untuk  meningkatkan pemahaman hukum kepada masyarakat baik aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah.
    Materi kegiatan fasilitasi sosialisasi peraturan perundang-undangan, produk hukum pemerintah Jayawijaya, undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang laulintas dan angkutan jalan, undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo undang-undang Nomor 20 Tahun 2001. Dan yang menjadi pemateri yaitu, Ketua Pengadilan Negeri Wamena, Kejaksaan Negeri Wamena, Kepolisian bagian Polantas, Pertanahan dan kepala Distrik Hubikiak dan Bagian Hukum setda Jayawijaya. (tts/yp/mm)

  • Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Merupakan Bentuk Pembinaan Hukum Bagi Masyarakat

    Untuk itu perlu ada tantanan atau aturan yang jelas yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara baik tantanan yang bersifat turun temurun atau yang disebut aturan adat maupun tantanan atau aturan yang dibuat oleh pemerintah.
    Demikian sambutan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH yang diwakili, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Tinggal Wusono saat membuka kegiatan Fasilitator Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diikuti kepala-kepala kampung dan sekretaris kampung berjumlah 80 orang  bertempat di Kantor kampung Hom-hom baru-baru ini.
    Sosialisasi perundang-undangan bagi masyarakat  bagi masyrakat akan tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah kabupaten jayawijaya setiap Tahun. hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengerti dan memahami aturan Hukum yang berlaku dalam masyarakat
    Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyrakat baik dalam bidang pemerintahan, pembangunan maupun dalam pembinaan kemasyarakatan termasuk pembinaan Hukum karena itu adalah bentuk komitmen saya sejak awal dalam memimpin daerah ini.
    Dalam melaksanakan tangung jawab sebagai bentuk komitmen tersebut pasti banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi baik yang datang dari dalam maupun dari luar, sehingga perlu dukungan dari kepala dan sekretaris distrik agar senantiasa mendukung program-program pemerintah daerah kedepan.
    Sosialisasi peraturan perundang-undangan ini merupakan bentuk pembinaan Hukum bagi masyarakat, karena masyarakat harus tahu dan mengerti tentang persamaan kedudukan dalam hokum
    Oleh karena itu tujuan sosialisasi ini adalah untuk  meningkatkan pemahaman hukum kepada masyarakat baik aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah
    Materi kegiatan fasilitasi sosialisasi peraturan perundang-undangan, produk Hukum pemerintah Jayawijaya, undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang laulintas dan angkutan jalan, undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo undang-undang Nomor 20 Tahun 2001. Dan yang menjadi pemateri yaitu, Ketua pengadilan, Negeri Wamena, Kejaksaan Negeri Wamena, Kepolisian bagian Polantas, Pertanahan, dan kepala Distrik Hubikiak dan Bagian Hukum setda Jayawijaya.

  • Puskesmas Ilekma Menjadi Puskesmas Percontohan Di Papua

    Demikian Sambutan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH yang diwakili Asisten Bagian Administrasi Umum, Gaad Piranid Tabuni, SP.MM  saat menghadiri HUT Puskesmas Ilekma yang ke-1 di Halaman kantor puskesmas Ilekma Napua  baru-baru ini.
    Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Tinggal Wusono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Agustinus Aronggear, S.Km. M.Kes, Kepala Distrik Napua Hantor  Matuan beserta staf  Puskesmas.
    Gaad Tabuni berpesan, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pelayanan bidang kesehatan jangan menjadi cepat puas, tapi dapat menemukan inovasi-inovasi baru, dengan itu juga dapat merangsang puskesmas lainnya untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan. Hal ini menjadi nafas dan wajib bagi staf untuk harus dijalankan “jangan hanya teori namun dapat melaksanakan pelayanannya dengan hati sesuai semboyan puskesmas Ilekma “ pesannya.
    Diakuinya  bahwa walau puskesmas Ilekma berada di luar Kota Wamena, dan sebagai daerah yang rawan konflik namun dapat memberikan prestasi yang baik, oleh karena itu perlu peran serta masyarakat, kepala kampung, kepala distrik dan seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan, dari orang mabuk, pencuri dan orang-orang yang ingin mengganggu keamanan.
    Selain itu juga akses transportasi ke daerah Napua terbilang sulit karena tidak ada trayek angkutan umum ke daerah ini. oleh karena itu kami selaku pemerintah daerah akan berupaya melalui dinas perhubungan untuk mengaktifkan trayek kendaraan umum agar bisa menjangkau daerah ini.
    Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Jayawijaya Agustinus Aronggear S.Km M.Kes menjelaskan bahwa  sebelum SOP dan SKM diterapkan banyak dokter dan perawat datang dan pergi tanpa pelayanan yang baik, tetapi sekarang kegiatan pelayanan menggunakan SOP dan SKM sehingga semua melalui prosedur walau dokter dan perawat telah berganti. Semua staf perawat dapat bekerja dengan penuh tanggungjawab.
    Kepala Puskesmas Ilekma Theresia  Rusubun, S.Km, M.Kes mengatakan ketika diresmikan Bupati tahun 2013 lalu, Puskesmas Ilekama masih menjadi Pustu, dan kegiatannya Juni-Desember masih merupakan bagian dari puskesmas Wamena Kota.
     Pada Februari 2014 secara bertahap puskesmas Ilekma memakai 10 ruangan dan setiap ruangan sudah melalui standar menteri kesehatan atau Standar Pelayanan Maksimal (SPM) dari 18 indikator standar pelayanan, Puskesmas Ilekma sudah lakukan 15 Indikator tolak ukur.
    Kegiatan pelayanan yang dilakukan meliputi Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, Pelayanan dasar umum, Imunisasi, Pelayanan Pasien HIV/AIDS, pelayanan Keluarga Berencana di 9 kampung. Kegiatan keluar diantaranya, posyandu keliling di 9 kampung, Positif Mobile, pelayanan kaki telanjang, pelayanan Ibu hamil dan melahirkan serta pelayanan Gizi.
    Selain itu juga  Puskesmas Ilekma mewakili Kabupaten Jayawijaya mengikuti beberapa iven-iven berskala Daerah maupun tingkat provinsi Papua, Rapat kerja kesehatan tingkat Provinsi dimana Ilekma dinilai berhasil dalam pelayanan sebagai puskesmas percontohan di Tanah Papua dan juara 6 tingkat provinsi dan merupakan puskesmas terbaik, serta sudah melakukan peluncuran buku puskesmas menuju ISO.
    Hal tersebut merupakan prestasi luarbiasa dimana petugas puskesmas hanya bidan PTT yang berjumlah 10 orang dengan satu orang dokter namun mampu memberikan jangkauan pelayanan bahkan mendapatkan prestasi yang mengharumkan nama daerah”akunya.
    Ditempat yang sama juga dilakukan pemotongan nasi tumpeng, dan cuci tangan bersama sebagai tanda kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (tts/yp/mm)