Category: Berita

  • Bupati Wempi Ajak PNS Untuk Tingkatkan Disiplin

    “Disiplin itu bisa diawali dari diri sendiri, keluarga, dilingkungan kantor juga dimasyarakat. Sebagai aparatur kita harus bisa memposisikan diri sebagai pelayan terbaik kepada masyarakat,” tegas Bupati Wempi. “Pelayanan terbaik itu bisa diwujudkan dengan melayani sepenuh hati tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani. “Siapapun mereka harus mendapat perlakuan yang sama dengan pelayanan prima,” ujarnya,
    Menurutnya, disiplin aparatur dilingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya kian hari kian meningkat. Hal itu dapat dilihat dari membludaknya kehadiran aparatur dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengikuti rutinitas apel Senin dan Kamis. Selain rutinitas apel, dibarengi dengan kewajiban mengisi absensi secara manual dan elektronik yang berdampak kepada penerimanan tambahan penghasilan bagi aparatur itu sendiri.
    Hal yang tidak kalah pentingnya kata Wempi, aparatur diajak untuk menjaga stabilitas keamanan secara kondusif, dengan tujuan  dapat memberikan rasa aman bagi aparatur dan masyarakat Jayawijaya untuk beraktifitas sesuai dengan profesinya masing-masing. “Mantapnya stabilitas keamanan itu merupakan salah satu perwujudan dari peran warga selaku warga negara,” ujarnya.
    Dalam kesempatan yang sama Wempi juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak TNI/Polri dan Satpol PP yang telah bekerja sama dalam menjaga situasi keamanan di daerah, melalui gelar operasi Lilin dan Matoa yang telah berhasil dengan sukses. Dalam operasi tersebut berhasil disita oleh aparat berupa minuman keras, senjata tajam dan mengamankan beberapa pelaku tindak kriminal. “Kerja sama ini perlu ditingkatkan lagi, karena miras adalah sumber malapetaka dari tindak kriminal,” kata Wempi bijak.

     

     

     

  • Rumah Jabatan Akan Segera Dibangun

    Dikatakan, setelah dilakukan penggusuran lokasi tanah tersebut akan dibangun perumahan yang diperuntukan bagi para pejabat eselon II atau kepala dinas. “Saya sangat mengharapkan, masyarakat yang tinggal di lokasi tanah tersebut segera pindah dan mencari tempat tinggal lain karena akan segera dibangun perumahan,” ujarnya.
    Menurutnya, pembangunan rumah jabatan tersebut merupakan salah satu bentuk keperdulian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terhadap para pejabat eselon II yang mengemban tugas dari atasannya. “Rumah-rumah dinas yang ditempati oleh para pejabat eselon II saat ini bukan milik pribadi, tapi milik pemerintah Kabupaten Jayawijaya. “Bila dikemudian hari ada pejabat eselon II atau kepala dinas yang memasuki pensiun, rumah dinas tersebut harus dikembalikan kepada pemerintah bukan untuk ditinggali selamanya oleh pejabat yang sudah purna tugas,” ujarnya.
    Dalam arahannya yang lain Bupati Wempi mengatakan, akan melakukan penggusuran bagi rumah warga yang tinggal berdekatan dengan bandar udara Wamena. “Untuk kebutuhan pelayanan publik perluasan apron dan ruang tunggu, sejumlah rumah warga yang berdekatan dengan bandar udara akan digusur dan pihak Pemerintah Daerah akan memberikan konpensasi,” ujarnya.
    Sementara itu Sekda Jayawijaya  Yohanes Walilo, S. Sos, M. Si yang memimpin penggusuran lokasi Baliem Cotage mengatakan penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bertujuan untuk mempersiapkan lokasi tanah untuk pembangunan rumah jabatan. “Lokasi harus disiapkan dan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian akan dibangun rumah jabatannya, “ ujarnya.
    “Ada 15 gedung yang dibongkar dan saat ini lokasi tersebut sudah dibersihkan dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, rumah jabatan tersebut akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” imbuhnya.

     

     

     

  • BPJS Wamena mulai operasional

    Dikatakan, pemerintah Kabupaten Jayawijaya sangat mendukung pelaksanaan program bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh lembaga atau instansi di daerah khususnya BPJS yang semuanya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.
    “Pemerintah saat ini telah mengeluarkan program jaminan kesehatan seperti kartu Papua sehat,  jamkesda, pengobatan gratis dan pelayanan kesehatan yang lain sehingga dengan kehadiran BPJS kesehatan di daerah ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan pelayanan standar kesehatan bagi masyarakat lebih optimal,” ujarnya.
    Sementara itu  Kepala BPJS Divisi Regional Papua dan Papua Barat Hidayat Sumithapura  M.Kes.AAK melaporkan, dengan beroperasinya kantor BPJS Wamena, pihaknya akan lebih bersungguh-sungguh untuk bekerja dengan baik melayani masyarakat. “Kantor BPJS Wamena adalah kantor cabang yang sudah mandiri dan berdiri sendiri tidak tergantung lagi kepada kantor pusat di Jayapura,” katanya.
    Hidayat menambahkan kantor cabang BPJS yang sudah dibuka dibeberapa Kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah yang memiliki jumlah pelanggan terbanyak masing-masing peringkat pertama Kabupaten Yahukimo, urutan kedua Kabupaten Tolikara, sementara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lany Jaya dan Kabupaten Mamberamo Tengah menempati diurutan ketiga.
    “Hal itu menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk menjadi mitra BPJS sangat tinggi dan masyarakat sangat memahami terhadap pemenuhan standar kesehatan yang prima,” ujarnya. “Untuk lebih memahami dan mengerti tentang BPJS itu sendiri, kita akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara kontinyu dan berkelanjutan,” tandasnya.

  • Bupati Wempi Ajak Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

    “Jadikan peringatan kali ini sebagai momentum sejarah bagi para pendeta dan pelayan hamba Tuhan untuk meingkatkan pelayanan iman kepada masyarakat,” kata Kondar. “Dengan kasih dan iman akan membentuk kepribadian diri yang senantiasa takut akan Tuhan dalam melaksanakan rutinitas sesuai profesi masing-masing,” kata Kondar lagi.
    Menurutnya pengucapan syukur atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan itu pantas dilakukan, hal itu bertujuan untuk memperkokoh dan mempererat kerukunan beragama dikalangan umat Kristiani, juga dengan umat beragama yang lain.  “Kalau persatuan dikalangan umat Kristiani dan umat beragama yang lain kokoh dan kuat dapat dipastikan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa akan semakin kokoh dan kuat berakar bagi semua umat di wilayah NKRI,” ujarnya.
    Dengan memahami  makna HUT Gereja Kingmi  ke -76, Kondar mengajak kepada umat Kristiani yang hadir untuk menumbuhkan sikap saling mengasihi dan mengabdi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada sesama umat Tuhan. “Di mata Tuhan kita semua sama, mahluk ciptaanNya yang punya kekurangan dan kelebihan,” kata Kondar bijak.
    Dalam sambutan tertulisnya yang lain Bupati Wempi mengharapkan  kepada  Gereja Kingmi  beserta seluruh umat Kristiani di wilayah Pegunungan Tengah dapat membantu pemerintah dalam ikut menjaga kebersamaan dan kerukunan  antar  sesama umat beragama sehingga terbina  dan terjaga keharmonisan dengan baik.
    Sementara itu ketua Panitia Sami Tabuni melaporkan perayaan HUT gereja Kingmi ke 76 di Wamena dilaksanakan dengan swadaya masyarakat dan para donatur serta dihadiri Ketua Gereja Kingmi pusat sekaligus melakukan pemotongan kue ulang tahun.

     

     

     

  • Jiwa Wira Usaha Dapat Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

    “Pro kontra dalam pembangunan di masyarakat itu biasa,” tegas Bupati Wempi disela-sela kegiatan turun lapangan di lokasi pasar Safri Darwin Jumat (9/1) siang. “Untuk yang pro saya memberikan apresiasi dan penghargaan, bagi yang kontra saya harapkan dapat merubah pola pikir untuk maju kedepan,” ujar Wempi lagi.
    Menurutnya, pembangunan pasar Jalan Safri Darwin yang menelan biaya milyaran rupiah harus digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat. “Pasar yang dibangun ini akan diperuntukkan bagi mama-mama putra asli daerah yang setiap harinya melakukan kegiatan perekonomian,” ujarnya.
    Mereka tidak lagi berjualan di trotoar seperti yang terlihat selama ini, tapi dapat melakukan kegiatan jual beli di pasar yang telah disediakan,” ujarnya lagi. “Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah bertujuan baik, merubah perilaku masyarakat yang selama ini statis dan pasif terhadap pembangunan menjadi aktif dan motivator pelaksanaan pembangunan itu sendiri,” ujarnya.
    Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, S. Sos, M. Si menambahkan pihaknya akan menindak lanjuti program yang telah dilaksanakan Bupati Jayawijaya. Bentuk kepedulian itu diwujudkan dengan melakukan penertiban bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di trotoar.
    “Untuk lokasi pasar di Jalan Safri Darwin, akan dirubah fungsinya menjadi gudang dan akan disewakan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Sekda Walilo disela-sela memimpin rapat dengan para pedagang di Sasana Wio Jumat (9/1).
    “Sementara pembangunan pasar di Jalan Potikelek lanjut Walilo, akan peruntukkan bagi mama-mama putra asli daerah yang selama ini melakukan kegiatan jual beli ditempat yang tidak semestinya. “Mereka akan lebih tertib berjualan di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah,” kata Walilo.
    Menurutnya, pasar Potikelek selain diperuntukkan bagi mama-mama Papua, juga  dapat ditempati oleh  orang Papua yang mempunyai jiwa kewirausahawan untuk mengembangkan potensi diri dibidang ekonomi meraih masa depan yang cerah.
    Diakuinya, pedagang asli Papua belum bisa menyamai pedagang non Papua, namun dengan semangat dan motivasi yang tinggi untuk mandiri dan berkembang dapat dipastikan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

  • Dharma Wanita Persatuan Jayawijaya Harus Mampu Bersaing Di Pasar Bebas

    Demikian sambutan tertulis  ketua Dharma Wanita pusat Ny. Nilla F Moeloek yang dibacakan ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jayawijaya Ny. Merry Manuputty pada  resepsi hari ulang tahun DWP ke-15  yang berlangsung di Aula Bappeda Jumat (9/1).
    “Karena dinamisnya regulasi yang berkaitan dengan PNS tentu akan berpengararuh bagi perkembangan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jayawijya maupun Dharma Wanita unsur-unsur pelaksana  sebagai satu-satunya organisasi istri PNS,” ujarnya.
     Perdagangan bebas yang telah dimulai berdampak kepada organisasi Dharma Wanita Persatuan yang mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung tugas dan tanggungjawab yang diemban suami demi menjawab tantangan yang ada.
    Organisasi Dharma Wanita sebagai wadah untuk membina dan mengembangkan kemampuan para istri PNS dalam melaksanakan tugas-tugas mendatang nampaknya tidak mudah, khususnya mewujudkan masyarakat Indonesia yang tangguh, sejahtera dan mandiri adalah tanggung jawab  bersama.
    Sementara itu Bupati jayawijaya dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Yohanes Walilo S.Sos.M.Si mengatakan, HUT DWP seharusnya dirayakan pada bulan Desember 2014, namun karena banyaknya jadwal kegiatan yang dilaksanakan  DWP sehingga baru dilaksanakan pada pertengahan Januari 2015.
    Hari ulang tahun DWP Kabupaten Jayawijaya yang ke-15 dengan thema, dharmawanita persatuan tanggungjawab kita semua tantangan perempuan diera globalisasi, dengan sub thema dharmawanita persatuan turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.
    “Konsekuensi sebagai seorang istri PNS  adalah wajib menjadi anggota Dharma Wanita pada masing-masing unsur, karena di era globalisasi ini Dharma Wanita harus membekali diri secara pribadi dan organisasi karena dinamisnya regulasi yang berkaitan dengan PNS akan berpengaruh tehadap kinerja Dharma Wanita,” kata Sekda Yohanes.
    Menurutnya, penganggaran terhadap Dharma Wanita dan unsur-unsur pelaksana belum optimal, namunsecara konsisten tetap dilakukan penganggaran setiap tahunnya, oleh  karena itu diharapkan DWP Kabupaten Jayawijaya dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan dan mendukung program pemerintah bersinergi dengan SKPD.
    Resepsi Hut DWP Kabupaten Jayawijaya ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Ny. Merry Manuputy dan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba. NOTE : NAIK CETAK WEBSITE

     

     

     

     

     

     

  • Bupati Wempi Selaku Pembina Apel Perdana 2015

    Disiplin itu tak bisa dipaksa-paksa, namun lahir dari  diri sendiri yang ingin berubah,” tegas Bupati Wempi lagi. Disiplin lanjut Bupati Wempi dapat merubah perilaku seseorang ke arah yang lebih baik. Dari perilaku seseorang yang malas lambat laun akan berubah menjadi rajin dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. “Perubahan itu mengindikasikan bahwa hidup seseorang ingin mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Tugas dan tanggungjawab yang diberikan pimpinan akan dilaksanakan secara maksimal oleh staf dengan baik,” ujarnya.
    Menurutnya, penerapan disiplin akan mempengaruhi kinerja PNS yang akan diwujudkan dengan pembayaran insentif. “Harus ada perbedaan dalam penerimaan insentifnya nanti, antara yang malas dan yang rajin bekerja,” ujarnya. Yang rajin akan menerima banyak dan yang malas dapat dipastikan akan menerima sedikit,” ujarnya lagi.
    Selain itu lanjut Wempi, bagi yang rajin sudah pasti dapat meningkatkan karir PNS yang bersangkutan, sementara bagi yang malas akan sangat mempengaruhi kinerjanya, bisa ditunda kenaikan gaji berkala atau kenaikan pangkatnya. “Semua akan diatur sesuai peraturan disiplin PNS,” ujarnya.
    Dalam kesempatan itu juga diserahkan Daftar Perencanaan Anggaran (DPA) SKPD tahun 2015 oleh Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo kepada perwakilan SKPD yang menerima BPMK, Dinas PU, Kantor Satpol PP dan 2 Kelurahan.
    Terkait dengan penyerahan DPA Bupati Wempi minta kepada Kantor Layanan Pengadaan (KLP) untuk segera mempersiapkan dokumen pelelangan dengan tujuan semua program yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan.  

     

     

     

  • Bupati Wempi Musnahkan 10 Ribu Liter Miras

    Mengkonsumsi miras akan membuat orang menjadi bodoh, susah berpikir positip. “Kalau sudah mengkonsumsi miras, orang akan cenderung bertindak kriminal yang lain seperti pencurian, perkelahian dan penjambretan,” ujar Wempi. Oleh karena itu lanjut Bupati Wempi, kita harus menyatakan perang terhadap peredaran miras ini. Dibutuhkan peran dari seluruh stakeholder yang ada untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya lagi.
    Menurutnya, bila seluruh stakeholder sudah sama-sama berkomitmen untuk memberantas miras dapat dipastikan Kabupaten Jayawijaya akan damai dan aman seperti yang diidamkan banyak orang. “Masyarakat tidak lagi merasa takut melakukan aktifitasnya karena merasa mendapat perlindungan dan perhatian dan pengawasan dari Pemerintah dan masyarakat itu sendiri.
    Pihaknya akan kembali bertemu dengan Legislatif untuk membicarakan kembali perda miras yang telah ditetapkan. “Kita akan cabut kembali perda yang sudah ditetapkan, dengan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada semua pelaku miras. “Tak ada kompromi dengan mereka para pelaku miras, mereka harus ditindak tegas,” kata Wempi.

     

     

     

  • Bupati Wempi Resmikan Kantor Kampung Wanggonoma Distrik Asologaima

    Dalam sambutannya Bupati Wempi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kampung Wanggonoma Markus Tabuni yang juga kepala suku Komba Tabuni karena telah berhasil merampungkan pembangunan kantor kampung secara swa daya.
    “Langkah yang telah dilakukan oleh kepala kampung Wanggonoma ini patut ditiru oleh kepala kampung yang lain,” tegas bupati Wempi dihadapan ratusan warga masyarakat yang hadir.
    Ide untuk mengawali pembangunan kantor layanan masyarakat ini tidak mudah, dibutuhkan keberanian, keuletan dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Oleh karena itu kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Markus Tabuni,” ujarnya.
    Menurutnya, pembangunan kantor kampung Wanggonoma sebagai kantor layanan masyarakat merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya. “Kantor ini harus dapat difungsikan dengan sebaik-baiknya sehingga rentang kendali birokrasi dapat dilakukan disini,” tegas bupati Wempi bijak. “Semua persoalan yang terjadi tidak selamanya harus diselesaikan di Kabupaten, namun melalui musyawarah yang baik akan dapat diselesaikan di kampung,” ujarnya lagi.
    Dalam kesempatan yang sama bupati Wempi juga menjanjikan akan membangun ruas jalan yang menghubungkan antar distrik untuk memperlancar akses komunikasi dan transportasi darat. Tak lupa Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, masyarakat dan stake holder yang terlibat dalam ikut serta menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di wilayah distrik Asologaima.
    Untuk diketahui peresmian pembangunan kantor kampung Wonggonoma ditandai dengan pengguntingan pita oleh bupati Wempi dan sekaligus penggunaan  12 bangunan fisik yang diperuntukkan bagi masyarakat terdiri dari 6 kantor kampung, 3 kantor Pustu, 1 gedung SD dan 2 TK.
     

     

     

     

  • Lagi, Bupati Wempi Resmikan Pembangunan Gedung Gereja Silo Yiwa Di Napua

    Dikatakan, gereja sebagai salah satu stakeholder pembangunan akan terus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah selaku mitra kerjanya. “Melalui gereja dapat dibentuk manusia yang beriman dan bermental baik karena takut akan Tuhan,” tegas Wempi. Melalui gereja pula lanjut Wempi, akan tercipta manusia yang memiliki keimanan kuat, teguh pendirian dan menjadi garda terdepan dalam pembangunan rohani. “Pendek kata gereja menjadi barometer cikal bakal tumbuhnya manusia yang sempurna,” ungkap Wempi.
    Menurutnya, sebagai anak yang memiliki sifat kesulungan yang saat ini menjabat sebagai pemimpin daerah ia akan membantu semaksimal mungkin untuk pembangunan rumah Tuhan. “Saya akan memberi perhatian lebih serius kepada tokoh gereja untuk membangun rumah Tuhan,” ujarnya.
    Dalam kesempatan itu Bupati Wempi juga mengajak kepada seluruh umat kristiani yang ada di Distrik Napua untuk saling bergandengan tangan dan bekerja sama membangun kerukunan antar umat beragama sebagai salah satu pencerminan sila pertama dari Panca Sila.
    “Sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan kita wajib menjaga kerukunan antar umat beragama yang satu dengan yang lain. Selain itu kita juga wajib melestarikan rasa persatuan dan kesatuan bangsa di wilayah NKRI sebagai benteng utama dalam menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan bagik dari dalam maupun luar negeri,” tegas bupati Wempi bijak.
    Sementara itu Hantor Matuan selaku panitia pembangunan gedung gereja dalam kesempatan yang sama melaporkan, pembangunan gedung gereja di Distrik Napua mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
    “Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena atas kemurahanNya pembangunan gedung gereja bagi Jemaat di Distrik Napua mendapat bantuan dari Bupati Wempi Wetipo,” ujarnya. Atas nama masyarakat, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Bupati Wempi Wetipo.
    “Seluruh masyarakat Distrik Napua menyatakan sikap, siap membantu pemerintah dalam menyukseskan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya,” imbuhnya. Usai peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh pendeta Petrus Yogoby, S. Th.