Category: Berita

  • RPJMD Merupakan Forum Sinergitas Perencanaan Tugas Pemerintah

    pelaksanaan pembangunan di kabupaten jayawijaya.
    Hal itu  dikatakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH saat membuka secara resmi  musrenbang RPJM Kabupaten Jayawijaya Tahun 2013-2018 tingkat kabupaten Jayawijaya yang diikuti  oleh Seluruh SKPD, tim Asistensi Ditjend Bangda Kemendagri, Tim Asistensi Pemerintah Provinsi Papua, Perwakilan LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Paguyuban, di Gedung Ukumiarek Asso Selasa (18/11).
    Dikatakan, sejalan dengan semangat transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, masyarakat dapat mengetahui subtansi proses penyusunan dan dapat  memberikan masukan guna perbaikan RPJMD dalam musrenbang RPJMD tahun 2014. Forum ini sekaligus menjadi media konsultasi publik, sehingga para pemangku kepentingan dapat secara aktif mengikuti dan memberikan masukan konstruktif terhadap konsep perencanaan pembangunan oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya.
    Rencana awal RPJMD kabupaten Jayawijaya periode 2013-2018 yang meliputi kondisi kabupaten, Visi dan Misi Bupati Jayawijaya dan rencana implementasi program diantaranya, kemiskinan, pengangguran, pangan, energi, infrastruktur.
    Usai kegiatan dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama oleh berbagai kalangan  diantaranya Perwakilan LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, dan Paguyuban, untuk mendukung program serta visi dan misi bupati Kabupaten Jayawijaya yaitu,  Jayawijaya yang berkualitas, berbudaya, mandiri, dan sejahtera serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang baik.

     

     

     

  • HUT HKN KE-50 Ditandai Dengan Pemberian Hadiah Bagi Dokter Dan Perawat Berprestasi

    Hal itu dikatakan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH selaku pembina  upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-50 tingkat Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung di halaman kantor Bupati Jayawijaya senin (17/11).
    Dengan momentum upacara ini, program pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat dengan kartu sehat, jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) harus dapat dilaksanakan semata-mata untuk kemakmuran rakyat, namun kenyataannya masih banyak masyarakat sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik terutama untuk mendapatkan obat,” ungkapnya.
    Menurutnya kesadaran PNS untuk tetap  berada ditermpat tugasnya masing-masing masih jauh dari yang diharapkan, bahkan dihimbau untuk mendonorkan darah bagi kemanusiaan ternyata para PNS itu sendiri takut, justru sebaliknya kesadaran masyarakat dinilai sangat tinggi untuk memeriksakan  dirinya ke VTC dibandingkan PNS.
    Oleh karenanya dengan HUT Emas HKN kali ini, sebagai aparatur harus dapat memberikan contoh yang baik dalam pelayanan kepada masyarakat sehingga dari hari kehari peningkatan dibidang kesehatan didaerah ini semakin meningkat.
    Usai Upacara Bendera, Bupati Wempi Wetipo. Memberikan penghargaan kepada kategori puskesmas terbaik, manajemen terbaik, tenaga kesehatan terbaik, Lomba balita sehat dan lomba sepakbola ceria dalam rangka HKN KE- 50 tingkat Kabupaten Jayawijaya.
    Untuk diketahui data dari LSM angka HIV/AIDS di Jayawijaya saat ini telah menembus angka 4.300 kasus.  Diharapkan peran serta seluruh stakeholder untuk memerangi penyakit HIV/AIDS agar masyarakat yang tinggal di Lembah Agung Jayawijaya selalu sehat dapat melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan profesinya masing-masing.

     

     

     

  • Kegiatan Fisik Dan Sumber Daya Kesehatan Jadi Perhatian Serius Bupati Wempi

    Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo, SH MH  memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan fisik yang sedang dan sudah dikerjakan karena kualitas pekerjaannya harus lebih baik didukung dengan administrasi yang harus baik pula.
    Lebih jauh dikatakan beberapa kegiatan fisik seperti pembangunan jalan yang masih dikerjakan saat ini belum memenuhi standar kelayakan, terutama pengaspalan badan jalan yang dilakukan hanya tambal sulam berulang kali sehingga kegiatan tersebut terkesan menjadi kegiatan rutin tiap tahun, padahal ada kegiatan-kegiatan lain yang mendesak  yang perlu dikerjakan.
    Hal lain yang menjadi perhatian bupati Wempi adalah kinerja kepala puskesmas yang sering tidak berada ditempat. “Khususnya kepala puskesmas putra daerah yang tidak proaktif melaksanakan tugasnya, oleh karenanya kepala puskesmas akan diuji kompetensinya sebelum menduduki jabatannya” ujar bupati Wempi.
     Bupati Wempi Wetipo sangat kecewa atas kinerja anak asli daerah yang sudah diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas pelayanan di daerahnya sendiri namun tidak aktif melaksanakan tugasnya, bahkan fasilitas kendaraan dinas yang diberikan oleh Pemerintah digunakan untuk kepentingan pribadi bukan untuk pelayanan kesehatan  masyarakat.
    Menindak lanjuti hal itu bupati Wempi dalam waktu dekat akan meroling jabatan kepala puskesmas dan akan dijabat oleh seorang dokter. “Kita akan tempatkan dokter sebagai kepala puskesmas,” ujar Bupati Wempi.
    Untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepan, bupati Wempi akan membentuk satgas pengawasan untuk memantau kinerja para kepala puskesmas juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana Jamkespa yang diperuntukkan bagi masyarakat.”Bagi para dokter lanjut Bupati Wempi, diwajibkan untuk mengutamakan memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit dari pada di tempat praktek. “Pasien di rumah sakit harus dilayani terlebih dahulu kemudian bisa melayani di tempat praktek,” tegas bupati Wempi dalam akhir arahannya.

     

     

     

  • UU No 5 Tahun 2014 Asn Akan Diterapkan

    Demikian sambutan tertulis Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH,MH yang dibacakan  Ketua II  DPRD Jayawijaya Agustina Walilo, S.Sos pada upacara Jumat (17/10) di halaman kantor Bupati.
    Selaku pembina upacara Agustina Walilo mengatakan, bila dicermati lebih mendalam undang-undang ASN memberikan peluang yang lebih terbuka bagi pengembangan karier dan peningkatan hak-hak PNS, namun disamping itu UU tersebut juga sangat memerlukan kerja keras dan kerja cerdas, karena manajemen kepegawaian ditekankan kepada kualifikasi kompetensi dan kerja secara adil dan wajar, selain itu PNS yang memiliki kualifikasi dan kompetensi dan kinerja yang lebih baik akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan profesionalitasnya.
    Diatas semuanya itu lanjut Agustina, aspek disiplin tetap menjadi prioritas yang penting terlebih saat ini sedang berada diera reformasi birokrasi yang antara lain mempersyaratkan adanya peningkatan disiplin dan penguatan komitmen apatratur terhadap pakta integritas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
    Selain itu Bupati juga menekankan perlunya  menjaga keamanan situasi daerah, karena amannya situasi daerah bukan hanya semata-mata tanggung jawan TNI/Polri saja, namun tanggung jawab seluruh elemen bangsa di daerah ini, oleh karenanya untuk mewujudkan semua itu bisa diawali dari keluarga, komunitas lingkungan sekitar dan lingkungan masyarakat yang lebih besar.”Kita wajib memberikan pencerahan kepada warga masyarakat akan pentingnya hidup damai, aman, nyaman dan Indah,” kata Agustina.
    Terkait dengan timbulnya masalah kerawanan sosial yang belakangan ini makin santer dan mengganggu stabilitas keamanan, Agustina minta untuk segera dilakukan identifikasi permasalahan yang terjadi. “Miras sebagai pemicu peristiwa ini harus dihentikan pengggunaannya tidak saja bagi pemakai tapi juga pengedar, pembuat dan pemasok barang haram ini. “Semua harus diberantas sampai keakar-akarnya tanpa terkecuali, sehingga situasi kamtibmas yang aman dan terkendali di Lembah Agung Jayawijaya akan terwujud sesuai keinginan bersama,” imbuhnya.

     

     

     

  • Master Plan Bandar Udara Wamena Dibahas Harus Rampung 100%

    Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang master plan bandara Wamena meliputi perluasan areal bandara, pergeseran lokasi dan penataan kembali ruang kedatangan, gudang kargo dan perluasan lapangan terbang yang akan menjadi dua jalur.
    Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo SH, MH selaku pimpinan rapat mengatakan bahwa setelah dirinya dan wakil bupati dilantik tahun 2009 lalu, pihaknya telah memperjuangkan di kementerian Perhubungan untuk menata kembali keberadaan bandar udara Wamena yang terbakar beberapa tahun lalu.
    Kementrian Perhubungan sudah menawarkan masterplannya dan pemerintah sendiri meminta masterplan pembangunannya secara keseluruhan, mengenai landasan pacu pesawat, Pemerintah daerah sudah memperpanjang  sekitar 300 meter. “Saat ini yang kita lakukan adalah membahas komitmen untuk bekerja sama,” ujar Wempi.
    Menurutnya, Wamena sebagai daerah penyangga mobilitas pembangunan di Pegunungan Tengah wajib dilakukan pembangunan bandar udara secara keseluruhan. “Saya mengharapkan pihak kementerian perhubungan serius dalam menangani permasalahan ini, tidak ada alasan lagi untuk tidak membangun bandar udara Wamena,” tegas Wempi. “Yang saya maksudkan serius disini adalah tidak membangun setengah-setengah tapi harus membangun secara keseluruhan,” tegas Wempi lagi.
    Menurutnya, sebelum masa jabatan bupati dan wakil yang tinggal 4 tahun lagi berakhir  Wempi berharap agar pembangunan bandar udara secara keseluruhan dapat rampung 100%. “Kalau pembangunan bandar udara itu rampung 100% itu adalah keberhasilan dari semua pihak bukan bupati dan wakil bupati saja,”terangnya.
    Dengan pengembangan bandar udara Wamena  Wempi mengharapkan kedepannya Slogtime bisa dari Wamena karena di Jayapura sendiri slogtimenya sangat padat. “Oleh karena itu slog time dapat diatur dan dibagi ke beberapa kabupaten seperti Timika, Merauke atau Biak,” ujarnya.
    Dari hasil rapat tersebut terdapat enam kesimpulan, salah satunya adalah, dibutuhkan perluasan  lahan bandara untuk keperluan fasilitas bandara dan pembebasan lahan 39 Ha. Semua itu berdampak pada sosial ekonomi masyarakat yang wilayahnya terkena pembebasan lahan.
    “Hal ini akan dilakukan sosialisasi secara terus menerus dan melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi gesekan,” ujarnya. Infrastruktur penunjang akan dipersiapkan lebih matang sebagai stimulus meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, juga kelengkapan administrasi amdal akan disiapkan,” imbuhnya.

     

     

     

  • Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

    Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH saat membuka  acara Seminar Perempuan Suku Walak Se Provinsi Papua yang berlangsung di Gedung Tongkonan Wamena diikuti 500 peserta dari 7 wilayah, Senin (13/10).
    Bupati Jayawijaya turut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas daya upaya perempuan suku Walak yang telah melaksanakan kegiatan secara swadaya, hal itu membuktikan bahwa kaum perempuan dewasa ini telah diperhitungkan keberadaannya dalam pelaksanaan pembangunan. “Kaum perempuan tidak lagi dianggap sebagai kaum yang lemah, namun generasi penerus Kartini ini mampu menunjukkan jati dirinya sebagai wanita yang handal dan profesional,” ungkap Bupati Wempi.
    Menurutnya,pelaksanaan seminar kali ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kapasitasnya sebagai pelaku pembangunan, supaya terampil dalam berbagai bidang usaha yang menghasilkan dan menguasai dunia teknologi serta mampu dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
    Sementara itu ketua panitia Ny.Yuli Wenda, SE melaporkan kegiatan yang digelar selama 3 hari (13-15) dapat memberikan kesempatan berprestasi dalam membangun dan meningkatkan  kemampuan dalam dunia usaha, birokrasi, pemerintah maupun swasta, serta pengakuan hak, derajat dan pelimpahan wewenang kepada perempuan suku Walak untuk dapat  memimpin secara baik dan benar serta mampu menjaga hubungan yang harmonis, selaras, dinamis, dan berkesinambungan.
    Selain itu kegiatan ini juga untuk memperjelas status keaktifan dan peran serta dari kaum perempuan suku Walak yang memiliki karakter berbeda namun memiliki potensi  yang sama dengan perempuan suku-suku lainnya, dengan membangun sebuah prinsip bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah dan harus lebih dihargai serta menjaga apapun yang diwariskan leluhur.

     

     

     

  • Perempuan Walak Diharapkan Menjadi Agen Perubahan

    Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo, SH, MH saat membuka  acara Seminar Perempuan Suku Walak Se Provinsi Papua yang berlangsung di Gedung Tongkonan Wamena diikuti 500 peserta dari 7 wilayah, Senin (13/10).
    Bupati Jayawijaya turut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas daya upaya perempuan suku Walak yang telah melaksanakan kegiatan secara swadaya, hal itu membuktikan bahwa kaum perempuan dewasa ini telah diperhitungkan keberadaannya dalam pelaksanaan pembangunan. “Kaum perempuan tidak lagi dianggap sebagai kaum yang lemah, namun generasi penerus Kartini ini mampu menunjukkan jati dirinya sebagai wanita yang handal dan profesional,” ungkap Bupati Wempi.
    Menurutnya,pelaksanaan seminar kali ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kapasitasnya sebagai pelaku pembangunan, supaya terampil dalam berbagai bidang usaha yang menghasilkan dan menguasai dunia teknologi serta mampu dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
    Sementara itu ketua panitia Ny.Yuli Wenda, SE melaporkan kegiatan yang digelar selama 3 hari (13-15) dapat memberikan kesempatan berprestasi dalam membangun dan meningkatkan  kemampuan dalam dunia usaha, birokrasi, pemerintah maupun swasta, serta pengakuan hak, derajat dan pelimpahan wewenang kepada perempuan suku Walak untuk dapat  memimpin secara baik dan benar serta mampu menjaga hubungan yang harmonis, selaras, dinamis, dan berkesinambungan.
    Selain itu kegiatan ini juga untuk memperjelas status keaktifan dan peran serta dari kaum perempuan suku Walak yang memiliki karakter berbeda namun memiliki potensi  yang sama dengan perempuan suku-suku lainnya, dengan membangun sebuah prinsip bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah dan harus lebih dihargai serta menjaga apapun yang diwariskan leluhur.

     

     

     

  • Otsus Plus Jadi Perhatian Dubes Amerika, Morgan Hall

    Dikatakan, Morgan Hall ingin mendengar sendiri pendapat dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bahwa RUU yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Papua telah mewakili aspirasi masyarakat papua atau tidak. “Ingin mendengar langsung tentang informasi Otsus Plus karena secara pribadi Margan Hall belum tahu,” tegas bupati Wempi.
    “Selain menanyakan otsus plus, pihak kedutaan besar Amerika juga menanyakan tentang situasi keamanan pasca kejadian di kabupaten Lanny Jaya, yang saat ini dalam tahap penyelesaian oleh aparat yang sedang berjalan. “Konflik yang terjadi dalam tahap penyelesaian oleh pihak-pihak yang berkompeten,” ujarnya.
    Dijelaskan Wempi, sebagai Bupati dirinya tidak  mempunyai kewenangan untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi di kabupaten  Lanny Jaya, namun pada prinsipnya kabupaten Jayawijaya sangat kondusif terkendali dan aman. Terkait dengan pertanyaan yang diajukan Morgan Hall tentang masalah kesejahteraan masyarakat penduduk asli Papua, bupati Wempi menegaskan bahwa telah melaksanakan program ekonomi kerakyatan dengan membangun pasar yang dapat dimanfaatkan warga pribumi untuk melakukan usaha sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial dengan saudara-saudaranya yang non Papua.
    “Hal yang tidak kalah pentingnya penanganan masalah HIV/AIDS dan antisipasi dini terhadap warga yang mengkonsumsi miras yang berimplikasi memicu tindak kriminal,” kata Wempi. Menyoal bandar udara Wamena yang menjadi sentral arus penerbangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua Wempi berujar akan meningkatkan status bandar udara ke arah yang lebih baik. “Landasan pacu akan diperpanjang sehingga dapat didarati pesawat boing berbadan lebar.”Butuh perhatian dan dukungan dana dari Pemprov Papua, Kabupaten Jayawijaya dan perhubungan pusat,” ujarnya.
    “Kita harapkan dengan presiden yang baru ini Bapak Jokowi dapat memberikan perhatian yang lebih serius kepada Pemkab Jayawijaya, supaya dapat membangun bandara udara ini dengan fasilitas dan kelengkapannya secara memadai, sehingga menjadi pintu gerbang masyarakat di Pegunungan Tengah,” imbuhnya.

     

     

     

  • Tanpa Distrik Pisugi Okika Tidak Jadi

    Kalau Kotamadya Lembah Baliem jadi tanpa Distrik Pisugi itu tidak ada soal, tetapi bila Kabupaten Pemekaran Okika tidak ada distrik Pisugi maka kurang persyaratannya, karena presiden sudah mengeluarkan ampres dan kalau tidak jadi kita rugi.
     Hal itu dikemukakan Ketua DPD RI Perwakilan Papua, Drs. Yohanes Paulus Sumino dan rombongan saat melakukan kunjungannya ke Wamena, Sabtu (27/9). Dalam kunjungannya kali Ketua DPD RI Perwakilan Papua disambut oleh Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, S.Sos, M.Si didampingi Asisten II Gaad Piranid Tabuni, SP, MM, Komisi A DPRD Jayawijaya, tokoh adat dan tokoh agama di aula Bappeda.
    “Sebagai orangtua dirinya minta kepada seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk dapat melepas distrik Pisugi menjadi wilayah calon kabupaten pemekaran Okika, tanpa itu Okika tidak dapat terealisasi,” tegas Sumino. Oleh karenanya Ia minta sekali lagi untuk merelakan distrik Pisugi menjadi bagian dari wilayah pemekaran calon Kabupaten Okika,” ujarnya lagi.
    Menurutnya, kedatangannya kali ini ke Wamena membawa misi yang sangat penting dan strategis, mengklarifikasi daerah pemekaran kabupaten di wilayah Kabupaten Jayawijaya sehingga pada 30 September 2014 akan dilakukan pembahasan dalam sidang paripurna. “Semua itu bertujuan  untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

     

     

     

  • Kunjungan Unicef-Kiwanis International Di Wamena

    Dalam kesempatan Sekda Walilo mengatakan, melalui kunjungan kerja Unicef-Kiwanis Internasional tersebut, kiranya dapat membawa suasana baru dan nilai tambah bagi peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya bagi pelayanan kesehatan Ibu, Balita dan Anak di Kabupaten Jayawijaya.
    Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan akan meningkat apabila sistem pendidikan prasekolah dan pendidikan dasar lebih ditingkatkan lagi. Hal itu akan membawa pengaruh terhadap pelayanan kesehatan Ibu dan balita itu sendiri. Hal yang tidak kalah pentingnya, melalui kunjungan kerja Tim Unicef-Kiwanis Internasional ini akan terjalin kerja sama yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam memberantas kemiskinan, karena kemiskinan dinilai dapat memperlambat peningkatan kesehatan masyarakat karena banyak kendala yang dihadapi.
    “Ke depan kita akan lebih memperhatikan instansi teknis yang membidangi persoalan ini dengan memberdayakan tenaga teknis kesehatan agar lebih profesional dalam mengembangkan potensi dan kompetensinya sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
    Usai pertemuan di vip room Bandar Udara Wamena, selanjutnya Sekda Walilo menyerahkan tamu Unicef-Kiwanis kepada pimpinan Unicef Papua, dr. Sudhir Khanal, dr. Sutrisno sebagai Perwakilan Unicef Jayawijaya, dan dr. Paul.
    Tamu Unicef-Kiwanis akan berada di Wamena selama 2 hari, hari pertama mengunjungi Puskesmas Ilekma, Pos Yandu STA Sinakma. Didampingi dr. Sutrisno tim Unicef-Kiwanis menyaksikan dari dekat kegiatan pelayanan kesehatan oleh kaum perempuan kepada Ibu menyusui dan balita yang hasilnya sangat baik dan memuaskan.
    Pada hari kedua dibawah pengawasan dr. Paul, tim Unicef-Kiwani mengunjungi Puskesmas Asologaima, SMPN 1 Asologaima dan SD YPPK Miligatnem-Asologaima. Bahkan tim Unicef-Kiwanis Internasional telah melakukan aksi sosial kepada masyarakat berupa memberikan secara gratis suntikan Tetanus (TT). Mereka juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap bantuan yang dikucurkan sejak 2003/2004 hingga 2014 kepada Puskesmas Asologaima.”Ini satu langkah yang baik karena petugas kesehatan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitarnya,” ujar Mr. Mike.
    Tak hanya sampai disitu, tim Unicef-Kiwanis juga menyaksikan dari dekat pelatihan kader kesehatan yang dipimpin dr. Sutrisno dan melakukan kunjungan ke RSUD Wamena.
    Sekedar diketahui Tim Unicef-Kiwanis terdiri dari dr. Kenny Peetosuthon_Unicef Jakarta, Mr. Michael Grudzinski_Ketua Tim_Unicef Amerika dan Kiwanis Internasional, Amanda Westfall_Unicef Amerika, Mr. Ronald Edwin Smith_Kiwanis International, Mrs. Joane Marie Smith_Kiwanis Internasional, Ms. Ruth Gabler_Kiwanis Internasional, Mrs. Carmen Emilia Gugliuzza_Kiwanis Internasional, Mr. Alexander Amrstead Shafer, Jr_Kiwanis Internasional, Mrs. Jane Suffridge Shafer_Kiwanis Internasional.