Category: Berita

  • Penyerahan Dokumen Anggaran Perubahan Dari Dprd Legislatif Ke Pemerintah Daerah

    Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Wempi Wetipo. SH. MH, saat membuka langsung  Penutupan Rapat-Rapat Paripurna ke – 10 DPRD Masa Sidang II Tahun 2014 di Aula Gedung DPRD  Kabupaten Jayawijaya.
    Perubahan Pendapatan, Belanja maupun Pembiayaan Daerah dalam rangka akuntabilitas keuangan pemerintahan daerah, sesuai dengan amanat Otonomi Daerah, wajib dilakukan oleh pemerintah daerah dimana daerah diberikan kewenangan penuh  untuk mengurus dan mengatur semua kebijakan pemerintah yang ada didaerah, diluar yang menjadi urusan pemerintah pusat.
    Untuk menentukan prioritas dan kebutuhan pemerintah daerah dituntut untuk mampu melaksanakan  anggaran pembangunan yang berbasis kinerja atau berpihak  kepada masyarakat, terkait dengan itu pula, maka perubahan anggaran ini tetap mengacu pada nota kesepakatan yang telah dilakukan tentang Kebijakan Umum.
    Kami menyadari bahwa di Kabupaten Jayawijaya masih banyak permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan bersama, terutama masalah pemenuhan kebutuhan hak dasar masyarakat, seperti kebutuhan akan Pangan dan Gizi,  Perbaikan Layanan Kesehatan,  dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Penanganan dan Pengurangan Pengangguran, Kemiskinan, Pemberdayaan Ekonomi  sebagai basis Penguatan Ekonomi Lokal.
    Pendapatan semula direncanakan sebesar.  Rp.880.214.998.750, setelah perubahan bertambah sebesar Rp. 180.171.422.637 sehingga perubahan total pendapatan menjadi sebesar Rp. 1.060.386.421.387. yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dana perimbangan serta pendapatan lainnya yang sah.
    Sedangkan belanja semula direncanakan sebesar Rp. 810.714.998.750, setelah perubahan bertambah Rp. 250.160.438.477 setelah perubahan bertambah Rp. 250.160.438.477 sehingga setelah perubahan menjadi sebesar Rp. 1.060.875.437.227, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.
    Pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan semula direncanakan sebesar Rp. 500.000.000. setelah perubahan menjadi sebesar Rp. 19.489.015.840. Selanjutnya pada pengeluaran pembiayaan semula sebesar Rp. 70.000.000.000, setelah perubahan menjadi sebesar Rp. 19.000.000.000, sehingga berkurang Rp. 51. 000.000.000.
    Dengan demikian, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2014 yang telah disusun, ini merupakan suatu Perubahan Rencana Keuangan Tahunan Pemerintah Daerah yang memuat Perubahan Rencana Pendapatan,  Rencana Belanja, dan Rencana Pembiayaan Daerah untuk satu tahun anggaran.
    Selanjutnya dilakukan penandatanganan Dokumen Perubahan Anggaran (DPA) oleh Ketua DPRD Jayawijaya  Agustina Walilo. S.Sos. serta penyerahan Dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah  dari kepada Bupati Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH. MH.

     

     

     

  • 312 Mahasiswa Daftar Di STMIK Agamua

    Tahun ini juga pihak kampus  akan menyekolahkan 4 orang dosen untuk mengambil Program Magister S2. Hal ini sudah di bicarakan dengan  Dewan Penyantun dan Yayasan untuk menyekolahkan para dosen tersebut untuk menambah pengetahuan dibidang Komputer dan memenuhi tuntutan undang – undang pendidikan tinggi di Indonesia.
    Hal tersebut dikatakan Ketua STIMIK Agamua Wamena, Marthen Medlama. S.Pd, saat membuka rapat kegiatan In House Training antara Pimpinan Yayasan dan Pengurus Kampus STIMIK Agamua beserta para dosen, yang membahas penyusunan Silabus dan SAP (Satuan Acara Pembelajaran) bagi dosen yang nantinya akan mengajar.
    Dikatakan bahwa penyusunan Silabus  tentunya akan menjadi acuan dalam menerapkan metode pengajaran bagi mahasiswa. Selama ini  dalam proses  mengajar bagi para dosen, belum menggunakan penyusunan Silabus dan SAP, sehingga kemampuan mahasiswa tidak bisa diukur, apakah yang diharapkan sudah tercapai atau belum memenuhi  target.
     Menurutnya  sistem  mengajar dengan menggunakan Silabus dan SAP tentunya sangat penting bagi para dosen, agar mereka mengajar dengan baik dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten  serta mampu bersaing dalam dunia kerja di era kompetitif ini.
    Kampus STIMIK sebenarnya bukan kampus yang baru, namun kampus seperti ini juga ada di Jayapura yaitu,  STIMIK 10 November. Saat ini, STIMIK Agamua mempunyai  dua program studi yaitu, prodi Manajemen Informatika dan  Teknik Komputer serta didukung tenaga dosen 15 orang dan tenaga akademik 4 orang. Disinggung terkait jumlah dosen, Ketua STIMIK menjelaskan bahwa tenaga dosen yang dimiliki STIMIK saat ini berjumlah 19 orang  sudah termasuk tenaga akademik  4 orang.

     

     

     

  • Diharapkan Honai Dapat Berfungsi Dengan Baik

    Demikian disampaikan Asisten II Setda Jayawijaya Gaad Piranid Tabuni dalam arahannya saat  meresmikan kantor kampung  Jokoku Distrik Hubikiak Wamena kemarin yang diikuti Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, serta tokoh masyarakat Pegunungan Tengah DR(HC). Jhon Tabo.
    Gaad Piranid Tabuni mengatakan Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada masyarakat kampung Jokoku yang bersama-sama telah membangun kantor kampung secara permanen. Selain itu, pemerintah juga memberikan apresiasi  kepada masyarakat Wamena khususnya Warga Jokoku yang telah mendukung  kepemimpinan Bupati  periode ke II.
     Rasa terimakasih juga disampaikan Pemerintah daerah karena masyarakat Jokoku yang telah bersama-sama menjaga situasi keamanan daerah, khususnya  beberapa moment penting termasuk  PILEG dan PILPRES sehingga  pembangunan di daerah ini berjalan dengan aman dan lancar.
    Pembangunan Kantor Kampung adalah juga sebagai tempat atau Honai dimana setiap urusan dapat diselesaikan di Honai/Pilamo. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga Honai ini agar nantinya berfungsi dalam pelayanan masyarakat kampong.
    Kedepannya pemekaran kampung akan melalui kriteria-kriteria dan kajian-kajian, kami harapkan bahwa pemekaran Kotamadya nantinya akan menaikkan status Kantor Kampung ini menjadi Kantor Kelurahan sehingga  pelayanan dapat lebih mudah bagi masyarakat.
    Sementara itu, Kepala Distrik Hubikiak Agustinus Marien, mengatakan bahwa dari 8 kantor kampung yang ada di Distrik Hubikiak diantaranya 7 Kantor Kampung sudah dibangun hanya tersisa 1 Kantor Kampung saja yang belum dibangun. Dan pembangunannya bukan hanya swadaya masyarakat namun pemerintah juga telah turut membantu.

     

     

     

  • Wamena Mempunyai Daya Tarik Untuk Di Kenang

    Siapa yang mengabdi di daerah Pegunungan khususnya  Wamena, walau sudah tidak bertugas lagi pasti tetap mengingat Wamena Karena mempunyai daya tarik, dengan segala keadaan suka duka  kita dibentuk baik karakter maupun mental.    Daerah ini sangat istimewa, apalagi yang sudah keluar dari daerah ini banyak yang menjadi pemimpin besar.
    Demikian disampaikan Bupati Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH MH. Pada Acara, lepas sambut Komandan Kodim 1702/ Jayawijaya dari Letkol Inf Yusuf Sampetoding kepada Letkol Inf CDB Anddries, SH. Berlangsung di Aula Ukumiarek Asso yang dihadiri Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo SH. MH. dan seluruh jajaran Muspida Jayawijaya. (Rabu (20/08)
    Selanjutnya Bupati mengucapkan selamat datang kepada Dandim yang baru  Inf CDB. Andries. SH. Dengan mengajak mari kita bersama-sama bergandengan tangan mendukung pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Dan kepada Letkol Inf Yusuf Sampetoding, Bupati mewakili pemerintah daerah dan segenap jajaran mengucapkan terimakasih atas pelayanan dan pengabdian selama bertugas di Wamena dan Pegunungan Tengah pada umumnya.
    Sementara itu, Letkil Inf, Yusuf Sampetoding, mengatakan bahwa selama dirinya bertugas di Kodim 1702 Jayawijaya kurang lebih 2 tahun merasa semuanya sangat kompleks baik persoalan yang muncul secara horizontal dan vertical dan itu menjadi bekal dan pengalamannya ke depan. Selanjutnya dikatakan bahwa selama berada di sini dirinya selalu diberi dukungan untuk  dapat menyelesaikan masalah  bersama tokoh agama, kaum intelektual, sehingga semuanya bisa berjalan baik.
    Selanjutnya, Letkol Inf. CDB. Andrias. SH,  sebagai Dandim yang baru mengatakan bahwa dirinya akan  melaksanakan tugas menyesuaikan diri di daerah Jayawijaya, dan hal ini adalah kepercayaan dari pimpinan untuk dapat bertugas, sehingga perlu dukungan dari semua elemen di daerah ini.
    Usai kegiatan penyerahan jabatan Bupati Wempi Wetipo. SH. MH,  memberikan bingkisan kenang – kenangan kepada Letkol Inf. Yusuf Sampetoding, sebagai tanda penghargaan karena sudah bertugas di Kabupaten Jayawijaya dan Pegunungan Tengah pada umumnya.

     

     

     

  • Bupati Jayawijaya Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Pada Hut Ri Ke – 69 Tingkat Kabupaten Jayawijaya

    Pelaksanaan upacara bendera pada tahun ini mengambil  tema “Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945, kita dukung suksesi kepemimpinan nasional hasil pemilu 2014 demi kelanjutan pembangunan menuju Indonesia yang  makin maju dan sejahtera”.
    Satu hari sebelum pelaksanakan upacara bendera, terlebih dahulu dilakukan Taptu atau Malam Perenungan serta persiapan bagi para PASKIBRAKA yang akan melakukan tugasnya, yaitu pengibaran bendera Merah Putih. Persiapan pengecekan PASKIBRAKA dan pengibaran obor dilakukan di Halaman Kantor Bupati lalu dilanjutkan dengan kegiatan mengelilingi kota Wamena.
    Dan selanjutnya pada malam hari, dilakukan malam Dharma Bakti dan pelepasan paskibraka, guna memberikan semangat juang ke generasi muda yang terlibat dalam kelompok PASKIBRAKA. Lalu dalam kegiatan ini pemerintah daerah juga mengucapkan terimakasih kepada orang tua anak – anak yang telah memberikan ijin dan semangat kepada anak-anaknya untuk terlibat dalam PASKIBRAKA. Jumlah PASKIBRAKA yang akan mengibarkan Bendera Merah Putih sebanyak 73 orang yang berasal dari perwakilan setiap SMU yang ada di Kota Wamena.
    Setelah upacara bendera di Lapangan Pendidikan, selanjutnya Bupati Wempi Wetipo SH. MH. Dan Wakil Bupati, Jhon Richard Banua.SE. M,Si beserta MUSPIDA  Menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba antara pelajar berupa hadiah Piala serta foto bersama dengan para PASKIBRAKA.
    Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati serta MUSPIDA melakukan tabur bunga di TMP (Taman Makam Pahlawan) sebagai tanda penghargaan bagi para pahlawan yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

     

     

     

  • 57 Narapidana Di Lapas Wamena Dapat Remisi

    Dalam sambutan Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin, yang dibacakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo. SH. MH, mengingatkan, bahwa kita sebagai unsur pemerintah yang membidangi Hukum dan HAM akan mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM, antara lain pengembangan fungsi-fungsi kebijakan pembentukan hukum, penerapan hukum, pelayanan hukum dan kebijakan penegakan hukum yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan sistem hukum di Indonesia.
    Kebijakan penegakan hukum Kementerian Hukum dan HAM bidang pemasyarakatan telah melakukan terobosan yaitu melalui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang intinya adalah mengatur tentang pengetatan syarat dan tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, dan Pembebasan Bersyarat bagi pelaku tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan Hak Asasi Manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.
    Hal ini didasarkan karena kejahatan-kejahatan tersebut mengganggu keamanan negara.
    Oleh karenanya, kita harus terus menerus berupaya melakukan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud tanggung jawab eksekutif dalam berkinerja yang akuntabel dan transparan. Hal ini juga sebagai wujud komitmen kita.
    Walau bangsa Indonesia sudah merdeka, namun masih banyak tantangan, masalah baik itu konflik, beban hidup atau masalah ekonomi, perampasan hak, sumber daya yang masih rendah, penghilangan nyawa. Oleh karena itu, beban sebagai pemimpin bukan hanya mengandalkan visi namun juga intelektualitas, etika dan moral yang baik,berkualitas sebagai pemimpin masa depan.
    Syarat-syarat Pemberian remisi adalah bagi mereka yang berprestasi baik sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 12 Tahun 1995 tentang remisi serta Keputusan Presiden  No. 174 Tahun 1999 tentang Pembinaan Remisi.
    Remisi juga sebagai upaya  untuk narapidana agar berkelakuan baik,  memberikan semangat sehingga nantinya mereka berada dimasyarakat dapat menunjuklan sikap yang baik jauh dari apa yang di pikirkan, selain itu untuk mengurangi beban yang semakin tinggi bagi Lapas.
    Diharapkan kepada mereka yang belum dapat remisi supaya dapat tunjukan sikap yang baik dan norma-norma yang ada sehingga nantinya  bisa mendapatkan remisi.
    Sementara itu Kepala kalapas Wamena Daniel Rumsowek. S.Pd, mengatakan bahwa pemberian remisi adalah merupakan penghargaan dari pemerintah kepada narapidana karena telah menjalankan masa tahanannya dengan prestasi, dengan meningkatkan karakter yang baik. Dikatakan bahwa  napi di LAPAS berjumlah 57 orang dan yang kami ajukan untuk mendapatkan remisi sebanyak 30 orang sedangkan 26 orang SK nya sudah diturunkan dari Kemenham dan  sisa 4 SK masih dalam proses, tandasnya.
    Kami berharap supaya ada kerjasama antara Pemerintah Daerah dan pihak Lapas karena napi binaan ini juga sebagai warga masyarakat di daerah ini yang perlu mendapatkan pembinaan selanjutnya.

     

     

     

  • Belanja Pegawai Tinggi Tidak Sebanding Dengan Kinerja Pns

    Demikian di sampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH. MH, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Wamena (Senin (11/8). Dikatakan dari empat ratus lebih  nama-nama tenaga honorer yang diumumkan  paling banyak mereka yang tidak aktif bekerja sebagai honorer di kantor.    Sebaliknya, yang aktif bekerja di kantor justru namanya tidak keluar, hal ini sangat tidak adil.
    Wempi menegaskan bahwa, akan mengevaluasi kembali  nama-nama tersebut baik di bagian, kantor, dinas atau badan. Apakah memang benar selama ini mereka melaksanakan tugasnya  sebagai tenaga honorer dengan baik dan rajin di kantor tempat mereka  bekerja atau hanya membayar saja. Pasalnya ada yang tinggal di daerah lain seperti Makassar dan Jayapura namun namanya turut diumumkan, ujarnya. 
    Bupati menambahkan,” Kita akan cek lagi walau saat ini mereka sudah lakukan pemberkasan, hal ini juga akan  berdampak pada kinerja nantinya setelah jadi PNS, apakah nantinya dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik atau tidak, karena belanja pegawai sangat tinggi tidak sebanding dengan kinerja hal ini akan menghambat pembangunan”.
    Bupati Wempi juga menambahkan, tahun 2015 nantinya insentif pegawai akan dirubah menjadi biaya lauk pauk dan semuanya itu akan dihitung dari kerajinan dan dibayarkan setiap hari termasuk absensi elektronik yang saat ini dipakai akan dipertimbangkan lagi apakah akan diteruskan atau tidak.
    Mengapa, karena pada saat pembayaran insentif antara pegawai yang malas masuk berbulan-bulan insentifnya dibayar sama banyak dengan yang aktif.  Hal ini sangat tidak adil, mungkin dikarenakan ada ancaman atau hal lain, sehingga dirinya berpesan kalau pegawai yang malas tidak perlu diberikan insentif.
    Kedepannya bagi para kepala dinas, badan, kantor juga akan diberikan beban kerja termasuk,  SATPOL PP yang selama ini aktif karena pada saat lbur mereka masuk kerja namun tambahan  penghasilan tidak ada.  Kami berkomitmen khusus bagi SATPOL yang bekerja di luar jam kerja akan di perhitungkan penambahan penghasilan.

     

     

     

  • FBLB KE- XXVI TAHUN 2015 AKAN DIGELAR DI DISTRIK WALESI.

    Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo. SH. MH, saat menutup secara langsung FBLB Ke- XXV di Wossilimo, Sabtu (09/08). Dikatakan bahwa selama enam tahun penyelenggaraan FBLB di Wossilimo tidak berdampak bagi perubahan situasi daerah termasuk peningkatan perekonomian masyarakat yang berada lokasi  sekitar. Selain itu, banyak masyarakat yang tidak bertanggung jawab dan cenderung selalu ingin mengagalkan pelaksanaan ivent ini.
    Dikatakan bahwa penyelenggaraan FBLB yang ke- XXV ini adalah pesta perak dan momen yang baik namun kenyataannya tidak demikian malah terjadi  penurunan jumlah wisatawan mancanegara maupun lokal yang sebelumnya meningkat. Namun, kita syukuri bahwa  pelaksanaan ditahun ini berjalan dengan baik walau dengan keterbatasan.
    Berdasarkan kondisi dan situasi yang ada di Wosilimo, maka pemerintah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan FBLB.  Namun diakui bahwa pemerintah akan menyelenggarakan FBLB berikutnya di Distrik Walesi. Pemerintah juga berencana akan membeli lokasi sendiri dan membuat lokasi  permanen berbentuk stadion bagi pelaksanaan FBLB.  Selanjutnya untuk meningkatkan pelayanan yang baik maka pemerintah berencana akan bekerjasama dengan IO (Ivent Organizer) yang mempunyai reputasi dalam melaksanakan kegiatan festival.   Keterlibatan IO diharapkan FBLB dapat  dilaksanakan secara berkualitas, karena iven tersebut bukan ivent daerah namun telah menjadi  iven Internasional.
    Sementara itu,  dari 40 distrik  di Kabupaten Jayawijaya, sebanyak 36 distrik  turut  mengikuti atraksi perlombaan, sementara 4 distrik lainnya tidak turut mengambil bagian.  Pelaksanaan FBLB ini juga memberikan hadiah khusus kepada peserta yang dianggap terbaik dalam penampilan. Berdasarkan penilaian juri maka diputuskan bahwa yang menjadi terbaik adalah Distrik Siepkossi, disusul  distrik Mutsafak dan distrik Itlai Hisage. Selain itu, ditempat yang sama juga bupati Wempi Wetipo secara langsung memberikan Dana pembinaan kepada setiap perwakilan peserta yang menjuarai lomba dan akan dipergunakan untuk kegiatan pembinaan sanggar.
    Adapun  aktrasi perlombaan yang di tampilkan yaitu, Tari-tarian, Anyaman Noken, Lomba Karavan Babi, Tiup Pikon, Lempar Sege, Puradan, Sikoko. Khusus untuk Lempar Sege para turis juga diberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan tersebut.

     

     

     

  • Diharapkan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Untuk Membuka Pagelaran Fblb

    Rapat kesiapan akhir panitia FBLB yang digelar di Sasana Wio kantor  Bupati yang dibuka secara resmi oleh  Ketua II FBLB Gaad Piranid Tabuni. SP. MM  dan dihadiri kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Alpius Wetipo dan para kordinator seksi. (Selasa (05/08)
    Maksud pertemuan rapat ini adalah mengecek persiapan dari setiap seksi. Selain itu, juga rapat ini dianggap sangat  penting karena kegiatan ini adalah ivent nasional yang jika dilihat dari kesiapannya harus lebih baik, terutama setiap distrik yang akan terlibat langsung dengan menampilkan  tim tari dan pertunjukan atraksi lainnya.
    Dalam  rapat ini semua pihak/seksi diminta untuk dapat memaparkan kesiapan dan kendala apa yang dihadapi menjelang kegiatan puncak  untuk mencari solusi. Masalah keamanan di Wamena relatif aman  sehingga kegiatan kedepannya dapat dipastikan akan berjalan lancar,namun perlu partisipasi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan.
    Hal ini lain yang menjadi alasan utama adalah untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan  dari mancanegara maupun turis lokal dari luar daerah Papua yang ingin menyaksikan pesta tahunan ini.
    Di akhir rapat tersebut ketua II menekankan bahwa kami sangat mengharapkan kehadiran menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk datang membuka kegiatan FBLB. Usaha – usaha untuk mendatangkan Menteri terus dilakukan oleh dinas terkait dengan membangun  komunikasi yang intens  dengan kementerian.

     

     

     

  • Pembangunan Daerah Bertumpuh Pada Masyarakat Kampung

    Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya. Wempi Wetipo. SH. MH. Yang diwakili Asisten II bagian Administrasi umum Jayawijaya, Gaad Piranid Tabuni. SP. MM, saat membuka  kegiatan PKK jahit menjahit di gedung Sekolah Minggu GKI Wamena  Selasa (05/08).
    Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan kelompok perempuan yang perlu diberdayakan agar mereka mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif secara mandiri dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga.
    Pelatihan jahit- menjahit ini sangat penting sehingga diharapkan nantinya dapat dipelajari dengan benar  oleh peserta dan diharapkan juga agar kegiatan seperti ini dilakukan secara berkesinambungan melalui kegiatan – kegiatan serupa  bagi ibu- ibu untuk menambah wawasan.
    Pada akhir sambutan, selanjutnya  dilakukan penyamatan tanda peserta oleh Asisten II Setda, Gaad P. Tabuni kepada para peserta. Kegiatan pelatihan jahit menjahit ini diikuti  oleh Ibu-ibu PKK pada 11  Distrik induk selama empat hari terhitung mulai tanggal 5 Agustus. Yang dilatih oleh para penjahit profesional berjumlah 4 orang.