Category: Berita

  • Masyarakat Tidak Boleh Tergantung Dengan Raskin

    “Saat ini, Raskin dibiayai pemerintah sehingga masyarakat bisa menikmati dengan gratis namun apabila ada ketergantungan maka masyarakat yang akan rugi karena tidak dapat mengembangkan sektor pertanian dimana cepat atau lambat, Wamena akan berkembang dan banyak orang yang datang maka jangan sampai kita jadi penonton karena kalah bersaing,”tegasnya.
    Dikatakan Bupati Wempi, kita tidak bisa melarang orang untuk datang ke Wamena karena Jayawijaya ini merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terpenting datang dengan tujuan yang jelas bukan untuk membuat kekacauan.
    “Masyarakat harus bisa mengembangkan diri dan tidak tergantung pada pemerintah saja dengan mulai mengembangkan sektor pertanian dengan bertani di kebun serta para intelektual harus bisa menjadi penyanggah bagi masyarakat dengan bekerja keras agar menjadi contoh bagi masyarakat,”ujarnya.
    Bupati Wempi meminta agar masyarakat bekerja dengan baik  agar bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga. (day)

     

    sumber : http://harianpagipapua.com

  • Sebagai Profesional, Guru Harus Dapat Menyusun Perangkat Mengajar

    “Pelatihan ini sangat berguna bagi guru untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan menulis sebuah perangkat mengajar yang dimulai dari menyusun program hingga ketuntasan minimal termasuk dapat membuat kisi-kisi,”jelas kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayawijaya Karel F Mambay SP M.PDK dalam arahannya saat menutup pelatihan ini.
    Menurut Karel, apabila guru telah mengetahui penyusunan perangkat mengajar dengan baik maka guru tersebut bisa dikatakan sebagai guru professional sehingga harus disadari sebagai guru harus tetap belajar karena pengetahuan selalu berubah mengikuti perkembangan era dan zamannya.
    “Pada ujian kompetensi menggunakan sistem komputerisasi namun masih banyak guru yang belum tahu menggunakan komputer sehingga dalam waktu dekat kementerian agama akan menjalankan sistem ini dan sesuai tuntutan pendidikan maka para guru harus siap,”jelasnya.
    Lebih jauh, Karel menambahkan pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru sehingga guru memiliki pengetahuan dan pemahaman tugasnya sebagai guru agama karena peserta didik harus diajarkan dan dibentuk moral serta budi pekertinya.
    “Seorang guru harus memahami dan menguasai materi yang diajarkan dan sangat berharap ilmu yang didapat melalui pelatihan ini dapat diterapkan dengan baik serta dapat mengajar secara dinamis dan kreatif sehingga peserta didik dapat menjadi generasi yang baik namun yang terutama adalah takut akan Tuhan,”tandasnya. (day)

    sumber: http://www.harianpagipapua.com

  • Persiwa Kesulitan Sumber Dana

    Presiden Club Persiwa, Jhon Ricard Banua kepada Harian Pagi Papua, Jumat (5/8) mengakui, jika pihaknya belum melakukan persiapan.  “Saya tidak tahu ke depan Persiwa bisa berjalan atau tidak, karena sumber dananya tidak ada sama sekali, kita masih punya beban kepada pemain-pemain untuk pertandingan kompetisi yang lalu. Ke depan Persiwa sangat susah sekali pembiayaan, makanya sampai sekarang kita belum ada kesiapan tim bagaimana, anak-anak bagaimana, saya sendiri tidak berani memanggil mereka,”jelas Jhon Banua.
    Sejauh mana upaya yang dilakukan? Jhon Banua mengungkapkan, pihaknya telah berupaya mencari sumber dana melalui sejumlah sponsor , hanya saja upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Kalau ada sponsor paling dari Bank Papua, asosiasi bupati juga tetapi sampai saat ini belum jelas jumlahnya berapa, sehingga saya tidak berani  memanggil pemain, saya tidak mau terbebani seperti kompetisi musim lalu,”imbuhnya.
    Dengan demikian lanjut Jhon Banua, pihaknya belum bisa memastikan, tim Badai Dari Pegunungan Tengah Papua akan berlaga di lapangan hijau bersama tim-tim lain dalam kompetisi ISL. “Saya lagi berupaya koordinasi dengan BLI supaya dapat sponsor dari luar, akan tetapi hingga saat ini belum ada jawaban,”tandasnya.
    Mengenai hengkangnya Erick Wiks Lewis ke Sri Wijaya FC, Jhon Banua mengungkapkan, hal itu merupakan kewenangan dari pemain. “Kita belum bisa menentukan pemain siapa, pelatih siapa, karena kita masih kesulitan sumber dana,”tuturnya. (lmn)

     

    sumber: http://harianpagipapua.com

  • PEMUDA DIGHARAPKAN MANDIRI DAN KREATIF

    Pemuda haruslah memiliki moral mulia, rasa solidaritas, Integritas, Jati diri, Wawasan Kebangsaan, Sehat,Cerdas, Trampil, Berprestasi, dan Berdaya saing serta komitmen untuk Bangsanya merupakan manefestasi dari semangat dan jiwa Sumpah Pemuda.
    Tema kali ini yaitu “Dengan semangat Sumpah Pemuda kita mantapkan kemandirian, kreativitas, dan Identitas Kebangsaan menuju Komunitas Asean 2015” Pemuda dewasa ini, tidak akan berjuang untuk mengusir kolonialisme oleh para penjajah sepertri pada 28 oktober 1928 masa lalu namun terpenting Pemuda masa kini  mampu berjuang mengusir musuh-musuh dalam diri kita yaitu,kemalasan,kebodohan,ketidak mampuan,ketidak adilan,ketidak jujuran, dan korupsi.
    Dikatakan bahwa semua Pemuda harus bersatu baik Pemuda Gereja,Pemuda Mesjid,LSM,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat sehingga dengan kemampuan yang ada marilah bersama-sama untuk membangun daerah ini, karena membangun daerah bukan saja oleh pemerintah namun semua elemen yang ada untuk menyatukan tekat dan komitmen dalam membangun. Pemuda diharapkan juga harus bersaing serta berkompetisi yang  sehat karena semua mempunyai kemampuan yang Tuhan berikan sehingg dapat dipertanggung  jawabkan.
    Bupati Wempi Wetipo juga mengharapkan bahwa setiap SKPD yang terkait dapat bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan bagi para pemuda dan sanggar yang ada, mulai dari usaha Ekonomi kreatif,peternakan,pertanian tetapi untuk mencapainya bukan hanya tugas Pemerintah, namun juga tugas seluruh stokeholder yang ada baik Tokoh Agama maupun,Tokoh masyarakat dalam mendukung kreativitas pemuda.(Titus Bongapon,Humas)

     

     

     

  • 41 Pramuka Peserta Raimuna Tiba Di Wamena Disambut Pemerintah Daerah

    Drs. Chris  Manuputty mengatakan bahwa kegiatan Pramuka yang diikuti oleh 33 Provinsi di Indonesia kegiatan tersebut adalah suatu kegiatan yang besar dan Jayawijaya sendiri telah mengirimkan  Tim Pramukanya  dan saat ini telah selesai.Dan kami sendiri melihat Anak-anak sangat antusias dengan berbagai kegiatan karena  sebelumnya telah mempersiapkan diri dengan berbagai ketrampilan dan kegiatan kepramukaan.
    Oleh sebab itu kegiatan Raimuna ke-X Tingkat Nasional yang telah diikuti cukup sukses sehingga diharapkan dengan kegiatan ini mereka dapat menerapkan satya dan darma pramuka dalam kehidupannya sehari-hari.mereka yang telah mengikuti Raimuna terdiri dari Penegak,Penggalang. Sedangkan mengenai kegiatan Pramuka bagi wanita kwarcab yang akan di selenggarakan di Provinsi Jambi, maka sejak dini,dimohon agar  dapat mempersiapkan
    diri.(Titus Bongapon.Humas)

     

     

     

  • Pengidap HIV Positif Di Jayawijaya Berjumlah 2271 Orang

    Strategi Komunikasi HIV di Pegunungan Tengah papua adalah bagian strategi komunikasi HIV di Tanah Papua, yang sudah dikembangkan  sejak 2008, kondisi geografis Wilayah Pegunungan Tengah,situasi Sosial Ekonomi dan Budaya, serta keterbatasan akses Masyarakat dalam berbagai hal, dan untuk akselerasi program penangulangan AIDS di Pegunungan Tengah,sehingga strategi komunikasi perlu dikembangkan. Hal itu dikatakan drh. Costan
    Karma, dalam peresmian (Lounching) tersebut.
    Sesuai dengan yang diamanatkan  dalam strategi komunikasi  HIV di Tanah Papua, salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kerentanan masyarakat terhadap penularan HIV, pengetahuan tentang HIV dan hal-hal terkait lainnya,sarana-sarana pencegahan lainnya, serta mengurangi perilaku diskriminatif terhadap orang dengan HIV, serta untuk lebih mendorong perubahan perilaku yang diharapkan melalui sebuah kampanye publik.
    Kampanye Tahun ini akan lebih fokus pada upaya pencegahan dan pengobatan, kampanye ini akan lebih mendorong penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks beresiko,ajakan periksa IMS & HIV,serta pengobatan ARV bagi orangterinveksi HIV. Pengobatan ARV (Anti Retro Viral) juga sebagai upaya pencegahan penularan HIV.
    Tema kampanye HIV yang akan digulirkan komisi penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua sepanjang tahun ini masih sama dengan tahun lalu yaitu, Kitorang pengaruh ,Mari Bertanggung Jawab untuk HIV/AIDS. Tema ini akan dijabarkan kedalam  Enam pesan yakni, :
    1.    Ajakan penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks beresiko
    2.    Pengurangan stikma dan diskriminasi terhadap orang terinveksi HIV,
    3.    Penundaan seks dini bagi tremaja yang belum seksual aktif dan pengurangan pasangan seks bagi orang dewasa
    4.    Ajakan untuk periksa HIV
    5.    Pengobatan ARV bagi orang terinfeksi  HIV sebagai bagian dari upaya pencegahan
    6.    Ajakan untuk periksa IMS .
    Sementara itu Ketua KPA Jayawijaya yang juga sebagai Asisten II Sekda Jayawijaya Gaad P Tbuni Sp.MM.  menambahkan bahwa dalam perjalanannya penaggulangan penyakit HIV diJayawijaya masih terkendala biaya,teknologi sehingga butuh kerjasama yang lebih baik dari semua komponen. Ada dua hal yang telah dijalankan yaitu bagaimana mengatur yang belum terinveksi HIV, dan berikutnya adalah bagaimana menanggulangi  mereka yang sudah
    terinveksi HIV untuk dapat memeriksakan diri karena diJayawijaya sendiri terdapat  Enam Klinik untuk pemeriksaan HIV.
    Dari 200 Ribu Jumlah penduduk Kabupaten Jayawijaya, yang menghidap HIV/AIDS sebanyak 2271 orang Positif per 30 Juli 2012.oleh karena itu melalui dukungan kemitraan Australia Indonesia, Sejak Tahun 2010 kampanye publik dilakukan  lebih komperhensif  karena menggunakan  3 pendekatan sekaligus, yakni komunikasi untuk perubahan perilaku, Advokasi dan Mobilisasi Masyarakat.(Titus Bongapon, Humas)

     

     

     

  • Pelatihan 30 Orang PACA PPCI Jayawijaya Serta Bantuan Alat-Alat Usaha

    Dalam sambutan Bupati Wempi Wetipo yang dibacakan Asisten bagian pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Chris Manuputty, mengatakan bahwa peningkatan kualitas serta pemberdayaan masyrakata bagi mereka yang mempunyai fisik normal ataupun cacat adalah kewajiban Pemerintaha dalam meningkatkan kereativitas ,pengetahuan serta meningkatkan drajat hidup dan penghidupan yang lebih baik lagi.
    Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja yang telah banyak memberikan pembinaan serta motivasi termasuk pelatihan yang dilakukan saat ini.untuk itu dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan suatu terobosan yang berguna dalam meningkatkan kualitas hidup walau dengan keterbatasan yang ada.
    Oleh karena itu jangan merasa kecil hati dengan kondisi tubuh karena bukan orang normal saja yang mempunyai potensi namun orang cacat juga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dan dibangkitkan. Kami juga berharap supaya Instruktur yang akan melatih agar memberikan pelatihan yang singkat namun menyentuh.
    Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bendera merah putih dan naskah dari ketua pengurus PPCI kabupaten Jayawijaya yang baru dibentuk Benny Lukas Hiluka kepada pemerintah untuk dapat memberikan mandat serta disahkannya  organisasi penyandang cacat yang hadir diJayawijaya sehingga dapat juga didukung pemerintah daerah, serta penandatanganan berita acara oleh Asisten I Drs.Chris Manuputty MM.
    Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta selama tiga hari 17-19 yang melibatkan instruktur sebanyak empat orang perwakilan dari Dinas perindustrian dan perdagangan orang,Kementrian Agama,Dinas Sosial Tenaga Kerja  masing-masing satu orang. (Titus Bongapon. Humas).