Category: Berita

  • Lokakarya Standar Pelayanan Minimal Kesehatan

    Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Chris Manuputty mengatakan bahwa pelayanan publik adalah salah satu kewajiban Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan Masyarakat agar lebih baik lagi.
    Dan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tentunya pemerintah dihadapkan dengan berbagai kendala, yaitu masalah ijin, waktu pelayanan yang begitu lama, petugas yang belum  punya keahlian, belum memiliki SPMD, rasionalisasi rendah, kebijakan pelayanan dan lain sebagainya.
    Untuk itu dengan kerjasama dan Lokakarya ini diharapkan semua peserta dapat menerima masukan dengan baik dalam mengimplementasikan bagi tugas dan tangung jawabnya masing-masing, karena untuk mendukung tercapainya kesehatan Masyarakat yang baik tidak terlepas dari dukungan semua komponen yang ada. Agar dalam Pelayanan Kesehatan pada Masyarakat tentunya harus juga dilihat dari Standar Pelayanan Minimal, dan Standar Operasional
    Prosedur Sebelumnya pada tanggal 10 september lalu Kinerja USAID/Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (Mou) dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya oleh Chief of party program kinerja USAID, Ibu Elka Rapp dan Bupati Wempi Wetipo S,Sos, SH, M,Par.
    Program kerjasama itu bertujuan untuk mendukung upaya perbaikan layanan publik dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan usaha. Di Papua kegiatan kinerja berfokus kepada penguatan layanan publik disektor kesehatan,khususnya kesehatan ibu dan anak, HIV/AIDS, dan TB. Kinerja sendiri bekerjasama dengan 24 Kabupaten/Kota yang tersebar di Provinsi
    Aceh, Jawa timur, Kalimantan, dan  Papua. (Titus Bongapon Humas).

  • TMMD Ke-89 Digelar Di Distrik Hubikossy Untuk 5 Kampung

    Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan naskah peletakan sasaran tugas serta penyerahan alat-alat kegiatan oleh Wakil Bupati Jhon R Banua, Staf Ahli Kodam 5 Cendrawasih Kol,Inf Jagar dan Dandim 1702 Let,Inf.Iknatius Teddy Danarto,kepada perwakilan dari TNI/POLRI dan Masyarakat.
    Kegiatan TMMD kali ini melibatkan TNI/POLRI dengan jumlah personil mencapai 150 orang mereka ini akan mengerjakan kegiatan fisik dan non fisik di 5 kampung masing-masing kampung kossy hilapok,  Meagama,kossy meagama,kokhumo,hubikossy. Selama 21 hari  10-31
    Dalam sambutan kepala Staf angkatan Darat Pramono Edy Wibowo yang dibacakan Perwira staf ahli Kodam 5 Cendrawasih Kol.Inf Jagar.mengatakan  bahwa dalam meningkatkan pelayanan masyarakat baik dikampung maupun perkotaan sudah menjadi kewajiban semua komponen baik pemerintah,swasta,maupun TNI/POLRI.dan hal ini adalah komitmen yang kuat dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat
    Untuk itu sinergitas yang telah di bangun bersama untuk terus ditingkatkan guna mempercepat  pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,yang adil makmur dan sejahtera dan itu adalah tanggung jawab kita bersama.Kegiatan TMMD ini dilakukan secara fisik dan non fisik non fisik seperti pendidikan, pelatihan ketrampilan, dan fisik pembangunan kantor Desa dan perumahan masyarakat. (TITUS).

  • Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jayawijaya Pembahasan Raperda Non APBN Dan APBD

    Rapat Paripurna ini dibuka oleh Ketua DPRD Jayawijaya Simon Hilapok yang didampingi Wakil Ketua I, Agustina W Haluk dan Wakil Ketua II, Aleksandra Morin serta dihadiri oleh Sekda Jayawijaya, Benyamin Arisoy, SE, M.Si.
    Sebelum sidang dimulai, Sekretaris Dewan membacakan surat mandat dari Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, SH, M.Par kepada Sekda untuk membacakan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2012.
    Bupati Jayawijaya dalam mandatnya yang dibacakan Sekda bahwa Rencana Perubahan APBN Kabupaten Jayawijaya Tahun Anggaran 2012 dapat dijelaskan bahwa Pos Pendapatan terjadi kenaikan sebesar 4,29 persen yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan dari Pendapatan Lain-Lain Daerah, Pos Belanja dengan kenaikan sebesar 6,91 persen yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan Pos Pembiayaan.
    Ditambahkan Bupati bahwa secara umum Pendapatan Daerah Kabupaten Jayawijaya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun peningkatan tersebut masih didominasi oleh penerimaan dana-dana perimbangan dan bagi hasil dari pusat, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diharapkan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam mendukung tercapainya kemadirian daerah dalam pelaksanaan tugas kepemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik peranannya masih sangat kecil yakni hanya sebesar 4 persen dari total APBD Kabupaten Jayawijaya Tahun 2012. Kondisi ini menuntut adanya inovasi, perbaikan sistem dan mekanisme pengelolaan PAD secara baik, efesien dan efektif.
    Selanjutnya dikatakan bahwa semakin banyak kebutuhan/belanja daerah yang dapat dibiayai dengan PAD, maka kondisi ini mencerminkan semakin tinggi kualitas dan kemampuan Otonomi Daerah serta semakin mandirinya suatu daerah dalam bidang keuangan daerah.  (yus Humas)

  • Bantuan Dana Pembangunan Gereja Gkii Nggoname Dan Peletakan Batu Pertama

    Dalam kunjungan tersebut juga, Bapak Bupati telah memberikan bantuan, berupa Dana Pembangunan Gedung Ibadah, Gereja GKII tersebut senilai Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
    Sesudah diberikan bantuan dana, selanjutnya dalam sambutan Bapak  Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa Dana yang telah diberikan tersebut  bersifat Bantuan Suka-Rela kepada semua Jemaat Nggoname, dan terlebih khusus kepada Panitia, agar dana tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya, guna membangun Rumah Tuhan seperti yang telah diharapkan sebelumnya, dimana pembangunan ini akan terlaksana secepatnya sesuai dengan Planning yang telah dibuat sebelumnya.
    Dengan demikian, sarana ibadah tersebut dapat digunakan untuk keperluan dan aktivitas gerejawi sesegera mungkin. Apalagi, beberapa bulan kedepan sudah menjelang Natal dan Tahun Baru, maka Gereja ini diharapkan dapat dibangun segera mungkin sesuai harapan oleh semua Jemaat Nggoname.
    Ditambahkan lagi oleh Bapak Bupati bahwa mengenai isu-isu Pemekaran baru, baik Distrik maupun Kampung untuk sementara waktu ditunda, bukan berarti dibatalkan. Lanjut oleh Bapak Bupati, bahwa alasannya karena sesuai Moratorium oleh Pemerintah Pusat bahwa sampai tahun 2015 diintruksikan, agar seluruh Pemerintah Daerah, baik Walikota maupun Kabupaten se-Indonesia tidak melakukan pemekaran demi pemekaran, imbuhnya”.
    Dikatakan demikian, karena sebelumnya telah diisukan bahwa Bapak Bupati Jayawijaya akan berkunjung ke Distrik Pyramid, untuk meletakkan batu pertama atas Gereja GKII tersebut dan sekaligus akan diberikan sejumlah pemekaran Distrik  (dua distrik, yaitu Asologaima Bawah dan Distrik Logotpaga) dan Kampung (calon 21 kampung waktu itu, yaitu Kampung Nggoname, Kampung baptis Kimbim, kampung Wantik-Tabuni, Kampung Wantikan Bawah, Kampung Luneri, kampung Peraneri, dan lain-lain). Isu pemekaran kampung tersebut disebar-luaskan ketika Konferensi Gereja Baptis di Kimbim dilaksanakan kala itu. Namun, dengan kehadiran Bapak Bupati dan sekaligus memberikan arahan edukatif dan pemahaman politik pemekaran tersebut kepada semua masyrakat  saat itu, maka seluruh masyarakat yang telah hadir tersebut telah mengerti dengan baik dan merasa puas seperti apa yang telah disampaikan oleh Bapak Bupati Jayawijaya.
    Akhir dari seluruh rangkaian acara tersebut, Bapak Bupati dan rombongan telah dijamu makan siang bersama di kediaman oleh Bapak Pendeta Obed Komba di sekitar kawasan Misionaris Pyramid. Kemudian, sesudah jamuan siang itu, Bapak Bupati bersama rombongan pulang kembali ke Wamena. (Elius Wantik-Humas).

  • Bupati Jayawijaya Berikan Apresiasi Kepada Polisi

    “Saya sampaikan terima kasih kepada pihak polisi, atas usaha dan kerja keras yang dilakukan, dalam mengungkap berbagai kasus yang  belakangan terjadi di Wamena,”kata Bupati kepada wartawan di Aula Diklat Hom-hom Wamena, Selasa (2/10).
    Bupati Wempi mengungkapkan, untuk menjaga agar Wamena tetap menjadi daerah yang aman, dalam waktu dekat masyarakat secara adat akan berkumpul dan membuat statmen bersama. “Masyarakat adat akan kumpul dan bikin statmen secara bersama, bahwa budaya baliem tidak mengenal kejadian-kejadian seperti  yang terjadi beberapa hari belakangan, apa lagi mencelakai, membunuh orang yang tidak bersalah, karena orang bilang jangan sampai darah akan mencari kita,”ujarnya.
    “Jadi budaya tidak pernah mengajarkan untuk mencelakai orang, apalagi berbuat   sesuatu yang tidak benar, karena telah melanggar tatanan adat dan budaya tradisi masyarakat Baliem, sehingga masyarakat akan mengevaluasi secara menyeluruh dan bikin statmen bersama,”tandasnya.
    Oleh karena itu, Bupati Wempi Wetipo berharap agar seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, tetap menjaga agar Jayawijaya dalam kondisi aman. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi tanggungjawab kita bersama. Kalau daerah aman bukan hanya pemerintah atau aparat keamanan yang menikmati, melainkan kita semua bisa melakukan aktifitas tanpa ada rasa takut,”imbuhnya.  Mengenai situasi Wamena, Bupati Wempi menegaskan, bahwa sampai saat ini situasi di Wamena masih aman. “Wamena tetap aman lah,”pungkasnya. (lmn)

    sumber : http://harianpagipapua.com

  • Di Jayawijaya, TK dan PAUD Berkembang Pesat

    Dikatakan Yosina Yikwa, hingga Oktober 2012 ini TK dan PAUD yang beroperasi di Kabupaten Jayawijaya berjumlah 18 sekolah.  “Sebagai ketua IGTKI Jayawijaya, kami  menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Jayawijaya karena memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini, dimana hingga Oktober 2012 ini, jumlah TK dan PAUD sebanyak 18 sekolah, dimana baru-baru ini satu TK dan PAUD diresmikan di Distrik Kurulu,”tuturnya.
    Pertumbuhan sekolah lanjut Yosina Yikwa, juga dibarengi dengan angka anak didik yang terus bertambah, dimana untuk tahun ajaran 2012-2013 jumlah anak TK dan PAUD yang tercatat sebanyak 816 orang tersebar di 18 sekolah.
    Mengenai tenaga pengajar, Yosina Yikwa menungkapkan, dari seluruh TK dan PAUD yang ada di Kabupaten Jayawijaya, tenaga pengajarnya berjumlah 67 guru  yang sudah terangkat menjadi Pegawai Negeri  Sipil (PNS) dan tenaga kontrak.
    Diakui Yosina Yikwa, untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini, pihaknya mengalami kendala, salah satu kendala yang paling utama adalah, tidak adanya dana operasional untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
    “Semua sekolah TK dan PAUD yang ada, tidak punya dana operasional kebutuhan sekolah, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah Jayawijaya karena melalui program pendidikan gratis keberadaan TK sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, dimana melalui program tersebut  setiap anak mendapat Rp 73.000 perbulan, sedangkan untuk operasional tidak ada, sehingga kebutuhan lain bisa dilengkapi,”ujarnya.
    Pada kesempatan tersebut, Yosina  Yikwa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, karena tahun 2012 ini, 2 TK mendapat bantuan yakni TK Effata Wamena dan TK Theresia. “TK Effata mendapat rehab gedung sekolah dan meubel, sedangkan TK Theresia mendapat bantuan pembangunan 2 ruang kelas,”imbuhnya.
    Kepada seluruh guru TK yang ada di Kabupaten Jayawijaya, Yosina Yikwa menghimbau untuk mendidik anak dengan hati, sehingga apa yang disampaikan bisa dipahami anak-anak. “Sebagai guru, kita mengajar  dengan hati, jangan baru mengajar pada saat dipanggil, sehingga apa yang diajarkan kepada anak-anak bisa diterima dengan baik, yang nantinya akan menghasilkan generasi penerus cita-cita bangsa,”pungkasnya. (lmn)

    sumber : http://harianpagipapua.com

  • Pelepasan Kontingen Kwarcab 2602 Kab. Jayawijaya

    Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan kepada seluruh anggota Kwarcab yang berjumlah 41 orang untuk selalu menjaga diri, kesehatan dan kekompakan dalam mengikuti semua kegiatan nantinya. Penerapan keteladanan, disiplin dan komitmen yang tinggi juga diharapkan mampu ditunjukkan oleh peserta Raimuna sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi peserta yang berasal dari daerah lain, karena bagaimanapun juga peserta yang ikut Raimuna ini
    membawa nama Kabupaten Jayawijaya.
    Pada kesempatan yang sama, Pelatih Kwarcab 2602 Jayawijaya, H. Misrah mengatakan bahwa kontingen yang ikut Raimuna ini merupakan hasil dari seleksi dari sejumlah Gugus Depan (Gudep) yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Rencanya, kontingen Kwarcab 2602 Jayawijaya akan berangkat ke Jayapura tanggal 5 Oktober 2012. (Yus Humas)

  • SKPD Yang Mencapai Target PAD Akan Diberikan Reward

    Hal tersebut diungkapkannya ketika menghadiri pembukaan sidang perubahan anggaran, Jumat (28/9) pekan lalu.
    Dijelaskannya, rendahnya kontribusi PAD dalam total pendapatan daerah kabupaten Jayawijaya disebabkan oleh, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memberikan kontribusinya sebagai wajib pajak maupun wajib retribusi. Namun disisi lain, rendahnya kemampuan dan sarana pendukung aparatur dalam menjalankan tugas serta lemahnya sistem dan regulasi pendapatan yang ada saat ini, juga menjadi kendala peningkatan PAD. Selain itu menurutnya, belum berkembangnya investasi-investasi skala menengah dan besar dalam berbagai sektor yang memungkinkan pemerintah daerah dapat menarik pajak dan retribusi daerah bagi peningkatan PAD, juga ikut berpengaruh.
    “Sehingga kondisi ini akan menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah kedepan, dimana SKPD yang tidak mampu mencapai target pendapatan sesuai yang ditetapkan akan dikenakan sanksi berupa pengurangan jumlah alokasi dana kepada SKPD bersangkutan dan pemberian reward kepada SKPD yang mampu mencapai dan atau melampaui target pendapatan yang ditetapkan dalam DPA-SKPD dengan menerapkan pengawasan yang ketat,” tegasnya.
    Menurutnya, dengan diberlakukannya undang undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, menyebabkan beberapa peraturan daerah tentang pajak dan retribusi dinyatakan tidak berlaku lagi. Sehingga mengurangi sumber pendapatan yang selama ini cukup potensial.
    “Untuk menyikapi hal ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan penyesuaian agar potensi PAD yang perdanya tidak berlaku lagi, tetap dapat berjalan dan tidak bertentangan dengan aturan perundangan yang lebih tinggi diatasnya,” ungkapnya.(ecy)

  • Penutupan Diklat Prajabatan Gol II dan III Tahun 2012

    Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa untuk dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih, maka perlu adanya terobosan baru dalam merealisasikan aspirasi konstruktif dari masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sosok aparatur pemerintah yang profesional, mampu memberikan pelayanan, pengayoman dalam memberdayakan masyarakat secara optimal.

    Selain memberikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta diklat, Bupati mengharapkan peserta dapat bersungguh-sungguh mengemban tugas dan tanggung jawab yang telah menanti di depan dan mampu menunjukkan displin dan profesional yang diharapkan oleh Pemerintah. Kepada para Pimpinan Instansi, Bupati mengharapkan untuk selalu dan terus melakukan pembinaan yang intensif dan bertanggung jawab. (Yus Humas)