Category: Kesehatan

  • Pemda Jayawijaya Launching Vaksinasi Covid-19, Wabup Jadi Penerima Vaksin Pertama

    Pemda Jayawijaya Launching Vaksinasi Covid-19, Wabup Jadi Penerima Vaksin Pertama

    WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya secara resmi membuka pencanangan Vaksinasi Covid-19, yang mana vaksin gelombang pertama ini diperuntukan bagi para tenaga medis dan 10 orang pejabat daerah penerima.

    Pencanangan dilakukan di aula RSUD Wamena, Kamis (11/02/21), oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH, M.Hum, yang juga secara langsung menjadi penerima pertama vaksin covid-19 jenis Sinovac.

    Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum mengatakan bahwa pemerintah daerah harus menjadi contoh bagi pejabat lain dan juga masyarakat agar tidak ragu mengikuti vaksinasi yang bertujuan demi kesehatan bersama.

    “Pemberian Vaksin kepada setiap orang bukanlah satu kewajiban, namun menjadi hak bagi setiap orang warga negara Indonesia untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap Marthin Yogobi.

    Lanjutnya, pemberian Vaksin Sinovac sangat penting dan memiliki manfaat untuk menambah Imun ataupun kekebalan Tubuh seseorang.

    Sehingga dirinya berharap setelah pencanangan vaksinasi covid-19 hari ini, kedepannya dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, tentu dengan menjalani screening kesehatan terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin.

    Menurut Wakil Bupati, setiap orang akan menjalankan tahapan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum diberikan atau mendapatkan suntikan Vaksin Sinovac.

    “Jadi vaksin tidak serta merta langsung diberikan, tetepi harus melalui tahapan pemeriksaan yang ketat oleh tim medis setelah itu semua dilalui baru akan diputuskan layak atau tidaknya kita diberikan Vaksin,” jelasnya.

    Setelah mendapatkan vaksin, Wabup Marthin Yogobi yang menjadi penerima vaksin pertama diminta tim medis untuk beristirahat selama 30 menit, dan setelah mendapat vaksin kata Wabup dirinya tidak merasakan efek apapun.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambiuew menjelaskan, pemberian Vaksin Sinovak tidak langsung diberikan kepada setiap orang, namun harus melalui beberapa tahapan penting, diantaranya pemeriksaaan kesehatan dan wawancara. Setelah menerima vaksin para penerima juga akan terus dipantau tim medis.

    “Penerima Vaksin akan dipantau selama 30 menit usai disuntikan Vaksin Sinovac, tujuannya agar status setiap penerima Vaksin dapat dipantau langsung oleh Tim dokter,” ungkapnya.

    Penerima vaksin juga diharuskan melakukan  kontrol kesehatan lanjutan pada 14 hari selanjutnya terhitung sejak tanggal pemberin vaksin pertama.

    “Yang sudah menerima Vaksin, akan mendapatkan sertifikat resmi Vaksin Sinovac yang dapat digunakan untuk bepergian ke luar kota,” pungkasnya. Dalam pemberian vaksin pertama ini tim juga mensiagakan tenaga dokter ahli di lokasi pencanangan. (Vin)

  • 125 Nakes Vaksinator Dibekali Pelatihan Pemberian Vaksin Covid-19

    125 Nakes Vaksinator Dibekali Pelatihan Pemberian Vaksin Covid-19

    WAMENA – Sebanyak 125  vaksinator dari 23 Puskesmas dan RSUD Wamena diberikan pelatihan pemberian vaksin covid-19.

    Para vaksinator ini nantinya akan bertugas memberikan vaksin bagi masyarakat, sehingga dirasa sangat penting memberikan bekal pengetahuan tentang bagaimana cara yang tepat melakukan penyuntikan vaksin covid-19 yang telah didatangkan pemerintah  Papua sebanyak 1200 vaksin, yang diperuntukan bagi 600 orang penerima, termasuk 10 orang pejabat daerah.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Dr. Willy Mambieuw, SpB mengatakan pelatihan ini dimentori langsung oleh tenaga pengajar dari Balai Kesehatan Makasar.

     “Jadi dari 23 Puskesmas diwakilkan masing-masing 5 orang tenaga kesehatan, ditambah nakes RSUD 10 orang dan nakes klinik Kodim 1703/Jayawijaya dan Polres Jayawijaya,” jelasnya, Kamis (04/02/21).

    Setelah mengikuti pelatihan ini para vaksinator sudah bisa melakukan penyuntikan Vaksin Covid -19.

    Dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Ukumiarek Asso ini, para vaksinator tidak hanya dibekali tata cara melakukan vaksinasi saja tetapi juga bagaimana melakukan penanganan apabila terdapat efek pasca  imunisasi.

    Untuk waktu pelaksanaan imunisasi sendiri kata Kadinkes beluk ditetapkan, karena  10 pejabat esensial di Jayawijaya baru saja melakukan screening kesehatan dan sementara menunggu hasil.

    “Kami belum bisa pastikan kapan mulai dilakukan pencanangan imunisasi untuk penyuntikan Vaksin Sinovac di Jayawijaya, namun direncanakan usai pelatihan dan pemeriksaan kesehatan 10 orang pejabat esensial, artinya pencanangan itu 10 Pejabat Esensial di Jayawijaya ini akan ikut disuntuk kemudian akan diikuti oleh tenaga kesehatan yang lainnya,” jelasnya.

    Tambahnya, semua warga akan mendapatkan suntikan vaksin namun akan dilakukan secara bertahap. Sementara 1200 vaksin pertama yang didatangkan ini diperuntukan bagi nakes dan 10 pejabat esensial yang akan mendapatkan dua kali imunisasi.

    “Jadi setelah divaksin hari pertama si penerima akan divaksin lagi setelah 14 hari,” katanya.

    Tambahnya, pemberian imunisasi kepada masyarakat tidak akan langsung diberikan tetap akan dilakukan sosialisasi dan juga pemeriksaan kesehatan bagi calon penerima vaksin.

    “Kami akan lakukan edukasi agar vaksin  ini dapat diterima oleh masyarakat, Dinkes juga akan terus memberikan informasi kepada masyarakat lewat puskesmas yang ada di distrik dan kampung-kampunh,” (Vin)

  • Calon Penerima Vaksin di Jayawijaya Mulai Jalani Screening Kesehatan

    Calon Penerima Vaksin di Jayawijaya Mulai Jalani Screening Kesehatan

    WAMENA – Jajaran Forkopimda di Kabupaten Jayawijaya yang akan menjadi penerima awal vaksin Covid-19  selain tenaga kesehatan mulai menjalani screening kesehatan awal di RSUD Wamena, Selasa (02/02/21).

    Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi SH, M.Hum, mengatakan selain forkopimda nantinya vaksin pertama ini juga akan diberikan bagi para pejabat instasi vertikal, namun masih menunggu surat Pemda Jayawijaya.

    “Hari ini kita mulai lakukan screening kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh bisa menerima vaksin tahap pertama ini, yang mama vaksin pertama untuk Jayawijaya sebanyak 1200 vaksin dan sudah tiba minggu lalu,” ungkap Wakil Bupati Jayawijaya.

    Selain Wakil Bupati Jayawijaya, screening kesehatan ini diikuti oleh Dandim 1702/Jayawijaya, Kapolres Jayawijaya, Kejari Jayawijaya dan ketua Pengadilan Jayawijaya, tokoh pemuda, perwakilan DAP, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.

    Tambahnya, sebelum vaksin sinovac ini sampai ke masyarakat,  pemerintah perlu memberikan pemahaman kepada ASN terlebih dulu, karena sebelumnya telah beredar berbagai informasi keliru tentang vaksin.

    “Jadi kita harus paham, sebelum melakukan vaksinasi setiap orang harus menjalani screening kesehatannya untuk memastikan apakah tubuhnya itu layak atau tidak untuk menerima vaksin itu, begitu juga dengan setiap tenaga kesehatan akan diperiksa kondisi kesehatannya,” jelas Wakil Bupati Jayawijaya.

    Screening merupakan tahapan yang wajib dilalui calon penerima vaksin, hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi kesehatan yang bersangkutan baik atau tidak ada penyakit pantangan seperti jantung, diabetes, paru-paru, dan penyakit kronis lainnya.

    Sementara itu, Dandim 1702 / Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan bahwa 1200 vaksin yang didatangkan untuk pertama kalinya ini akan diperuntukan bagi 600 calon penerima sehingga forkopimda tentu akan menjadi penerima vaksin pertama.

    Meski demikian dirinya mengingatkan setiap calon  penerima vaksin, agar tetap menjaga protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker meskipun telah mendapatkan vaksinasi covid-19.

    “Protokol kesehatan ini tak hanya kami tapidi asrama dalam jajaran Kodim 1702/ Jayawijaya juga tetap harus diberlakukan protokol kesehatan, anggota kita dan Babinsa dilapangan juga wajib melakukan itu,”tegasnya.

    Sementara itu kepada masyarakat Dandim Situmeang mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan dan saling menjaga karena pandemi ini belum berakhir. (Vin)

  • 1.200 Vaksin Sinovac Tiba di Wamena

    1.200 Vaksin Sinovac Tiba di Wamena

    WAMENA – Sebanyak 1.200 vaksin sinovac tiba di Wamena, Rabu (27/01/21), kedatangan vaksin covid-19 ini lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yakni baru akan didatang Pemerintah Provinsi Papua pada bulan Maret nanti.

    Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si usai memantau langsung kedatangan vaksin covid-19 di gudang farmasi RSUD Wamena mengatakan vaksin gelombang pertama ini diprioritaskan bagi para tenaga medis, karena mereka merupakan garda terdepat yang melakukan pelayanan.

    “Imunisasi pertama ini akan dilakukan bagi para tenaga medis, sedangkan untuk kami forkopimda mulai hari selasa nanti sudah mulai screening, dan bila sudah lolos screening maka kita akan lakukan vaksinasi,” ungkap Banua.

    1.200 vaksin ini akan diberikan bagi 600 tenaga medis calon penerima vaksin termasuk 10 orang pejabat daerah, vaksin akan diberikan sebanyak dua kali, yang mana diberikan hari pertama dan empat belas hari kemudian akan divaksin kembali.

    “Jadi satu orang dua kali suntik vaksin, tahapannya suntik pertama dan 14 hari kemudian akan disuntik vaksin lagi yang kedua kalinya,” katanya.

    Untuk vaksinasi tahap awal ini karena diperuntukan bagi tenaga medis maka akan difokuskan pada satu titik, dan jika nanti para tenaga medis atau vaksinator dari masing-masing puskesmas telah mendapatkan pelatihan vaksinasi baru akan dilakukan bagi masyarakat, itu pun setelah mendapatkan droping vaksin kedua dari pemerintah provinsi Papua.

    “Minggu depan ada pelatihan yang diberikan oleh petugas balai dari Makasar bagi tenaga medis yang merupakan vaksinator yang akan dilakukan selama tiga hari, jadi akan ada tahapan-tahapan,” pungkasnya. (Vin)

  • Bupati Jayawijaya : RSUD Wamena Tidak Pernah Tolak Pasien Asal Nduga

    Bupati Jayawijaya : RSUD Wamena Tidak Pernah Tolak Pasien Asal Nduga

    WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE,M.Si menegaskan bahwa RSUD Wamena tidak pernah menolak pasien dari kabupaten pemekaran seperti yang diberitakan salah satu media baru-baru ini.

    Menurutnya selama masih ada Kartu Papua Sehat (KPS) bantuan pemerintah provinsi Papua tahun 2020 maka selalu terlayani.

    “Saya kira tidak pernah namanya rumah sakit menolak pasien dari pemekaran karena masih ada dana KPS yang dibantu provinsi,” ungkap Bupati Banua, Sabtu (23/01/21).

    Menurutnya, pemerintah Jayawijaya siap menerima jika pemerintah Nduga ingin berkoordinasi terkait sebagian warganya yang masih mengungsi di Wamena, guna mendapatkan akses layanan kesehatan maupun pendidikan.

    “Kami sudah pernah beberapa kali melakukan upaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah Nduga, termasuk surat saya ke para bupati wilayah Lapago. Kami berulang kali menyampaikan ke kepala dinas kesehatan maupun Bupatinya langsung untuk sharing dana kesehatan, tapi tidak ada tanggapan,” terang Bupati Jayawijaya.

    Lanjut Bupati Jayawijaya, pemda kabupaten tetangga  yang sudah melakukan koordinasi terkait layanan kesehatan dan hingga saat ini masih berjalan yakni hanya pemerintah kabupaten Lanny Jaya melalui program Lany Jaya sehat.

    ‘Kabupaten lain termasuk Nduga tidak ada koordinasi bukan hanya pelayanan kesehatan tapi juga pendidikan. Apabila pemda Nduga mau berkoordinasi kami siap membantu, tapi selama ini tidak pernah,” katanya.

    Sementara itu terkait layanan KPS yang merupakan program pemerintah provinsi Papua kata Bupati Jayawijaya hanya di tahun 2020, sedangkan untuk tahun 2021 sudah tidak ada lagi bantuan KPS.

     “Saya berharap pemerintah daerah di wilayah Lapago bisa berkoordinasi dengan kami, bagaimana sistemnya apabila ada rujukan pasien dari daerah pemekaran yang di bawa ke RSUD Wamena sehingga jelas dan semua pasien terlayani,” pungkasnya. (Vin)

  • Pemda Jayawijaya Pastikan Seorang Anak Usia Sekolah yang Positif C-19 Bukan Terpapar di Lingkungan Sekolah

    Pemda Jayawijaya Pastikan Seorang Anak Usia Sekolah yang Positif C-19 Bukan Terpapar di Lingkungan Sekolah

    WAMENA – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono, memastikan seorang anak usia sekolah yang terpapar Covid-19 di Jayawijaya bukan terpapar di lingkungan sekolah.

    Menurut pria yang juga menjabat sebai Ketua Pos Prendidikan ini juga mengatakan, sejak merebaknya Covid-19 di Papua Maret lalu, seluruh aktifitas belajar di sekolah ditiadakan, atau dilaksanakan melalui sistem belajar dari rumah.

    “Terkait dengan penambahan kasus ini memang ada diantaranya yang usia sekolah dan anak sekolah, dari hasil tracing penularan tidak terjadi pada sekolah karena memang anak-anak tidak ke sekolah, yang ke sekolah itu adalah orang tua untuk menyerahkan dan mengambil tugas yang sudah dikerjakan,” jelas Ketua Pos Pendidikan Jayawijaya, Jumat (02/10/20).

    Ia juga menambahkan, pada kasus-kasus tertentu pihaknya memberikan toleransi bagi para murid SMA, SMK, dan SMP yang tidak memiliki orang tua di Wamena untuk mengambil atau menyetor tugas modul yang diberikan guru.

    Dirinya mengajak semua pihak agar dalam situasi pandemic ini sama-sama berkomiten untuk tidak melakukan pembelajaran langsung (tatap muka).

    “Perlu saya sampaikan juga meskipun ada salah satu anak usia sekolah yang terkonfirmasi positif tetapi itu tidak di lingkungan sekolah tetapi di lingkungan keluarganya,” katanya.

    Menjurutnya, anak tersebut tidak pernah ke sekolah dan kalaupun ada kegiatan sekolah semua dikoordinasikan melalui orang tua yang bersangkutan setiap minggu, dengan tetap menjaga protocol kesehatan. (Vin)

  • Warga yang Sempat Kontak dengan Pasien Positif Diminta Secara Sadar Memeriksakan Diri

    Warga yang Sempat Kontak dengan Pasien Positif Diminta Secara Sadar Memeriksakan Diri

    WAMENA – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si yang juga selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Jayawijaya meminta masyarakat Jayawijaya yang merasa pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 untuk dengan kesadaran sendiri memeriksakan kesehatannya pada tempat pemeriksaan yang telah disediakan pemerintah.

    Hal ini diungkapkannya pasca meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang di Jayawijaya yang berdasarkan data per Sabtu 26 September 2020 sebanyak 28 orang.

    “Bagi warga yang merasa sempat dan pernah melakukan kontak dengan pasien Covid-19, harap segera dengan sadar untuk datang dan memeriksakan dirinya ditempat pelayanan kesehatan yang ada di Kota Wamena,” kata Banua, Sabtu (26/09/20)

    Tidak hanya itu, dirinya meminta warga Jayawijaya yang pernah melakukan perjalanan dari luar Jayawijaya terutama dari kota yang tergolong zona merah untuk menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan karantina mandiri.

    Pasalnya bertambahnya pasien covid-19 di Jayawijaya bersumber dari warga yang tidak patuh menerapkan protokol kesehatan atau karantina mandiri pasca berkunjung dari daerah terpapar.

     “Masyarakat yang pernah dari luar Wamena, diharapkan jujur dan sadar diri untuk melakukan karantina mandiri dan melakukan rapid Test di Puskesmas atau rumah sakit yang ada di Kota Wamena,” ungkapnya.

    Saat ini 28 warga Jayawijaya yang teridentifikasi terpapar Covid-19 tegah dirawat di tempat karantina.

    Pemerintah juga terus melakukan tracking terhadap warga yang sempat melakukan kontak dengan 28 orang pasien positif tersebut.

    “Kami pastikan pasien kita tidak ada yang di luar, semua sudah masuk ke ruang isolasi,” katanya.

    Meski demikian dirinya mengakui masih akan ada penambahan pasien Covid-19 di Jayawijaya dari hasil tracking petugas.(Vin)

    ap : Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua Bersama Dinas Pekerjaan Umum saat meninjau pengerjaan ruas jalan di Distrik  Wesaput

  • Siap-siap, Pemda Jayawijaya Bakal Tertibkan Pengguna Masker

    Siap-siap, Pemda Jayawijaya Bakal Tertibkan Pengguna Masker

    WAMENA – Akibat lonjakan pasien Covid-19 yang meningkat drastis, Pemerintah Jayawijaya akan melakukan penertiban penggunaan masker.

    Mengingat Jayawijaya sempat berada di posisi hijau dengan jumlah pasien yang dirawat 0 (nol), namun karena tidak tertibnya warga dalam menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi ini dalam kurun waktu seminggu warga terpapar Covid-19 naik drastis bahkan capai 21 orang.

    “Lonjakan Pasien Covid-19 di Jayawijaya saat ini menjadi pertimbangan khusus bagi kami pemerintah untuk kedepan akan melakukan penertiban masker bagi seluruh warga tanpa terkecuali” ungkap Bupati Banua, Senin (21/09/20)

    Menurutnya, terkait hal tersebut, pemda bersama forkopimda akan melakukan koordinasi sehingga dapat segera dilaksanakan, yang mana tentu akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu.

    “Kemarin itu Kepolisian sudah turun ke lapangan dan menertibkan itu, kalau ada yang kedapatan tidak menggunakan masker maka akan ditegur ditempat dan diberikan masker untuk digunakan,” kata Bupati Jayawijaya. (Vin)

  • Sebagai Upaya Screening Awal, Pemda Jayawijaya Datangkan 8000 Rapid Tes

    Sebagai Upaya Screening Awal, Pemda Jayawijaya Datangkan 8000 Rapid Tes

    WAMENA – Sejak dibukanya bandara Wamena 26 Juni 2020 lalu, sebanyak 7000 rapid tes telah habis digunakan untuk memeriksa warga yang masuk ke Jayawijaya.

    Sehingga pemerintah kembali mendatangkan 8000 rapid tes untuk melakukan screening awal kemungkinan adanya warga yang terpapar Covid-19 pasca meningkatkan pasien Covid-19 di Jayawijaya tiga hari belakangan ini. 8000 rapid tes tersebut baru akan tiba di Wamena pada hari Jumat (24/07/20) nanti.

    “Stok kita yang ada sekarang untuk melakukan pemeriksaan darurat atau emergenci, seperti anak sekolah dan pasien rujuk,” kata Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, S.E, M.Si, Rabu (22/07/20)

    Menurut Banua, pemerintah juga masih memiliki stok rapid tes yang akan digunakan untuk melakukan screening awal penumpang pesawat dari luar Wamena selama beberapa hari terakhir ini sebelum penutupan penerbangan penumpang ke Wamena pada tanggal 27 Juli nanti.

    “Jadi rapid tes kami bukan kurang namun alami keterlambatan. Barangnya yang harus tiba di Jayapura hari rabu namun terlambat, jadi hari kamis baru tiba di Jayapura, jadi kemungkinan hari jumat tiba di Wamena,” jelas Banua.

    Jadi ini baru, kita kemarin punya stok hanya berdasarkan laporan dari petugas di bandara itu sudah 7000an khusus untuk bandara saja khusus penumpang yang masuk, belum termasuk yang keluar.

    Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayawijaya per tanggal 22 Juli 2020, kumulatif  51 orang, terdiri dari pasien sembuh sebanyak 32 orang, dan yang sementara menjalani perawatan sebanyak 19 orang. (Vin)

  • Pemda Jayawijaya Cover Biaya Kesehatan 23 Ribu Warga Kurang Mampu dengan JKN, Bahkan yang Terpapar Covid-19

    Pemda Jayawijaya Cover Biaya Kesehatan 23 Ribu Warga Kurang Mampu dengan JKN, Bahkan yang Terpapar Covid-19

    WAMENA – Pemerintah kabupaten Jayawi jaya menjamin kesehatan 22.338 warganya melalui program kerjasama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

    Menurut Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, M.Si, kerjasama ini masih sama dengan tahun 2019 lalu, jika sebelumnya 19 ribu peserta kini naik menjadi 22 ribu peserta.

    “Kerjasama kita tidak beda dengan tahun kemarin kami pada prinsipnya tetap komitmen dengan dengan pelayanan kesehatan sesuai visi misi kita,” ungkapnya, Kamis (16/07/20)

    Menurutnya, penambahan ini berdasarkan data yang diinput petugas Disdukcapil dan BPJS yang bertugas di rumah sakit, dimana setiap warga Jayawijaya yang datang mengakses fasilitas kesehatan dan belum memiliki KTP dan kartu BPJS maka akan langsung didaftarkan oleh petugas.

    Menurutnya hal ini juga merupakan salah satu  upaya pemerintah daerah  untuk mendata penduduk Jayawijaya. “Kami berharap kerjasama yang sudah berjalan sejak tahun kemarin (2019) tinggal kita perbaiki kekurangannya.

    Ditahun 2020 ini pemerintah Jayawijaya menggelontorkan dana senilai 5 milyard untuk mengklai kesehatan warganya, tidak hanya penyakit cronis pada umumnya yang dapat diklaim, namun warga yang sakit karena terpapar Covid-19 pun dapat diklaim dengan JKN BPJS Kesehatan.

    “Kerjasama ini juga mengklaim pasien yang masuk dengan sakit Corona atau Covid-19. Pemerintah pusat sudah memerintahkan kepada BPJS bahwa dengan wabah covid ini semuanya diklaim apabila ada pasien covid-19,” pungkas Bupati Jayawijaya.

    Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Wamena Frida Hiyane Imbiri mengatakan kerjasama ini sudah berlangsung sejak 1 Januari 2020 dan akan berlangsung sampai 31 desember 2020 namun dengan adanya Peraturan Presiden nomr 64 tahun 2020 tentang penyesuaian iuran, dimana dari Januari sampai dengan april iurannya masih Rp 42 ribu menggunakan Perpres nomor 75.

    “Dengan adanya perubahan diperpres nomor 64 tahun 2020 berdasarkan peraturan presiden nomor 80 tahun 2019 iuran itu mulai berlaku ditanggal 1 juli 2020. Sehingga memang harus dilakukan adendum berkaitan dengan penyesuaian iuran, dari Rp 42 ribu turun menjadi Rp 25.500,”  jelasny Frida Imbiri, Kamis (16/07/20)

    Ia juga menyampaikan terimakasih kepada pemda Jayawijaya yang berkomitmen tinggi untuk bisa mendukung program JKN sehingga masyarakat Jayawijaya yang belum punyai JKN bisa tercover dengan program JKN.

    “Jadi kalau ada warga yang berobar di rumah sakit namun belum memiliki JKN maka BPJS dapat langsung menerbitkan dan menjamin biaya pelayanan di rumah sakit,” jelasnya.

    Sesuai dengan MoU PKS induk antara BPJS dengan pemda Jayawijaya, kerjasama ini dibayar dalam dua termin selama berjalannya PKS, sehingga BPJS sudah menerima pembayaran iuran ditermin pertama pada bulan April lalu yakni senilai 2,6 milyard, sementara pembayaran kedua sementara diproses.

    “Secara keseluruhan Rp 5 milyard nilai kerjasama kita, untuk mengcover penduduk yang belum mempunyai JKN dari 22.338 peserta yang tedaftar saat ini,” pungkasnya. (Vin)