Dengan kehadiran e-planning ini semua pemangku kepentingan terkait dapat mengakses sebagai system informasi pengusulan kegiatan, mulai dari tingkat kampung, distrik sampai ke tingkat kabupaten. Dengan demikian akan lebih efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. “Melalui e-planning dan e-budgeting diharapkan penyusunan perencanaan yang sistematis, terpadu yang dikendalikan melalui teknologi akan memberikan bimbingan, persepsi yang sama dan kepatuhan dari semua elemen yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran,” ungkap Asisten II Sekda Jayawijaya Yohanes Katoleng, disela-sela acara peluncuran. Menurutnya, Selain itu melalui pola yang digunakan dapat menempatkan program lebih efektif, efisien, memenuhi azas keadilan, pemerataan dengan menjauhkan inefisiensi dan pemborosan anggaran. Dengan diresmikannya aplikasi ini maka, pemkab Jayawijaya memasuki babak baru perencanaan pembangunan yang transparansi dan akuntabilitas yang memberikan kemudahan bagi semua pihak serta dapat melakukan pengawasan secara mudah dan cepat. “Dengan adanya aplikasi ini juga pemerintah Jayawijaya harus mempu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk kepentingan pelayanan,” katanya. E-planing dijadikan sebuah system informasi online dengan seluruh OPD dalam mengusulkan kegiatan, baik musrenbang, menyusun RPJPD, RPJMD, RENSTRA PD, RENJA PD, dan KRPD kabupaten. Perencanaan Elektronik (E-Planning dan E-budgeting) untuk penyusunan perencanaan pembangunan kabupaten Jayawijaya tahun 2019 sangat membantu pemerintah, masyarakat dan semua stakeholder untuk beradaptasi secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan. Mulai dari musrenbang kampung/kelurahan, distrik hingga musrenbang tingkat kabupaten. Disisi lain konsisten perencanaanya juga akan dijaga sehingga tidak ada lagi perencanaan atau kegiatan yang mucul diten gah jalan atau program dadakan. “Diharapkan dengan adanya e-planing dan e-budgeting ini semua tahapan rencana pembahasan pembangunan dapat terdokumentasi secara sitematis oleh system, untuk mencegah terjadinya tumpang tindih, kegiatan antar OPD,” ujarnya.
E-planning dan e-budgeting merupakan aplikasi berbasis web tanpa perlu instalasi terlebih dahulu, mudah diaplikasikan hanya dengan menggunakan mobile dengan keberagaman perangkat yang ada. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze berharap mulai saat ini, dan seterusnya dalam penyusunan-penyusunan perencanaan di lingkungan pemkab Jayawijaya sudah menggunakan system ini. Bappeda juga akan terus memfasilitasi semua perangkat daerah untuk diberikan sosialisasi dan pemahaman, sehingga penggunakan aplikasi ini bisa dipahami dan dimengerti serta bisa dilaksanakan oleh teman-teman di perangkat daerah.
“Kita akan terus supervise teman-teman di OPD karena aplikasi ini dapat mempermudah kita dalam penyusunan perencanaan secara khusus di lingkup perangkat daerah sendiri maupun secara khusus di Bappeda,” katanya. Lanjutnya, e-planing yang dilaunching ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga kedepan lebih baik lagi. Aplikasi ini juga sudah bisa diakses melalui web Bappeda yakni www.bappeda.jayawijayakab.go.id. “Jadi stakeholder dan masyarakat sudah bisa memantau proses perencanaan langsung, ini merupakan wujud transparansi kita kepada public,” ujarnya. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan bahasa daerah sebagai wujud dari karakteristik kabupaten Jayawijaya yang melekat dengan kearifan lokal. “Jadi kita bangun sesuai dengan karakter kita sehingga ada beberapa menu-menu yang kita gunakan dengan bahasa daerah karena kita berasal dari daerah sesuai kearifan lokal kita,” tandasnya. (Vin/RS)




Sosialisasi Perbup No. 17 Tahun 2017 Tentang Analisis Standar Belanja di Lingkungan Pemkab Jayawijaya